Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
Teringat kembali



"Maaf gue gak kenal sama lo." Ratu buru-buru pergi.


"Lo yakin gak kenal gue? Gue Raya teman lama lo. Gue kangen banget sama lo. Udah lama juga ya kita gak ketemu. Ternyata lo lagi hamil sekarang." Ucap Raya menghentikan langkah Ratu.


Ratu melihat kearah Raya yang sedang tersenyum sinis.


"Mau lo apa?" Tanya Ratu.


"Kok galak gitu sih, biasa aja dong jawabnya.


Mau gue cuman mau silaturahmi aja sama lo." Jelas Raya.


"Gue tahu betul bagaimana lo Raya. Jadi gak usah basa-basi lagi deh." Ucap Ratu.


"Kok galak banget gitu sih, gue kan niatnya baik sama lo." Ucap Raya semanis mungkin.


"Gak usah sok manis gitu lo, kali ini gue gak akan tertipu sama ucapan lo." Ucap Ratu.


Kavin melihat istrinya dari jauh sedang mengobrol dengan seseorang, diapun segera menghampirinya...


"Sayang kamu darimana aja sih, kok cemilannya berantakan begini." Ucap Kavin.


"Maaf sayang, aku gak sengaja menjatuhkannya." Ucap Ratu.


"Biar aku aja yang mungutin cemilannya..." Kavin mengutip semua cemilan yang terjatuh dan memasukkannya kedalam trolly belanjaannya.


Raya memperhatikan cowok itu dengan seksama dari atas sampai bawah.


'Kayaknya gak asing banget mukanya. Siapa ya?' Batin Raya.


Raya tidak mengenali Kavin lagi dikarenakan tampilan dan gaya rambut kavin yang sudah berubah saat ini. Ratu melihat ekspresi bingung yang ditampilkan oleh Raya.


"Lo siapanya Ratu?" Tanya Raya.


Kavin melihat cewek yang bertanya kepadanya itu.


"Ternyata lo..." Ucap Kavin.


"Lo kenal sama gue?" Tanya Raya masih bingung.


"Menurut lo?" Ucapan Kavin semakin membuat Raya bingung.


Sebelum Raya mengingat kalau cowok itu adalah Kavin, buru-buru Ratu memotong pembicaraan mereka berdua.


"Sayang, kyakanya belanjaannya udah cukup deh. Yuk kita bayar ke kasir sekarang." Ucap Ratu.


"Oh oke sayang..." Ucap Kavin.


Mereka berdua meninggalkan Raya yang masih berfikir dan berusaha mengingat-ingat sapa cowok tersebut. 'Kenapa gue bisa lupa ya? Siapa sih cowok tadi? Gue yakin banget kalau gue kenal sama dia. Buktinya aja dia bisa kenal sama gue. Ah pusing gue,ini akibat kecelakaan gue terakhir kali sampai banyak orang yang gue lupain. Tapi gue harus cari tahu siapa dia.' Batin Raya.


Sedangkan Ratu masih terlihat panik dan terus-menerus memastikan seseuatu sambil celingak-celinguk gak jelas...


"Kamu ngapain celingak-celinguk gak jelas gitu sayang?" Pertanyaan Kavinpun menyadarkannya.


"Eh kenapa Vin?" Tanya Ratu.


"Tuh kan kamu gak fokus. Udah yuk buruan kita pulang." Ucap Kavin.


"Eh emangnya udah dibayar ya." Tanya Ratu.


"Udah sayang. Yuk buruan kamu gak lihat udah banyak yang antri disini." Ucap Kavin.


"Oh iya..." Ucap Ratu.


Kavin dan Ratu pergi dari supermarket dan menuju ke parkiran mobil mereka.


Disepanjang perjalanan, Ratu hanya terdiam saja dan tidak fokus saat diajak ngobrol oleh Kavin. Kavin memperhatikan istrinya yang sedaritadi bertingkah sangat aneh hari ini. Tidak terasa saat ini mereka sudah berada di komplek perumahan. Sampai berada di depan rumahpun, Ratu tidak sadar sama sekali. Kavin membukakan sealtbelt yang dipakai istrinya.


"Sayang? Kamu kenapa sih daritadi bengong terus." Ucap Kavin.


"Eh gak kok Vin." Ucap Ratu bohong.


