ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Bonchap 18



"Arick sudahlah..aku mau borongan semua yang ada di toko ini" ucap Zizi menenangkan Arick juga unjuk kekayaan.


Bumil mo pamer.


"Sesuai permintaan mu honey..ayo pergi" Arick merangkul pinggang Zizi dan menuju kasir untuk melakukan transaksi memborong semua yang ada di toko itu.


Kedua orang itu hanya menganga melihat semua barang-barang tengah di kemas dan di masukkan kedalam kardus..sialan mereka benar-benar malu..mereka milih keluar dari toko itu dan menjauh sebentar.


Sesampainya di mobil kekasih wanita itu menampar si wanita hingga sudut bibirnya yang sebelah ikut berdarah..sang lelaki begitu malu karena tidak pernah ada yang mempermalukan dia sebelumnya tapi lihatlah karena wanita yang tak lain adalah kekasihnya sendiri dia jadi di permalukan.


PLAKKK.....


"Akhhhh..sayang kenapa kau menampar ku?" tanya wanita itu sambil memegangi pipinya yang berdenyut.


"Kenapa kau bilang? karena mu aku jadi di permalukan..harusnya kau berpikir dulu sebelum bertindak hah..kita putus..keluar kau dari mobil ku" bentak si pria mengusir mantan kekasihnya yang baru saja dia putuskan.


"No Derrek..pleaseee aku tak mau kita putus sayang please maafkan aku sayang" pinta si wanita agar tak di putuskan oleh sang kekasih yang bisa menopang kehidupan mewahnya.


"We are end,go out of my car Frenchie" tekan Derrek mendorong sang mantan keluar dari mobilnya.


"Arkhhhhhhh sialan kau Derrek" umpat Frenchie merasakan tubuhnya benar-benar sakit akibat di dorong dari dalam mobil.


"Ini semua karena perempuan itu..dia yang sudah mempermalukan ku..awas saja kau wanita sialan...aku akan membalasnya dan sepertinya suami wanita itu pernah yang lebih kaya dari Derrek hmm dengan tubuhku yang indah ini aku yakin pria itu akan tergoda hahhaa lihat saja akan aku ambil semua darimu wanita sialan" ucap Frenchie sambil membayangkan hidupnya yang bergelimang harta.


Frenchie memilih pergi dengan tertatih..dia meninggalkan pusat perbelanjaan menggunakan taksi untuk kembali ke apartemennya yang di belikan Derrek sang mantan.. apartemen itu sudah atas namanya dan sudah lunas jadi dia tidak perlu takut akan di ambil lagi oleh Derrek.


*


*


"Honey kau tidak apa-apa kan..apa ada yang luka..ada yang sakit..kita ke dokter saja ya aku takut kau dan baby kenapa-kenapa?" tanya Arick mengecek seluruh tubuh Zizi.


"Tidak apa-apa sayang..aku hanya lecet di siku tangan karena tergores saat aku berusaha mencari pegangan agar tidak jatuh saya di dorong tadi..aku baik-baik saja percayalah" ujar Zizi menjelaskan bahwa dirinya tidak apa-apa.


Tapi Arick tetaplah Arick..dia melihat darah di siku Zizi sudah mengering..astaga sejak tadi Zizi menahan sakitnya tapi dia malah asik mengomel dan murka pada kedua orang sialan itu.. benar-benar dia tidak peka.


"Maaf honey" ucap Arick sedih juga marah tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.


"Kenapa minta maaf Arick?" tanya Zizi heran kenapa Arick malah minta maaf.


"Karena aku jauh dari mu tadi dan malah asik berburu baju twins D..aku tidak memeprhatikan mu tadi sehingga kau jadi begini..aku benar-benar gagal menjadi suami dan ayah yang baik bagi kalian" ujar Arick merasa melow sepertinya hormon kehamilan Zizi beralih pada Arick..benar begitu pemirsa.