
Pagi harinya.....
Sekesal apapun Ratu kepada suaminya tetapi ia tidak lupa untuk melakukan tanggung jawabnya sebagai seorang istri. Ratu tetap membuatkan sarapan untuk Kavin. Ia selalu mengingat semua pesan mamanya dulu sebelum menikah dengan Kavin.
Keadaan di meja makan sudah pasti sangat berbeda saat ini. Keduanya terlihat sangat canggung untuk mengobrol setelah kejadian semalam. Ratu sekilas menatap kearah suaminya kemudian menunduk lagi, sedangkan Kavin terlihat begitu pendiam hari ini.
Bi Ina terlihat bingung saat memperhatikan keduanya malah melamun sedaritadi. Sarapannya hanya diaduk-aduk saja seperti tidak ada mood untuk makan sama sekali. Bi Ina pun menghampiri keduanya yang membuat lamunan mereka menjadi buyar...
"Maaf kalau saya mengganggu, Den Kavin dan Non Ratu tidak berangkat kerja ke kantor ?"Ucap Bi Ina.
Mendengar ucapan Bi Ina barusan, Ratu buru-buru melihat jam yang ada ditangannya.
"Astaga udah jam segini aja. Harus buru-buru ke kantor nih sekarang. Makasih ya bibi udah ngingatin."Ucap Ratu.
"Iya sama-sama non. Itu sarapannya tidak mau dibawa saja non ? Biar saya taruh kedalam tupperware?"Ucap Bibi.
Ratu melihat kearah nasi goreng yang masih utuh tersebut,
"Oh boleh bi, tolong masukkan kedalam tupperware saja sekalian air minumnya juga bi."Ucap Ratu.
"Kalau Den Kavin gimana ? Mau sekalian gak ? Biar bibi buat sekalian?"Tanya bi Ina.
"Gak usah deh bi. Saya ada meeting pagi ini takutnya gak termakan juga." Kavin hanya meminum sebagian susu hangat kemudian langsung berdiri.
Ratu yang daritadi diam aja akhirnya bersuara saat Bi Ina sedang didapur.
"Kamu yakin gak akan kelaparan kan Vin?"Tanya Ratu.
Kavin hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya saja kemudian langsung berjalan keluar rumah.
'Gengsi banget buat ngomong sama aku. Terserah kamu deh Vin...padahal sekarang aku udah mencoba untuk tidak egois dengan tetap bicara sama kamu. Aku yakin ntar juga kamu bakalan kelaparan karena gak sarapan.'Batin Ratu.
Ratu masih menunnggu bi Ina sebentar didapur.. setelah itu ia buru-buru masuk ke mobil. Ia melihat sekilas kalau Kavin sedang menerima panggilan telepon didalam mobil. Tidak lupa Ratu mengklekson saat melewati mobil suaminya pertanda kalau ia pamit pergi. Kavin melihat sekilas saat mobil Ratu melewatinya. Setelah selsai dengan panggilan telepon di hp nya ia pun langsung buru-buru berangkat ke kantor. Berhubung hari ini Pak Budi sedang izin, jadi ia terpaksa mengendarai mobil sendiri.
*****
Selesai meeting, Kavin merasa perutnya mulai keroncongan akibat tidak sarapan hari ini. Hanya 3 suap saja nasi goreng masuk kedalam mulutnya tadi.
'Kenapa sih perut gue gak bisa diajak kerja sama disaat gue lagi gak mood begini.'Batin Kavin.
Karena tidak tahan lagi, akhirnya Kavin memutuskan untuk menyuruh Putri memesankan makanan online saat ini juga. 15 menit kemudian, Putri masuk memberikan makanan untuk bosnya itu. Tanpa basa-basi lagi Kavin langsung melahap nasi goreng pesanannya itu sampai habis. 'Akhirnya gue kenyang juga. Sebenarnya dari segi rasa masih jauh enakan buatan Ratu sih, tetapi berhubung gue udah lapar berat ya gue habisin juga.'Batin Kavin
Kemudian Kavin melanjutkan pekerjaan lagi.
*****
Pikiran Tommy saat ini masih terbilang kacau. Wajar saja dia merasa sangat bersalah kepada Ratu. Ia sempat meyalahkan dririnya sendiri. Ia merasa karena kehadiranya di pesta kemarin membuat Ratu dan Kavin menajdi bertengkar. Saat ini dia merasa sangat bingung harus melakukan apa. Jauh dalam lubuk hatinya, ingin sekali ia menemui Ratu dikantor untuk menanyakan langsung sekaligus meminta maaf.