"Kamu gak bisa bohongin aku sayang, kamu pikir aku baru kenal sama kamu." Ucap Kavin.


"Aku...aku cuman..." Kavin memotong ucapan Ratu.


"Kamu gak usah mikir yang aneh-aneh. Yang jelas selama ada aku disisi kamu, kamu gak akan kenapa-napa. Aku tahu kamu sedikit khawatir karena tadi ketemu sama Raya kan. Aku udah baca keanehannya sejak tadi. Tapi kamu percayakan sama aku?" Jelas Kavin.


Ratu terbengong karena Kavin seperti tahu semua isi hati dan pikirannya saat ini. Semua yang dibilang oleh Kavin ada benarnya mungkin dia hanya terlalu cemas dan khawatir yang berlebihan saja saat ini.


"Aku percaya kok sama kamu Vin." Ucap Ratu.


"Yuk turun sekarang." Ucap Kavin.


"Emangnya udah sampai ya?" Tanya Ratu.


Kavin mengarahkan pandangan wajah Ratu kearah rumah.


"Oh udah sampai. Aku kok bisa gak sadar ya." Ucap Ratu.


"Gimana mau sadar, kamu tuh daritadi melamun didalam mobil, aku tanyain malah gak dijawab. Sepalanya dijawab juga gak nyambung." Ucap Kavin.


Kavin keluar dari mobil dan membuka bagasi mobil untuk mengeluarkan semua belanjaan mereka hari ini.


Ratu mengutuki dirinya sendiri sambil menepuk-nepuk keningnya sendiri. 'Padahal gue udah rencana ngajak Kavin nemeni belanja, nonton dan makan diluar. Bisa-bisanya gue gak fokus karena tadi ketemu sama si Raya. Gagal deh semua rencana yang udah gue pikirkan dari semalam.' Batin Ratu.


"Kamu gak mau turun nih dari mobil?" Kavin membuka pintu mobil.


"Eh iya, aku turun kok." Ucap Ratu.


Bi Ina datang membantu Kavin membawa barang belanjaan kedalam rumah. Ratu berjalan masuk kedalam langsung menuju ke kamar tidur. Dia membersihkan makeup dengan micella water dan kapas kemudian ke kamar mandi sekalian cuci muka sekaligus mandi. Selesai membersihkan badan, dia memakai baju santai untuk dirumah. Tak lupa dia selalu memakai pelembab wajah. Dia kembali termenung saat didepan meja riasnya sampai tidak sadar kalau Kavin sudah berada dibelakangnya saat ini.


"Tuh kan kamu melamun lagi, jangan banyak yang dipikirin sayang. Kasihan bayi kita didalam perut." Ucap Kavin.


"Eh Kavin? Kamu kapan datangnya." Ucap Ratu.


"Udah daritadi tapi kamu gak sadar aku masuk kedalam." Ucap Kavin.


"Maaf ya sayang, kamu mandi gih sana. Habis mandi kita makan malam." Ucap Ratu.


"Baik boss..." Kavin mencium kening Ratu sekilas dan langsung masuk kedalam kamar mandi.


Di sisi lain...Dari kejauhan, ada seseorang yang sedaritadi mengikuti mobil mereka dari belakang. Siapa lagi kalau bukan Raya. Dia memperhatikan Ratu masuk kedalam rumah...


"Jadi disini sekarang tempat tinggal lo Tu, pantasan aja gue gak pernah lihat lo lagi selama ini. Gak sia-sia gue ikutin lo daritadi. Sekarang gue harus cari tahu semuanya tentang lo selama ini termasuk cowok yang gak asing tadi." Ucapnya sambil tersenyum penuh arti.


*****


Flashback Raya


Selama ini Raya tinggal dengan tantenya yang ada di Jakarta. Tantenya mempunyai dua orang anak, 1 perempuan dan 1 laki-laki. Dia tidak pernah bisa dekat dan akur dengan keduanya. Alasan Raya ikut dengan keluarga tantenya karena papa mamanya sudah berpisah. Rumah lama mereka juga sudah dijual tanpa seizinnya. Dia tidak ingin ikut kedua orangtuanya jadi dia memilih tinggal dirumah tantenya. Mamanya hanya sibuk mengurus pekerjaan dikantor sedangkan papanya gak lama setelah bercerai sudah menikah lagi. Tidak ada yang memprhatikannya. Dia juga punya seorang adik perempuan yang bernama Vita destyana yang sekarang masih SMA. Adik perempuannya ini memilih tinggal dengan mamanya.


