Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
KEJUTAN!



Satu minggu kemudian...


Ratu dan Mamanya berencana untuk fitting gaun pengantin. Dia melakukan fitting lagi karena berat badannya yang semakin naik. Setelah itu, mereka janjian ketemu dengan WO untuk membahas perubaahan dekorasi pernikahan yang Ratu inginkan. Kemudian ia mempercayakan semua kepada WO tersebut.


Sampai dirumah, Ratu terus memandangi baju kebaya putih yang akan dia kenakan pada saat akad nanti. Kebaya putih dengan jahitan payet full itu sangat cantik jika ia pakai nanti. Tanpa sadar Ratu senyum - senyum sendiri sambil terus membayangkan ketika dia memakai kebaya putih itu. 'Gimana ya reaksi Kavin saat melihat gue mengenakan kebaya ini nanti?' Tidak terasa sebentar lagi gue akan segera menikah dengan orang yang gue cintai dan gue akan menua bersama selamanya dengan Kavin. Akhirnya mimpi kita berdua akan segera terwujud.' Gumam Ratu didalam hatinya.


Lamunan Ratu buyar ketika dikagetkan kedatangan Mamanya.


“Mama! Buat Ratu kaget aja tau gak." Ketus Ratu.


“Habisnya Mama panggilin kamu gak dengar daritadi. Lagi mikirin apa sih sayang?” Tanya


Mamanya Ratu penasaran.


“Gak terasa ya Maa dalam hitungan bulan Ratu bakalan menikah." Ucap Ratu Sambil memeluk


Mamanya.


“Iya sayang...Mama masih tidak menyangka kalau Putri kecil Mama ini akan segera menikah." Ucap Mamanya dengan wajah sedih.


"Ih Mama jangan sedih begitu dong, Ratu janji sama Mama, walapun Ratu sudah menikah nanti, Ratu tidak akan berubah. Ratu akan sering untuk mengunjungi Papa dan Mama. Jadi Mama jangan sedih - sedih lagi ya." Ucap Ratu.


"Iya sayang. Hmmm....tapi kok sepertinya Mama belum rela ya kalau kamu menikah?" Ucap Mamanya Ratu dengan jujur.


"Jangan gitu dong Ma, Ratu jadi berat banget nih rasanya kalau Mama seperti ini." Ucap Ratu.


"Iya kenapa kamu cepat banget sih memutuskan untuk menikah sayang? Padahal kamu masih terlalu muda lho.  Tapi apapun keputusan kamu itu Mama akan selalu mendukung kamu kok. Apalagi Mama percaya sama Kavin. Dia  pria yang baik untuk kamu sayang. Mama yakin Kavin pasti bisa untuk menjaga kamu dengan baik dan selalu menyayangi kamu sayang." ucap Mamanya.


"Iya awalnya juga Ratu tidak menyangka kalau akan secepat itu memutuskan untuk menikah. Tapi sesungguhan dan ketulusan Kavinlah yang akhirnya mampu untuk menghilangkan semua keraguan Ratu Ma. Thanks ya Ma karena sudah selalu mendukung semua keinginan Ratu." Ucap Ratu yang masih berada dipelukan Mamanya.


"Iya sayang! Tapi kamu harus ingat satu hal ya, kamu sebagai istri harus hormat dan patuh kepada suami. Lakukan kewajiban kamu terus jangan lupa sama Mama Papa kalau udah punya suami ya sayang?” Ucap Mamanya Ratu sambil membelai rambut Anaknya.


“Iya Ma! Pasti dong."


*****


Setiap weekend Ratu selalu minta diajari masak sama Mamanya. Dia ingin menjadi istri yang bisa menyenangkan hati Suaminya kelak. Mama Ratu benar - benar tidak percaya bahwa Anaknya telah memikirkan hal itu. Dalam hati kecil Mamanya Ratu diam - diam memuji dan sangat bangga dengan keinginan Sang Anak semata wayangnya itu.


'Ternyata Putri kesayanganku ini udah mulai tumbuh menjadi wanita yang dewasa.' Gumam


Mamanya dengan sangat kagum.


Ratu yang sedang serius memasak, tiba - tiba dikejutkan dengan seseorang yang memeluk pinggangnya. Ia segera membalikkan badannya.


“Kamu...” Ucap Ratu dengan spontan dan kaget.


“Hai Ratuku....”  Sapa Kavin.


“Ih Kavin kamu tau gak kalau kamu itu ngagetin aku! Untung aja kamu tidak aku pukul.” Ucap Ratu dengan kesal.


