Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
Malam Pertama yang tertunda



Sepuluh menit kemudian...


Saat Ratu keluar dari kamar mandi, Kavin pun langsung menghampirinya dan ingin langsung memulai aksinya. Dengan perasaan yang bingung, gugup,panik dan campur aduk Ratu memberanikan diri menjelaskan kepada Kavin kalau mereka tidak bisa melakukan hubungan intim dikarenakan ia sedang datang bulan. Sebenarnya Kavin merasa sedikit kecewa sama keadaan lebih tepatnya. Ia merasa waktu lagi tidak berpihak padanya. Kemudian Kavin memegang kedua pipi Ratu dan memeluknya  dengan hangat.


'Kenapa sih disaat seperti ini malah datang bulan, gak tepat banget kayaknya tapi mau bagaimana lagi. Gue yakin sebenarnya Kavin pasti kecewa banget sekarang.' Batin Ratu


"Maaf ya vin aku tau kamu pasti kecewa." (Ratu mempererat pelukannya)


"Ya mau gimana lagi aku tunggu kamu siap aja. Yauda lebih baik kita sekarang istirahat aja." Ucap Kavin.


"Kamu sebaiknya pakai baju vin." Ratu melepaskan pelukan Kavin.


Ratu mengambil baju Kavin dari dalam koper untuk diberikan  kepada Kavin. Sedangkan Kavin tiba-tiba memeluk Ratu dari belakang, Ratu kaget dan menoleh kearah Kavin sambil memegang baju yang ia ambil dari koper tadi.


"Aku baru sadar kamu menggoda banget pakai Lingerie ini sayang. Kamu selalu cantik." Puji Kavin


"Makasih sayang, sebenarnya aku malu pakai ini vin tapi aku juga mau malam pertama kita berkesan."Ucap Ratu.


"Tapi aku suka kamu pakai ini."Goda Kavin.


"Emang dasar kamu playboy mesum!!!."Ratu memukul pelan bahu Kavin.


"BIARIN!!! Lagian apa salahnya mesum sama istri sendiri."


"Udah ah jangan liatin aku terus. Ini aku ambilkan baju buat kamu." Ratu memberikan baju kepada Kavin.


"Makasih sayang." (Kavin menerima dan langsung memakai baju).


"Ini hadiah dari Adel dan Nisa, mereka kasih aku banyak beginian vin."


"Seharusnya aku berterima kasih sama teman kamu udah kasih kado ini."


"Ihhh apaan sih vin udahan dong godain akunya. lebih baik kita istirahat sekarang." (Ratu menutupi pipinya yang merah merona).


Kavin tiba-tiba mencegah Ratu beristirahat. Ia menarik tangan Ratu yang membuat posisi mereka sekarang berhadapan. Tatapan mata Kavin yang terlihat memiliki hasrat dan semakin tajam menatap kearahnya. Kini jarak wajah Ratu dan Kavin semakin dekat. Jantung Ratu berdetak lebih kencang. 'Vin ngapain sih lo melihat gue sebegitunya.' Batin Ratu yang tak menentu. Dia mengecup bibir Ratu dengan lembut dan perlahan. Awalnya Ratu kaget tapi kemudian membalas setiap kecupan Kavin. Semakin ia mencium Ratu semakin hasrat dirinya semakin tinggi dan dipenuhi dengan nafsu. Kemudian kecupan itu menjadi lumatan, Kavin menjadi sedikit kasar dan  menarik pinggang Ratu yang membuat jarak mereka semakin dekat. Lama-kelamaan ciuman itu berubah menjadi ciuman panas mereka berdua yang saling melepas rindu dan hasrat. Kavin melepaskan ciumannya dan berbisik ke telinga Ratu.


"I love you Ratuku."


"I love you too My Kavin."


"Kita lanjut setelah kamu udah bisa ya sayang."Ucap Kavin.


"Ok sayang."


Kemudian mereka saling berpelukan dan memutuskan untuk segera beristirahat. Sebelum beristirahat, Ratu sempat mengganti Lingerie nya dengan pakaian tidur yang lebih nyaman dan tak lupa juga ia memakai pembalut. Mereka tertidur dengan pulasnya karena begitu lelah menjalani sederet rangkaian acara dipernikahan.