'Gue harus ngapain ya sekarang, gue masih merasa tidak enak sama Ratu. Kalau gue temuin Ratu sekarang takutnya malah makin memperkeruh keadaan. Tapi gue gak bisa berdiam diri seperti ini.'Batin Tommy sangat kacau.
"Berfikir dong Tom.....ayo berpikir. Oke gue akan hubungi Ratu melalui telepon kantor aja."Ucap Tommy setelah berfikir panjang.
Dia segera menghubungi Ratu melalui telepon kantor miliknya...
"Halo..."Sapa Tommy.
"Halo...dengan siapa ini ?"Tanya Ratu.
"Ini aku Tommy...maaf kalau aku ganggu kamu."Ucap Tommy.
"Gak kok Tom.. ada apa tumben banget kamu hubungi dari hp kantor begini ?"Tanya Ratu.
"Iya aku gak enak aja kalau hubungi kamu lewat hp, Ntar Kavin kalau tahu malah tambah marah lagi. Btw, kamu gimana sama Kavin ?"Tanya Tommy to the point.
"Kamu gak usah khawatir Tom,aku sama Kavin baik-baik aja kok."Ucap Ratu bohong. Ratu tidak ingin membuat Tommy merasa bersalah.
"Kamu serius kan Tu? Aku masih merasa gak enak aja karena kejadian semalam malah membuat kamu dan Kavin ribut."Jelas Tommy.
"Aku serius lah Tom.Ngapain juga aku bohong sama kamu. Jadi kamu gak usah merasa bersalah kayak gitu."Ucap Ratu yang masih berbohong.
"Kalau gitu aku jadi lega dengarnya. Semoga kamu sama Kavin selalu baik-baik aja."Ucap Tommy.
"Aminn..Makasih ya Tom udah baik banget doain hubungan aku sama Kavin. Aku juga doain yang terbaik aja buat kamu kedepannya ya."Ucap Ratu.
"Thank you juga doanya. Biasanya kan doa dari mantan pasti cepat terkabul kan ya ?"Tanya Tommy dengan jahil.
"Hahahha...emang iya ya ? Aku kok baru dengar ya?"Ucap Ratu sambil terkekeh mendengar ucapannya Tommy.
Mendengar Ratu tertawa seperti itu membuat hati Tommy menjadi lebih tenang dari sebelumnya. 'Gue rasa Ratu gak berbohong deh. Buktinya dia bisa tertawa seperti itu.'Batin Tommy.
"Halo?"Ucap Ratu lagi.
"Eh iya Tu, maaf tadi sekretaris gue masuk."Ucap Tommy bohong.
"Ouh gitu, aku kirain telepon kamu udah mati. Mmmm... aku minta maaf banget ya atas sikap Kavin semalam ke kamu. Mungkin dia terlalu cemburu saat melihat kita ngobrol kayak semalam. Aku harap kamu bisa maafin Kavin ya. Aku merasa gak enak banget nih sama kamu Tom."Ucap Ratu.
"Santai aja deh Tu, kayak sama orang lain aja. Aku udah maafin kok sikap Kavin. Wajar aja kali kalau Kavin merasa cemburu banget sama aku. Secara dia punya istri cantik seperti kamu. Trus aku juga tahu kalau dari dulu Kavin sangat tidak suka melihat aku."Jelas Tommy.
"Makasih banget ya Tom. Aku gak tahu lagi harus bilang apa ke kamu."Ucap Ratu.
"Iya Tu. Aku lanjut kerja dulu ya.."Ucap Tommy.
"Oh ok Tom." Ratu menutup teleponnya...
Selesai teleponan, Tommy merasa sangat lega. Karena apa yang ia takutkan ternyata tidak terjadi. Tommy bisa melanjutkan pekerjaannya seperti biasa tanpa perasaan gelisah lagi.
*****
Malam ini Kavin sengaja untuk pulang terlambat. Ia sangat menghindari ribut seperti semalam sama istrinya itu. Sebenarnya jauh dalam lubuk hatinya, ia tidak tega melihat Ratu tertidur dengan keadaan menangis. Tetapi ntah kenapa perasaan cemburu yang ia rasakan jauh lebih besar. Masih sangat jelas terbayang diingatannya kejadian semalam. Apalagi disaat Ratu tersenyum dan tertawa lepas kepada Tommy. Bisa dibilang Kavin sangat egois untuk hal itu.
