
"Aku tidak perduli yang aku mau dia harus mati..jangan membuatku marah kau pasti tau jika aku sudah marah maka tak ada satupun yang selamat termasuk kau" ucap seorang ptia yang kini tengah memandangi bawahannya/orang kepecayaannya.
"Maaf tuan kami sedang mencari kelemahannya..mafa jika anda harus menunggu sedikit lebih lama lagi..kami akan usahakan semaksimal mingkin tuan"
"Bagus..aku ingin secepatnya bila perlu bunuh orang terdekatnya"
"Baik tuan akan kami usahakan"
"Pergilah"
Selepas orang suruhannya pergi pria itu menatap sebuah foto yang terpajang indah di dinding dalam ruangan itu..dia usap foto itu sambil tersenyum namun senyum ownuh kerinduan.
"Kau bisa tenang sekarang karena aku akan membalaskan sakitmu..aku sangat mencintaimu Fema"
Pria itu tertunduk meratapi kisahnya yang bahkan belum sempat dia mulai..jika saja dia bisa mencegah wanita itu untuk tidak mendekati iblis itu pasti saat ini dia sudah bisa memiliki nya dan bahagia.
"Tunggulah akhir darimu brengsek..aku akan membuatmu merasakan sakitnya kehilangan orang yang kau sayangi"
Setelah berucap begitu pria itu beranjak dari ruangan itu dan menuju meja kerjanya..dia akan memikirkan cara selanjutnya agar dia bisa menghancurkan si brengsek itu.
Pria itu memiliki sebuah kelompok mafia yaitu The X'Blood..kelompok itu adalah kelompok mafia yang bergerak bukan hanya di bidang permafiaan tapi juga perdagangan organ tubuh manusia dan barang haram beserta senjata.
Mereka memiliki rekan sekutu yang musuhnya juga sama yaitu The Dark Evil..klan mereka selalu saja jauh di bawah The Dark Evil mereka tak suka dan merasa iri dan benci pada The Dark Evil karena selalu saja unggul dalam segala hal.
Banyak klan mafia yang ingin menghancurkan bahkan mengusik The Dark Evil tapi selalu saja mereka yang berakhir tragis maka dari itu kini mereka yang berniat untuk mengalahkan The Dark Evil harus lebih pintar dan licik agar bisa menjatuhkannya.
"Aku harus menghubungi Hectore..ya harus karena dia juga sangat membenci TDE..hahahha akhirnya aku memiliki lebih dari dua sekutu dan kau akan berakhir di tanganku brengsek"
Pria itu menghubungi ketua klan mafia yang juga kebetulan memiliki dendam dengan TDE..pria itu bersemangat sekali ingin segera menghabisi si brengsek itu dan membawa nama klannya menuju puncak kemenangan.
*
*
*
"Arick..apa kau sibuk?"
"Tidak ada hanya saja sedikit bosan"
"Mau keluar?"
"Tidak usah nanti pekerjaanmu terganggu"
"Tidak masalah..ayo"
Setelah bersiap-siap akhirnya Zizi selesai..dia menatap dirinya di cermin dan mengernyit jijik dengan penampilannya sendiri..padahal yang Zizi pakai sudha bisa di bilang tertutup dan tak terlalu terbuka.
"Astaga kenapa aku mirip wanita murahan ya..ya tuhan apa yang akan Arick pikirkan nanti"
Akhirnya Zizi mengganti pakaiannya dengan pakain yang lebih santai atau bisa di bilang memang pakaian santai.
Zizi hanya memakai kaos putih polos dan celana jeans juga riasan di wajahnya yang sangat natural karena hanya memakai bedak dan lip balm agar bibirnya tidak kering.
Sementara Arick dia juga terlihat santai..dia memang tak suka berlebihan jika hanya jalan-jalan.
Arick memakai kaos hitam sebagai dal aman juga kemeja kotak-kotak sebagai luaran nya dan terakhir jaket hitam agar terlihat lebih santai.
Dia menuju kamar ganti dimana Zizi tengah berganti pakaian.
"Zi..sudah belum?"
"Ya..sudah..sebentar"
Zizi membuka pintu kamar ganti dna melihat Arick di depannya dengan penampilan yang terlihat santai namun menambah ketampanannya.
"Zi are you ok?"