Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
Flashback RN (Ryan-Nisa) Part 2



Sejak kejadian Adryan meminta nomor hp nya, kemanapun Nisa pergi selalu membawa hp. Sampai-sampai ke toilet juga Nisa membawa hpnya. Seperti benar-benar menantikan kalau Adryan akan menghubunginya. Tapi harapannya ternyata sia-sia saja karena Adryan sama sekali tidk pernah menghubunginya.


Ntah kenapa Nisa merasa sangat sedih saat ini. Dalam hatinya, ia selalu menguatkan dirinya sendiri. Mungkin Adryan masih sibuk atau mungkin besok Adryan akan menghubunginya. Begitulah isi dari pemikirannya...dia mencoba berfikir positif.


Bunda masuk ke kamar putri kesayangannya itu dikarenakan pintu kamarnya terbuka lebar. Padahal tidak biasanya Nisa lupa untuk mengunci atau menutup pintu kamarnya. Bunda melihat Nisa yang sedang tiduran sambil memainkan hpnya.


"Anak bunda kenapa belum tidur?" Tanya bunda sambil mngelus rambut Nisa dengan lembut.


"Eh bunda...belum bisa tidur aja bund. Bunda juga kenapa belum tidur? Ntar kalau ayah sampai tahu bunda bisa ditegur loo." Ucap Nisa.


"Bunda tadi mau masuk kamar tapi bunda lihat kalau pintu kamar kamu masih terbuka. Jadi bunda masuk kesini. Ayah kamu gak akan marahin bunda kok.." Jelas bunda.


Nisa melirik kearah pintu kamarnya yang masih terbuka.


"Oh iya Nisa lupa untuk menutup pintu bund." Jawab Nisa sambil menepuk keningnya sendiri.


"Emang kamu lagi mikirin apa sih sayang? kok tumben banget sampai gelisah begitu. Dan daritadi bunda perhatiin kamu terus-terusan melihat ke layar hp kamu." Tanya bunda heran karena pertama kalinya bunda melihat Nisa sampai seperti ini.


"Gak ada mikir apa-apa kok bund. Cuman lagi gak bisa tidur aja makanya sedraitadi Nisa main hp mulu." Ucap Nisa bohong.


"Oh gitu. Gak baik kalau kelamaan tidur sayang. Kan besok kamu masuk sekolah. Coba deh kamu pejamkan mata siapa tahu bisa tertidur..." Ucap bunda mengingatkan.


"Nisa bentar lagi juga akan tidur kok bund. Bunda juga istirahat sana..." Ucap Nisa.


"Kalau gitu bunda ke kamar dulu ya sayang. Jangan terlalu lama tidurnya." Bunda mencium kening Nisa kemudian pegi ke kamarnya.Tidak lupa bunda juga menutup pintu kamar Nisa.


Nisa memutuskan untuk mendengarkan ucapan bundanya, dia memejamkan mata sampai akhirnya tertidur dengan lelapnya.


*****


Pada saat jam pelajaran, Nisa terus-menerus menguap beberapa kali. Masih saja dia merasa sangat mengantuk. Karena tidak tahan lagi, akhirnya Nisa permisi ke toilet sebentar. Saat ditoilet, berulang kali ia mencuci mukanya agar lebih segar. Setelah merasa mendingan, Nisapun balik lagi kedalam kelas untuk melanjtkan kembali pelajaran tadi.


Pas jam istirahat, Nisa tidak ikut Adel dan Ratu pergi ke kantin. Dia hanya menitip beberpa cemilan dan minuman saja untuk dibelikan. Didalam kelas hanya dia sendiri yang tidak keluar untuk beristirahat. Selang berapa menit kemudian, Ratu dan Adel kembali lagi kedalam kelas. Mereka bertiga menghabiskan waktu istirahat hanya di kelas saja.


"Kenapa sih lo Nis sedaritadi kayak gak mood gitu hari ini?" Tanya Adel.


