
Hari ini adalah jadwalnya Zizi cek ke dokter juga imunisasi Twins D.. Zizi di temani Fiora ke rumah sakit karena jika sendiri pasti sangat sulit harus membawa dua bocah dan perlengkapan nya juga.
Sampailah Zizi di rumah sakit..Fiora menuju ruangan dokter untuk memastikan keamanan imunisasi untuk twins D..dia tak mau yang abal-abal.
Di saya Zizi tengah menunggu Fiora tampak dari samping tuan besar menuju ke arah mereka..dia duduk di sebelah Zizi dengan matanya menatap dua bocah miniatur Arick.
Hati tuan besar bergetar hanya dengan melihat dua bocah itu..sungguh ingin sekali dia mengatakan pada dunia bahwa dia sudah mempunyai dua cucu.
"Nona..anda di sini juga?" tanya tuan besar berbasa basi.
"Ah tuan..anda di sini lagi?"
"Iya saya ingin melihat kedua cucu saya di imunisasi..anda sendiri?"
"Ouh saya ingin mengimunisasi kedua anak saya tuan"
"Wah..lucu dan tampan ya..bolehkah saya menggendongnya nona?"
"Boleh tuan silahkan"
Zizi menyerahkan Darren pada tuan besar..tuan besar berkaca-kaca ketika pertama kali menggendong cucunya..astaga ingin sekali dia berteriak menyerukan dia sangat bahagia.
"Hey nak kau sangat tampan..pasti ayahmu sangat bahagia memilikimu" ucap tuan besar sambil mengelus pipi gembul Darren.
"Siapa nama anak ini nona..lucu sekali dia"
"Yang anda gendong namanya Darren tuan dan yang terlelap ini namanya Darrel"
"Wah nama yang indah seindah anaknya"
Tuan besar berganti menggendong Darrel yang kebetulan sedang terlelap.. Zizi tak masalah entah kenapa dia merasa tuan besar orang baik jadi tak curiga.
"Wah benar-benar tampan dan menggemaskan sekali mereka..anda begitu beruntung nona bisa mendapatkan malaikat setampan mereka"
"Anda benar tuan..saya sangat beruntung"
"Berbahagialah nak..bukalah hatimu untuk ayah kedua anakmu.. mereka butuh bimbingan seorang ayah walau bagaimanapun mereka tetap akan mempertanyakan keberadaan ayah mereka suatu saat nanti"
Zizi terdiam..dia tersentuh dengan kata-kata tuan besar..benar kata tuan besar mau bagaimana pun juga kasih sayang seorang ayah juga sama pentingnya dari kasih sayangnya.
"Akan saya usahakan tuan"
"Sama-sama tuan"
Tuan besar meninggalkanZizi di depan ruangan dokter..tuan besar akan kembali ke negara X untuk menemui anaknya yaitu Arick..dia akan memberi pelajaran pada Arick karena sudah berani menyakiti Zizi.
"Persiapkan jet pribadi ku..nanti malam aku akan kembali ke negara X"
"Baik taun besar"
*
*
"Zi ayo masuk"
"Iya ka"
Zizi masuk kedalam ruangan dokter di bantu Fiora.. Zizi dan kedua anaknya menjalani serangkaian tes kesehatan lebih tepatnya Zizi.
.
.
Sedangkan Arick..dia tengah menyiksa Vanden dengan bringas..bahkan jika Vanden tak sadarkan diri dia akan menyiramkan air panas pada Vanden agar tersadar kembali.
"Dimana kesombongan mu sialan..kau sangat ingin mengalahkan ku bukan..mana buktikan" ucap Arick sambil menyiksa Vanden yang sudah tak berdaya.
Bughhh......
Cetarrrr.......
Sreetttt........
Vanden sudah tak mampu bergerak seluruh tubuhnya terasa bergetar hebat karena sakit yang dia rasakan bercampur jadi satu.
"Bu..Nuh..aku..si..si..a..lan..uhukk"
"Tentu aku akan membunuhmu tapi setelah aku puas menyiksamu..jadi jangan mati dulu sebelum aku sendiri yang akan membunuhmu"