“Habisnya kamu seharian gak ada kabari aku sama sekali sih, aku kan jadi kangen sama kamu. Lagian aku tidak masalah kok sayang kalau kamu pukul.” Kavin memasang muka ngambeknya.


“Maaf ya sayang...aku beneran lupa ngabari kamu. Jangan ngambek gitu ihhhh! Jelek tau mukanya begitu, senyum ya. Ya udah kamu mendingan kedepan aja dulu, aku lagi sibuk masak nih." Ucap Ratu sambil mendorong tubuh Kavin untuk menjauh dari dirinya.


“Iya deh iya. Terharu aku tuh melihat kamu rela - rela belajar masak gini buat aku. Ntar aku makan deh masakan kamu sayang." Ucap Kavin.


“Iya dong...demi Suami aku nanti nih supaya gak sering jajan diluar." Ucap Ratu.


"Ehemmm...beruntung banget ya aku sayang." Ucap Kavin yang semakin bangga dengan sesungguhan Ratu.


"Iya dong! Kamu itu sangat beruntung tau gak bisa mempunyai Istri seperti aku, udah cantik, pintar, pekerja keras, sabar dan bisa masak." Ucap Ratu dengan kepedean.


"Oh iyaaaaa? Iya deh iya. Makanya itu aku jadi semakin cinta sama kamu." Puji Kavin.


"Tuh kan kamu godain aku terus sih, ntar aku gak konsen lho masaknya." Ucap Ratu dengan malu - malu sambil membalikkan badannya.


"Iya udah deh kalau begitu aku tunggu kamu didepan ya sayang." Ucap Kavin lalu berjalan pergi,


Akan tetapi sebelum Kavin pergi, Mama Ratu menahan Kavin, "Ehemmm....sweet banget sih kalian berdua. Serasa dunia milik berdua ya." Goda Mamanya Ratu sambil secara bergantian menatap Kavin dan Ratu.


"Hai Tan...apa kabar?" Ucap Kavin yang sudah salah tingkah dan langsung menyalami Mamanya Ratu.


“Hai juga Vin, Tante baik kok. Tapi sepertinya kamu ingin bertanya kepada calon istri kamu deh bukannya Tante?" Tebak Mamanya Ratu.


Kavin hanya tersenyum sambil cengegesan dan mengaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.


“Apaan sih Ma! Udah deh Ma jangan godain Kavin terus. Kayak Mama gak pernah muda aja." Protes Ratu.


"Kavinnya aja biasanya aja nih, kenapa kamu yang sewot sih?" Goda Mamanya Ratu lagi.


"Iya Mama habisnya godain Kavin terus, kan Kavin jadi malu tuh." Ucap Ratu yang melihat wajah Kavin sudah memerah.


"Maaf deh kalau begitu. Oh iya Vin, kapan kamu sampai disini? Kok Tante gak tau ya kamu datang?” Tanya Mamanya Ratu.


“Baru aja kok Tante. Om tadi ngasih tau Kavin kalau Ratu lagi didapur makanya Kavin langsung kesini.” Jawab Kavin dengan muka malu didepan Mamanya Ratu.


"Ob begitu ya Vin...." Ucap Mamanya Ratu sambil terus menggoda Kavin dan Ratu.


"Ih Mama apaan sih, jangan begitu dong sama Kavin." Protes Ratu.


"Lho emangnya Mama ngapain Kavin, Kamu itu ya berpikiran negatif mulu deh. Dasar posesif." Cetus Mamanya Ratu.


"Biarinnnn!"


Kavin hanya menahan tawanya saja melihat tingkah Mamanya Ratu dan Ratu saat ini.


"Vin...kamu tunggu diluar aja ya." Ucap Ratu sambil mendorong tubuh Kavin.


"Tan, kalau begitu Kavin kedepan dulu ya." Ucap Kavin.


"Iya Vin. Singanya galak ya Vin." Ucap Mamanya Ratu sambil tertawa.


"Iya Tan." Ucap Kavin sambil menutup mulutnya.


"KAVINNNNN!" Teriak Ratu.


Apaan sih Tu, aku bisa budeg nih kalau seperti ini." Protes Kavin.


"Biarin aja! Habisnya kamu itu menyebalkan banget tau gak." Ucap Ratu lalu pergi meninggalkan Kavin.


"Ratu....hei...aku hanya bercanda kok."


