
Previous Episode...
Hari ini Kavin meminta izin untuk pergi meninggalkan Ratu selama seminggu untuk pergi keluar kota...
"Sayang? aku minta izin ya sama kamu." Ucap Kavin.
"Untuk apa Vin?" Ratu menyender manja dibahu Kavin.
"Untuk memantau proyek diluar kota sayang. Gpp yakamu aku tinggal seminggu? Nanti aku minta tolong mama untuk temani kamu biar kamu gak bosen." Ucap Kavin.
"Gak boleh. Kamu gak boleh pergi Vin..."Ucap Ratu.
"Jangan manja seperti ini sayang. Aku juga begini untuk kita kok. Aku janji selesai proyek langsung segera pulang." Bujuk Kavin.
"Aku tetap gak kasih izin kamu pergi Vin.." Ucap Ratu.
"Jadi kamu maunya gimana?" Tanya Kavin yang berusaha sabar.
"Aku kan lagi hamil, aku butuh kamu disini untuk nemani aku." Ucap Ratu.
"Tapi aku minta pengertian kamu kali ini aja. Aku beneran harus pergi." Jelas Kavin.
"Hmm... oke. Aku akan kasih kamu izin." Ucap Ratu.
"Makasih sayang udah ngertiin aku." Ucap Kavin.
"Jangan senang dulu kamu Vin."Ucap Ratu.
"Maksudnya gimana sayang?" Tanya Kavin.
"Aku akan ikut pergi sama kamu." Ucap Ratu.
"APA???"
*****
Saat ini Kavin dan Ratu sedang berada di Bali. Ratu baru saja selesai mandi sedangkan Kavin sedang sibuk mengetik sesuatu pada laptopnya. Karena kesal sedaritadi dicuekin sanh suami akhirnya dia memutuskan untuk menonton tv saja.
Selama berjam-jam dikamar hotel, Ratu dengan kesal menghampiri Kavin yang masih sibuk...
"Kavin..." Ucap Ratu.
Kavin melihat sekilas kemudian melihat kearah laptopnya lagi.
"Kavin ? Kami masih bisa dengarkan? Aku lagi ngomong sama kamu." Ucap Ratu lagi.
"Hmm...ada apa sih Tu? Kamu gak bisa lihat kalau aku lagi sibuk." Ucap Kavin.
"Kok kamu ngomong gitu sih Vin?" Ucap Ratu.
"Jadi aku harus gimana lagi Tu. Aku disini untuk bekerja bukan liburan. Dari awal kamu yang maksain untuk ikut kan." Ucap Kavin.
"Aku tahu kamu disini sibuk Vin. Tapi sefaritadi aku juga bosan disini dan belum ada makan sama sekali." Ucap Ratu.
"Aku akan pesankan kamu makanan jadi kamu gak perlu repot-repot untuk keluar dari kamar hotel. Kamu cukup istirahat nonton dan makan didalam kamar." Jelas Kavin.
"Tapi Vin...aku bosan daritadi didalam kamar." Ucap Ratu.
Kavin melihat istrinya dengan kesal...
"Aku mohon kamu sebaiknya istirahat aja sekarang. Kamu bisa lihat sendiri kalau kerjaan aku banyak terkendala karena ngurus keberangkatan kita tadi." Ketus Kavin.
"Jadi maksud kamu aku yanh salah ?" Tanya Ratu kesal.
"Menurut kamu apa perlu aku jawab lagi." Ucap Kavin.
"Aku juga begini karena gak bisa jauh sama kamu Vin. Ini semua karena aku lagi hamil jadi hormon aku juga berubah. Kamu pikir semua ini keinginan aku." Ratu keluar meninggalkan Kavin. Tak lupa dia membawa slingbag dan dompetnya.
"Ratu ...sayang...sayang...bukan itu maksud aku." Teriak Kavin berkali-kali tapi tetap saja tidak didengar oleh istrinya. Selama hamil Ratu menjadi orang yang sering ngambek gak jelas padahal sebelumnya dia tidak pernah seperti itu.
Kavin yang masih kesal menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sama sekali. Dia merasa begitu kesal menghadapi sikap dan sifat istrinya yang semakin manja semenjak hamil.
'Apa tadi gue terlalu keras sama Ratu ya.' Batin Kavin.