*****


Keesokan harinya, Ratu terbangun lebih dulu dibandingkan Kavin. ia segera mandi dan bersiap untuk mengajak Kavin sarapan bersama keluarga mereka di hotel tersebut. Ratu sudah membangunkan Kavin sedaritadi, Kavin sempat terbangun kemudian tertidur lagi. Jadi ia berinisiatif untuk menjahili kavin dengan cara menggelitikinnya.


Sebenarnya Kavin masih ngantuk berat, tapi ia tidak tahan karena di gelitikin akirnya Kavinpun terbangun tetapi kemudian tertidur lagi. Bukan Ratu namanya kalau menyerah begitu cepat dengan tingkah Kavin.


"Vinnn.... Vinnn.....Ayoo bangun dong Kavin!!!" (Teriak Ratu sambil menggoyangkan tubuh Kavin).


"Aku masih ngantuk banget tu." (Menarik kembali selimutnya)


Tiba-tiba Ratu punya ide untuk mengancam Kavin.


"Yauda kalau begitu. Jangan salahkan aku kalau mama papa nanyain kamu. Bye sayang." Ancam Ratu.


"Hmmm....yauda tungguin aku bentar." Ucap Kavin.


Kavin mulai terpancing dengan omomgan Ratu dan seketika langsung terbangun. Ia juga tidak ingin terlihat jelek di depan mertuanya itu. Dengan mata yang masih setengah merem, Kavinpun masuk kedalam kamar mandi untuk mandi dan bersiap.


 Ratu dan Kavin bergegas kebawah untuk sarapan bersama keluarga mereka. Disana juga ada Adel dan Nisa yang masih menginap. Papa mamanya Kavin yang melihat kedatangan anak mereka pun langsung menyambut Kavin dan menantunya itu.


"Selamat pagi anak mama dan menantu mama." Sapa mama Kavin


"Pagi tan... eh maksudnya pagi ma." Sapa Ratu.


"Happy banget nih muka pengantin baru kita." Ledek mama Ratu.


"Ihh apaan sih ma, kan tiap hari juga begini selalu happy."Jawab Ratu.


"Iya kan tante beda banget nih auranya pengantin baru. Ya kan Nis???" Goda Adel.


"Ihhh apaan sih perasaan lo aja x itu beb. kayaknya gue biasa aja deh sama Kavin."Jelas Ratu.


"Iyakan ma keliatannya Ratu happy banget nikah sama Kavin kan???"Goda Kavin.


"kamu juga vin ikutan godain aku, maksudnya apaan sih kalian semua sengaja ngeledek aku terus ih."Ratu langsung masang muka cemberut karena ia merasa tidak ada yang membelanya sama sekali.


'Awas kamu ya vin, ngeselin parah ih. Kan aku malu diledekin mulu' Batin Ratu.


Ratu tidak menghiraukan lagi omongan keluarga dan kedua sahabatnya itu. Ia hanya fokus untuk tujuannya sekarang yaitu sarapan karena seperti biasa kalau sedang datang bulan ia merasa cepat sekali lapar. Kavin hanya tersenyum geli saja melihat tingkah istrinya sedaritadi yang jadi salah tingkah saat digodain keluarga dan teman-temannya. Dia sengaja membalas menjahili sampai menggoda Ratu didepan keluarganya. Ratu yang masih fokus makan sampai tersedak saat mamanya bertanya"Kamu jam berapa tidur semalam ???" Tanya mamanya.


Kavin langsung mengambilkan air putih dan memberikannya langsung kepada istrinya itu. Ratu meminumnya kemudian ia pergi ke toilet sebentar. Adel dan Nisa mengikuti Ratu ke toilet. Di toilet, Ratu membersihkan mulut dan bajunya yang terkena nasi goreng yang ia makan tadi. Sampainya ditoilet, Adel dan Nisa langsung menghampiri Ratu masih sibuk didepan cermin.


"Heii beb, udah gimana lo? udah enakan belum ?"Tanya Adel


"Iya beb gimana ??"Nimbrung Nisa.


"Ya kan wajar aja sih beb, namanya kalian masih pengantin baru ya wajar aja sih diledekin terus. Jadi ya gak usah dibawa ke hati kata-kata kami daritadi."Jelas Adel.