Banyak hal yang berubah dalam hidupnya selama ini. Dia benar-benar merasa sangat hancur sekarang. Tidak ada hal yang istimewa untuknya sekarang. Cita-citanya untuk menjadi seorang model terkenal tidak bisa dia wujudkan. Tantenya adalah satu-satunya alasan dia bertahan hidup sekarang. Satu-satunya orang yang begitu peduli terhadap dirinya. Untuk itu dia tidak ingin mengecewakan tantenya itu. Alasan dia bekerja diperusahaan juga atas rekomendasi oleh tantenya. Karena tantenya punya kenalan orang dalam yang sangat berpengaruh diperusahaan itu.


Semenjak putus dengan Rama, dia tidak pernah membuka hai untuk cowok manapun lagi. Karena dia merasa sudah sangat kotor. Hanya dengan Rama dia menyerahkan keperawanannya disaat SMA dulu. Setelah keluar dari penjara, Rama menghilang dan pergi meninggalkannya tanpa sepatah kata ataupun pesan. Disaat itu juga dia sangat depresi karena merasa dicampakkan oleh pacarnya sendiri. Dia sudah lama mencari tahu keberadaan Rama tapi tetap saja tidak ada hasil sama sekali. Rasa sakitnya itu bertambah saat kedua orangtuanya bercerai. Disaat itu dia merasa sangat drop dan tidak adil. Untuk semua hal yang dia alami dia selalu menyalahkan Ratu. Karena menurutnya Ratu yang sudah merubah Rama menjadi seperti ini dan mencampakkannya. Dia juga menyalahkan mamanya yang selalu sibuk dan gila bekerja tanpa memperdulikan dia dan adiknya. Rasa benci dan kesalnya dia selalu tanam dalam hatinya.


Sempat dia ingin hidup dan tinggal sendiri tapi tantenya tidak mengizinkannya. Tantenya sangat takut kalau Raya bisa saja nekat karena saat itu Raya sedang drop dan tidak bisa menahan emosinya. Raya hanya mengurung diri selama sebulan didalam kamar. Tantenya selalu memberikan nasehat yang mampu menguatkannya. Kata-kata tantenya mampu membuatnya tersadar dan merubah diri. Dia memutuskan untuk kuliah dibagian manajemen keuangan di Jakarta selama 4 tahun.


Selama itu juga dia tidak pernah bertemu dengan papa dan mamanya lagi. Dia mengganti nomor hp agar tidak ada yang bisa menghubunginya, dia juga meminta agar tantenya tidak memberi tahu kalau dia tinggal dengannya. Pernah sekali dia bertemu tidak sengaja dengan mamanya dan dia jug tidakbisa mengelak dan menghindar lagi. Mau tidak mau dia makan berdua dengan mamanya.


"Kamu pesan makan..." Ucap mama.


"Mama aja yang pesan. Raya udah kenyang." Ucap Raya.


"Kalau gitu mama pesankan juga untuk kamu makan." Ucap mama.


"Terserah mama aja." Ucap Raya.


Mamanya memesan steak daging kesukaan anaknya itu dan lemon tea. Saat menunggu makanan, mamanya langsung mengintrogasinya...


"Selama ini kamu tinggal dimana Raya ?" Tanya mama.


"Mama gak perlu tahu." Ucapnya datar.


"Mama kangen sama kamu sayang. Adik kamu juga nyariin kamu terus. Kamu balik ya kerumah lagi." Ucap mama.


"Gak bisa ma, Raya gak mau balik kerumah lagi. Mama yang buat keluarga kita berantakan." Ucap Raya.


"Mama berpisah sama papa itu ada alasannya sayang. Mama udah terlalu sakit hati sama papa kamu." Jelas mama.


"Kenapa mama gak bisa nahan rasa sakit hati sama papa? Setidaknya mama bisa pikirkan kedua anak kalian." Ucap Raya.


"Mama juga udah lama bertahan dan memendam sakit hati semuanya tapi semakin hari semakin membuat mama tersiksa sayang. Mama harap kamu bisa mengerti keputusan mama." Ucap mama.