Di kantor, Kavin hanya sibuk menghabiskan waktunya untuk bermain game yang ada di hp nya. Keasikan bermain game sampai membuatnya lupa waktu. Sampai akhirnya batrei hp nya menjadi lowbett. Kemudian ia melihat jam yang ada ditangannya. 'Gak terasa udah jam 24.00 malam saja, gue harus buru-buru pulang. Mungkin sekarang Ratu udah tidur.'Batin Kavin.
Dengan buru-buru ia meninggalkan kantor dan langsung mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Dalam waktu 10 menit, ia sudah sampai di komplek perumahan miliknya. Perlahan dia masuk menuju ke kamar tidur. Ia melihat Ratu sudah tertidur dengan lelapnya. Kavin berdiri sambil memandang istrinya itu cukup lama. Tanpa sadar ia tersenyum dan mengelus lembut rambut Ratu.
'Asal kamu tahu, aku sangat sayang sama kamu.'Teriak Kavin dalam hati.
Kavin sempat memperbaiki selimut dan mencium lembut kening Ratu. 'Saat tidur seperti ini kamu masih aja terlihat cantik.Good night sayang.'Batin Kavin.
Setelah itu, Kavin membersihkan diri seperti biasa dan berbaring disamping istrinya itu.
Di sisi lain, Ratu sebenarnya belum tidur sama sekali, ia tahu jelas apa yang Kavin lakukan kepadanya sedaritadi. Ratu belum bisa tidur kalau Kavin belum pulang dari kantor. Berhubung saat ini mereka sedang ribut, Ratu sudah mengatur posisi tidurnya dengan membelakangi Kavin. Hampir saja Ratu membuka matanya saat Kavin mendadak mencium keningnya tadi. 'Aku sayang kamu Vin, andai aja keadaannya kita gak berantam seperti ini.'batin Ratu.
*****
Tiga hari sudah Kavin tetap mendiami istrinya. Sebenarnya ia sangat berharap kalau Ratu yang akan meminta maaf kepadanya. Tetapi Ratu tidak merasa kalau dia tidak bersalah. Sikap Ratu seperti itu membuatnya menjadi semakin kesal.
Sedangkan berbanding terbalik dengan Ratu. Ratu berusaha terus untuk berbicara dengan Kavin. Tetapi Kavin hanya menjawab dengan sekedar saja. Mereka juga tidak berkomunikasi dengan baik belakangan ini. Kavin juga pulang larut malam setiap malam.
Hari ini adalah weekend yang baisanya mereka pakai untuk menghabiskan waktu bersama. Tetapi berhubung mereka masih saling canggung dan diam-diaman...Jadi mereka tidak kemana-mana hari ini. Seharian Kavin menyibukkan diri diruang kerja yang ada disebelah kamarnya sedangkan Ratu malah menghabiskan waktu untuk menonton drama korea saja didalam kamar. Sejujurnya ia tidak suka dengan keadaan mereka saat ini. Tetapi keadaannya saat ini membuat mereka berdua saling gengsi untuk meminta maaf.
Saat sedang asik menonton, bi Ina mengetok pintu...
"Tok...tok...tok...!"
"Non Ratu."Panggil Bi Ina.
"Masuk aja bi."Ucap Ratu.
Bi Ina pun masuk kedalam kamar...
"Ada apa bi ?"Tanya Ratu.
"Itu non... dibawah ada mertuanya non Ratu."Ucap Bi Ina.
Ratu yang tadinya masih serius menonton menjadi sangat bingung harus bersikap bagaimana. 'Bagaimana kalau papa sama mama tahu kalau kita sedang ribut.'Batinnya yang gelisah.
"Bibi...udah bilang sama Kavin ?"Tanya Ratu.
"Udah non. Sekarang den Kavin udah ada dibawah."Jelas Bi Ina.
"Oh gitu ya bi. Oke makasih bi. Saya akan turun sekarang."Ucap Ratu.
'Ngeselin banget nih Kavin, kenapa gak ngajak aku sih. Padahal ruan kerja dan kamar kan dekat banget.'Batin Ratu.
