
"Arick buatkan makanan..aku ingin kau yang memasak" Zizi merengek.
"Masakan ku? baiklah" Arick menyanggupi.
"Iya Panekuk tuna..jangan kelamaan" Zizi.
Arick terbengong mendengar masakan yang Zizi inginkan..astaga apakah ada di dunia ini panekuk tuna..tuhan apakah hukumannya belum juga berakhir.
"Honey mana ada panekuk tuna..kau jangan aneh-aneh sayang" Arick protes.
"Kau tak mau hiks..baiklah tidak apa-apa" melangkah meninggalkan Arick di ruang tamu yang masih terbengong.
Arick tersadar dan mengejar Zizi..dia memeluknya erat dan mengecup pucuk kepala nya..astaga bumil satu ini harus benar-benar sabar menghadapi nya..dia sudah berjanji akan melakukan apapun keinginan bumil..ayo Arick tepati janjimu.
"Hey sayang sudah jangan ngambek ya..iya iya aku akan buatkan pesanan mu hm..senyum dulu dong" ucap Arick membujuk Zizi yang tengah merajuk.
Zizi awalnya memalingkan wajahnya ke arah lain tapi setelah mendengar bujukan dari Arick dia jadi melayang astaga padahal hanya membujuk begitu ishhh jangan lemah bumil.
"Tapi kau mengatakan keinginan ku aneh-aneh tadi" Zizi masih kekeh mode merajuk.
"Iya sayang maafkan aku ya..aku salah hm..senyum dong nanti cantiknya ilang loh" mengusap pipi Zizi yang berlinang air mata.
"Hm" balas Zizi singkat yang sebenarnya sudah sangat melayang.
"Baiklah ayo duduk dulu nanti baby sakit loh kalau kamu terus berdiri hm..Ayo atau mau ikut ke dapur tapi duduk aja ya jangan pegang kompor" ajak Arick mencoba seribu jurus membujuk bumilnya.
Zizi menurut..dia mengikuti Arick hingga ke dapur..tidak apalah sekali ini dia menurunkan egonya..dia juga ingin di sayang-sayang oleh Arick..baby yang minta ya bukan aku.
Kaborrrrrrrrrr.....
*
*
"Baiklah sini Daddy sayang-sayang..mommy nggak mau di sayang juga?" goda Arick yang membuat Zizi langsung mencebik kesal.
"Ck..jangan ngelunjak..cepet baby di sayang sebelum aku minta di sayang orang lain" ucap Zizi sambil memanyunkan bibirnya dan membuat Arick tak tahan untuk tak mencium nya.
Cups....
Satu kecupan berhasil Arick curi dari bibir Zizi..astaga rasanya masih sama tak ada perubahan meski sering berkata pedas tapi bibir itu selalu manis dan membuat nya candu.
"ARICKKKKKKK SIALANNNN" umpat Zizi kala Arick mencuri ciumannya lagi.
Arick hanya terkekeh sambil tertawa astaga bumilnya semakin cute kalau sedang marah begini..dia usap pipi yang sudah mirip bakpao baru mateng itu,astaga ituloh pipi nya ko tembam sekali..kan dia jadi gemes.
"Sudah jangan marah-marah nanti baby rewel loh..ayo ke kamar kan mau di sayang-sayang hm?" ucap Arick menarik Zizi ke kamar mereka dan tentu saja ya kalian tau sendiri lah ya.
Setelah perang ranjang Arick begitu puas dengan permainan yang Zizi berikan, dengan senyum di wajahnya yang tak pernah luntur Arick melihat dan mengecupi punggung pol los Zizi,sudah seperti di beri pengawet saja pokoknya mah.
"Kau sangat liar honey..aku semakin suka dan puas saja dengan service mu" ucap Arick mengelus punggung pol los Zizi yang masih terbuka hanya di tutupi selimut.
"Arick jangan ganggu..aku ngantuk ishhh ck" ucap Zizi kala merasa dirinya terganggu dengan ulah Arick.
"Ok tidurlah..aku ke bawah dulu ya honey.. cups" Arick pamit ke bawah untuk melakukan sesuatu.