ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_8



"Kenapa tuan Arick belum pulang ya..sial kalau begini rencanaku akan gagal"


Carla saat ini tengah menunggu Arick pulang..jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari dan Arick sama sekali belum kembali..Carla ingin melancarkan rencananya untuk membuat Arick menjadi miliknya.


"Sabar sebentar lagi tuan Arick juga kembali..sebaiknya aku persiapkan segalanya dulu sebelum memulainya..aku tidak sabar"


Carla memastikan semuanya sudah siap agar rencananya berjalan lancar tanpa kendala..semua orang juga sudah terlelap.. rencananya akan semakin lancar.


Sementara itu di balik dinding dekat dapur seorang wanita mendengarkan semua rencana si pelayan itu..dia menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan suara apapun dan membuat si pelayan itu curiga.


"Apa yang dia rencanakan..astaga tuan Arick dalam bahaya" batin wanita itu khawatir.


Wanita itu menukar minuman yang ada di atas meja dengan minuman baru yang dia buat..sedangkan minuman yang pertama tadi dia buang..yang ada dalam otaknya saat ini adalah keselamatan Arick.


"Aku tidak tau apa isi dalam minuman itu tapi aku takkan membiarkan mu melakukan hal buruk pada tuan Arick yang sudah baik padaku selama ini".


Carla tadi sedang berganti pakaian dengan baju tidurnya yang di dalamnya hanya ada lingeri seksi yang transparan hingga memperlihatkan lekuk tubuhnya secara terang-terangan.


Carla kembali ke dapur dan duduk menunggu Arick..dia melihat minuman yang dia buat masih mengepul..saat Arick kembali kinumna itu pasti sudah sedikit hangat..dan itu akan membuat rasa dan efeknya semakin panas.


Arick kembali ke rumahnya setelah jam menunjukkan pukul 1.15 dini hari.. Arick masuk ke rumah dan di sambut oleh pelayannya yaitu Carla.. Arick risih dengan Cerla beraninya dia menunggu dirinya pulang..dia tau Carla mempunyai niat yang tidak baik tapi dia bersikap tennag karena dia sudah tau dari kamera pengawas di setiap sudut ruangan.


"Tuan..anda baru pulang?" tanya Carla yang hanya di lewati saja.


Carla mengumpat pada Arick dalam hati..dia kesal dengan sikap Arick yjag sangat tidak perduli dengan nya.


"Tuan..saya sudha buatkan kopi untuk anda..mohon di terima" Carla menyerahkan secangkir kopi pada Arick.


Arick hanya menatap datar cangkir kopi di hadapannya..diavtak ada niatan menerima kopi itu..dia lelah ingin istirahat dia tak mau meladeni permainan Carla.


"Tidak usah"


Arick kemudian pergi tanpa memperdulikan Carla..dia tidak meminta Carla menunggunya jadi dia tidak ada kewajiban menerima kopi itu.


Carla menahan tangan Arick dengan tangannya..Arick berhenti dan menatap tangannya yang di pegang Carla.. berani-beraninya perempuan murahan ini memegangnya.


"Lepaskan tanganmu"


"Tuan bisakah anda menerima kopi dari saya"


"Lepas"


"Tuan saya mohon"


"LEPASKAN"


Arick membentak Carla karena tidak mengindahkan peringatan nya..da benar-benar tidak tahan dengan sikap kurang ajar Carla.


"Mulai sekarang kau di pecat..pergi dan jangan pernah muncul di hadapan ku lagi atau kau akan menyesal seumur hidup mu"


Setelah ebrkata seperti itu Arick masuk ke kamarnya kamar dimana Zilea berada..dia butuh melampiaskan kemarahannya..hanya melihat wajah Zilea saja kemarahan Arick hilang.


Arick membuka pintu kamar dan melihat Zilea tengah duduk di atas ranjang dengan memijat kepalanya.. sepertinya kepala Zilea sakit.


"Zi..kau belum tidur?" tanya Arick dengan lembut.


"Belum.. kau batu pulang?"


"Iya..ada banyak pekerjaan tadi.. tidurlah"


"Iya..aku duluan"


"Hm"