"Sayang..." Teriak Kavin tapi tidak digubris lagi oleh Ratu.


"Sensitif banget sih kamu Tu akhir - akhir ini." Ucap Kavin kepada dirinya sendiri.


Akhirnya Kavin memutuskan untuk duduk diruang keluarga Ratu dan bersantai disana dengan bermain permainan di ponselnya. Setelah bosan menunggu, akhirnya Kavin kembali lagi keruang makan. Kavin melihat Ratu dengan seriusnya telah mempersiapkan makanan diatas meja makan.


"Perlu bantuan Nona?" Tanya Kavin.


"Kelihatannya?" Jawab Ratu.


Akhirnya Kavin pun membantu Ratu menyiapkan makanan dan menaruhnya di meja makan untuk mereka makan bersama. Setelah makan Kavin pun memuji masakan Ratu yang menurutnya enak. Kavin terus memegang perutnya karena kekenyangan. Tujuan Kavin datang sebenarnya untuk mengajak Ratu ke acara kantornya akhir pekan nanti.


*****


Seharian Mama Ratu mengajak Ratu untuk shopping pakaian dan perawatan ke salon yang ada di Mall. Sebenarnya Ratu bingung dengan maksud Mamanya tersebut, akan tapi Ratu hanya menurutinya saja. Karena Ratu mikir kapan lagi punya quality time bareng Mamanya. Apalagi dalam hitungan bulan Ratu sudah mau nikah dengan Kavin.


Sepulangnya Ratu dan Sang Mama dari Mall, Mama Ratu bantuin Ratu bersiap dan berdandan secantik mungkin.


'Ada apa sih dengan Mama seharian ini?' Batin Ratu yang masih bingung tetapi tetap menuruti Mamanya saja.


Ratu yang merasa sangat penasaran Akhirnya memutuskan untuk bertanya langsung ke Mamanya.


“Ma...hari ini tuh cuman acara kantor Kavin doang. Gak perlu sampek seperti ini juga kali Ma. Ntar Ratu pasti diledekin Kavin." Ucap Ratu.


“Gak mungkin kamu udah dandan secantik ini malah diledekin Kavin. Yang ada dia tuh malah semakin terpesona melihat kamu. Udah deh....nurut aja sama Mama.” Ucap Mamanya Ratu sambil lanjut mendadani Sang Anak.


“Tapi sepertinya ini terlalu berlebihan deh Ma...” Protes Ratu sambil terus menatap dirinya didepan cermin.


“Gak kok sayang. Udah ah kamu diam aja biar cepat kelar ini Mama makeup in nya."


“Iya deh iya.” Jawab Ratu pasrah.


Setelah siap Ratu di makeup in Mamanya, Ratu langsung mengenakan dress warna silver dan high heels 5cm. Rambutnya hanya di curly sedikit dan dibiarkan terurai yang menambah penampilannya menjadi sangat cantik dan elegan. Mama yang melihatnya pun takjub.


"Mama tidak menyangka kalau Mama bisa mendandani kamu seperti ini sayang. Kamu sangat cantik." Puji Mamanya Ratu.


"Ih Mama apaan sih, jangan muji Ratu terus menerus dong Ma." Ucap Ratu dengan wajah memerah.


"Mama mengatakan yang sebenarnya kok sayang, kamu itu benar - benar cantik. Mama jamin deh kalau Kavin tidak akan melirik wanita lain lagi." Ucap Mamanya Ratu sambil memegang kedua bahu Ratu.


Ratu hanya tersenyum mendengarkan ucapan Mamanya barusan, "Thanks ya Ma."


"Sama - sama sayang." Ucap Mamanya.


"TOKTOKTOK!"


Setelah mendengarkan ketukan pintu dari luar kamar Ratu, keduanya langsung berjalan menuju pintu.


"Non...jemputannya sudah datang." Ucap Pembantunya Ratu.


"Baik Bi."


Kemudian Ratu dan Mamanya dengan cepat berjalan kebawah.


"Ma...Pa....Ratu pergi dulu ya." Ucap Ratu sambil menyalami Papa dan Mamanya.


"Iya sayang, hati - hati dijalan ya. Sampaikan salam Papa dan Mamanya sama Kavin." Ucap Papanya.


"Iya Pa, Ma. Nanti pasti Ratu sampaikan kok." Ucap Ratu sambil melambaikan tangannya.