"Bukan gak mood tapi gue masih ngantuk." Jawab Nisa.


"Emangnya lo tidur jam berapa semalam?" Tanya Ratu.


"Gue bisa tertidur lumayan lama sih. Gak tahu juga jam berapa." Ucap Nisa.


"Lo ngapain emangnya sampek gak tidur-tidur? Jangan bilang kalau lo telponan sama cowok basket itu?" Tanya Adel.


"Boro-boro telponan, dia gak ada ngubungi gue sama sekali tau gak?" Ucap Nisa.


"Kok aneh banget sih habis minta nomor tapi malah gak dihubungi." Ucap Ratu.


"Berarti prediksi lo salah besar dong Tu?' Ucap Adel.


"Biasanya ucapan gue gak mungkin meleset Del. Gue paham bagaimana betul bagaimana sifat cowok kalau mau dekatin cewek." Ucap Ratu.


"Kan udah gue bilang kalau Adryan gak mungkin suka sama gue. Itu sih cuman pemikiran kalian berdua aja yang salah." Ucap Nisa.


"Jangan kecewa gitu dong Nis. Kelihatan banget sih..." Ucap Adel.


"Apaan sih Del. Siapa juga yang kecewa. Gue kan dari awal udah tahu kalau Adryan gak mungkin suka sama gue." Ucap Nisa.


"Tapi aneh aja sih. Gue masih gak habis pikir aja. Jadi sebenarnya tujuan dia minta nomor hp lo buat apaan coba." Ucap Ratu.


"Gue juga heran banget beb." Ucap Adel.


"Udah deh kalian berdua buang jauh-jauh pemikiran itu. Mungkin gue gak punya pengalaman untuk soal percintaan tapi gue juga gak berharap. Karena selama ini hidup gue udah bahagia kok tanpa adanya kehadiran cowok." Jelas Nisa.


"Serius lobelum pernah pacaran beb ?" Tanya Adel.


"Beneran polos banget nih Nisa. Jadi dari dulu lo sama sekali gak pernah suka gitu sama cowok ?" Tanya Ratu.


"Gak ada. Emang harus gitu punya pacar? Kan kita masih sekolah jadi yang gue pikirin selama ini hanya pelajaran aja." Ucap Nisa.


"Punya pacar itu happy tau? Ada yang support kita dalam keadaan apapun terus plusnya lagi kita dicintai." Jelas Ratu.


"Belum tentu juga sih Tu, karena gue aja yang gak ada cowok bisa happy kok.Ada cowok itu gak menjamin juga kok kalau kita bakal happy." Ucap Adel.


"Bener tu yang Adel bilang." Ucap Nisa.


"Tapi seenggaknya gue pernah pacaran Nis."Ucap Adel.


"Sebenarnya lo ada dipihak yang mana sih Del? Kadang ngeledek gue kadang ngeledek Ratu." Ucap Nisa.


"Gue netral aja kok. Gak berpihak sama siapa-siapa." Ucap Adel.


"Berarti kalian berdua jojoba dong." Ucap Ratu.


"Apaan itu?" Tanya Adel dan Nisa barengan.


"Jomblo-jomblo bahagia.." Ucapnya sambil terkekeh.


"Huhu senang banget sih Ratu ngeledekinnya." Ucap Nisa.


"Iya dong, habisnya kalian berdua kompak banget jomblonya." Ucap Ratu.


"Makanya biar triple jomblo...gimana kalau pacar lo putusin aja." Ucap Adel.


"Gak deh. Makasih sarannya..." Ucap Ratu.


Tanpa terasa mereka mengobrol, bel berbunyi...mereka kembali ke tempat duduk masing-masing dan melanjutkan pelajaran lagi.