Kemudian Ratu turun kebawah sambil memperhatikan kedaan sekitar. Ia melihat Kavin sedang asik mengobrol dengan kedua mertuanya itu. Ratu yang memasang muka senang dengan cepat menyambut kedua mertuanya itu.
"Hai pa....hai ma ?"Sapa Ratu sambil cipika cipiki dengan keduanya.
"Hai juga sayang. Tumben kamu lama banget turunnya sayang?"Ucap mama.
Ratu berfikir sejenak sambil melihat kearah Kavin.
"Wajar aja kali ma, seharian ini Ratu menghabiskan waktu untuk tiduran aja di kamar sampek ketiduran juga. Ya kan sayang?"Ucap Kavin.
Ratu semakin bingung melihat sikap Kavin. Seolah-olah mereka tidak ada masalah apapun. 'Pintar banget nih Kavin akting nya didepan mama sama papa. Oke kalau gitu gue akan ikutin kemauannya.'Batin Ratu.
"Lho kok kamu malah diam aja sayang?"Ucap Kavin sembari menghampiri istrinya. Kavin menarik tangan Ratu dengan tujuan mengajaknya bergabung bersama.
"Maaf ya ma pa. Ratu ngantuk banget tadi. Jadi mama sama papa udah lama banget nungguin Ratu bangun ya ?"Tanya Ratu.
"Gak kok sayang, belum terlalu lama kok paa sama mama juga baru sekitar 10 menitan disini. Ini mama bawain cake untuk kamu sekalian mama sama papa ingin makan malam bersama kalian." Ucap mama sembari memberikan cake kepada Ratu.
"Ouh gitu. Maaf banget ya ma hari ini Ratu gak ada masak makanan. Gpp kan kalau Ratu order makanan aja ma untuk makan malam kita ?"Ucap Ratu.
"Kalau gitu kita makan malam diluar aja sayang, mumpung weekend.. emang kalian gak bosan apa dirumah aja ?"Ajak papa.
"Boleh juga itu pa idenya. Mama setuju. Kalau begitu kalian bersiap deh sana. Biar mama sama papa tungguin disini."Ucap mama.
Kavin dan Ratu malah saling pandang sambil megangkat kedua bahunya.
"Kenapa malah diam aja sih kalian berdua?"Tanya mama.
Perkataan mama barusan membuat keduanya tersadar.
"Eh Gimana ma maksudnya tadi?"Tanya Kavin.
"Mama sama papa mau ngajak kalian makan malam bersama. Kalian buruan gih sana ganti pakaian. Jangan malah saling pandang begitu."Ucap mama.
"Biasa ma, namanya juga masih pengantin baru jadi masih saling mesra begitu."Ucap papa.
"Ok. Kalau gitu Kavin sama Ratu tinggal dulu keatas ya ma."Ucap kavin.
"Oke sayang."Ucap mama.
Kavin menggenggam tangan Ratu menuju ke kamar tidur mereka.
Saat pintu kamar ditutup, Ratu segera melepaskan tangan Kavin. 'Aku tahu kamu cuman akting aja didepan papa sama mama.'Batin Ratu.
Ratu dan kavin segera mengganti pakaiannya. Ratu yang sedang tidak mood untuk berdandan dengan terpaksa memakai makeup tipis dan liptint saja serta memyemprot parfum dengan aroma vanila kesukaanya. Setelah selesai mereka berdua turun kebawah bersama.
"Kavin akan bawa mobil sendiri ya ma? Biar papa sama mama gak repot nantinya."Ucap Kavin.
"Terserah kamu aja sayang."Ucap mama.
"Ok ma. Kalau gitu, Kavin panasin mobil sebentar ya."Ucap Kavin.
"Ok sayang."Ucap mama.
Kavin segera memanaskan mobilnya diluar. Tujuan Kavin membawa mobil sendiri adalah ia tidak ingin kalau orangtuanya tahu keadaan yang sebenarnya. Bagaimanapun juga Kavin masih menjaga segala sesuatunya.
Setelah berapa menit kemudian,
Mama dan papa langsung masuk kedalam mobil sedangkan Ratu juga sudah berada didalam mobil dengan Kavin.
Ratu sudah malas untuk mengobrol dengan Kavin. Karena selama berapa hari ini hanya dia saja yang berusaha memperbaiki keadaan sedangkan Kavin hanya menyibukkan diri saja tanpa berkomunikasi dengan istrinya.
