Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
Perayaan Ultah Nisa



Empat hari kemudian...


Dimas membawa beberapa orang anggotanya untuk membantu mendekor ruang karaoke di rumah Ratu.


Ada yang menempelkan tulisan Happy birthday, ada juga yang sibuk menempelkan foto kebersamaan mereka bertiga. Dimas hanya menghias dengan beberapa jenis bunga anggrek dan meletakkan lumayan banyak lampu led. Dekorasi terlihat simple dan sederhana tapi juga berwarna.


Dimas sangat berharap di ultah Nisa tahun ini, semua kesedihan Nisa bisa berubah menjadi kebahagiaan.


Sebenarnya Dimas juga baru beberapa minggu ini dekat dengan Nisa sebagai teman. Selama dekat, ia hanya tahu kalau Nisa adalah sosok perempuan yang manja kepada bundanya, selalu ceria, bawel, manis dan juga hobi dandan. Berapa kali sudah mereka jalan, Nisa selalu membeli segala jenis produk kecantikan.


Banyak hal yang membuat Dimas nyaman sekaligus tertarik untuk berteman dengan Nisa. Belakangan ini mereka mulai bertemu intens. Kedekatan Nisa dengan bundanya sama persis dengan kedekatan dia dengan mamanya.


Setelah siap mendekor ruangan, Dimas pergi kembali ke kantornya. Tak lupa ia mengabari Ratu...


"Hei..."Sapa Ratu.


"Tadi gue udah bawa anggota untuk dekor ruang karaoke. Semuanya udah gue hias sedemikian rupa. Semoga sesuai dengan harapan kalian. Kalau masalah cake juga udah gue pesan."Ucap Dimas.


"Ok thanhk you Dim..gue percaya kok sama hasil dekorasi lo."


"Iya sama-sama. Berarti semua persiapan udah dilakukan."


"Iya Dim."


'Tinggal 2 hari lagi. Semoga Nisa akan senang dikasih kejutan seperti ini.'Batinnya.


Ratu sangat bersyukur karena semua persiapan sudah beres.


*****


Di tempat lainnya...


Siang ini Kavin dan Putri akan meeting dengan Pak Angga  Mereka sudah tiba disebuah cafe untuk menunggu kehadiran kliennya itu. Sebelum kliennya datang, Kavin memebaca ulang serta mempelajari semua berkas yang akan mereka bahas nanti. Di meja mereka sudah tersaji beberapa makanan dan minuman yang rekomendasi dari tempat tersebut. Kavin dan Putri terlihat begitu menikmati makanan tersebut.


Setelah selesai makan, Kavin bingung kenapa klien nya masih belum datang juga...


"Put...Kamu yakin siang ini kita meeting nya kan ? Kenapa Pak Angga belum datang juga ya ? Coba kamu hubungi sekretarisnya."Tanya Kavin.


"Iya pak. Saya akan hubungi sebentar."


Setelah Putri mengkonfirmasi ulang, ternyata kliennya tersebut kejebak macet daritadi. Putri segera memberitahukannya kepada bosnya itu.


"Gimana Put ?" Tanya Kavin.


"Mereka sedang dalam perjalanan menuju ke cafe ini tetapi kejebak macet panjang pak, Tapi mereka usahakan tetap datang. Dari pihak mereka juga meminta kita untuk tetap menunggu."Jelas Putri.


"Ouh begitu. Oh iya ! Kan cafe ini dekat dengan pantai. Daripada menunggu lama lebih baik kita pergi ke pantai saja sebentar. Gimana menurut kamu?"


"Kalau saya sih terserah bapak saja." Ucap Putri.


"Ok kalau begitu kamu bereskan semua berkas kita. Sekarang kita akan pergi ke Pantai Nusa Dua Bali."


"Baik pak." Ucap Putri.


Kavin dan Putri menuju ke pantai. Disana mereka menikmati keindahan Pantai Nusa Dua Bali. Ini adalah salah satu pantai terbersih di Bali.


"Kamu jangan lupa konfirmasi kalau klien kita sudah sampai. Kamu bisa berjalan-jalan di pantai ini. Saya akan kearah sana sebentar."Ucap Kavin.