*****


Selama 1 minggu Adryan tidak pernah menghubungi Nisa dan selama itu juga setiap jam istirahat Nisa selalu menghabiskan waktu didalam kelas. Seperti tidak ada mood untuk pergi ke kantin. Perasaan kecewa dia rasakan yang terlalu besar padahal sama sekali tidak ada hubungan. Dia juga sangat bingung dengan dirinya sendiri kenapa bisa sampai seperti itu. Sepulang sekola juga dia langsung di jemput sama supir ayahnya. Kalau tidak dijemput,kadang-kadang dia nebeng bareng Adel untuk pulang.


Untuk kesekian kali didalam kamar, dia mengecek hp nya...


'Sebenarnya apa sih yang gue harapin. Ingat Nisa ...lo itu gak ada hubungan apa-apa sama Adryan jadi berhenti berharap untuk dihubungi. Lagian kenapa juga gue mikirin orang yang gakpernah mikirin gue.' Batin Nisa sambil geleng-geleng kepala.


"Kamu kenapa sayang? Kok geleng-geleng kepala begitu. Buat bunda takut aja. Kamu gak kenapa-napa kan sayang?" Tanya bunda menghampiri dan memastikan langsung.


"Ikhhh bunda....Nisa gpp kok." Nisa langsung memeluk bundanya dengan manja.


"Bunda perhatiin kalau belakangan ini sikap kamu aneh banget. Kayak beda aja." Ucap bunda.


"Gak ada yang berubah kok bund. Nisa cuman gak mood ngapa-ngapain aja." Jelas Nisa.


'Jangankan bunda, Nisa sendiri aja bingung banget kenapa bisa kayak gini. Apa mungkin ini yang dirasakan kalau kita suka sama seseorang ya. Ah gak tahu ah bingung.' Batin Nisa.


"Kamu yakin kalau gak kenapa-napa? Kalau ada apa-apa itu cerita dong ke bunda. Siapa tahu ajakan bunda bisa bantu kasih solusi atau apa gitu..."Ucap bunda menawarkan diri.


"Nisa yakin kok gpp bunda. Jadi bunda gak usah khawatir begitu." Ucap Nisa.


"Tapi bunda yang gak yakin sayang. Bunda itu udah kenal banget bagaimana kamu. Baru kali ini loo kamu seperti ini." Ucap bunda.


"Beneran kok bunda. Percaya deh sama Nisa." Ucap Nisa meyakinkan bundanya.


"Oke. Malam ini bunda akan percaya sama kamu. Tapi kalau tingkah kamu aneh-aneh lagi kayak kemarin sama hari ini. Bunda yakin pasti ada apa-apa. Dan kamu harus janji sama bunda untuk cerita." Ucap bunda.


"Oke bundaku yang paling Nisa sayang sedunia." Ucap Nisa memeluk erat bundanya.


"Dasar pintar banget ya anak bund aini ngerayunya." Ucap bunda.


"Iya dong, kan ayah yang ngajarin." Ucap Nisa.


"Kamu sama ayah sama-sama pintar dalam hal ngeluluhkan hati bunda." Ucap bunda.


"Jelas dong bunda. Ayah sama anak harus kompak untuk hal seperti itu." Ucap Nisa.


"Iya deh bunda akuin kalau rayuan kalian tidak ada saingannya Udah lebih baik kamu tidur daripada geleng-gelengkan kepala gak jelas begitu.." Ucap bunda.


"Siaap bos." Ucap Nisa.


Nisa memperbaiki posisi tidurnya dan bunda menyelimuti Nisa serta mematikan lampu.


"Good night sayang." Ucap bunda.


"Good night juga bunda." Ucap Nisa sambil memeluk guling disampingnya.


*****


Hari ini Nisa terlambat pergi kesekolah akibat jalanan yang sangat macet. Alasan sebenarnya lebih tepatnya karena dia yang terlalu lama didalam kamar mandi. Saat tiba disekolah, gerbang sudah digembok.


"Pak bukain gerbangnya, saya mau masuk." Ucap Nisa.