"Raya gak bisa mengerti sama pikiran mama sama sekali. Raya hanya ingin keluarga yang lengkap dan bahagia aja ma. Selama ini Raya gak pernah berharap apa-apa tapi mama udah hancurkan semua harapan dan keinginan Raya. Mama terlalu egois yang hanya memikirkan kebahagiaan mama sendiri." Raya meneteskan air mata yang sudah lama ingin tumpahkan sedaritadi.


"Mama gak tahu lagi harus jelasin apa ke kamu sayang. Mama bekerja juga untuk memenuhi kebutuhan kita sayang. Maafkan mama udah buat kamu kecewa sama keputusan yang mama ambil. Tapi perlu kamu tahu...mama selalu memikirkan kebahagiaan kedua putri mama. Mama hidup juga untuk kalian sayang." Ucap mama.


"Mama bohong. Mama cuman seorang ibu yang egois. Raya benci sama mama dan papa." Ucap Raya.


"Terserah kamu mau membenci mama. Tapi mama sangat berharap kamu bisa ikut dengan mama lagi." Ucap mama.


"Jangan pernah berharap apa-apa lagi ma. Raya udah gak seperti dulu lagi. Sekarang Raya bahagia hidup tanpa kalian semua. Mama gak pernah bisa mengerti bagaimana diposisi Raya." Ucap Raya.


"Mama mohon sayang, kamu pikirkan dulu dengan jernih pikiran dan hati kamu. Mama akan terima kamu kapanpun kamu mau kembali lagi kerumah." Ucap mama.


"Rumah? rumah yang mana yang mama ceritakan. Rumah lama kita sudah terjual dan mama ngajak Raya balik kerumah yang mana." Ucap Raya sesegukan.


"Mama beli rumah yang bagus untuk kita tinggalin sayang." Ucap mama.


"Raya gak butuh rumah yang isinya keluarga berantakan ma. Raya gak butuh rumah yang bagus." Ucap Raya.


Mamanya menghapus air mata Raya dan memeluknya hangat.


"Maafin mama sayang. Mama tahu ini berat buat kamu. Jadi mama mengerti kenapa kamu gak mau lagi tinggal sama mama." Ucap mama.


"Raya harap mama mengerti sama keputusan yang Raya ambil. Sama halnya Raya mencoba mengerti sama keputusan yang mama ambi." Ucap Raya.


"Oke kalau itu mau kamu sayang. Suatu saat kamu akan mengerti kenapa mama seperti ini. Maaf kalau kamu terlalu menderita. Ini alamat rumah mama yang baru. Mama akan selalu tunggu kehadiran kamu sayang." Ucap mama.


Raya hanya melihat sekilas kertas yang diletakkan diatas meja dekat dengan tangannya itu. Setelah lebih tenang, mama kembali ketempat duduknya lagi dan tidak berapa lama makanan mereka berdua datang. Mereka menghabiskan makanan tersebut. Jauh dilubuk hati Raya ...dia sangat merindukan mamanya tapi rasa kecewanya terlalu dalam saat ini. Setelah selesai makan, buru-buru Raya pergi...


Setelah kejadian itu, Raya tidak pernah lagi ketemu dengan mamanya. Dia juga tidak berharap untuk mereka bertemu. Saat ini dia hanya menyibukkan diri untuk fokus kuliah saja.


2 tahun setelahnya, adiknya Vita menghampirinya di kampus. Adiknya mencari tahu dimana keberadaan kakaknya selama ni dan dia tidak sengaja berteman dengan seseorang yang satu kampus dengan kakaknya. Vita menunggu Raya keluar dari kampus...


"Hai kak..." Sapa Vita.


"Vita? kamu tahu darimana kalau kakak kuliah disini?" Tanya Raya bingung.


"Dari teman kak, kakak apa kabar? Vita kangen sama kaka." Vita langsung memeluknya.


"Lepasin kakak Vita, malu dilihatin orang." Raya melepas paksa pelukan adiknya.


"Vita mau ngobrol sama kakak, boleh ya kak? kakak kan udah pulang kuliah." Ucap Vita.


"Kakak sibuk jadi gak ada waktu untuk mengobrol sama kamu." Ucap Raya.


"Ya udah kalau gitu Vita ikutin kemana kakak aja seharian ini." Ucap Vita.


"Kamu kayak kurang kerjaan aja ya." Ucap Raya.


"Lagian ini masih siang tapi kakak bilang gak ada waktu untuk ngobrol sama Vita." Ucap Vita.


