
"Honey..tapi aku geli dengan binatang itu..yang lain saja ya.. pleaseee?" Arick masih menawar siapa tau Zizi mau mengganti nya mafia king konon cih.
"Baiklah tapi kau harus berendam dengan ulat sutra bagaimana?" Zizi enteng.
"Honey..sama saja itu mah..yang lain pelase" Arick penuh harap.
"Baiklah..tidur di teras selama 1 bulan dan jangan tampakkan wajahmu di hadapan ku dan juga anak-anak" putus Zizi setelah menimbang-nimbang lagi karena Arick selalu menawar dia jadi kesal.
"Whatsssss?" Arick
Lebih baik dia membantai habis klan yang melawan nya daripada menghadapi bumil satu ini..Tuhan berikanlah hidayah mu Tuhan.
"Honey..pleaseee yang lainnya saja ya aku tidak bisa jika tidak melihat kalian sayang..ku mohon..pleaseee" harap Arick
"Satu pilihan terakhir jika kau masih tidak bisa memilih maka jangan harap kau bisa melihat ku dan anak-anak lagi untuk 5 bulan kedepan" ucap Zizi tegas karena kesal dan geram Arick selalu menawar.
"Baiklah asal kan itu bis di terima aku akan turuti" Arick penuh semangat.
Zizi menyeringai dan menatap Arick dengan seksama..Arick yang di tatap seperti itu jadi merinding..astaga semoga tidak aneh-aneh lagi lah.. please Zizi jangan aneh-aneh ya.
"1 pilih cari ulat tanpa bulu satu toples, 1 pilih berendam dengan ulat sutra ,3 tidur di teras tanpa melihat kami selama 1 bulan atau, 4 aku menikah lagi?" Zizi berujar santai.
Arick..dia sangat amat terkejut mendengar pilihan terakhir dari Zizi..apa dia bilang menikah lagi..wohoo jangan sampai itu terjadi tidak akan dia biarkan pria lain menyentuh seinci dari tubuh istrinya itu.
Sial dia harus apa kalau begini.. arghhhhhh Zizi andai kau laki-laki sudah ku ajak MMA kau sayang..sabar Arick sabar..pilih yang paling mudah untuk mu..kuatkan imanmu.
"Oke..mulai sekarang dan jangan kelamaan" ucap Zizi santai sambil duduk di kursi empuk yang Arick persiapkan untuk Zizi.
"Iya honey" jawab Arick lemas.
Tangannya gemetar karena harus mencari binatang kecil yang mampu membuatnya menjerit ketakutan sial..sabar demi jatah aman maka turuti saja sialan.
Arick mulai mencari di sekeliling taman..dia menggunakan penjepit khusus seperti pinset tapi lebih panjang karena Arick geli melihat binatang melata kecil itu.
"Arick jangan hanya di lewati saja..ishhh bagaimana sih"
"Arick itu jangan di buang cepat ambil kau ini besar badan tapi nyalimu kecil"
"Astaga hey jangan di tekan terlalu kuat nanti dia mati..kau bagaimana sih Arick"
"Yaaaakkk Arick kau itu dengar aku tidak sih?"
Begitulah kira-kira ocehan Zizi jika Arick membuat kesalahan..astaga dia sudah seperti diktator memang bumil tiada duanya..jangan pernah melawan bumil karena jatah mu bisa di lenyapkan dan itu akan memicu peningkatan di kepalamu juga masa depanmu.
Satu jam kemudian Arick telah mengumpulkan setengah toples ulat tanpa bulu..dia geli sendiri jika melihat pergerakan dari binatang mini itu hiiihh.
"Honey mereka sudah tidak ada lagi bagaimana..aku hanya dapat setengahnya" Arick
"Sudahlah.. tidak apa-apa..berikan pada penjaga gerbang karena dia mempunyai banyak burung di rumahnya lumayan bisa untuk di jadikan makanan burung..makannya kau itu kalau menggaji orang yang lumayan kau tak tau kan dia kekurangan bahkan ada 3 anaknya yang masih sekolah apa kau tak pernah memikirkan para pekerja di rumahmu Arick..aku ingatkan jangan begitu perhatian lah dengan para pekerja di rumahmu karena tanpa adanya mereka kau tak bisa berbuat apapun.. paham?" Zizi berujar lembut sambil mengelus tangan Arick.