"Pak Selamet...tolong bukain." Teriak Nisa lagi.


"Iya sebentar. Untuk yang terlambat bergabung sama temannya yang lain." Ucap Pak Selamet satpam disekolahnya.


"Oke pak." Ucap Nisa yang sudah pasrah dihukum.


Disekolah ini siswa/siswi yang terlambat datang akan dikasih hukuman untuk menulis di perpustakaan sebanyak 3 lembar double folio tentang pelajaran apa saja yang penting harus penuh. Kebayang sih bagaimana pegalnya tangan Nisa untuk menulis dan tidak bisa mengikuti mata pelaran selama dia 1 jam. Kalau dalam 1 jam tulisannya belum selesi juga, hukumannya akan ditambah untuk ditulis dirumah. Dan selama itu juga dia melewatkan mata pelajaran. Nisa mencari buku sembari berkeliling sebentar. Setelah menemukannya, dia langsung saja menuliskannya di double folio. Saat sedang asik menulis ada seseorang yang menghamiri Nisa dan orang itu adalah Adryan.


"Hai...lo terlambat juga Nis?" Tanya Adryan.


Nisa melihat sebentar dan fokus kembali melanjutkan tulisannya.


"Iya seperti yang lo lihat." Ucap Nisa.


"Gue boleh duduk disinikan?" Ucap Adryan.


"Terserah lo aja, jangan ganggu gue dulu. Gue mau fokus untuk menyelesaikan tulisan ini." Ucap Nisa.


"Oke. Bawel banget sih." Adryan menulis juga disamping Nisa.


Mereka berdua fokus untuk menyelesaikan tulisan itu tanpa berbicara sedikitpun. Adryan yang datang belakangan tetapi sudah siap menulis sedangkan Nisa masih banyak lagi yang harus dia tulis.


"Selesai." Ucap Adryan.


"Kok bisa? Kayakanya gue duluan deh yang nulis." Ucap Nisa.


"kalau urusan menulis seperti ini sih gue udah biasa. Karena gue sering telat jadi terbiasa. Hahaah." Ucap Adryan terkekeh.


"Ohh..." Nisa melnjutkan menulis lagi.


"Ada yang mau gue bantu gak?" Tanya Adryan.


"Gak usah deh. Lebih baik lo sekarang langsung masuk aja kedalam kelas." Ucap Nisa.


"Yakin nih? Masih banyak banget yang harus lo tulis tuh. Ntar bisa dapat hukuman tambahan loo." Ucap Adryan.


"Yakin kok. Gue yakin bisa." Ucap Nisa.


"Oke kalau gitu gue duluan ya..." Ucap Adryan yang langsung berdiri.


Dari pihak perpus mengatakan kalau waktu menulis tinggal 15 menit lagi. Nisa yang mendengarnya cukup kaget.


'Bakalan terkejar gak ya tulisan gue..apa gue nerima bantuan Adryan aja !' Batin Nisa.


"Bye Nis, semoga lo bisa selesai dengan tepat waktu ya tulisannya." Ucap Adryan.


Nisa menarik tangan ADryan untuk menghentikan langkahnya.


"Pliss, bantuin gue untuk menyelesaikan tulisan ini. Gue gak mau dapat hukuman tambahan lagi. Tangan gue udah cukup pegal." Ucap Nisa.


"Tadi katanya yakin bisa." Ledek Adryan.


"Udah deh gak usah ngeledekin gue. Jadi sekarang lo mau bantuin gue apa gak." Ucap Nisa.


"Sini biar gue bantuin..." Ucap Adryan sambil mengambil kertas Nisa yang masih kosong.


Adryan menulis secepat mungkin karena waktu tinggal sedikit lagi.


"Waktu tinggal 5 menit lagi, ba siapa yang sudah selesai dengan tulisannya udah bisa dikumpul sekarang juga. Bagi yang belum selesai akan mendapat hukuman tambahan untuk menulis." Ucap pengawas di perpus.