"Hmmm... ya udah tapi kita gobrolnya sebentar aja." Ucap Raya.


"Jangan disini dong kak, Vita mau kita ngobrolnya sambil makan ice cream di cafe itu." Tunjuk Vita.


"Dasar !!! banyakmau kamu ya. Mmm...oke." Ucap Raya.


Raya dan adiknya pergi ke cafe dekat dengan kampusnya. Mereka memesan ice cream vanila kesukaan mereka berdua. Sambil makan ice ceam, Vita mulai mengajak Raya untuk mengobrol...


"Kak?" Ucap Vita.


"Hmmm..." Ucap Raya.


"Kakak sekarang tinggal dimana?" Tanya Vita.


"Gak penting kamu tahu. Jadi ini yang mau kamu obrolin sama kakak?" Tanya Raya.


"Ngak tuh." Ucap Raya datar.


"Ikh kakak ! jangan nyebelin gitu dong. Mama sering nangis klau ingat dan rindu sama kakak. Vita gak tega ngelihatnya." Ucap Vita.


"Kan ada kamu yang bisa menenangkan mama." Ucap Raya acuh.


"Aku serius kak..." Ucap Vita.


"Kakak juga serius ngomongnya." Ucap Raya.


"Kakak kapan balik lagi kerumah?" Tanya Vita.


"Gak akan pernah lagi." Ucap Raya.


"Kenapa kak? Vita sama mama sayang banget sama kakak dan pengen kakak balik kerumah. Rumah baru yang mama beli juga bagus dan nyaman. Kamar kakak sengaja didesign bagus loo.. ada ruang makeup, toilet sama tempat pakaian, ts dan aksesoris yang bagus kak. Dikamar kakak juga ada bioskop mininya. Karena mama tahu kalau kakak suka nonton, jadi mama udah design sebagus dan senyaman mungkin kak." Ucap Vita.


"Kakak gak butuh itu semua Vita. Jadi jangan ganggu kakak lagi untuk bahas hal yang gak penting seperti ini." Ucap Raya.


"Kakak tahu alasan kenapa mama menggugat cerai papa?" Tanya Vita.


"Karena mama egois dan terlalu menyimpan rasa sakit hati sama papa. Ya kan?" Ucap Raya.


"Kakak salah, mama terlalu sayang sama kita berdua dan memikirkan kita. Untuk itu mama melakukan hal itu kak." Ucap Vita.


"Maksud kamu apa?" Tanya Raya.


"Vita juga awalnya susah menerima kenyataan kalau mama dan papa pisah. Setiap hari Vita bertanya sama mama tapi tidak pernah tahu apa alasan sebenarnya. Setelah 2 tahun ini, mama akhirnya menceritakan semuanya sama Vita. Alasan mama minta pisah karena sudah tidak tahan dengan sikap papa yang menghabiskan uangnya untuk perempuan lain. Papa tidak pernah lagi memberi nafkah kepada mama. Mama memilih bekerja lagi karena tidak ada uang. Mama juga tahu kalau dengan bekerja, dia tidak akan bisa memberikan kita berdua perhatian seperti biasanya tapi itu konsekuensi yang harus mama terima. Awalnya mama memendam semua rasa sakit hatinya karena terlalu memikirkan kita berdua. Tapi lama-kelamaan papa semakin menjadi-jadi. Papa membuat perempuan simpanannya itu hamil. Mama gak bisa lagi menerima kenyataan itu kak. Jadi mama memilih untuk berpisah. Mama tidak mau kalau kita membenci papa. Jadi selama ini mama selalu menutupi kenyataan. Selang 1 bulan perceraian, papa menikahi perempuan simpanannya itu. Vita tahu karena gak sengaja melihat hp mama dan Vita memaksa mama untuk cerita. Jadi Vita harap kakak mengerti kenapa mama mengambil keputusan itu. Mama sangat menyayangi kita kak. Dia bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan kita." Jelas Vita panjang lebar.


"Kamu pasti bohong kan, biar kakak balik lagi kerumah itu." Ucap Raya.


"Kakak bisa tahu kan kalau Vita gakmungkin bohong." Ucap Vita.


"Kakak masih butuh waktu untuk menerima semuanya Vita. Kakak harap kamu bisa mengerti. Kakak balik duluan ya. Kamu jangan pernah datang lagi ke kampus kakak." Ucap Raya.


