
Arick memeluk Zizi dengan hangat..dia usap perut buncit Zizi dengan lembut dan mendapatkan tendangan bebas dari anaknya..Arick senang karena sering mendapatkan respon berupa tendangan bebas dari sang buah hati..dia begitu bahagia karena waktu dulu saat kehamilan twins Arick bahkan tidak tau setiap fase nya..dia akan menggantikan waktu yang dia lewatkan dengan terus menjaga anak keduanya dan menemani serta menuruti keinginan Zizi apapun itu.
"Aku mencintaimu honey" ucap Arick tersenyum dan memejamkan matanya sambil masih merengkuh Zizi.
Mereka terlelap hingga pagi menjelang..Zizi terbangun dan menggeliat kecil dalam rengkuhan Arick..Arick juga sudah bangun dan membiarkan Zizi menggeliat-geliat seperti ulat.. menurut nya itu lucu.
"Morning honey..morning princess" sapa Arick pada Zizi dan anak dalam kandungan nya.
"Morning too Daddy..cups" balas Zizi sambil memberikan morning kiss untuk Arick.
Arick tersenyum dan membalas memberikan morning kiss betubi-tubi pada wajah Zizi yang membuat Zizi tertawa geli karena kecupan Arick disertai ji la tan kecil.
"Hahaha sudah Arick..hahaha geli" ujar Zizi meminta Arick menyudahi aksinya.
"Haha baiklah..ayo bangun mandi dulu lalu sarapan..Hay princess sebentar lagi kita akan bertemu.. sehat-sehat ya di sini jangan nakal nanti Daddy marahin loh" ujar Arick penuh perhatian dan peringatan pada anaknya yang bahkan entah tau atau tidak namun di balas tendangan tepat di pipi Arick.
"Kenapa?" tanya Zizi ketika menyadari perubahan di wajah Arick.
"Hm..tidak honey..aku hanya berfikir pasti twins lebih rame kan sewaktu dalam kandungan..apa mereka selalu menendang mu seperti princess menendang ku honey?" tanya Arick penasaran akan aksi twins semasa dalam kandungan.
"Mereka sangat heboh..apalagi sewaktu mendekati persalinan..tapi mereka mengerti keadaan ku..mereka tidak rewel atau ngidam yang aneh-aneh entahlah aku hanya ngidam beberapa kali saja mual juga hanya sebentar setelah nya tidak ada lagi" ujar Zizi menjelaskan.
"Pantas saja kau tidak mengalami hal itu karena aku yang mereka siksa honey..aku mengalami morning sickness juga ngidam hal-hal aneh dan Zemi yang menjadi korban dari ngidam ku..haha aku sempat berpikir apa aku sakit parah waktu itu karena tidak pernah merasakan hal-hal seperti itu sebelumnya tapi sewaktu aku cek ke dokter ternyata aku mengalami syndrome couvade yang mana suami atau ayah dari anak yang mengalami masa-masa seperti ngidam ataupun morning sickness persis seperti orang hamil..kau tau honey saat kau hendak melahirkan aku bahkan merasakan perut ku bagaikan di remas sesuatu..sakit dan mulas..aku sampai tak sadarkan diri saat itu skaing skaitnya ternyata sakit ku karena kau melahirkan anak kita..maafkan aku honey karenaku kau harus mengalami hal itulah sendirian..aku sungguh menyesal honey..maafkan aku..aku akan menebus semua itu dengan menjaga kalian hingga tutup usiaku" jelas Arick menceritakan tentang masa di mana dia mengalami apa yang ibu hamil rasakan menggantikan Zizi.
"Oh Arick... terimakasih telah kembali pada kami..jangan pernah berubah apapun yang terjadi" ujar Zizi.
"Never honey..aku mencintai kalian"