Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
Ketertarikan Tommy



Spontan Ratu terkejut karena Tommy tiba - tiba menghampiri dirinya.


"Ada apa ya?" Tanya Ratu dengan penuh keheranan.


"Boleh gue ajak berdansa? Nama kamu siapa ya? Nama gue Tommy." Tanya Tommy sambil mengulurkan tangan.


Ratu adalah cewek pertama yang bisa membuat Tommy terpesona, seperti mendapat jackpot aja sekarang Kavin sedang memperhatikan mereka berdua dengan penuh rasa cemburu yang membara.


Sebenarnya ratu males banget untuk menerima ajakan Tommy. Tapi tiba - tiba dia melihat sepasang mata sedang mengamatinya dalam - dalam. Jadinya dia mendapatkan ide untuk membuat Kavin semakin menjadi - jadi marahnya. Tapi Ratu juga heran kenapa Kavin sampai sekesal itu melihat Ratu dengan cowok lain.


"Boleh kok, nama gue Ratu." Jawab Ratu sambil tersenyum manis banget dan menerima uluran tangan Tommy.


Mereka pun berdansa dengan gerakan yang senada dan serasi banget yang sontak membuat iri semua tamu yang berada disana.


Kavin juga mengajak pasangan yang diajaknya ke pesta tersebut untuk berdansa juga. Banyak cewek yang terpesona juga dibuat Kavin.


Ratu yang melihat Kavin tiba - tiba berdansa langsung membatin, 'ngapain sih lo? Pasti mau pamer ya?'


Tiba - tiba musiknya terhenti, dan berganti dengan musik lain. Ratu yang sedang berputar - putar kaget karena Kavin langsung menarik tangan lembutnya.


Kavin jadi berpasangan dansa dengan Ratu sekarang, sedangkan Tommy bertukar pasangan dengan pasangan berdansa Kavin sebelumnya.


"Lepasin gue, ngapain sih lo narik - narik tangan gue segala?" Tanya Ratu kesal.


"Kalo gue gak mau gimana?" Jawab Kavin sambil tersenyum penuh maksud.


"Apa sih mau lo. Gue kan gak ada masalah sama lo, jadi jangan cari masalah sama guee." Kata Ratu kesal.


"Masak lo gak ngerti juga sih? Gue cuma mau dansa sama lo. Udah nurut aja." Jawab Kavin.


"Tapi sayangnya gue ogah berdansa bareng lo!" Kata Ratu.


"Jadi kalo sama Tommy kok lo mau? Apa bedanya Tommy sama gue?" Tanya Kavin kesal.


Ratu tersenyum mendengarkan ucapan Kavin barusan. "Ya jelas bedalah."


"Bedanya?" Tanya Kavin lagi dengan tatapan tidak senangnya.


Lo tanya perbedaan lo dengan Tommy? Oke gue jawab, karena Tommy itu gak kayak lo. Jawab Ratu dengan jujur.


Kavin sangat kesal mendengarkan ucapan Ratu barusan. Apalagi saat Ratu membanding - bandingkan dirinya dengan Tommy.


"Lo dengar gue baik - baik ya, gue paling tidak suka kalau dibanding - bandingkan dengan cowok lain. Mengerti lo!" Ucap Kavin dengan ketus.


Dan Kavin menarik tangan dan menahannya agar Ratu tetap berdansa dengannya.


****


Tommy dari kejauhan melihat Ratu dan Kavin dengan pandangan yang gak senang.


'Berani - beraninya ya lo tarik tangan pasangan dansa gue.' Batin Tommy.


Tommy memutuskan untuk berhenti berdansa dengan pasangan dansanya yang gak lain adalah pacar kavin.


"Berhenti gue bilang!" Kata Ratu dengan penuh emosi.


"Kalo gue gak mau, lo mau apa?" Tanya Kavin.


Ratu terdiam dan memandang Kavin dengan muka gak senang seakan mau makan orang.


"Lo kok diam aja sih? gak asik deh." Tanya Kavin.


"Gue males bicara dengan cowok seperti lo, buang - buang waktu gue aja." Jawab Ratu sambil tersenyum sinis.