"Tapi kak... Vita ?" Vita tidak dapat meneruskan kata-katanya karena terlihat Raya sedang menatap tajam kearahya.


"Kalau kamu melanggar kata-kata kakak, kakak akan sangat marah dan benci juga sama kamu." Ucap Raya.


"Vita harap kaka bisa memaafkan mama. Vita akan menunggu kehadiran kakak dirumah." Ucap Vita.


Raya hanya tersenyum mendengar ucapan adiknya barusan. Dalam perjalanan pulang, Raya memikirkan semua ucapan adiknya tadi. Tidak bisa dipungkiri kalau sebenarnya dia sangat merindukan mama dan adiknya itu. Tapi untuk saat ini dia hanya ingin menjalani hidup dengan sendiri saja. Karena semuanya udah terlambatbaginya untuk kembali lagi. Kata-kata dia juga udah banyak menyakitkan hati mamanya. Banyak hal lain yang dia pikirkan sendiri. 'Terlambat semuanya untuk diperbaiki, Raya udah terlalu sakit selama ini. Maafin Raya kalau Raya belum bisa menerima kenyataan yang ada. Kalau aja waktu bisa diulang ma, Raya gak akan pernah nyakitin perasaan mama lagi.' Batin Raya.


Selama ini juga Raya mencari tahu tentang Ratu tapi tidak ada kabar sama sekali. Terakhir kali dia tahu kalau Ratu pergi keluar negeri tapi dia tidak tahu dimana. karena merasa tidak mendapatkan informasi apa-apa tentang keberadaan Ratu, dia memutuskan untuk menghentikan pencariannya. Dia menganggap Ratu tidak akan pernah ada lagi didalam hidupnya. Rasa cemburu dan iri selalu dia tunjukkan kalau melihat Ratu bahagia dan mempunyai sahabat dan keluarga yang sempurna menurutnya. untuk itu juga dia sangat membencinya karena hidupnya tidak bisa sebahagia itu.


Flashbak Off


*****


Semua kekhawatiran Ratu selama ini tidak terlaksana, karena sampai saat ini tidak terjadi apa-apa pada dirinya dan keluarganya. Dia merasa sangat lega karena semua hal. Kavin merasa sangat bersyukur karena Ratu bisa kembali seperti semula lagi. Tidak banyak melamun dan berfikir yang aneh-aneh lagi.


Karena ini weekend, Kavin bermain sepak bola dengan timnya sedangkan Ratu hanya dirumah saja. Kavin tidak memeperbolehkan Ratu untuk berpergian lagi. Apalagi kandungannya terbilang lemah, Kavin tidk ingin iistrinya kenapa-napa. Nisa dan Adel datang mengunjungi temannya yang sedang hamil itu...


"Hai beb...?" Sapa Adel sambil cipika-cipiki.


"Wah keponakan tante semakin besar aja didalam perut." Ucap Nisa takjub.


"Tumben banget kalian berdua kesini. Bukannya kalian seharusnya nonton Dimas main sepak bola ya." Ucap Ratu.


"Malas beb, enakan dirumah sama lo disini. Bisa makan gratis dan nyantai juga sekalian bisa karaokean gratis." Ucap Adel.


"Benar tuh yang Adel bilang. Lagian kita juga kangen banget sama lo beb. Kita sekalian mau lihat lo." Ucap Nisa.


"Gue bosen banget dirumah aja. Kavin ngelarang gue kemanapun. Kesal banget gue. Macam dipenjara tahu gak. Dan gue harus melakukannya sampai 4 bulan kedepan." Ucap Ratu.


"Sabar aja beb, Kavin begitu juga demi kebaikan lo juga. Ambil sisi positifnya aja deh." Ucap Adel.


"Benar tuh. Gimana kalausekarang kita karaokean aja beb." Ucap Nisa.


"Kalian datang kesini karena ada maunya kan, kalau gak juga pasti gak akan datang." Ucap Ratu.


"Loo kok gitu ngomongnya beb, kita kan sibuk kerja." Ucap Adel.


"Iya iya gue percaya..." Ucap Ratu.


Mereka bertigapun menghabiskan waktu untuk karaokean selama 3 jam. Setelah merasa capek, mereka makan dan ngemil bareng. Sempat juga menonton drama korea selama 4 jam.