Ratu akhirnya masuk kedalam mobil jemputan dari Kavin. Kavin menyuruh Pak Budi yaitu supirnya untuk menjemput Ratu. Diperjalanan Ratu mencoba untuk menghubungi Kavin tapi tidak ada respon sama sekali dari Kavin lalu akhirnya Ratu memutuskan untuk bertanya ke pak Budi.


“Kavinnya kemana emangnya Pak?” Tanya Ratu yang memulai percakapan.


“Oh Tuan Kavin tadi ada urusan Non, jadinya nyuruh saya yang jemput." Jawab Pak Budi.


“Oh gitu ya Pak...” Jawab Ratu datar.


'Kemana sih kamu Vin? Bisa - bisanya ya kamu tidak ada kabar seperti ini?' Batin Ratu sambil terus menatap kerah jalanan.


Sesampainya disana, Ratu begitu takjub bercampur bingung melihat sekitarnya. 'Ini beneran acara Kantor Kavin?' Batin Ratu.


Dengan ragu Ratu turun dari mobil lalu berjalan perlahan kearah rumah Kavin. Ratu bahkan tidak merasa curiga sama sekali. Sesampainya didepan rumah Kavin, Ratu disambut oleh Papa Mamanya Kavin. Kemudian dia langsung dipersilahkan untuk masuk. Didalam rumah Kavin sudah sangat ramai karyawan kantor Kavin. Tapi dia tidak menemukan keberadaan Kavin. Ratu masih celingak celinguk untuk mencari keberadaan Kavin. Ratu mulai merasa kalau ada yang aneh.


'Ini beneran hanya acara Kantor Kavin aja kan? Tetapi kenapa ada pentas musiknya juga?' Pikir Ratu.


Ratu yang masih bingung melihat keadaan sekitarnya dan hanya pasrah lalu duduk diam di kursi yang disediakan. Ia berusaha terus menerus untuk mengubungi Kavin tetap masih tidak ada jawaban.


'Sebenarnya Kavin kemana sih dan katanya ini cuman acara kantor tapi kenapa malah ada pentas musik dan dekorasi seperti ini? Aneh banget deh.' Gumam Ratu dalam hati dengan perasaan kesalnya.


Akhirnya Papa dan Mama Kavin menghampiri Ratu yang sedang duduk sendirian saja.


"Tan...Kavin dimana ya?" Tanya Ratu.


"Kavin....Kavin...ada kok." Jawab Mamanya Kavin singkat.


Akhirnya acaranya pun dimulai. Tiba - tiba Kavin muncul di pentas musik dan menyapa semua orang yang hadir.


.


“Selamat malam semuanya." Sapa Kavin


“Malam...” Sambut para tamu.


“Terima kasih karena kalian semua sudah hadir...Malam ini saya akan menyanyikan sebuah lagu untuk orang yang istimewa di hati saya ...dan orang itu adalah Ratu Ayundya Kirana."


Ratu tersenyum saat Kavin menyebut namanya. Dan ia sangat terpesona melihat Kavin diatas panggung. Saat Kavin bernyanyi, Kavin juga menarik Ratu untuk naik ke panggung untuk menemaninya. Lagu itu dia persembahkan langsung di depan Ratu.


A Thousand Years_Christina Perri


Heart beats fast


Colors and promises


How to be brave


How can I love when I'm afraid to fall


But watching you stand alone


All of my doubt, suddenly goes away somehow


One step closer


I have died everyday, waiting for you


Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


Time stands still


Beauty in all she is


I will be brave


I will not let anything, take away


What's standing in front of me


Every breath, every hour has come to this


One step closer....


I have died everyday, waiting for you


Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


And all along I believed, I would find you


Time has brought your heart to me, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


One step closer....


One step closer....


I have died everyday, waiting for you


Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


And all along I believed, I would find you


Time has brought your heart to me, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more....


Selesai bernyanyi, Kavin berlutut dan mencium tangan Ratu. Semua orang yang melihatnya pun bersorak dan memberi tepuk tangan. Tidak sampai disitu saja, Kavin juga  memanggil keluarga besarnya dan  keluarga besar Ratu serta teman - teman terdekat mereka untuk bergabung. Mereka yang bersembunyi akhirnya keluar juga.


Ratu yang masih bingung dengan situasi yang ada disana. Dia benar - benar kaget melihat ortu, keluarga besar serta teman - temannya semua turut hadir. Kavin kemudian melamar Ratu dihadapan semua orang.


"Vin ada apa ini? Kenapa mereka semua ada disini?" Tanya Ratu dengan muka kebingungannya.


