
Di saat Zizi tengah memaki Arick di saat itu pula lampu di ruangan itu mati dan menjadi gelap gulita..Zizi merasa aneh apa listrik nya belum di bayar..apa mati lampu.
"Nyalakan lampunya sialan" Zizi
"Zi..tenang jangan marah-marah nanti cepat tua bagaimana eh__" Arick
"ARICKKKKKKK SIALANNNN" Zizi.
Arick bersembunyi dari amukan mamah mudanya..dia sudah salah ngomong.. keceplosan..sialan mulutnya yang lucnut.
Sedangkan Zizi dia sedang mencari ponselnya yang entah dimana sekarang.. tiba-tiba mati lampu lalu ponselnya hilang,lalu apa lagi nanti..arghh dia frustasi sekarang.
"Arick cepat nyalakan lampu nya sialan..kau benar-benar menguji kesabaran ku" Zizi.
Arick diam tak menjawab..Zizi masih berpegangan pada lengan Arick sambil sesekali lengan itu dia jadikan bahan pelampiasan emosinya dengan cara di pukul bahkan sesekali di gigit.
Arick hanya membiarkan Zizi meluapkan emosi nya dia menerima konsekuensi nya..tidak apa-apa yang penting rencananya sukses.
Di saat Zizi sudah mulai tenang..Arick merogoh sebuah kotak dari saku jaketnya..dia mengambil tangan Zizi dan dia sematkan sesuatu di jari manis Zizi.
Zizi tentu saja terkejut dengan perbuatan Arick yang entah sedang apa..dia merasakan jemarinya di lilit sebuah benda mati berbentuk lingkaran terlihat sedikit berkilau dari kegelapan..Zizi tidak bisa melihat tapi bisa merasakan bahwa benda yang melingkar di jari manisnya adalab sebuah cincin.
"Arick..apa ini.. maksudnya apa?" Zizi
"Zi..will you marry me?"Arick
"JANGAN BERCANDA SIALANNNN" Zizi
"Sialan..jelaskan apa maksudmu..lampunya tolong nyalakan aku tidak bisa melihat wajah menyebalkan mu" Zizi.
Arick menurut tanpa di duga oleh Zizi saat lampu sudah menyala terlihat semua orang tengah berkumpul di dalam ruangan itu.. pandangan nya jatuh pada pria yang tengah berlutut di hadapannya dengan sambil memegang jemarinya yang melingkar sebuah cincin.
"Zilea Madison.. aku ingin kau menjadi milikku juga ibu dari anak-anakku..aku bukanlah lelaki yang romantis yang dengan mudah mengatakan I love you tapi aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuk mu..Zilea Madison ku perintahkan kau untuk menerima lamaran dariku karena jika tidak maka aku kan memaksamu..so Will you marry me Zizi?" Arick
Semua yang ada di ruangan itu berdecak sebal melihat tingkah arogan di akhir lamaran nya.. benar-benar king mafia pekok..dia kira lamaran sama dengan merebut kekuasaan klan lawannya apa..huhh mafia kolot.
"Hey Arick kau itu mau melamar atau mau merampok..jika melamar biarkan dia menerimamu dengan ikhlas tidak harus di paksa sialan" Gio.
"Ka Gio benar..kau benar-benar menyebalkan ka Arick" Gia
"Ya mereka benar..kau itu harusnya yang romantis bukan memaksakan bodoh" Via.
"Hey sudah ini mungkin caranya..langka dan menyebalkan tentunya..tapi good job buatmu ka" Gian.
"Iya ka Gian benar meski terkesan sedikit arogan dan memaksa tapi aku suka lamarannya..langka dan lain dari yang lain" Genie
Sementara Fiora dan tuan Jarred mereka hanya menggelengkan kepalanya karena melihat 5 saudara yang berbeda pendapat dalam mengomentari lamaran Arick..menurut mereka juga lucu tapi mungkin ini cara Arick dalam mengambil hati Zizi.
Zizi hanya melongo mendengar semua orang-orang yang ada di ruangan itu tengah berdebat..di tambah lagi masih banyak orang-orang yang belum dia kenal yang dia yakini adalah keluarga terpandang.
"Zi..bagaimana..kau harus menerimanya karena aku tidak menerima penolakan" Arick