"Udah deh kalau gak selesai mau gak mau gue akan dapat hukuman lagi." Ucap Nisa.


"Oke selesai.." Ucap Adryan.


"Seriusan?" Tanya Nisa sambil meraih kertas yang ada imeja. Nisa melihat kertas sudah terisi penuh.


"Cepat banget lo nulisnya. Salut gue." Ucap Nisa.


"Ayo buruan kita kumpulkan aja sekarang." Ucap Adryan yang langsung berdiri.


"Oke. sebelumnya gue mau ucapi makasih banget sama lo karena udah bantuin gue." Ucap Nisa.


"Gue bantuin juga gak gratis." Bisik Adryan.


Nisa mengambil dompet didalam tasnya dan memberikan beberapa lembar uang kepada Adryan.


"Ini bayaran karena lo udah bantuin gue." Ucap Nisa sambil memeberikan uang kepada Adryan.


Adryan mengambil uang tersebut dan memasukkan kembali kedalam tas milik Nisa.


"Kenapa lo masukin lagi? gue gak mau hutang budi sama lo." Ucap Nisa.


"Gue gak minta bayaran pakai uan. Gue mau lo bayarnya pakai tubuh lo." Ucap Adryan.


"Maksud lo apaan? gue gak nyangkan ternyata lo picik begini. Dasar..." Adryan menutup mulut Nisa dengan tangannya.


"Coba lo dengerin gue dulu. Maksdu gua barusan...gue mau ngajak lo nonton besok." Jelas Adryan.


"Oh gue kirain aja." Ucap Nisa.


"Makanya kalau orang lagi ngomong jangan main potong-potong aja." Ucap Adryan.


"Ok. Berhubung gue gak mau hutang budi sama lo. Gue akan ikutin kemauan lo barusan." Ucap Nisa.


"Gitu dong. Kalau gitu besok gue jemput." Ucap Adryan.


"Gue balik ke kelas dulu. Bye..." Ucap Nisa. Tangan Nisa ditarik oleh Adryan.


"Tunggu dulu Nis, buru-buru amat sih. Hp gue hilang jadi gue gak bisa hubungi lo dari kemarin. Gue boleh minta nomor lo lagi gak? Dari kemarin gue gak lihat lo di kantin jadi gue bingung mau minta nomor lo darimana." Tanya Adryan.


'Ternyata Adryan cariin gue dan hpnya hilang. Pantasan aja.' Batin Nisa.


"Oh gitu..." Ucap Nisa.


"Lo dengerin gue kan Nis? gue minta nomor hp lo kok cuman jawab oh gitu aja sih." Ucap Adryan.


"Sabar dong. Ini nomor gue. Lo catat tuh gue malas ngucapinnya.." Ucap Nisa.


"Oke. Kalau gitu besok gue jemput." Ucap Adryan.


"Kalau gitu gue balik kekelas dulu ya. Bye..." Ucap Nisa.


Nisa berlari menuju ruag kelasnya dengan nafas yang ngos-ngosan diapun mengetuk pintu dan masuk etelah diperbolehkan guru.


"Tumben banget lo telat Nis?" Bisik Adel.


"Kita pikir lo gak datang hari ini." Bisik Ratu.


"Ceritanya panjang ntar gue ceritain." Bisik Nisa.


Pada saat jam istirahat, Nisa menceritakan semuanya kepada Ratu dan Adel di kantin sekolah.


"Berarti ada hikmahnya juga lo telat Nis." Ledek Adel.


"Tapi tangan gue pegang banget Del." Ucap Nisa.


"Tapikan hati lo senang udah tahu kenyataan kalau Adryan ngajak lo nonton. Apalagi Adryan menjelaskan kalau hp nya hilang. Berarti dia juga ingin ngubungi lo sebanranya. Buktinya dia juga sampai nyariin lo di kantin." Jelas Ratu.