"Baik pak. Nanti saya akan hubungi bapak lagi."Ucap Putri.


Kavin mengambil beberapa gambar dengan hp nya kemudian mengirimkan gambar tersebut kepada Ratu.


"Bagus ya pantainya. Ini pantai pasir putih termasuk pantai terbersih yang ada disini. Aku jamin kamu pasti suka .." Kavin mengirin chat kepada Ratu.


Selang 5 menit kemudia, Ratu langsung membalas chat dari Kavin.


"Iya cantik pantainya. Kamu sengaja kan pamer ke aku? Biar aku iri kamu lagi jalan-jalan disana."


"Gak kok sayang. Aku hanya ingin menunjukkan ke kamu saja."


"Kamu kok malah jalan-jalan ? Bukannya hari ini kamu ada meeting ya?"


"kliennya kejebak macet, Aku bosan nunngu jadi aku sama Putri pergi ke pantai dekat dengan tempat pertemuannya."


"Kamu berdua sama Putri di pantai?"


"Iya sayang. Tapi Putri aku suruh jalan-jalan kearah yang berbeda dengan aku."


"Oh gitu."


"Kok singkat banget balas chat nya sayang ? Kamu kenapa lagi ?"


"Gpp kok. Aku cuman mikir aja enak ya jadi Putri bisa ikut kamu kemana aja."


"Kok kamu bilang begitu sayang? Jangan bilang kamu masih cemburu sama Putri?"


"Ngapain juga aku cemburu. Kalau gitu kamu lanjut gih menikmati pantai disana. Aku mau lanjut kerja aja."


"Aku hanya sayang dan cinta sama kamu aja. Walaupun dulunya aku seorang playboy...bukan berarti aku kayak begitu lagi. Jadi kamu harus percaya sama aku. Aku begini juga untuk masa depan kita nantinya."


"Iya sayang. Mungkin akunya aja yang terlalu khawatir. Aku juga sayang banget sama kamu."


"Makasih ya sayang. Oh iya ! Putri barusan hubungi aku kalau kliennya udah datang. Aku meeting dulu ya."


"Semoga meetingnya berjalan lancar.. Amin."


"Amin..."


Kavin sangat mengerti kenapa Ratu terlalu khawatir seperti itu. Wajar saja karena Kavin hanya pergi berdua dengan Putri. Kavin juga terus meyakinkan Ratu kalau ia disana hanya untuk bekerja saja.


Selesai meeting, Kavin dan Putri balik ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


*****


Sepulang kerja, Ratu sempatin untuk mampir ke toko kaset. Disana ia ingin membeli beberapa kaset untuk mereka tonton nanti malam. Dia memilih nonton drama korea kesukaan dia dan kedua sahabtnya. Karyawan toko menunjukkan beberapa pilihan rekomendasi untuk ditonton. Saat sedang asik memilih-memilih beberapa kaset, ia berpapasan muka dengan orang yang tidak aisng lagi baginya yaitu Tommy. Mereka terlihat begitu kaget bersama dan saling tunjuk satu sama lainnya.


"Kamu?"Ucap mereka serentak.


"Kok kebetulan banget bisa ketemu disini?"Ucap Tommy.


"Iya yah kok bisa kebetulan banget. Btw, kamu ngapain disini Tom?"Tanya Ratu.


Tommy menunjukkan kaset yang ia pegang.


"Kalau ke toko kaset udah jelas beli kaset lah. mau ngapain lagi."Ledek Tommy.


"Iya aku tahu. Kan setahu aku...kamu gak terlalu suka nonton?"Tanya Ratu penasaran.


"kamu kan tahu aku yang dulu bukan aku yang sekarang. Setelah putus dari kamu, Aku lebih banyak menghabiskan waktu dirumah untuk nonton tau gak?" Jelas Tommy.


"Oh gitu. Aku baru tahu sih kalau orang setelah putus bisa melakukan hal yang ia tidak sukai."Ucap Ratu.


