ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Bonchap 25



Fiora hanya pasrah saja menerima perlakuan Jack..tapi tidak dengan sepasang mata yang tampak memerah melihat pemandangan di depannya..dia seakan ingin menghabisi pria yang berani menggandeng tangan Fiora.


"Sialan pria itu..berani sekali menyentuh Fio..awas kau"


Pria itu mengikuti Fiora juga pria yang bersama Fiora..dia mencengkram erat kemudi seakan ingin meremukkan kemudi itu..pria itu membayangkan apa saja yang di lakukan Fio dengan pria yang bersama Fiora di dalam mobil..arkhh sialan otaknya berkelana entah kemana.


"Tidak..Fiora hanya milikku..ya dia milikku tidak akan aku lepaskan apapun yang terjadi..si brengsek itu harus aku habisi"


Mobil yang di tumpangi Fiora berhenti di depan sebuah rumah yang entah milik siapa hanya Fio dan pria yang bersama Fiora yang tau.


Mereka keluar dari mobil dan bergegas menuju rumah..di sana mereka di sambut oleh seorang wanita yang usianya seperti tuan Jarred..Fiora memeluk wanita itu dengan hangat..sang wanita itu juga membalas pelukan Fiora tak kalah hangatnya.


Sedangkan pria yang di ketahui namanya adalah Jack dia hanya menonton sesi melepas rindu dua wanita kesayangan nya..rasanya sudah lama tidak melihat adegan seperti ini sejak tempo dulu.


"Sudah cukup mom kau membuat si cengeng ini menangis lagi..lihatlah masih saja cengeng seperti dulu" ujar Jack menghapus air mata Fiora.


Fiora meninju perut Jack namun hanya tinjuan kecil dan itu tidak berefek pada Jack..Fiora memeluk Jack dan berjalan masuk di iringi wanita yang di ketahui adalah ibu dari si Jack.


Mereka masuk kedalam rumah dan entah apa yang akan mereka lakukan hanya mereka yang tau..sementara pria yang mengikuti mereka hanya bisa menahan sesak dan amarah di dadanya.


"Sialan kenapa aku bisa seperti ini..arkhh Fiora kau sudah membuatku seperti orang tidak waras" ujar pria yang mengikuti Fio yang tak lain adalah Zemi.


Zemi masih menatap rumah itu dengan tatapan tajamnya..dia seakan ingin merobohkan rumah itu agar dapat melihat aktivitas di dalamnya..dia tidak bisa berdiam diri di dalam mobil.. bagaimana jika Fiora dan pria itu melakukan sesuatu arkhh otaknya berkelana entah kemana.


*


*


"Arick pinggangku pegal" keluh Zizi merasakan pinggang nya pegal.


"Sini biar aku pijit..pasti princess nakal ya di dalam sini" ucap Arick sambil meraih pinggang Zizi dna memijit nya serta mengecup sebentar perut Zizi.


"Mungkin princess mau Daddy mijitin mommy" Zizi berujar.


"Benarkah..baiklah mulai sekarang setiap malam Daddy akan memijit mommy agar princess tidak nakal lagi.. bagaimana?" ucap Arick sambil makan terus memijat.


"Boleh Daddy" ucap Zizi dengan nada suara anak kecil.


Arick hanya tertawa mendengar suaraZizi..baginya kegiatan seperti ini adalah suatu kegiatan yang menyenangkan baginya..dia akan melakukannya setiap malam setiap saat di saat Zizi membutuhkan pijatan nya.


Saat ini mereka tengah berada di gazebo..Zizi meminta Arick untuk sekedar me time bersama karena jarang melakukan me time seperti ini sejak kesibukan masing-masing ralat hanya Arick yang sibuk mengurus kehamilan Zizi dan ***** bengek nya.


Zizi hanya mengikuti apa yang Arick mau asalkan tidak membuatnya kesal dan mood nya sedang bagus maka dia akan menurut saja tapi jika mood nya sedang buruk maka jangan harap bisa menurut..itulah bumil.