ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Bonchap 26



Zizi dan Arick saat ini tengah melakukan cek kandungan..ya kemarin tidak jadi karena mood Zizi hilang setelah bertemu dengan Frenchie..dia kesal dengan kehadiran Frenchie yang benar-benar mengganggu suasana hatinya.


Arick selalu paham dengan mood Zizi dia juga tak suka dengan kehadiran wanita itu jadi dia lebih memilih untuk pergi dengan Zizi dan pulang..mereka tidak jadi bermain di Timezone dengan kedua anaknya.


Saat ini Zizi tengah berada di ruangan seorang dokter..dia sendirian karena Arick tadi menebus vitamin untuk Zizi..vitamin Zizi hampir habis dan. juga tidak membawa serta Zemi maupun Fiora..entahlah dua orang itu sedang apa.


"Nona silahkan berbaring di ranjang pasien" ujar dokter itu dengan ketus.


Zizi menurutinya dan berbaring di atas ranjang pasien meski sedikit kesusahan untuk naik karena ranjang itu sedikit tinggi..biasanya ada Arick yang membantunya atau dokter kandungan nya yang biasanya akan membantu nya tapi hari ini dokter yang menangani Zizi seperti biasanya sedang ada acara keluarga jadi seorang dokter yang baru magang lah yang menggantikan nya.


"Bisa tidak nona..kalau tidak bisa kan anda bisa katakan pada saya jangan sok bisa" ucap dokter itu masih dengan sengitnya entahlah si dokter itu ada masalah apa dengan Zizi hingga ketus dan tak bersahabat begitu.


"Maaf dokter..apa anda baru di sini?" tanya Zizi yang saat ini tengah duduk di ranjang pasien.


"Ya..bukan urusan anda..sekarang berbaringlah" ujar dokter itu masih tidak bersahabat.


Zizi hanya menuruti semua instruksi yang dokter itu katakan..hingga Arick datang dan melihat Zizi penuh cinta..dia mendekati Zizi dan mencium keningnya dengan sayang.. perlakuan Arick tentu membuat sang dokter muda itu tak suka..dia sudah menyukai Arick sejak pertama kali bertemu dengan Arick di ruangannya tadi.


"Honey.. bagai pemeriksaan nya?" tanya Arick.


"Belum mulai sayang" ujar Zizi.


"Kenapa pemeriksaan nya belum di mulai?" tanya Arick dengan dingin pada dokter itu.


"Maaf tuan saya sedang mempersiapkan semuanya untuk pemeriksaan nona" ujar dokter itu dengan nada di buat-buat.


Zizi tidak suka dengan sikap dokter itu yang berbanding terbalik saat dengan nya..hmm seperti nya Zizi mencium bau-bau bibit calon pelakor..tidak tau saja jika pawangnya lebih ganas dari singanya sendiri.


"Arick.. aku lelah" ucap Zizi dengan suara lirih yang membuat Arick langsung sigap membalik tatapannya pada Zizi.


"Honey kau kenapa..lelah apa kita pulang saja hm?" Tanya Arick sedikit khawatir.


"Aku tidak mau periksa dengan dokter itu..dia menyebalkan Daddy" ujar Zizi dengan sedikit melirik pada dokter muda itu yang terlihat kesal dan jengkel dengan pernyataan Zizi.


"Nona apa maksudmu berkata begitu..saya sudah menyiapkan semuanya tapi anda malah begitu..tidak sopan" ujar dokter itu jengkel.


Arick mendengar kata-kata yang menurutnya tidak enak di dengar telinganya dia hendak mencekik dokter itu tapi di tahan Zizi..dia tidak mau Arick bertengkar di rumah sakit yang bukan miliknya.


"Sudah Daddy..ayo kita pulang..biarkan saja dokter itu"


"Kau...."