"Kamu sama siapa kesini? Kok aku perhatiin Kavin gak ada." Ucap Tommy


"Aku sendirian aja kesini cuman ditemani sama Pak Budi supirnya Kavin. Kamu gak ada niat pacaran lagi Tom?" Ucap Ratu.


"Sampai saat ini belum ada kepikiran sih. Aku masih menikmati masa-masa sendiri dulu."Ucap Tommy.


"Awas ntar keasikan malah gak laku lo." Ledek Ratu.


"Jangan didoain begitu dong. Mugkin Tuhan masih ingin aku sendiri dulu. Lagian kalau soal jodoh kan Tuhan yang ngatur. Jadi kita harus percaya kalau jodoh gak akan tertukar dan akan datang saat yang tepat."Ucap Tommy.


"Ya ya terserah lo deh Tom. Gue hanya bisa mendoakan yang terbaik buat lo nantinya."


"Baiknya mantan aku ini. Mkasih lo doanya...terharu aku dengarnya."


"Udah ya gue mau ke kasir dulu. Lo lanjut deh pilih-pilih kasetnya."


Ratu meninggalkan Tommy begitu aja. Tommy tiba-tiba muncul langsung memberikan kartu debit miliknya ke kasir,  "Pakai ini aja Mbak. sekalian hitung punya saya."


Ratu menoleh kearah Tommy.


"Apaan sih lo Tom. Gak usah gue bayar sendiri aja. Mbak ini kartu debit saya."


"Kalau lo masih anggap gue sebagai teman lo. Seenggaknya biar gue aja yang bayar semuanya."


Ratu menatap Tommy dengan kesal.


"Hmmm...ya udah terserah lo aja. Gue malas berdebat. Thanks ya."


'Ratu masih aja gemesin kayak dulu. Haduhh gue mikir apaan sih ! gue gak boleh mikirin Ratu lagi. Ingat sekarang dia sudah menikah. Gue harus bisa lupain Ratu.' Batin Tommy sambil senyum melihat tingkah lucu Ratu.


Ratu segera berlari kearah mobil yang di parkir oleh Pak Budi.


*****


Saat malam harinya, Ratu menyuruh Bi Ina menaruh 1 kantong palstik yang berisi banyak cemilan dan minuman ke dalam kamar tidur mereka.  Semua kamar tidur yang ada dirumahnya terdapat tv dan kamar mandi untuk mempermudah tamu yang datang. Berhubung malam ini adalah malam minggu, mereka memutuskan untuk menonton drama korea sampai pagi. Semua sangat menikmati kebersamaan mereka, kadang mereka menangis, tertawa, bercanda. Malam ini seperti malam yang panjang bagi mereka bertiga. Sanking asik dan berisiknya mereka, Ratu sampai tidak mendengar suara hp nya yang berdering berulang kali


Tok Tok Tok....


"Masuk."


Bi Ina masuk memberitahukan bahwa Kavin menelponnya. Ratu segera keluar kamar dan menerima panggilan telepon dari suaminya...


"Hao vin..."Sapa Ratu.


"Kamu darimana aja sih? Aku hubungi daritadi tapi gak kamu angkat?"Ketus Kavin.


"Aku dirumah aja kok, maaf sayang aku gak ada dengar suara hp daritadi. Aku nonton aja kok didalam kamar bareng yang lain."Ucap Ratu.


"Kamu tahu gak kalau aku itu khawatir banget sama kamu. Aku pikir kamu kenapa-napa."


"Maaf ya sayang udah buat kamu khawatir. Aku disini baik-baik aja kok. Kamu tenang aja ya. Lagian dirumah juga rame terus aku kalau pergi diantar sama Pak Budi. Jadi kamu gak perlu khawatir."


"Janji sama aku kalau kamu gak akan seperti ini lagi."


"Iya aku janji. Kamu udah makan malam sayang?"


"Udah kok. Kalau kamu ?"


"Aku juga udah kok sayang. Oh iya aku sampai lupa bilang !!! 2 hari lagi kan ultah nya Nisa. Jadi aku udah minta bantuan Dimas untuk dekor ruang karaoke. Biar kamunya juga gak bawel kalau aku keluar rumah. Jadi aku putuskan buat ngerayain dirumah. Gpp kan sayang?" Ratu berbicara sedikit pelan biar tidak terdengar siapapun.