"Gue yakin banget kalau Adryan suka sama lo." Ucap Adel.


"Udah jelas banget Del. Gue berani bertaruh kalau dalam waktu dekat ini dia bakal menyatakan perasaannya sama lo Nis." Ucap Ratu.


"Gak tahu ah, Gue juga masih bingung sama perasaan gue sendiri." Ucap Nisa.


"Perasaan lo berdebar gak kalau dekat atau ditatap sama Adryan?" Tanya Adel.


"Iya.."


"Terus lo jmikirin dia gak selama ini?" Tanya Adel.


"Iya.."


"Lo ngerasa gak kalau tingkah lo aneh belakangan ini?" Tanya Adel.


"Iya.."


"Ada perasaan kecewa karena kemarin Adryan gak hubungi lo?" Ucap Adel lagi.


"Iya.."


"Ya udah itu artinya lo mulai suka sama Adryan. Coba lo pikirin deh. Gue ngerti banget kalau lo itu belum pernah suka sama orang sebelumnya atau belum ada pengalaman soal percintaan. Tapi percaya deh sama yang gue bilang. Gue sama Ratu tahu kok kalau Adryan sama lo itu saling suka. Kelihatan banget dari kalian kalau lagi pandangan itu beda." Jelas Adel panjang lebar.


"Oh gitu ya." Ucap Nisa dengan polosnya.


"Nisa ! gue jelasin panjang lebar lo malah cuman jawab begitu aja." Ucap Adel.


"Udah Del biarin Nisa berfikir sendiri dan jalani dulu sama Adryan." Ucap Ratu menengahi keduanya.


"Gue heran aja lihat Nisa masak gak bisa tahu sama isi hatinya sendiri." Ucap Adel.


"Yang sabar dong Del. Namanya juga selama ini Nisa gak pernah pacaran " Ucap Ratu.


"Tapi gue gak begitu kok Tu." Ucap Adel yang masih gak mau kalah.


"Gak semua orang sama sifatnya Del.Kita harus kasih Nisa waktu untuk berfikir sendiri. Kalau saran gue...ikuti aja kata hati lo bagaimana ntar juga lo akan tahu kok jawabannya. Karena jawabannya hanya sama diri lo sendiri." Ucap Ratu.


"Makasih saran dan masukan kalian berdua, ntar gue akan coba pikirin omongan kalian." Ucap Nisa.


"Gitu dong." Ucap Adel.


"Tapi belum tentu juga kalau Adryan bakalan nembak gue. Kayaknya omongan kita terlalu jauh deh." Ucap Nisa.


"Iya juga sih. Tapi kita yakin 100% kalau Adryan suka sama lo." Ucap Ratu.


"Tau ah..." Ucap Nisa


Setelah itu, mereka menghabiskan makanan dan minuman yang mereka pesan sebelumnya.


*****


Adryan :


Gue udah didepan rumah lo sesuai shareloc yang lo kasih tadi.


Nisa :


Kalau gitu lo masuk aja. Kalau mau ajak gue pergi harus pamit sama bunda dulu.


Adryan:


Oke gue masuk. Gue harus bilangnya gimana ?


Nisa :


Bilang aja kalau lo mau ajak gue pergi. Kalau bunda kasih izin kita pergi tapi kalau bunda gak izinin gu gak akan pergi sama lo.


Adryan :


Oke. Gue jamin bunda lo pasti ngizinin kita pergi.


Nisa :


Kiita lihat aja ntar gimana.


Adryan :


Oke.


Nisa yang didalam kamar sudah sangat rapi dan tak lupa juga untuk menyempurnakan penampilannya dia memakai pelembab muka dan bedak tabur serta liptint yang membuat tampilannya terlihat segar. Makeupnya saat masih sekolah hanya seperti ini, dia tidak mau terlalu memakai makeup yang berat karena ia masih sangat muda dan tidak ingin merusak wajah akibat makeup yang tidak sesuai dengan umurnya.