Berulang kali di menghela nafas kemudian keluar mencari keberadaan istrinya. Bagaimanapun juga dia merasa sangat khawatir dengan Ratu saat ini. Dia merasa bersalah karena mengeluarkan kata-kata yang menyakiti hati seperti tadi.
Kavin keluar dsri kamar hotel dengan buru-buru. Dia juga sempat bertanya kepada resepsionis hotel dan juga satpam. Dia mencari ke restoran dan keluar hotel tapi tetap saja tidak bisa menemukan keberadaan Ratu. Karena semakin cemas apalagi udah malam hari, dia mencoba untuk menghubungi Ratu berkali-kali tapi tetap tidak ada jawaban sama sekali.
'Ratu....kamu kemana sih sayang? Aku khawatir sama kamu.' Batin Kavin.
Kavin berlari sambil melihat ke kanan dan ke kiri untuk memastikan kesekitar...
"Ratu..." Teriak Kavin sambil melambai. Dia melihat Ratu sedang duduk di taman hotel yang menampilkan pemandangan laut darisana.
Saat mendengar teriakan Kavin, Ratu dengan segera menghapus air matanya yang mengalir sedaritadi.
"Kenapa kamu gak angkat telepon dari aku sayang? Aku khawatir sama kamu." Ucap Kavin.
"Khawatir? Aku gak salah dengar kan? Karena setahu aku, kamu lebih mentingkan kerjaan daripada mikirkan istri sendiri. Kamu benar Vin. Gak seharusnya aku ikut kesini. Maaf kalau aku jadi pengganggu buat kamu disini. Besok aku akan mengambil penerbangan pagi." Jelas Ratu.
"Kamu masih kesal sama omongan aku yang tadi? Aku benar-benar minta maaf sama kamu sayang. Aku terlalu setres karena masih banyak pekerjaan lagi yang harus aku urus disini. Aku mohon kamu bisa mengerti." Ucap Kavin.
"Aku yang minta maaf sama kamu Vin karena udah jadi pengganggu buat kamu disini." Ucap Ratu.
Kavin menghapus air mata Ratu dan memeluknya.
"Aku minta maaf sayang. Aku sadar kalau kamu lagi hamil, maaf kalau aku gak bisa mengerti kondisi kamu saat ini." Ucap Kavin.
"Aku yang salah Vin. Aku juga gak tahu kenapa selama hamil ini aku gak bisa kalau gak lihat kamu. Aku gak bisa jauh dari kamu. Aku gak tahu kenapa gak bisa ngendalikan perasaan ku seperti biasanya." Ratu membalas pelukan Kavin dan menangis didalam pelukannya.
"Mulai sekarang aku janji akan berusaha mengerti dan lebih sabar lagi sayang. Maaf kalau kata-kata tadi melukai perasaan kamu sayang. Aku benar-benar menyesal sayang." Ucap Kavin.
"Aku ngerti kok Vin. Lebih baik kita gak usah bahas ini lagi ya. Aku lapar banget sekarang." Ucap Ratu.
"Kalau gitu lebih baik kita lebih baik makan malam dulu sayang." Bujuk Kavin.
"Gak usah Vin. Kita balik ke kamar aja." Ucap Ratu.
"Kamu masih marah sama aku sayang? Aku tahu kalau kamu lapar sekarang." Tanya Kavin.
"Kamu pesankan aja makanan untuk dibawa kedalam kamar. Aku udah cukup membuang waktu kamu." Ucap Ratu.
"Kamu yakin sayang?" Tanya Kavin memastikan lagi.
"Aku yakin kok." Ucap Ratu.
Kavin dan Ratu kembali kedalam kamar hotel. Kavin tidak lupa memesankan banyak makanan untuk Ratu dan dirinya makan didalam kamar. Sebelum itu, Kavin menyiapkan pekerjaan yang sempat dia tunda sebelumnya.
******
Selama seminggu mengerjakan proyek serta memantau secara langsung sedangkan Ratu lebih banyak menghabiskan waktu didalam kamar hotel. Kalau pun dia bosan dia hanya keluar sebentar untuk melihat pemandangan laut dan duduk di taman sendirian.
Setelah selesai meeting dengan klien, Kavin segera menghampiri Ratu...
"Tumben kamu pulang cepat sayang?" Tanya Ratu.
"Aku mau ajak kamu jalan-jalan sayang." Ucap Kavin.
"Kamu serius Vin ? Tapi bagaimana sama pekerjaan kamu?" Tanya Ratu.
