ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_73



"Jangan menggodaku Zi..aku tau kau sedang tak bisa melakukannya"


"I know"


"Stop sebelum aku menyakitimu dengan kondisi mu Zi aku tak mau"


Zizi semakin mendekati Arick..dia memeluk Arick dari belakang dia usap dada Arick yang bidang..nyaman..itulah perasaan Zizi ketika menyentuh Arick..dia menenangkan Arick agar tak terpancing emosi.


"Aku sudah belajar banyak Arick..apa kau tak mau menjadi objek uji coba kemampuan ku..atau aku harus mencari objek lain untuk menjadi bahan uji coba akan kemampuanku?"


Dengan cepat Arick membalik kan badan nya dan menatap Zizi dalam juga tajam..apa dia bilang mencari objek lain untuk dia jadikan bahan uji coba..astaga tidak dapat dia percaya mulut menyebalkan Zizi.


"Jangan pernah berkata seperti itu lagi atau aku akan mem bung kam mu hingga kesulitan bernafas Zi"


Zizi mengalungkan tangan nya pada leher Arick..dia mengecup sekilas bibir Arick..ya ampun lucu sekali sih wajah Arick..dia jadi gemas kan.


"Aku menantikan nya tuan Arick"


"Oh astaga honey..kau benar-benar"


Arick meraup bibir Zizi dengan cepat..ruangan itu cukup kedap suara hingga dari luar tak dapat terdengar..Arick memang mendesain setiap kamar agar kedap suara..entah lah apa tujuan nya hanya dia dan tuhan yang tau.


Selesai saling memaggut kini baik Arick maupun Zizi terdiam dengan nafas yang mem buru seperti habis maraton..mereka masih sama-sama mengatur nafas nya agar normal kembali.


Arick menatap wajah cantik Zizi yang tak pernah berubah sejak pertama bertemu..sial ingatan itu membuat nya semakin merasa bersalah.


"Aah..Arick"


Zizi melengguh dan tangan Zizi dia gunakan untuk menjambak rambut Arick dengan suara yang terdengar indah di telinga Arick.


"Ingat honey aku tak akan mengampuni mu sekarang"


Arick berkata kepada Zizi dengan masih pada kegiatan nya.


"Arick.."


Arick semakin menjadi dan dia tau Zizi sudah tak tahan lagi dengan permainan nya..dia juga sudah tidak tuahan dengan kejutan dari Zizi.


"Sekarang giliran mu honey"


"Baiklah"


Keduanya sudah seperti bayi baru lahir namun berbeda dengan Zizi.


Zizi mulai melancarkan aksi nya dengan sesuatu yang sudah tegak tapi bukan keadilan.


"Ouh Ziii.. huhhhh"


Zizi semakin suka dan bersemangat setelah mendapatkan respon yang dia inginkan dari Arick..persis seperti yang dia lihat.


"Ouh Ziii shitt"


"Do you like it?"


"K..kau..be.. lajar dari siapa Zi?"


"Aku belajar dari ponselmu Arick..aku ingin berguna untuk mu"


"Zi kau sungguh hebat..aku mencintaimu"


Zizi tersenyum mendengar pujian dari Arick..dia semakin suka.


#


#


"Zemi..kenapa kau sangat bodoh hingga menunggu kepastian yang tak akan mungkin kau temukan" ujar Zemi yang saat ini tengah duduk di sebuah cafe sambil menikmati pemandangan malam yang indah.


Di saat Zemi tengah menikmati suasana nya dari arah berlawanan terdengar panggilan yang dia kenal..siapa lagi kalau bukan Fiora teman sekaligus orang kepercayaan Zizi nona muda nya.


"Zemi" panggil Fiora mendekati Zemi dan ikut duduk di depan Zemi.


"Kau di sini..sedang apa?" tamat Zemi heran melihat Fiora tiba-tiba di sana.


"Aku..hahhaa aku hanya ingin ke tempat favorit ku..kenapa kau merasa terganggu oleh kehadiran ku..baiklah aku akan pergi setelah pesanan ku selesai" ujar Fiora yang merasa seperti Zemi tak suka terhadap nya.