Tok...Tok...Tok...


Bunda segera keluar membukakan pintu rumahnya.


"Mau cari siapa ya?" Tanya bunda.


"Nisa nya ada tante. Saya teman sekolahnya Nisa. Nama saya Adryan..." Adryan menyalam bundanya Nisa dengan sopan.


"Bentar ya tante panggilkan dulu."


Saat bunda mau melangkah masuk kedalam, Nisa sudah ada berdiri dibelakang bundanya. Bundanya melihat Nisa sudah sangat rapi.


"Nisa? Ini teman kamu ingin ketemu." Ucap bunda.


Nisa mendekat kearah bunda dan Adryan.


"Ya ampun sampai lupa nyuruh nak Adryan masuk kedalam. Maaf ya." Ucap Bunda.


"Gpp kok tante. Boleh gak kalau Adryan ajak Nisa keluar?" Tanya Adryan.


"Kamu kok gak cerita sama bunda kalau mau pergi sayang?" Bisikan bunda yang terdengar jelas sama Adryan.


"Maaf bunda. Krena perginya juga mendadak." Bisik Nisa.


"Boleh kok nak Adryan. Jangan pulang kemalaman ya, karena kan besok masuk sekolah." Ucap bunda.


"Kalau gitu Nisa sam Adryan pamit dulu ya bunda." Nisa dan Adryan menyalam bundanya.


"Hati-hati kalian..." Ucap bunda.


"Iya bunda." Ucap Nisa.


"Ingat ya kamu masih hutang cerita ke bunda." Ucap bunda lagi.


Nisa hanya melambangkan tanda Ok dijari tangannya sambil tersenyum kemudian diapun pergi dengan Adryan.


Saat diperjalanan..."Nis... ada yang mau gue bilang sama lo." Ucap Adryan.


"Apaan? Kalau mau bilang ya langsung aja gak usah izin begini." Ucap Nisa.


"Gue mau bilang kalau lo cantik hari ini." Ucap Adryan.


"Hari ini aja?" Ucap Nisa.


"Iya kan lo dengar sendiri gue bilang apa barusan." Ucap Adryan.


"Kesannya selama ini gue jelek dong." Ucap Nisa.


"Emang ! lo cantiknya cuman hari ini aja." Ucap Adryan yang godain Nisa.


"Dasar !! Resek lo." Ucap Nisa.


"Gue masih bingung aja kok bisa ya bunda ngasih izin gue pergi sama lo." Ucap Nisa.


"Bisa dong. Karena tampang gue kn bisa dipercaya." Ucap Adryan.


"Gak biasanya bunda kayak gitu." Ucap Nisa.


"Jadi lo gak berharap ya pergi bareng sama  gue." Ucap Adryan.


"Kok tahu sih?" Ucap Nisa.


"Tapi faktanya lo pergi jugakan bareng gue." Ucap Adryan.


"Sebenarnya ada yang mau gue bilang sama lo. Tapi ntar aja deh selesai kita nonton." Ucap Adryan.


Nisa yang tidak peka sama sekali masih saja bersikap santai.


"Kenapa mesti ntar, bilang aja sekarang." Ucap Nisa.


"Gak bisa sekarang lah. Kan gue lagi fokus nyetir." Ucap Adryan.


"Terserah lo aja deh Adryan." Ucap Nisa sambil mengalihkan pandangannya kearah jalan.


*****


Gimana pada suka gak? mohon berikan komentarnya yaa...


Thor sangat mengharapkan para readers untuk memberikan komentar yang membangun untuk author agar author dapat memperbaikinya lagi kedepannya..


jangan lupa di like yaa! Saran dan dukungan kalian semua bisa membuat author agar lebih semangat lagi dalam melanjutkan cerita ini kedepannya, jadi mohon kritikan berserta sarannya ya semuanya.


Terimakasih masih setia membaca novel ini.


****Happy Reading guys!**