"Asal kamu gak melalak keluar aja gpp kok sayang. Aku lebih suka kalau kamu dirumah."


"Kalau dirumah aja kan bosen Vin ?"


"Kalau mau keluar rumah boleh asal sama teman-teman kamu tapi tetap diantar sama Pak Budi. Biar lebih aman. Tapi sebaiknya kamu tunggu aku pulang aja, biar kita keluar rumah bareng."


"Posesif kamu gak hilang juga ya vin,,, padahal kan kita udah nikah dan aku udah jadi milik kamu. Apa lagi yang kamu takutkan sih ?"


"Aku takut dong namanya juga aku punya istri yang cantik."


"Huh dasar !!! udah ya aku mau lanjut nonton dulu sayang?"


"Ya udah kalau gitu have fun ya sayang."


"Kamu juga istirahat sayang."


"Iya pasti. bye.."


Setelah teleponan, Ratu kembali ke kamar melanjutkan tontonan nya tadi.


****


Dimas hari ini sangat sibuk untuk keluar masuk toko. Hari ini dia berencana ingin membelikan kado ultah untuk Nisa. Tetapi ia masih bingung barang apa yang akan dibelinya. 'Gue bingung sebenarnya cewek itu suka dikasih apa ya?Gue udah keliling daritadi tapi kok gue tetap belum tahu bakal kasih apa. Kenapa sih gue bingung banget. Apa gue tanya nyokap aja ya? Tapi kalau gue tanya nyokap ntar yang ada malah gue diintrogasi pertanyaan. Gue searching internet aja deh...' Batin Dimas.


'Kalau gue kasih parfum ntar mikirnya selama ini dia bau, kalau makeup...dia udah punya banyak. kalau perhiasan malah terlihat aneh kalau seorang teman yang kasih. Kalau tas, baju, dompet, jam...bisa juga tapi gue gak tahu selera Nisa. Kalau kasih bunga ? Bisa juga sih... berhubung gue juga gak tahu Nisa suka bunga apa. Kayaknya gue akan kasih dia bunga kaktus di pot kecil aja deh. Kalau bunga kan tanaman hias yang bisa tumbuh dan berkembang kalau dirawat dengan baik.'Batin Dimas.


Akhirnya setelah mikir lama, Dimas membeli bunga kaktus di pot mini. Alasan Dimas memilih hadiah ini karena unik dan cantik. Dan tentunya sangat cocok untuk seorang sahabat perempuan.


'Semoga Nisa bisa suka sama hadiah ini.' Batin Dimas.


Setelah selesai dengan hadiahnya, Dimas menaruhnya didalam bagasi mobil. Kemudian,ia mengambil cake ultah pesanannya di salah satu toko roti terkenal yang ada di Jakarta. Kemudian Dimas mengkonfirmasi semuanya kepada Ratu lewat telepon.


"Hai tu, gue udah ambil pesanan cake nya. Ntar malam acaranya jam berapa ?"Tanya Dimas.


"Sementara cake ultahnya lo taruh didalam kulkas. Nanti malam acaranya jam 12 malam."Ucap Ratu.


"Ini ultah Nisa yang keberapa ?"


"Tahun ini ultahnya yang ke -23 tahun."


"Ok kalau gitu, kalau gitu gue masuknya di saat seperti apa?"


"Nanti gue alihkan perhatian Nisa dulu untuk fokus nyanyi. Setelah jam 12 gue akan kabari lo."


"Ok gue ngerti... Gue tunggu kabar dari lo."


"Oke sip.."


Dimas meletakkan cake ultah kedalam kulkas, kemudian dia duduk di sofa ruang tamunya. Dia merasa sangat capek seharian ini berkeliling memcari kado buat Nisa. Sekarang ia sudah tenang karena apa yang ia cari sudah ia dapatkan. 'Ternyata begini rasanya punya teman cewek, ribet juga ya kalau mau cari kado. Temenan aja seribet ini kalau punya pacar mungkin lebih ribet lagi kayaknya.'Batin Dimas.