"Iya gue ngerti, tapikan gue paling gak bisa digituin. Yauda deh gak usah dibahas lagi."Ucap Ratu.


"Oh iya beb, semalam Tommy pamit pulang ke kita minta disampek in ke elo. Gue heran aja sih beb kok Tommy lapang dada banget nerima lo nikah sama kavin... kan kita pada tau kalau dia cinta banget sama."Ucap Adel


"Iya beb, kalau gue jadi Tommy mending gue gak datang deh." lanjut Nisa.


Ratu yang melamun memikirkan Tommy langsung buyar dikagetkan kedua sahabatnya.


"Ya ampun beb, kita lagi ngomong lo malah bengong." Ucap Ad


"Iya gue dengerin kalian bawel banget lo berdua lama-lama. ya gue juga bingung sekaligus kaget dengan kehadiran dia semalam di acara gue. Kavin juga ngambek parah dengan gue.Ya gue ngerti diposisi mereka berdua. Tapikan bukan salah gue juga tapi gue dong yang didiemin."Jelas Ratu.


"Ya ampun beb, jadi malam pertama lo masak diam-diaman kan lucu banget."


"Ya emang parah sih beb, gue udah pakai kado kalian tapi gagal dong."


"Gagal gimana beb ???"tanya Nisa.


"Gue datang bulan... kesel gak lo dengarnya ? gue aja kesel." Jelas Ratu.


"Ya ampun beb, gue kirain kalian udah malam pertama habisnya muka lo pada happy banget pagi ini."Ucap Adel


"Iya beb gue gak bisa bayangin muka keselnya Kavin." Ucap Nisa.


"Yaudah gpp sih beb, anggap aja hukuman buat Kavin karena udah cuekin gue awalnya."Jawab Ratu sambil tersenyum kepada kedua sahabatnya itu.


Setelah mereka selesai berbincang-bincang. mereka kembali melanjutkan sarapan pagi. Kavin dan Ratu memberitahu kepada orangtuanya kalau mereka siang ini akan keluar dari  hotel. Sebenarnya Kavin ingin membawa Ratu ke sebuah tempat yang sudah lama ingin ia ditunjukkan kepada Ratu selama ini. Dan sekarang adalah moment yang tepat. Semua hal sudah ia persiapkan dengan matang. Ratu tidak tahu dia akan dibawa kemana nanti, ia hanya mengikuti Kavin saja. Karena selama ini apapun yang dilakukan Kavin ia tidak pernah menduga atau memikirkannya. Tapi ia percaya apapun yang dilakukan oleh Kavin adalah untuk kebaikan pastinya. Setelah selesai berbincang sekaligus pamit dengan keluarga, merekapun kembali ke kamar hotel.


Didalam kamar hotel, Ratu sibuk membereskan barang-barang mereka ke dalam koper mereka masing-masing. Kavin juga ikut membantu Ratu. Ratu dan Kavin kemudian check out dari hotel tersebut, dan Kavin menyuruh supirnya pak Budi untuk mengantar mereka. Selama diperjalanan Ratu hanya sibuk main game di hp nya sehingga ia asik sendiri. Sedangkan Kavin yang masih mengantuk melanjutkan istirahatnya. Beberapa jam diperjalanan, Ratu akhirnya kelelahan juga yang akhirnya tertidur dengan lelap.


*****


Adel dan Nisa memutuskan untuk pulang kerumah, mereka merapikan dan membereskan semua barang kedalam koper. Saat Adel didalam sedang mengambil barangnya kedalam kamar mandi, Nisa tidak sengaja melihat diary Adel yang terletak didalam koper Adel yang belum ditutup. Nisa sangat penasaran dengan isinya, karena selama ini Adel itu paling tertutup diantara persahabatan mereka. Nisa dengan cepat membaca diary Adel. Setelah ia membaca beberapa lembar dari diary nya, ia mengerti kenapa selama ini kenapa Adel sendiri  atau jomblo terus selama ini. Ternyata ada sosok laki-laki yang ia sukain tapi sampai sekarang ia tidak berani untuk mengungkapkannya. Tapi Adel hanya menuliskan iniasial nama yang ada didalam diary itu. Nisa menebak-nebak inisial nama siapa yang dimaksudkan Adel. Saat ia mendengar suara pintu kamar mandi, ia langsung menutup kembali diary dan meletakkannya kedalam koper kembali. Nisa berpura-pura melanjutkan merapikan barangnya.