"Kamu gak perlu pikirin masalah itu sayang. Aku mau seharian ini bahagiain kamu. Kamu maunya kemana aku akan ikuti." Ucap Kavin.
"Tapi Vin...kerjaan kamu lebih penting sekarang. Kalau jalan-jalan sama aku kerjaan kamu malah gak selesai-selesai nantinya." Ucap Ratu.
"Kamu tenang aja sayang. Udah sekarang kamu siap-siap ya. Aku tungguin kamu ..." Ucap Kavin.
"Hmm...kamu yakin Vin?" Ucap Ratu.
Kavin menganggukkan kepalanya sambil teesenyum semanis mungkin. Ratu mencium pipi Kavin sekilas...
"Kalau ada maunya aja suaminya disayang-sayang. Dasar !!!" Protes Kavin.
"Aku kan sayang sama kamu setiap hari Vin." Goda Ratu.
"Udah pintar ngerayu ya sayang ya. Gimana kalau kita habiskan seharian ini dikamar aja. Selama hamil kan aku udah lama gak dapat jatah dari kamu sayang." Goda Kavin.
"Apaan sih Vin. Udah ah aku mau siap-siap dulu." Ratu langsung lari dan masuk kedalam kamar mandi. Kavin tersenyum senang melihat tingkah Ratu yang malu-malu dan mendadak kabur begitu.
Hari ini Ratu memakai tanktop putih dipadukan dengan blazer panjang dengan warna senada dan memakai celana panjang. Rambut diikat rapi dengan poni samping dan memakai makeup tipis sudah membuat tampilannya sangat manis hari ini. Dia melihat pantulan dirinya didepan cermin. Perutnya sudah terlihat sedikit buncit sekarang.
"Hari ini mama akan mengajak kamu jalan-jalan sayang. Semoga kamu bisa merasakan kesenangan yang mama rasakan saat ini ya sayang." Ratu mengusap lembut perutnya. Setiap melakukan kegiatan ataupub sebelum tidur dia selalu mengajak ngobrol calon anaknya yang didalam perut.
Kavin menghampiri istrinya dan ikut mengelus lembut perut Ratu sambil mencium perutnya.
"Kayaknya kamu lebih sayang sama calon anak kita deh daripada sama aku." Ucap Ratu.
"Maksudnya? Jangan bilang kalau kamu cemburu sama calon anak kamu sendiri sayang." Ucap Kavin.
"Aku gak cemburu sayang." Ucap Ratu.
"Aku sayang sama keduanya. Sayangnya aku ke kamu dan sayangnya ke calon anak kita itu berbeda sayang. Aku harap kamu bisa memahami itu." Jelas Kavin.
"Aku cuman sedikit cemburu Vin. Aku harap jenis kelaminnya laki-laki aja." Ucap Ratu.
"Jangan dong ntar malah dia nurun aku jadi playboy." Goda Kavin.
"Ikh Kavin !!! Jangan disamakan anak kita sama kamu dong. Aku akan didik dia menjadi anak yang berbakti dan baik. Aku gak akan biarin dia menjadi playboy kayak papanya." Jelas Ratu.
"Aku lebih gak rela kalau anaknya perempuan jadi playgirl seperti mamanya." Goda Kavin lagi.
"Intinya aku gak akan biarin anak kita menjadi seorang playboy atau playgirl nantinya." Ucap Ratu.
"Aku cuman bercanda aja kok sayang. Jangan serius gitu dong nanggapinya. Lagian kenapa sih kamu pengen banget punya anak cowok? Anak cowok itu lebih susah diatur loo sayang." Ucap Kavin.
"Aku gak mau ada saingan aja dirumah kalau anaknya perempuan sayang." Ucap Ratu.
"Huh dasar !!! Jadi alasannya itu." Ucap Kavin.
"Apapun jenis kelaminnya yang penting kamu sama anak kita bisa sehat sayang. Itu yang paling penting." Ucap Kavin lagi.
"Kamu benar Vin. Apapun jenis kelaminnya seharusnya kita menjaga dan mendidiknya dengan sebaik mungkin." Ucap Ratu.
"Yuk buruan kita pergi sayang..."
"Oke..."
Seharian Kavin mengajak Ratu berjalan-jalan untuk menikmati pemandangan yang ada disana. Kavin juga membawanya ke salah satu pantai yang ada di Bali. Ratu terlihat begitu senang karena dia selalu menampilkan senyum manisnya. Disana mereka sempat bermain air dengan menyiram satu sama lain. Mereka berdua begitu menikmati perjalanan mereka seharian ini.