Dimas meluruskan kakinya sebentar. Kedua kakinya terasa sangat pegal karena berjalan seharian ini.


*****


Malam harinya, seperti biasanya setelah makan malam Nisa langsung masuk kedalam kamar. Sekarang sudah jam 9 malam. Mereka semua sudah mengganti baju senyaman mungkin untuk tidur.


"Guys kayaknya kurang seru deh kalau kita cuman dikamar sambil nonton tv doang."Ucap Ratu.


"Iya gue juga bosan banget beb, dirumah lo ada hiburan apa aja beb ?"Tanya Adel pura-pura.


"Dirumah gue sih cuman ada ruang karaoke, taman sama kolam renang."Ucap Ratu.


"Gak mungkin kan kita malam-malam berenang sama duduk ditaman. sekarang aja udah jam 22.00 malam."Ucap Adel.


"Iya kalau duduk di taman jam segini yang ada malah digigit nyamuk beb, terus kalau berenang ya bisa masuk angin juga kita nantinya."Ucap Ratu.


"Ya udah karena udah malam juga lebih baik kita diam aja didalam kamar, ok."Ucap Nisa.


"Mmmm gitu... gimana kalau kita karaoke an aja beb, soalnya gue suntuk banget nih di kantor. Gimana Nis ?"Tanya Adel.


"Haduhh...udahmalam juga gue udah gak mood mau nyanyi tau?"Ucap Nisa.


"Jagan gitu dong Nis...kapan lagi coba kita bisa ada kesempatan buat quality time bareng gini. Kalau cuman gini-gini aja ya sama doang kalau gue dirumah. Lo gak kasihan apa sama gue Nis. kalau kita tidur disini cuman untuk nonton sama aja bohong. Gue juga bisa ngelakuinnya dirumah gue. Ayo dong Nis, lagian kalau lo telat pergi ke Klinik kecantikan juga gpp kan besok. Itukan usaha lo sendiri."Bujuk Adel.


"Iya Nis, coba lo pikirin deh. Lagian kan ini untuk penghibur kejenuhan kita aja sih. Lo bisa lampiaskan semuanya lewat lagu."Ucap Ratu.


"Bener itu yang dibilang Ratu. Lagian kalau cuman kita berdua aja ya kurang seru !!!"Ucap Adel.


Nisa berfikir sebentar, Sebenarnya ia juga pengen menghibur diri...


"Hmmm... ya udah deh tapi janji cuman malam ini aja. Kalau tiap hari kita begadang gue juga gk kuat tau??"Ucap Nisa.


"Gitu dong ..."Ucap Adel dan Ratu barengan.


Adel dengan semangat menarik tangan Nisa dan berjalan menuju ruang karaoke.


*****


Didalam ruang karaoke, mereka semua secara bergantian memilih lagu sekaligus bernyanyi. Pilihan lagu mereka sangat bervariasi. Kebanyakan lagu happy yang mereka nyanyikan sampai-sampai mereka nyanyi sambil berjoged. Sesekali juga mereka bernyanyi lagu sedih. Cahaya lampu diruang karaoke diburamkan. Dibuat sperti ditempat karaoke pada umunya. Nisa yang matanya minus tidak sadar kalau tempat tersebut sudah didekor sedemikian rupa untuk merayakan ulang tahunnya.


Sepuluh menit lagi tepat jam 12 malam, Ratu permisi keluar dengan alasan mau ketoilet. Padahal ia keluar hanya untuk menghubungi Dimas sambil mengamati dan mengawasi keadaan dengan sangat perlahan.


"Hai Dim ..Lo dimana sekarang? Tinggal 10 menit lagi nih ."Ucap Ratu sedikit panik sambil berbisik.


"Lebih baik lo buka pintu rumah lo deh. Gue sekarang ada didepan teras rumah lo."Ucap Dimas


Ratu segera membukakan pintu. Kemudian menyuruh Dimas menunggu didepan ruang karaoke.