Disepanjang perjalanan, Ratu mendengarkan musik dengan earphone sedangkan Kavin sesekali melihat sekilas kearah istrinya itu. 'Tumben banget Ratu hari ini diam aja. Biasanya kan dia mau ngajak gue ngobrol.'Batin Kavin.
Sampai di tempat makan, di sebuah cafe favorit kedua mertuanya itu. Kavin kembali merangkul bahu Ratu dihadapan mama sama papanya itu. Ratu hanya pasrah dengan keadaan serta akting Kavin tersebut.
"Kalian pesan apa sayang?"Tanya mama.
"Terserah mama aja deh. Kan mama yang tahu makanan yang rekomendasi disini. Kita mah ngikut aja. Karena pilihan mama udah pasti enak. Ya kan sayang?"Ucap Kavin sambil menanyakan pendapat Ratu.
"Eh..iya ma. Terserah mama aja deh. Ratu sih makan aja kok apalagi kalau makanan nya memang enak. Heheh."Ucap Ratu.
"Kamu kenapa sih sayang? Daritadi mama perhatiin kamu kayak gak fokus gitu?"Tanya mama.
"Ouh gitu, mama kirain..."Ucapan mama malah dipotong oleh papa.
"Udah dong ma, kan kita disini mau makan kalau ngobrol terus kapan makannya."Ucap papa.
"Papa ini hobi banget potong ucapan mama, buat mama lupa mau ngomong apa. Lagian kan makanannya juga belum datang !!!"Ucap mama sambil memukul tangan papa pelan.
"Udah dong mama sama papa kok malah berdebat disini."Ucap Kavin.
15 menit kemudian, makanan mereka pun datang...
Ratu makan hanya sedikit saja sedangkan Kavin melahap makan malam dari cafe itu. Mama memperhatikan sekilas kedua sikap aneh anak dan menantunya itu.
"Kamu kok makan cuman sedikit aja sayang? Apa kamu tidak suka sama makanannya? Atau kamu mau pesan makanan yang lain aja?"Tanya mama penasaran.
Ratu yang terkejut dengan refleks langsung menjatuhkan sendok yang dipegangnya.
"Eh...maaf ma gak maksud."Ucap Ratu.
"Makanannya enak banget kok ma. Kayaknya Ratu lagi gak enak badan deh ma."Ucap Kavin.
Ratu melihat kearah Kavin dan mereka saling pandang lagi.
"Kok malah kamu yang jawab sih Vin ? Mama kan nanyak sama Ratu."Ucap Mama yang udah mulai curiga dengan keduanya.
"Iya ma benar yang Kavin bilang. Ratu lagi gak enak badan makanya daritadi tiduran terus di kamar."Jelas Ratu.
Mama dengan langsung memegang kening Ratu.
"Tapi kamu gak terlihat pucat sama sekali dan badan kamu juga gak panas. Kalian gak lagi berantam kan ?"Tanya mama lagi.
'Gue bakal jawab apa nih kalau udah begini. Emang dasar ya gue gak bisa bohong. Sepala bohong langsung aja ketahuan. Kan gak lucu banget kalau begini. Jangan sampai kedua mertua gue tahu kalau aku sama Kavin lagi ribut.'Batin Ratu tak menentu.
"Kenapa kamu malah diam aja sayang? Kalian benar sedang ribut sekarang?"Tanya mama.
"Apaan sih ma, orang kita gak kenapa-napa kok."Ucap Kavin.
"Iya ma... aku sama Kavin baik-baik aja kok ma. Jadi mama gak perlu khawatir begitu."Ucap Ratu meyakinkan mama mertuanya itu.
"Udah dong ma, kalau kata mereka gak berarti gak ma. Jangan asal nuduh tanpa bukti begitu ma. Lebih baik kita lanjut makan aja ma sekarang."Ucap papa.
"Bener tuh ma apa kata papa barusan."Ucap Kavin.
"Oke oke... mama percaya. Jangan main keroyokan gitu dong ngomongnya."Ucap mama kesal.
Mamapun melanjutkan makannya kembali. Perasaan mama sangat kuat sekali kalau mereka tidak sedang baik-baik aja sekarang. Karena terlihat jelas saat melihat sikap aneh keduanya daritadi.