Kavin dan Dimas pulang dan melihat ketiga cewek itu sedang menangis menonton drama korea...


"Ya ampun, dasar ya cewek dikit-dikit nangis." Protes Dimas.


"Kalian kok gak ngabari kalau pulang? kan kita tadi mau nitip beli makanan." Ucap Nisa.


"Masih kurang makanan yang di stok didalam kulkas." Ucap Kavin.


"Tadi kita mau makan MCd... tapi malas keluar. Niatnya mau suruh kalian belikan." Ucap Nisa.


"Kan bisa delivery Nis." Ucap Dimas.


"Oh iya ya !!! gak peikiran aku. Kamu kok malah kesini Dim?" Tanya Nisa.


"Emangnya aku gak boleh kesini?" Sewot Dimas.


"Bukan itu maksud aku. Kamu kan seharunya pulang dulu mandi. Bau banget nih keringat kamu. Kecium sampek sini. Ya kan beb?" Ucap Nisa.


"Iya benar banget, sebaiknya kalian berdua pergi mandi dulu sana. Mual nih gue ngecium aroma kalian..." Usir Ratu.


"Kalau gitugue balik dulu deh ntar gue datang lagi kesini." Ucap Dimas.


"Gak usah deh Dim... lebih baik lo mandi disini aja. Lo kan bawa baju didalam mobil." Ucap Kavin.


"Iya ya...Lo benar juga Vin. Ya udah kalau gitu gue mabil baju dulu deh." Ucap Dimas.


Dimas mengambil baju didalam mobilnya, sedangkan Kavin pergi ke kamar untuk membersihkan diri. Bi Ina memberikan Dimas handuk bersih untuk mandi. Bi Ina menyuruh Dimas mandi didalam kamar tamu yang ada dibawah. Setelah selesai mandi, Dimas dan Kavin bergabung dengan ketiga cewek yang sedang makan MCd....


"Ikut gabung makan gih..." Ucap Ratu.


"Kenyang nih aku ngelihat kamu makan banyak banget sayang." Ucap Kavin.


"Ini bayinya yang mau sayang. Aku juga daritadi makan tapi masih aja perut aku lapar terus." Ucap Ratu.


"Bilang aja kalau kamu yang doyan makan sayang." Ledek KAvin.


"Ikh Kavin !" Ucap Ratu ngambek.


"Bercanda kok. Kamu lanjutin deh makannya. Aku suruh bi Ina masak nasi goreng aja." Ucap Kavin.


"Gue juga mau nasi goreng aja deh Vin. Bilangin sekalian ya..." Ucap Dimas.


"Oh oke..." Ucap Kavin.


Nisa, Adel, dan Ratu masih asik makan Mcd yang mereka pesan tadi.


"Gendut nih gue kalau ngikutin Ratu...makan terus seharian ini." Ucap Nisa.


"Gak usah bawa-bawa nama gue deh.Lo juga doyan makan kok daritadi." Ucap Ratu yang gak mau kalah.


"Tau nih Nisa, kan lo tinggal olahraga aja kalau berat badan lo naik." Ucap Adel.


"Gue paling malas olahraga." Ucap Nisa.


"Kamu gak gendut kok. Masih bisa dinaikin lagi berat badannya. Jangan terlalu banyak juga..." Bela Dimas.


"Enaknya yang punya pacar ada yang belain. Gue mah boro-boro....pacar juga gak ada." Ucap Adel.


"Makanya jadiin dong atasan lo pacar. Kasihan jangan terlalu lama digantung." Ucap Ratu.


"Gue bukannya gak mau pacaran cuman belum nemuin yang tepat aja." Ucap Adel.


"Tuh kan lo sok jual mahal, sepala ada yang mau lo malah gantungin gitu." Ucap Nisa.


"Gue belum ngerasain feeling sama tasan gue beb. Jadi gue gak mau nantinya malah nyakitin perasaannya." Ucap Adel.


"Cuman butuh waktu aja Del, semuanya juga berproses kok. Gue yakin suatu saat lo bakal ngerasain prosesnya." Ucap Nisa.


"Ciyee... bisa nasahati Adel karena udah berpengalaman ya." Ledek Ratu.


"Udah ah kok jadi ngeledekin gue sih." Ucap Nisa.