"Lo tunggu disini, ntar pas jam 24.00 tepat, lo langsung masuk kedalam... Ok."jelas Ratu.


"Iya iya gue ngerti. Udah lo buruan masuk sana. Keburu ada orang yang keluar nih."Ucap Dimas


Ratu kembali masuk keruang karaoke...


"Udahan yuk beb, gue udah ngantuk banget nih."Ucap Nisa.


"Bentar lagi dong beb, 1 atau 2 lagu lagi. Ok."Cegah Adel.


"Iya beb bentaran lagi aja."Ucap Ratu.


"Kalian pada kenapa sih malam ini. Aneh banget tau gak? Udah maksa gue karaokean malam-malam. Sekarang malah cegah gue mau tidur."Ucap Nisa yang mulai merasa curiga kepda kedua sahabatnya itu.


"Kita kan cuman mau ngilangi setres kerja aja. Ya udah deh kalau lo mau tidur."Ucap Adel.


Ratu melirik jam di hp nya. 'Udah pas banget nih. Udah waktunya Dimas masuk.'Batin Ratu.


Disaat Nisa berjalan mau keluar ruangan, disaat itu juga Dimas masuk kedalam membawa cake ditangannya. Sedangkan Ratu langsung menyalakan lampu. Dan Adel memutar lagu sekaligus nyanyi lagu Selamat ulang tahun by Jamrud. Nisa dengan tatapan kaget melihat kesekitar ruangan, Ia sangat kaget saat melihat ruangan karaoke sudah didekor seindah mugkin, dan yang membuat dia lebih kaget lagi yaitumelihat Dimas memegang cake ulang tahunnya. Dia refleks menutup mulutnya dengan kedua tangan. Perasaan terharu, sedih, senang, bercampur aduk ia rasakan sekarang.


Ratu dan Adel datang memeluk hangat Nisa...


"Kalian?!" Ucap Nisa sambil meneteskan air matanya.


"Jadi kalian rencanain ini untuk gue ? Makasih banget... Gue gak nyangka kalau kalian masih ingat ulang tahun gue. Secara kita udah lama banget gak ketemu."Ucap Nisa lagi sambil sesekali sesegukan.


"Mana mungkin kita lupa beb, Kita kan sahabat lo."Ucap Ratu.


"Pantasan aja daritadi kalian maksa banget keruangan ini. Ternyata udah disiapin dengan baik. Sumpah gue terharu banget...Makasih kalian selalu menjadi sahabat terbaik buat gue."Ucap Nisa.


"Kok malah nangis sih? Kita buat acara ini biar lo happy tau gak?"Protes Adel.


"Ma--af beb."Ucap Nisa terbata sambil menghapus airmatanya.


Dimas menghampiri ketiganya...


"Ehemm... udahan dramanya. Sekarang waktunya lo tiup lilin."Ketus Dimas yang merasa terabaikan sedaritadi.


"Oh iya sampai lupa ada Dimas disini. Sorry ya Dim..."Ucap Adel.


"Kok bisa ada Dimas disini ?"Tanya Nisa penasaran.


"Udah deh tanya-tanyanya ntar aja. Keburu lilinnya mati nih."Ucap Dimas.


"Iya iya..bawel banget sih."Ucap Nisa.


Saat Nisa mau meniup lilin dicegah sama Ratu. "Jangan lupa make a wish beb." Ucap Ratu.


"Oh iya beb."


Nisa menutup matanya, harapannya dalam hati adalah .. 'Semoga bunda tetap sehat terus dan bisa nemani Nisa selamanya. Semoga juga Nisa tetap bisa jadi sahabat yang baik buat Ratu dan Adel. Semoga suatu saar Dimas bisa suka sama gue.'Batin Nisa sekaligus 3 permohonan di ultahnya kali ini.


Nisa membuka matanya kembali kemudian langsung meniup lilin yang ada didepannya.


"Happy birthday ya beb, Semoga lo bisa happy terus, dan bisa lebih baik kedepannya dalam hal karier, cinta maupun persahabatan."Ucap Adel.


"Happy birthday Nisa, gue doain semoga lo bisa ketemu cowok yang bisa bahagiain lo dan bunda. Aminn..."Ucap Ratu.