Ratu menghabiskan makan malamnya dengan cepat. Tanpa sadar, mama terus memperhatikan gerak-gerik keduanya itu. Karena tadi Ratu bilang kalau ia sedang tidak enak badan kenapa sekarang ia malah menghabiskan semua makanannya. Setelah makan, Ratu permisi untuk pergi ke toilet. Mama juga segera permisi ke toilet juga disaat yang bersamaan. Disaat itu juga Kavin mengirim Ratu sebuah pesan kepada Ratu.
Kavin :
Mama mengikuti kamu ke toilet sekarang, kayaknya mama masih curiga deh sama kita. Kamu harus melakukan sesuatu biar mama gak curiga dan khawatir lagi.
Ratu yang sudah membaca pesan Kavin malah semakin bingung saat ini. 'Apa yang harus gue lakukan sekarang? Ini semua karena Kavin malah gue sekarang yang harus berfikir.'Batin Ratu.
Sedaritadi mama menunggu Ratu keluar dari toilet. Mama sedang memperbaiki lipstiknya didepan cermin toilet.
Ratu yang masih tidak keluar dari toilet sebenarnya masih berfikir harus melakukan apa. 'Gue yakin mama sengaja ngikutin gue ke toilet karena mau introgasi gue. 'Batin Ratu.
Setelah berfikir panjang, akhirnya Ratu berpura-pura mual dan muntah didalam toilet. Mama yang mendengar dari luar langsung mengetok pintu dari luar...
"Tok tok tok...!"
"Kamu kenapa sayang? Ini mama. Sebaiknya kamu keluar sekarang. Mam mau lihat keadaan kamu."Tanya mama dari luar toilet.
Ratupun segera keluar dari toilet.
"Kamu kenapa sayang?"Tanya mama cemas.
"Ratu masih gak enak badan ini ma. Ratu jadi gak enak sama mama dan papa udah pesan banyak makanan tapi gak Ratu makan. Jadi tadi Ratu paksain makan didepan mama, tapi ternyata malah muntah begini. Maafin Ratu ya ma. Ratu beneran gak maksud seperti ini."Ucap Ratu memasang muka lemasnya.
"Ya ampun sayang, mama yang jadi gak enak banget sama kamu. Mama daritadi malah curiga kalau kamu dan Kavin lagi berantam sekarang. Tetapi ternyata dugaan mama salah besar. Baik banget kamu sayang sampek paksain makan begitu padahal kamu lagi gak enak badan. Mama minta maaf ya sudah menuduh kalian berdua tadi."Ucap mama.
"Gpp kok ma. Ratu mengerti kok...Ratu tahu mama itu khawatir banget sama hubungan kami. Wajar aja kali ma. Jadi jangan merasa begitu ma."Ucap Ratu.
"Ya udah sayang. Kalau begitu kita pulang aja biar kamu bisa istirahat dirumah. Atau apa kita periksa ke dokter aja malam ini?"Ucap mama.
"Gak usah deh ma, Ratu hanya perlu istirahat aja kayaknya ma. Makasih mama udah peduli banget sama keadaan Ratu."
"Sama-sama sayang. Kamu juga kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk bilang ke mama. Ayo sekarang kita keluar dari sini."Ucap mama.
"Iya ma pasti. Nanti kalau ada apa-apa Ratu bakalan kabari mama."Ucap Ratu.
Mama membantu memegang lengan Ratu saat berjalan kearah papa dan Kavin.
"Sebaiknya kalian langsung pulang saja sayang. Kasihan istri kamu muntah-muntah daritadi."Ucap mama.
"Serius sayang? Ya udah kalu gitu Kavin sama Ratu pamit pulang ya ma."Ucap Kavin sambil membantu memegang lengan istrinya.
"Kamu jangan lupa minum obat. Ingat ya kalau ada apa-apa kabari mama sama papa."Ucap papa.
"Ok pa pasti."
Sebelum keluar dari cafe, Ratu menyalam sekaligus cipika-cipiki dengan kedua mertuanya tersebut. Kavin menggenggam tangan Ratu sampai kedalam mobil.
Saat didalam mobil, Kavin terlihat beneran panik...
"Kamu gak kenapa-napa kan sayang?"Tanya Kavin.
"Menurut kamu?"Ucap Ratu.
"Jangan bilang kalau kamu cuman akting sakit begini?"Tanya Kavin penasaran.
Ratu hanya mengangguk cepat...
Kavin memeluk Ratu dengan hangatnya. Sudah lama ia ingin memeluk istrinya itu. Tetapi terhalang oleh sikap egois dan cemburunya selama ini. Ratu malah merasa sangat bingung dengan perlakuan Kavin terhadapnya.