*****
Ratu dan Kavin makan malam disebuah cafe....
"Aku kok jadi kenyang ya ngelihatin kamu makan kayak begini." Ucap Kavin lagi.
"Kalau kamu gak makan biar aku aja yang habisin makanan kamu Vin. Steak di cafe ini enak loo Vin. Kapan lagi coba kita bisa kesini. Besok kita udah balik ke Jakarta. Kamu yakin gak mau makan?" Tanya Ratu.
"Aku maunya makan kamu aja boleh gak? Hehehe..." Goda Kavin.
"Ikh Kavin ! Jangan keras-keras ngomong begitu ntat kedengeran orang lain." Ucap Ratu.
"Ngapain harus malu. Kita kan suami istri. Biar aja orang mau bilang apa sayang." Ucap Kavin.
"Kamu tuh ya godain aku mulu daritadi." Ucap Ratu.
"Ya deh iya. Kamu lanjut makan gih sayang." Ucap Kavin.
"Kamu juga makan dong." Ucap Ratu.
Saat mereka berdua sedang asik menikmati makanan, datang seseorang menghampiri keduanya.
"Kamu Kavin kan?" Kavin langsung menoleh kearah suara yang menyebut namanya.
Ratu melihat seorang cewek yang lumayan cantik dengan kulit putih dan tubuh ideal seperti model. 'Siapa perempuan ini? Jangan bilang ini perempuan salah satu masa lalunya Kavin. Lumayan cantik sih tapi masih mendingan gue lah.' Tanyanya dalam hati.
Kavin masih terlihat kaget dengan kehadiran cewek disampingnya itu. Dia hanya terdiam tanpa menjawab sama sekali. 'Astaga... kenapa bisa bertemu dengan Cintya sih. Ini cewek yang paling gue susah lupain dulunya. Jangan sampai Ratu cemburu nih bisa gawat ntar.' Batin Kavin.
"Kamu siapa?" Tanya Ratu.
"Kenalin namaku Cintya prisillia. Panggil aja gue Cintya. Aku mantannya Kavin dulu sewaktu kelas 3 smp." Chintya mengulurkan tangannya kearah Ratu.
"Oh gitu. Kenalin gue Ratu. Gue istrinya Kavin. Salam kenal ya. Eh maaf tangan gue lagi sibuk motong daging." Ratu tidak membalas uluran tangan cewek tersebut.
"Kamu kok diam aja Vin? Ternyata kamu udah menikah ya. Gue gak nyangka aja lo udah secepat itu menikah." Ucap Cintya.
"Eh hai..." Sapa Kavin datar.
"Kamu kemana aja Vin selama ini. Aku udah lama banget cari tahu tentang keberadaan kamu selama ini." Ucap Cintya.
"Gue tetap tinggal di Jakarta kok." Ucap Kavin
"Maaf ya Cintya, gue sama Kavin lagi makan malam jadi gue harap lo bisa ngerti." Kerus Ratu.
"Maaf kalau gue ganggu kalian berdua." Ucap Cintya.
"Gak kok. Gue kaget aja bisa ketemu lo disini." Ucap Kavin.
Ratu yang mendengar ucapan Kavin barusan langsung terlihat kesal. Ntah kenapa dia merasa sangat cemburu dengan cewek bernama Cintya ini. Karena baru kali ini juga dia melihat ekspresi gugup Kavin didepan seorang cewek. 'Siapa sih cewek ini? Kenapa Kavin sampai segugup ini. Biasanya Kavin kalau ketemu sama mantannya gak pernah sampai begini.' Batin Ratu lagi.
"Kavin... kamu ikut aku sekarang. Maaf ya Cintya, kami tinggal pergi dulu ya. Perut aku lagi gak enak nih." Tunjuk Ratu kearah perutnya. Ratu sengaja menunjukkan kalau dia sedang hamil sekarang.
"Oh Oke.." Cintya tersenyum getir.
"Maaf ya Cintya..." Ucap Kavin.
Ratu menarik tangan Kavin untuk pergi dan masuk kedalam kamar hotel.
"Jangan main tarik begini dong sayang. Sakit nih tangan aku." Rengek Kavin.
Sampai didalam kamar,
Ratu memasang muka cemberut sambil melipat kedua tangannya.