“Malam ini ...di depan keluarga besar kamu dan keluarga besar aku serta teman - teman kita berdua...aku minta kamu untuk menjadi istri aku...aku memang bukan lelaki sempurna, tapi aku ingin membuat kehidupan kita berdua sempurna dan bahagia. Aku dan kamu akan terus belajar untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi untuk kedepannya. Apa kamu bersedia Ratu untuk menggapai jalan itu bersama denganku?” Ucap Kavin sambil berlutut dan memberikan seikat bunga mawar putih.


Ratu yang sangat tersentuh mendapatkan perlakuan seperti itu hanya menangis dengan penuh haru saja.


“TERIMAAAA....! TERIMA....! TERIMA...” Teriakan keluarga dan teman - temannya disegala penjuru.


Ratu yang masih terbengong dan kaget dengan semuanya. Dengan gugup kemudian Ratu


mengangguk dengan mantap.


“Mmmm... I....ya aku bersedia Vin. Aku bersedia untuk terus belajar bersama dengan kamu seumur hidup aku." Jawaban Ratu dan yang kemudian mendapatkan sorakan suara tamu disana.


Kavin yang mendengar jawaban Ratu langsung berdiri dan memeluknya. Ratu yang terharu sampai menetaskan air mata. Kavin menghapus air matanya, kemudian dia mengeluarkan cincin dari kantong celana dan langsung memasangkannya ke jari Ratu.


Sebelumnya Kavin melamar Ratu tidak ada saksi yang melihat. Malam hari ini Ratu dan Kavin mengumumkan secara resmi bertunangan dihadapan semua orang. Rencana Kavin pun berjalan sukses.Kavin dengan bangganya memperkenalkan Ratu dengan keluarga besar dan teman - temannya. Begitu pula sebaliknya. Semua orang yang ada disana memberi ucapan selamat kepada keduanya.


Ratu berbisik ke Kavin, “Makasih sayang udah buat acara ini untuk aku. Aku baru tau kalau kamu itu bisa bersikap semanis ini." Ucap Ratu.


“Sama-sama sayang. Aku berharap kamu menyukainya. Oh iya? Ini baru awal sayang, masih banyak lagi kejutan yang aku persiapkan untuk kamu." Jawab Kavin.


“Sangat....sangat dan sangat suka sayang! Kamu sudah sukses buat aku gak curiga dan luluh dengan perlakuan kamu ini." Bisik Ratu lagi.


“Iya dong sayang...siapa dulu Kavin!” Jawab Kavin dengan penuh kebanggaan.


"Ye dasar! Baru juga dipuji sedikit aja udah langsung kege'eran seperti itu." Ucap Ratu sambil mencubit perut Kavin dengan geramnya.


"Awww.....sakit tau sayang, bukannya disayang malah dicubit seperti ini. Huh!" Gerutu Kavin dengan manjanya kepada Ratu.


"Ini adalah bentuk sayang aku sama kamu Vin." Ucap Ratu sambil menjulurkan lidahnya untuk mengejek Kavin.


"Awas kamuuu yaaa!" Ucap Kavin sambil mengejar Ratu yang berlari.


Setelah acara selesai, Kavin mengantar Ratu pulang. Sampai dirumah Ratu.


“Udah sampai sayang. Kenapa ya kalau bersama kamu waktu itu seakan cepat sekali berlalu?" Ucap Kavin yang masih belum rela untuk meninggalkan Ratu.


"Ih kamu apaan sih sayang. Kan besok - besok juga masih bisa untuk ketemu."


Iya sih sayang. Hmm...kamu tau gak kalau kamu hari ini kamu cantik banget sayang." Puji Kavin.


“Jadi cantiknya hari ini aja ya." Jawab Ratu dengan muka cemberut


“Kamu selalu cantik kok sayang di mata aku." Gombal Kavin


“Dasar gombal kamu." Ucap Ratu


Kavinpun langsung pamit pulang kepada Ratu dan papa mamanya.


*****


Flashback On


Kavin berencana memberikan kejutan untuk Ratu. Dia menghubungi semua orang termasuk keluarga besarnya dan keluarga besar Ratu serta teman-temannya.


Kavin menyuruh Putri untuk menyiapkan keperluan acaranya. Putri yang memilih dekorasi, menyewa pentas musik mini, serta catering makanan untuk tamu dan menginformasikan keseluruh karyawan untuk hadir pada saat akhir pekan nanti.


Kavin berencana bekerja sama dengan mamanya Ratu dan menghubunginya.