"Gak akan, jangan kege'eran deh lo!" Jawab Ratu.


Spontan membuat Kavin semakin kesal, 'Emangnya gue gak layak ya kalo cewek seperti lo suka sama gue?' Batin Kavin.


Kavin lalu tiba - tiba memeluk erat ratu dihadapan semua orang yang sontak membuat heboh semua mata tertuju kepada mereka kaget.


Ratu berusaha untuk melepaskan pelukan paksa dari Kavin, akan tetapi Kavin malah semakin erat memeluk tubuhnya. Ratu terus saja meronta - ronta untuk melepaskan pelukan dari Kavin tapi kavin malah semakin menjadi - jadi.


Tiba - tiba Ratu menangis dalam pelukan Kavin itu. Dari jauh Tommy datang sambil berlari untuk melepaskan Ratu dari Kavin. Lalu Tommy memukul tepat dimuka Kavin sambil berkata,


"Brengsek banget lo jadi cowok!" Ucap Tommy dengan penuh emosi.


Bibir Kavin sudah mulai berdarah, Kavin memegangi bibirnya lalu mengelap dengan kasar darahnya.


Sontak membuat suasana menjadi panas karena Kavin dan Tommy akhirnya berkelahi.


Ratu yang sedang menangis berlari dari tempat pesta diikuti oleh kedua sahabatnya yaitu Adel dan Nisa.


"Beb lo gapapa?" Tanya Adel dan Nisa khawatir.


"Gapapa kok, gue mau sendirian dulu ya. Gue mohon jangan ikuti gue dulu ya." Jawab Ratu.


Lalu Ratu berlari dan pergi membawa mobilnya sambil menangis tanpa henti hentinya.


Ratu pergi ke pinggir danau yang biasanya dia kunjungi kalo dia lagi sedih pasti Ratu akan pergi kesini untuk menenangkan pikiran.


Disana Ratu berteriak sekuat - kuatnya.


"Kaaaaavvviiiiiiinnnnnnn loooo ituuu breeennngggssseeeekkk !!!"


"Kaaaaavvviiiiiiinnnnnnn loooo ituuu breeennngggssseeeekkk !!!"


"Kaaaaavvviiiiiiinnnnnnn loooo ituuu breeennngggssseeeekkk !!!"


"Kaaaaavvviiiiiiinnnnnnn loooo ituuu breeennngggssseeeekkk !!!"


"Kaaaaavvviiiiiiinnnnnnn loooo ituuu breeennngggssseeeekkk !!!"


"Kaaaaavvviiiiiiinnnnnnn loooo ituuu breeennngggssseeeekkk !!!"


"Kaaaaavvviiiiiiinnnnnnn loooo ituuu breeennngggssseeeekkk !!!"


"Kaaaaavvviiiiiiinnnnnnn loooo ituuu breeennngggssseeeekkk !!!"


"Kaaaaavvviiiiiiinnnnnnn loooo ituuu breeennngggssseeeekkk !!!"


"Kaaaaavvviiiiiiinnnnnnn loooo ituuu breeennngggssseeeekkk !!!"


Teriak Ratu berulang kali tanpa henti sampai sampai suaranya menjadi serak. Lalu Ratu merasa hatinya menjadi jauh lebih baik lagi dari sebelumnya.


"Kenapa juga harus nangisin cowok kayak lo yang gak pernah menghargai cewek mana pun, cuma buang - buang energi gue aja. Yang harus gue lakuin sekarang adalah untuk balas dendam sama lo, lihat aja lo ya apa yang akan gue lakuin." Ucap Ratu kepada dirinya sendiri.


Setelah berbicara seperti itu Ratu memutuskan untuk pulang kerumah dan istirahat. Yang ada didalam pikiran Ratu adalah untuk balas dendam atas apa yang telah dilakukan Kavin kepadanya.


"Gue ratu akan ikutin semua permainan lo!" Ucap Ratu sambil tersenyum licik dengan ide yang ada didalam pikirannya.


'Permainan akan segera dimulai Kavin Ardana Abiputra!!!' Batin Ratu.


************