"Perut kamu beneran sakit sayang?" Tanya Kavin.
"Siapa sebenarnya cewek tadi? Kenapa kamu bisa segugup itu ketemu sama dia?" Tanya Ratu to the point tanpa menjawab Kavin sebelumnya.
"Jadi perut kamu gak kenapa-napa ya sayang. Syukurlah aku lega. Berarti tadi kamu sengaja kan narik aku darisana" Ucap Kavin.
"Jangan ngalihkan pembicaraan deh Vin. Lebih baik kamu jawab pertanyaan aku barusan." Ucap Ratu.
"Tadikan kamu udah tahu sayang. Itu mantan aku. Terus kenapa kamu kesal banget sekarang?" Tanya Kavin.
"Aku gak pernah lihat kamu segugup itu bertemu dengan mantan kamu Vin. Siapa Cintya?" Tanya Ratu mengulangi pertanyaannya lagi.
"Kalau aku jujur, kamu janji gak akan marah kan." Ucap Kavin.
"Jelasin aja deh Vin." Ucap Ratu.
"Cintya itu cinta pertamaku sewaktu smp kelas 3. Dia yang buat aku menjadi seorang playboy. Karena dia nerima cinta aku hanya rasa kasihan dan hutang budi aja. Dia gak pernah suka sama sekali sama aku. Tapi dia hanya masa lalu buat aku. Kamu adalah masa depan dalam hidupku." Jelas Kavin.
"Jadi kenapa kamu sampai gugup begitu?" Tanya Ratu memastikan.
"Karena aku kaget aja bisa ketemu dia disini." Ucap Kavin.
"Bilang aja kamu senang ketemu dia kan. Ngaku aja deh." Ledek Ratu.
"Jangan bilang kamu cemburu sama dia sayang." Ucap Kavin.
"Jelaslah aku cemburu. Tatapan dan sikap kamu beda banget saat didepan dia. Baru pertama kalinya aku lihat kamu seperti ini." Ucap Ratu.
"Kamu jangan terlalu mikirkan hal yang gak penting sayang. Cemburu dan manja kamu berlebihan banget semenjak hamil. Kamu sadar gak?" Tanya Kavin.
"Mana aku tahu kenapa aku bisa sampai seperti ini. Mungkin hormon ibu hamil. Intinya kamu jangan pernah menatap cewek seperti tadi lagi. Aku gak suka !" Ucap Ratu.
"Iya iya...aku ngerti !!!" Akhirnya Kavin hanya bisa pasrah kembali mendengarkan peringatan dari istrinya.
*****
Sampainya mereka di Jakarta, Ratu langsung masuk kedalam kamar dan merebahkan tubuhnya.
'Padahal cuman pergi seminggu aja tapi lebih nyaman tinggal dirumah sendiri." Batin Ratu.
"Sayang." Panggil Kavin yang masih dicemberutin oleh istrinya semenjak kejadian tadi malam.
Ratu menoleh kearah Kavin sekilas kemudian menatap layar hp nya lagi.
"Kamu masih kesal sama aku? Kan aku juga gak salah sayang." Ucap Kavin.
"Aku masih teringat aja saat kamu memandang cewek semalam. Hal itu terbayang terus sampai aku kesal sendiri." Ratu membanting hpnya di tempat tidur.
"Hei... kamu lihat aku. Emamgnya itu salah aku? Emangnya aku bakal tahu kalau akan bertemu dengannya?" Kavin meyakinkan Ratu dengan saling bertatap langsung.
"Kamu gak salah. Tapi tatapan kamu itu yang aku gak suka." Ucap Ratu.
"Iya iya aku yang salah. Aku minta maaf ya sayang udah buat kamu kesal dan cemburu." Ucap Kavin yang gak tahu lagi harus bilang apa.
"Udah deh Vin, tinggalkan aku sendiri dulu dikamar. Aku lagi gak pengen lihat muka kamu dulu." Ucap Ratu.
Kavin keluar dari kamar dan beristirahat di kamar tamu yang ada dibawah. Karena badannya seharian ini sudah sangat pegal dan perlu istirahat sejenak. Kavin menghela nafas panjang melihat tingkah istrinya sekarang yang selalu berubah-ubah mood. Selama kehamilan Ratu, dia berubah menjadi orang yang lebih sabar dalam menghadapi keinginan dan kemauan istrinya.