"Makasih doa dan ucapannya. Makasih udah buat malam ini malam yang istimewa untuk gue. Gue gak akan pernah lupain ... Thanks all."Ucap Nisa sambil memeluk kedua sahabatnya.


"Oh iya maaf banget beb, Kita belum sempat beliin kado buat lo."Ucap Ratu.


"Sama gue juga belum sempat, karena pulang kerja gue langsung kesini. Ntar aja ya beb."Ucap Adel.


"Iya gpp kok. Gue gak mengharapkan kado apa-apa dari kalian. Cukup doain gue aja gu udah senang. Kado juga gak harus barang kan. Gue punya teman kayak kalian berdua adalah kado terindah bagi gue."Ucap Nisa.


Nisa memotong cake dan membagikan kepada Adel, Ratu dan Dimas. Mereka juga sempat mengabadikan foto. Malam ini rencana Ratu dan Adel berjalan dengan lancar.  berhubung sudah larut malam, Dimas pamit pulang. Nisa mengantar Dimas sampai kedepan teras rumah....


"Happy birthday Nisa. Apapun harapan lo semoga dikabukan ya. Amin..."Ucap Dimas.


'Asal lo tahu aja Dim, salah satu harapan gue adalah lo.'Batin Nisa.


"Amin.. makasih ya Dim udah bantuin Ratu dan Adel. Maksih juga lo udah mau jadi teman gue."Ucap Nisa.


"Sama-sama Nis, gue juga senang kok punya teman kayak lo."


"Bisa aja lo. hahhaha..."Ucap Nisa.


"Mmmm... lo tunggu disini bentar, ada yang mau gue kasih sama lo." Dimas berlari menuju mobilnya dan mengambil kado buat diberikan kepada Nisa.


"Oke.."


Dimas menyembunyikan kado tersebut kebelakang badannya. Dia menyuruh Nisa untuk menutup mata.


"Dalam hitungan ketiga lo baru bisa buka mata... 1...2...3 ?" Ucap Dimas.


Perlahan Nisa membuka kedua mata dan melihat hadiah Dimas.


"Bunga kaktus? Cantik ya Dim. Makasih lo...."Ucap Nisa.


"Lo suka sama kadonya ?"Tanya Dimas.


'Apapun yang lo kasih gue pasti suka Dim..."Ucap Nisa dalam hati.


"Suka kok Dim. Seharusnya lo gak usah repo-repot kasih gue kado."Ucap Ratu.


"Anggap aja ini kado ultah sekaligus pertemanan kita. Lo harus rawat bunga kaktus ini. Kalau berbunga bakalan lebih cantik lagi."Ucap Dimas.


"Gue janji akan rawat bunga ini sebaik mungkin. Sama kayak pertemanan kita juga bakal gue rawat."Ucap Nisa.


"Bisa aja lo. Tapi gue senang kalau lo suka kado ini. Gue udah keliling demi cari kado buat lo."Ucap Dimas.


"Aduhh terharu gue dengarnya Dim.."Ucap Nisa.


"Ya udah sekarang gue pamit. Jangan lupa lo rawat bunganya. Bye...!"Ucap Dimas.


"Iya bawel... "Ucap Nisa sambil melambaikan tangan kearah Dimas.


Kemudian Nisa masuk kedalam rumah sambil membawa bunga kaktus ditangannya. Hari ini dia merasa sangat senang sekali. Saat membuka pintu kamar, Nisa dikejutkan oleh kedua sahabatnya.


"KALIAN...!!!"Teriak Nisa.


*******


Gimana pada suka gak? mohon berikan komentarnya yaa...


Thor sangat mengharapkan para readers untuk memberikan komentar yang membangun untuk author agar author dapat memperbaikinya lagi kedepannya..


jangan lupa di like yaa! Saran dan dukungan kalian semua bisa membuat author agar lebih semangat lagi dalam melanjutkan cerita ini kedepannya, jadi mohon kritikan berserta sarannya ya semuanya.


Terimakasih masih setia membaca novel ini.


Happy Reading guys!