"Aku benar-benar khawatir sama kamu sayang. Aku gak mau kamu kenapa-napa. Maafin aku selama ini mendiami kamu. Jujur aku gak bisa hidup tanpa kamu. Belakangan ini dunia aku seperti kosong. Sekali lagi aku minta maaf udah cuekin kamu sayang."Ucap Kavin sambil mempererat pelukannya.
Ratu perlahan melepaskan pelukan Kavin.
"Kamu gak perlu khawatir. Kan selama ini kamu sudah cuekin aku setiap harinya. Lagian aku pura-pura sakit begini karena aku cuman gak ingin papa sama mama curiga sama kita yang lagi gak akur begini."Jelas Ratu.
"Kamu masih marah karena aku cuekin kamu sayang? Aku minta maaf ya. Aku tahu kalau aku salah. Aku salah karena terlalu cemburuan sampai buat kamu nangis. Aku beneran nyesal banget."Kavin memegang tangan Ratu. Sebenarnya Ratu tidak tega melihat suaminya sampai memohon seperti ini. Tetapi ia hanya ingin membalas sikap Kavin sebelumnya. Yang habis-habisan mendiaminya.
"Kayaknya kita lebih baik pulang aja sekarang. Gak enak ajakan kalau sampai kelihatan papa sama mama. Ntar malah ketahuan lagi kalau kita cuman akting aja."Jawab Ratu datar.
'Kenapa kamu gak jawab pertanyaan aku Tu? apa kamu masih belum bisa maafin aku ya. Setelah berfikir selama 3 hari ini. Aku sangat sadar kalau aku sudah keterlaluan banget sama kamu. Lebih baik kita bahas masalah ini dirumah aja. Bener kata Ratu, nanti malah ketahuan papa sama mama kalau semuanya hanya akting saja.'Batin Kavin.
"Oh ok kalau gitu kita pulang. Kamu masih hutang kasih jawaban ke aku." Kavin segera mengendarai mobil...
*****
Tibanya di rumah, mereka langsung menuju kamar tidur. Ratu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan makeup dan membersihkan dirinya. Sedangkan Kavin sedang menunggu Ratu keluar dari dalam kamar mandi.
Ceklek...
Kavin segera menghampiri Ratu saat pintu kamar mandi terbuka.
"Sayang. Kita harus ngobrol sekarang juga."Ucap Kavin to the point.
Ratu menatap Kavin dengan tatapan yang tidak bisa dimengerti.
"Kamu kok malah diam aja. Kamu gak mau ya ngobrol berdua sama aku?"Ucap Kavin lagi.
"Ok . Tapi kamu bersihan dan ganti baju dulu."Ucap Ratu.
"Tapi kamu janji akan bahas hal ini sama aku kan. Kamu gak bohonh kan?"Kavin langsung memperjelasnya lagi.
"Iya."Ucap Ratu datar.
Dengan cepat, Kavin dengan segera membersihkan dirinya dan mengganti baju secepat mungkin. Kavin menghampiri Ratu yang sedang menonton tv.
"Sayang? Aku beneran minta maaf sama kamu. Aku cemburu begini karena aku sayang banget sama kamu. Mungkin kamu mikirnya kalau sikap aku sangat berlebihan. Tapi aku juga tidak mengerti kenapa aku bisa cemburuan seperti ini saat bertemu dengan kamu. Jujur...selama ini kamu yang buat aku berubah menjadi lelaki yang lebih baik dari sebelumnya."
Tanpa menjawab pertanyaan Kavin, Ratu hanya diam saja sedaritadi.
"Tuh kan kamu diam aja?"
Setelah berfikir, akhirnya Ratu menjawab ...
"Kamu boleh cemburu atau marah. Tapi seenggaknya jangan kasar apalagi sampai kamu diamin aku selama berapa hari ini. Asal kamu tahu, aku juga punya perasaan Vin. Aku juga perempuan yang kadang lemah dan rapuh. Hati aku sakit banget waktu kamu gak mau bicara sama aku. Seusaha apapun aku untuk mengobrol sama kamu tapi kamu tetap aja dingin ke aku."Ucap Ratu sambil meneteskan air mata yang selama berapa hari ini ia tahan. Ia tidak mau terlihat cengeng dihadapan Kavin.