'Siapa inisial (T****) yang dimaksud Adel, gue harus ceritain ke Ratu ntar.' Batin Nisa yang melamun


Adel yang tidak menaruh curiga sama sekali dengan kelakuan Nisa pun hanya melanjutkan membereskan barang kemudian menutup kopernya. Setelahnya ia pakai makeup sedikit dan mengajak Nisa check out dari hotel.


"Nis, ayo kita check out sekarang. lo udah siapkan?"Tanya Adel.


Tidak ada jawaban dari Nisa karena dia masih melamun dan berfikir tentang isi diary Adel tadi.


"Ya ampun Nis, lo kok malah bengong. Gue daritadi ngomong sama lo.DASAR!!!" Adel memukul bahu Nisa pelan.


"Iya iya buru-buru amat sih lo del. Sabaran bentar dong."Ucap Nisa


"Yauda gue tunggu 15 menit ya. kalau lo belum kelar juga gue duluan. Gue pengen istirahat gue capek tau."


"Iya tungguin gue dong." (Nisa dengan cepat membereskan barangnya)


 Sebelum mereka check out dari hotel, mereka juga sempat berpamitan dnegan keluarga Kavin dan Ratu. Kemudian Adel mengantar Nisa pulang, setelahnya ia kembali kerumahnya.


*****


Sampainya ditempat tujuan, Kavin membangunkan Ratu. Saat Ratu terbangun, ia masih bingung dan belum tahu sebenarnya Kavin bawa dia kemana. Kavin mengajak Ratu berkeliling taman yang ada disana kemudian mereka masuk kedalam rumah yang sudah lengkap dengan fasilitas dan furniture yang lengkap didalamnya.


Ratu mengikuti kemana Kavin tanpa bertanya sama sekali.


Kavin sudah melihat semua isi rumah dan halaman yang ada dirumah tersebut, Kavin menghampiri Ratu yang sibuk melihat bunga-bunga mawar yang indah dihalaman samping rumah. Semua bunga mawar merah itu mekar dan tumbuh dengan sangat terawat. Ratu sangat terkesan melihatnya dan memandangnya terus-menerus tanpa rasa bosan. Ratu memang sesuka itu sama bunga apalagi bunga mawar.


"Gimana kamu suka ???"Tanya Kavin.


"Iya kan emang aku suka bunga termasuk bunga mawar."Jawab Ratu.


"Baguslah kalau kamu suka, OH iya...Ini kunci rumah ini sayang."


"Maksud kamu vin ???Jangan bilang rumah ini???"


"Iya rumah ini aku beli dan aku buat sesuai dengan semua konsep rumah impian kamu selama ini untuk hadiah pernikahan kita, Dan mulai sekarang kita akan tinggal disini."Jelas Kavin.


"Kamu serius sayang? Pantas aja daritadi aku gak asing sama semua motif dan konsep rumah ini. Makasih sayang... aku gak nyangka kamu udah siapin semua ini untuk kita. Aku pikir kamu gak persiapkan apa-apa. aku suka banget sama rumah dan semuanya sayang." (Sambil memeluk Kavin dan menerima kunci rumah yang diberikan Kavin)


"Ya gak mungkin lah sayang. Aku kan pengen bahagiain kamu selamanya."Membalas pelukan Ratu.


"Aminn sayang."


Tak lupa Kavin menunjukkan kamar tidur mereka. Ratu memberekskan baju yang ada didalam koper dan menyusunnya kedalam rak baju maupun lemari. Kemudian mereka memutuskan untuk keluar sebentar untuk belanja bulanan untuk stok makanan dan buah ataupun cemilan. Saat mereka keluar rumah, mereka tidak sengaja ketemu dengan Dimas didepan rumah. Kavin memperkenalkan Dimas dengan Ratu. Ternyata Ratu dan Dimas saling kenal dan dulu mereka punya hubungan. Ternyata Dimas itu adalah....


Bersambung


*****


Apa ada yang bisa menebak siapa sosok Dimas ? Pernah ada hubungan yang baik atau buruk dengan Ratu ?


Yang masih penasaran sama novel ini jangan lupa dukung dan baca terus ya all...