“Halo tante.. Kavin boleh minta bantuan gak?” Sapa Kavin dari telepon


“Halo juga vin. Boleh kok." Jawab mama Ratu


“Kavin minta tolong ke tante untuk mengajak Ratu belanja baju karena akhir pekan nanti Kavin bermaksud melamar Ratu.” Jelas Kavin


“Oke kamu tenang aja Vin. Ratu gak mungkin nolak kalau Tante ajak keluar."


“Makasih ya tante udah mau bantuin Kavin."


“Sama - sama Vin..”


Sorenya Kavin mengajak Adel dan Nisa bertemu di Cafe.


“Hai Del, hai Nis... sorry gue telat." Sapa Kavin.


“Hai juga. Ada apa nih tumben lo ngajakin kita berdua ketemuan." Ucap Adel to the point.


“Iya tumben banget...” Jawab Nisa.


“Gue minta bantuan kalian untuk beli cincin buat Ratu. Gue mau ngelamar Ratu di akhir pekan nanti secara resmi." Jelas Kavin.


Kavin menyerahkan kartu kreditnya kepada Adel dan Nisa.


“Tapi kan elo udah ngelamar Ratu, Vin?” Ucap Adel yang masih bingung.


“Iya gue berencana melamar Ratu dihadapan keluarga dan


teman - teman semuanya." Tegas Kavin sambil membayangkan ekspresi Ratu nanti.


“Oke kalau gitu kita akan bantuin lo! Lo tenang aja, kalau urusan cincin serahkan saja sama kami berdua." Jawab Nisa dengan mantap.


“Thank you ya ! Oh iya sorry gue harus pergi sekarang. Sekali lagi thanks ya Del, Nis." Kavin langsung pamit kepada Nisa dan Adel.


“Iya sama - sama Vin, hati-hati ya lo, Vin." Jawab Adel dan Nisa secara bersamaan.


Seharian ini Kavin benar - benar sibuk menghubungi semua orang. Dia ingin rencananya sukses dan sempurna, supaya sesuai dengan keinginannya. Banyak hal lain yang harus dia urus untuk melancarkan acaranya.


'Semoga usaha gue hari ini tidak akan sia - sia. Semoga Ratu suka dengan kejutan yang akan gue berikan ini.' Batin Kavin sambil tersenyum.


** Flashback Off**


*****


Satu bulan lagi pernikahan Kavin dan Ratu akan dilaksanakan. Persiapan keduanya sudah 80%. Mereka juga mempersiapkan hati dan mental masing - masing.


Pernikahan itu bukan akhir dari percintaan tapi awal perjalanan mereka hidup bersama selamanya. Menikah bukan hanya penyatuan dua orang saja tapi juga dua keluarga, memberi dan menerima kekurangan maupun kelebihan masing - masing.


Akhir - akhir ini Kavin sibuk kerja dan jarang ngobrol dengan kedua orangtuanya. Kavin yang baru pulang bekerja disambut Papa Mamanya. Papa Mama Kavin menasehati Putra semata wayang mereka itu.


“Kavin...nanti sebagai Suami kamu harus bertanggung jawab penuh sama Istri kamu ya. Jangan sekali - sekali kamu membuat Ratu untuk meneteskan airmatanya. Satu hal yang harus kamu ingat, tugas kamu bukan hanya memberi nafkah tapi juga bisa membimbing Istri kamu kearah yang lebih baik lagi. Seorang Istri juga butuh perhatian Suami, jadi kamu jangan terlalu sibuk bekerja nantinya." Tegas Mamanya Kavin.


“Iya pasti Ma...Kavin juga akan belajar menjadi Suami yang baik untuk Ratu." Jawab Kavin.


“Mama senang mendengarnya. Semoga kalian selalu bahagia nantinya ya."


“Iya Ma...makasih ya Ma."


“Sama - sama sayang." Ucap Mamanya.


Setelah mengobrol, Kavin langsung masuk ke kamar untuk mandi dan istirahat.


Setelah merebahkan tubuhnya diatas kasur empuknya, Kavin senyam senyum sendiri sambil membayangkan wajah wanita yang dicintainya itu. 'Sebentar lagi kita akan bersama selamanya ya Tu...aku semakin tidak sabar untuk menantikan momment itu.' Batin Kavin.


 


*****


Tetap dukung terus novel ini ya all...


Jangan lupa beri ♡ , Comment dan Rating!


Happy Reading Guys