"Iya sayang. Aku nyesal banget karena udah cuekin kamu berapa hari ini. Asal kamu tahu aja kalau aku juga tersiksa banget."
"Aku gak tahu harus bagaimana ke kamu sekarang Vin. Seberapapun aku kesal dan marah sama kamu tapi tetap aja aku ..."
Kavin langsung memeluk istrinya itu dan memotong ucapan Ratu barusan.
"Aku mau kita baikan. Please!!! Aku juga pernah janji sama kamu waktu kita honeymoon. Aku masih ingat kalau aku janji gak akan berantam sama kamu. Tapi malah aku sndiri yang ingkari janji yang udah aku buat ke kamu."
Kavin perlahan melepaskan pelukannya dan menghapus air mata di kedua pipi Ratu.
Ratu tidak menjawab pertanyaan yang Kavin ajukan. Malah air matanya mengalir terus-menerus. Kavin semakin tidak tega melihat istrinya menangis sperti itu.
"Kamu mau aku bagaimana biar kamu bisa maafin aku sayang? Kamu harus bilang biar aku tahu !"
Ratu yang masih menangis dengan terisak dan hanya menggelengkan kepalanya kepada Kavin.
'Maksud kamu apa sih Tu? Aku beneran gak ngerti kalau kamu gak jawab aku. Kamu geleng itu tandanya maafin atau gak.'Batin Kavin yang mulai bertanya-tanya sendiri.
Ratu berusaha menghentikan tangisannya. Kemudian ia segera menarik nafas dengan panjang dan menghembuskan lewat mulut secara berkali-kali untuk menenangkan dirinya sendiri.
"Aku gak minta kamu apa-apa Vin. Aku maafin kamu. Maaf juga kalau aku udah buat kamu jadi cemburu begini. A--ku gak maksud sama sekali."Ucap Ratu agak terbata.
"Makasih sayang." Kavin memeluk erat Ratu kembali.
"Kamu seharusnya berterima kasih sama mama dan papa. Berkat kehadiran mereka yang mendadak malah buat kita baikan."Ucap Ratu.
"Iya sayang. Berarti semua ada hikmahnya ya. Tapi aku mau bilang kalau akting kamu tadi bagus banget waktu di cafe. Aku sampai beneran percaya loo. Pantas aja mama sampai terlihat khawatir banget sama kamu."Ledek Kavin.
"Ikhh KAVIN !!!"Teriak Ratu.
"Jangan teriak-teriak udah malam sayang."Ucap Kavin.
"Aku akting juga karena dapat pesan dari kamu. Aku juga bingung sebenarnya harus ngapain tau gak? Kamu merusak moment aja Vin !"Ketus Ratu sambil memukul bahu kavin sedikit keras.
"Awww sakit sayang."Ucap Kavin.
"Habisnya kamu ngeselin tau gak???"Ucap Ratu.
"Aku cuman bercanda aja kok biar kamu bisa tersenyum lagi. Kamu sih daritadi nangis terus. Aku kan jadi bingung harus ngapain."Ucap Kavin.
"Aku nangis begini juga karena kamu."
"Iya iya. Berarti kita sekarang baikan kan. Makasih kamu sudah jadi istri yang sabar banget ngadepin aku. Semoga aku bisa bahagiain kamu nantinya. Aku akan berusaha belajar menjadi suami yang terbaik buat kamu.
Ratu hanya menjawab dengan anggukan kepala.
'Makasih mama dan papa. Berkat kehadiran kalian...Kavin dan Ratu sekarang bisa baikan seperti ini. Seperti kata pepatah...selalu ada hikmah dibalik sebuah masalah. 'Batin Kavin lega.
Kemudian Kavin menyuruh Ratu untuk berbaring tidur disebelahnya. Ia mengelus tambut Ratu perlahan yang membuat Ratu mengantuk sampai akhirnya tertidur. Merekapun tertidur dengan berpelukan sepanjang malam.
*****
Gimana pada suka gak? mohon berikan komentarnya yaa...
Thor sangat mengharapkan para readers untuk memberikan komentar yang membangun untuk author agar author dapat memperbaikinya lagi kedepannya..
jangan lupa di like yaa! Saran dan dukungan kalian semua bisa membuat author agar lebih semangat lagi dalam melanjutkan cerita ini kedepannya, jadi mohon kritikan berserta sarannya ya semuanya.
Terimakasih masih setia membaca novel ini.
Happy Reading guys!