'Ah pusing banget. Gak tahu lagi harus bersikap seperti apalagi untuk ngadapi Ratu sekatang. Tantangan banget ngadapin orang yang sedang hamil.' Batin Kavin.
Setelah mengusir Kavin keluar dari kamar, Ratu masih saja terlalu memikirkan kejadian semalam. Untuk menjernihkan pikirannya, dia memutuskan untuk mandi dan memebersihkan diri. Sedangkan Kavin sudah tertidur didalam kamar tamu.
Tok....tok....tok....
Berulang kali bi Ina mengetok pintu kamar Kavin.
"Den Kavin buka pintunya ..." Ucap bi ina berulang kali didepan pintu kamar.
Kavin yang masih setengah sadar secara perlahan membuka pintu kamar dan melihat bi Ina terlihat gelisah dan cemas.
"Ada apa bi?" Tanya Kavin yang masih sulit membuka mata dan mulai menguceknya.
"Itu Den..." Ucap bi Ina terpotong.
"Kenapa bi? Mmoh iya? Apa Ratu sudah makan?" Tanya Kavin lagi.
"Itu masalahnya Den... non Ratu hampir terpeleset didalam kamar mandi. Dan tadi juga sempat pendarahan ringan Den." Jelas bi Ina.
"Apa???" Tanpa pikir panjang lagi Kavin langsung menghampiri Ratu didalam kamar.
Terlihat Ratu sedang menangis dan menyalahkan diri sendiri.
"Kamu gpp sayang? Maaf aku baru datang. Kita coba periksakan ke dokter ya." Bujuk Kavin.
"Aku takut Vin. Tadi aku hampir aja terjatuh tapi masih bisa aku tahan. Tapi aku mengalami pendaraham ringan. Maaf Vin.." Ratu menangis sesegukan.
"Aku gak nyalahi kamu. Aku mohon kamu dengarkan aku kali ini. Kamu jangan setres dan jangan terlalu banyak mikir hal yang gak penting. Sekarang kita periksakan ke dokter. Kamu harus nurut sama aku." Ucap Kavin.
Tanpa meminta persetujuam dari Ratu lagi, Kavin menggendong Ratu sampai ke mobil untuk pergi ke rumah sakit. Bagaimanapun Kavin sangat khawatir dan cemas atas kejadian yang baru saja dialami oleh istrinya.
Ratu terus mengutuki dirinya sendiri karena sudah ceroboh.
"Bagaimana dok keadaan istri saya? Apa pendarahan tadi berbahaya ke janin?" Tanya Kavin dengan muka yang sangat cemas.
"Tidak berbahaya pak. Tapi jangan sampai terulang kembali." Ucap dokter.
"Saya menyarankan untuk ibu untuk bedrest dulu dirumah, jangan terlalu banyak pikiran kasihan sama janinnya. Usia kehamilan ibu juga masih sangat muda." Jelas dokter.
"Baik dok..." Ucap Ratu.
"Saya akan resepkan obat dan vitamin yang haru rutin dikonsumsi oleh ibu." Ucap dokter.
"Apa perlu dirawat inap dok?" Tanya Kavin.
"Tidak kok pak. Hanya perlu istirahat dirumah. Jangan melakukan pekerjaaan yang berat. Kalau bisa pikirannya harus tenang." Jelas dokter..
"Ok dok. Makasih." Ucap Kavin.
Ratu hanya terdiam sambil mendengarkan penjelasan dokter. Dia sangat bersyukur karena kandungannya baik-baik saja sekarang.
Kavin membawanya pulang kembali dan menggendongnya sampai kedalam kamar.
"Vin... maafin aku udah buat kamu khawatir. Maafin aku karena semua hal yang buat kamu kesal. Maaf aku hampir aja ngecewain kamu. Aku janji akan lebih berhati-hati sekarang." Jelas Ratu.
"Aku minta kamu banyak istirahat. Dan kamu ambil cuti kerja sampai kondisi kamu benar-benar baik lagi. Aku gak mau kamu dan calon anak kita kenapa-napa." Ucap Kavin.
Ratu mengangguk setuju mendengar perkataan Kavin barusan.
*****
Jangan menyerah saat doa-doamu belum terjawab.
Jika kamu bersabar, Tuhan mampu memberikan lebih dari apa yang kamu minta.
------> kata-kata mutiara
Jangan lupa Like, Comment dan Rating novel ini....
Happy reading all ^-^