"Iya benar tuh Del, rasa akan tumbuh dengan sendirinya kalu kita terbiasa setiap hari dengan orang itu." Ucap Dimas.


"Ehemm... ehemmm gue ngerti kok kenapa lo bilang begitu. Karena lo udah ngalamin kan dan baru pertama kalinya juga." Goda Kavin.


"Resek lo Vin." Ucap Dimas.


Nisa tersenyum mendengar ucapan Dimas barusan, Dimas bisa seromantis itu memperlakukannya didepan teman-temannya. Dia cukup tersanjung...tidak perlu hal-hal yang menarik atau kata-kata yang indah diungkapkan. Tapi dengan memperlakukannya dengan seperti tadi sudah membuatnya senang. Hal kecil tapi menyentuh banget baginya.


"Kenapa lo senyum-senyum sendiri beb?" Tanya Adel.


"Kesambet nih orang kayaknya." Ucap Ratu.


"Apaan sih. Ganggu aja." Ucap Nisa.


Setelah selesai makan, mereka membereskan piring dan membuang sampah dan duduk kembali didepan tv. Sedangkan Dimas dan Kavin yang gantin makan nasi goreng yang dibuat oleh Bi Ina.


Tidak terasa keseharian mereka hari ini berlangsung begitu cepat. Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 malam. Mereka semua pamit pulang. Adel menyetir sendiri dan berpisan dengan Nisa yang diantar oleh Dimas.


Sampainya didepan rumah, Nisa mencium pipi Dimas yang membuatnya sedikit kaget...


"Tumben nih kamu cium aku..." Ucap Dimas.


"Makasih Dimas selalu ada dan mengerti aku selama kita pacaran ini." Ucap Nisa.


"Aku yang makasih karena kamu hadir dihidup aku yang kaku ini." Ucap Dimas.


Nisa menggeleng mendengar ucapan Dimas barusan. Dimas mencium pipi Nisa.


"Biar impas. Tadi kamu cium aku, jadi aku cium kamu juga." Ucap Dimas.


Nisa hanya tersenyum mendengar ucapan Dimas, tanpa Dimas bilang begitupun...Nisa pasti dengan senang dicium olehnya.


Setelah itu Dimas pamit pulang kepada bundanya...


*****


Hari ini banyak paket yang nyampek kerumah, karena dirumah aja..Ratu selalu memesan barang secara online. Setiap harinya ada aja barang yang sampai kerumah. Bi Ina membawa masuk semua barang dan mengantarnya ke kamar tidur Ratu.


Tok...Tok....Tok....


"Masuk Bi.." Ucap Ratu.


"Ini non banyak paket yang datang hari ini." Ucap bi Ina.


"Taruh diatas meja bi, makasih ya..." Ucap Ratu yang masih sibuk membaca novel.


"Iya non, kalau gitu bibi keluar dulu. Kalau ada perlu apa-apa jangan lupa kabari bibi." Ucap bi Ina.


"Oke bi..." Ucap Ratu.


Setelah bosan membaca novel, Ratu membuka satu persatu paket yang datang tersebut. Salah satunya paket makeup, tas dan dasi untuk Kavin. Dia meletakkan peralatan makeup diatas meja rias dan sebagian dia susun didalam laci. Tas dan dasi dia simpan untuk diberikan kepada Kavin nantinya. Dia sengaja meletakkan tas dan dasi didalam lemari Kavin biar Kavin supprise melihatnya. Dia menghias dengan pita. Ratu memberikan hadiah itu karena selama ini Kavin memperlakukannya dengan sabar. Disa sadar karena sifat dan sikapnya selama hamil ini sudah menyusahkan suaminya. Tinggal 1 paket terakhir yang dia buka.


"Arrrgggghhhhhhh...." Teriaknya histeris sambil ketakutan dan menjatuhkan paket tersebut.


Isi paket itu adalah....


*****


Gimana pada suka gak? mohon berikan komentarnya yaa...


Thor sangat mengharapkan para readers untuk memberikan komentar yang membangun untuk author agar author dapat memperbaikinya lagi kedepannya..


jangan lupa di like yaa! Saran dan dukungan kalian semua bisa membuat author agar lebih semangat lagi dalam melanjutkan cerita ini kedepannya, jadi mohon kritikan berserta sarannya ya semuanya.


Terimakasih masih setia membaca novel ini.


Happy Reading Guys!