
Dimas melihat ekspresi muka Nisa seperti orang yang lagi bingung dan kacau. Kemudian ia memegang tangan Nisa dengan tujuan membuat Nisa lebih tenang. Tanpa sadar mereka saling menatap satu sama lain.
"Eh maaf gue gak ada maksud." Ucap Dimas tersadar langsung melepas tangannya.
Nisa udah terlihat salah tingkah dibuatnya. Gugup tak menentu perasaan yang ia rasakan.
"Eh..santai aja Dim. Gpp kok gue."Ucap Nisa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Mmm...emangnya lo kenapa kok ekspresinya gitu?"Tanya Dimas to the point.
"Sebenarnya gue tadi baca sms dari Adel. Katanya dia pulang duluan. Jadi reflek gue kaget kan secara gue gak bawa mobil."Jelas Nisa.
"Oh gitu... yauda pulangnya bareng gue aja. Ntar gue antar lo."Tawar Dimas.
'Eh serius nih Dimas mau ngantarin gue. Senangnya.' Batin Nisa yang tanpa sadar malah senyum-senyum sendiri.
Dimas yang melihat tingkah Nisa menjadi bingung. 'Kesambet nih orang kayaknya. Gak jelas banget.'Batin Dimas.
"Eh halo...gue ngomong sama lo tapi kok lo malah senyum-senyum gak jelas gitu sih."
Nisa yang kaget sekaligus malu kemudian menjawab.
"Gpp nih gak ngerepotin lo kan kalau gue bareng lo Dim?"Tanya Nisa memastikan.
"Ya gak lah. Lagian santai aja sih."Jawab Dimas datar.
"Yauda gue pamit ke Ratu dan Kavin dulu ya."
"Ok gue tunggu lo di depan ya. Sampaikan salam gue ke Kavin." Ucap Dimas sambil berjalan kearah mobilnya.
Kemudian Nisa berjalan kearah rumah. Ia melihat Ratu dan Kavin sedang berduaan dan kemudian langsung menyapanya.
"Hai beb!!! Hai Vin !!!!... maaf gue ganggu kalian berdua. Gue mau pamit pulang. Ohh iya tadi Dimas titip salam ke Kavin katanya maaf gak pamit langsung." Ucap Nisa.
"Ok. Kalau gitu lo hati-hati ya beb. Makasih udah datang ke acara gue."Ucap Ratu.
"Emang lo pulang sama Dimas ???" Tanya Kavin penasaran.
"Iya thank you ya tu. Iya vin Adel ninggalin gue untung Dimas mau anterin gue pulang."Jelas Nisa.
"Ciyee dianterin Dimas...ehm...ehm..."Goda Ratu.
"Apaan sih beb, gue ke depan ya udah ditungguin Dimas solanya. Bye..."Ucap Nisa sambil melambai kepada keduanya.
Nisa berjalan kearah mobil Dimas kemudian ia langsung masuk.
"Maaf ya kalau gue kelamaan pamitnya." Ucap Nisa sambil melihat Dimas.
"Gpp kok." Jawab Dimas datar.
'Sifat lo kayak gini nih yang buat gue suka sekaligus penasaran sama lo.'Batin Nisa.
Di dalam mobil, Dimas membantu Nisa memasang sealtbelt sehingga membuat jantung Nisa berdebar kencang. Tatapan mata Dimas begitu hangat sampai membuat Nisa terhanyut saat menatapnya.
"Mmm...Maaf gue bantuin lo pasang sealtbelt nya karena sedikit rusak." Ucap Dimas.
'Asal lo tau ya Dim, rasanya gue pengen waktu itu berhenti disini.' Batin Nisa .
"Iya gpp kok Dim."Ucap Nisa dengan muka bersemi merah.
Beruntungnya karena malam hari Dimas tidak melihat pipi merah meronanya Nisa.
'Please!!! Jangan lihatin gue begitu. Bisa baper gue sama lo. Andai aja lo peka sama perasaan gue Dim.'Batin Nisa yang penuh harap.
Jarak mereka yang teramat sangat dekat membuat Nisa bisa merasakan aroma nafas Dimas. Ia merasakan aroma sangat hangat saat berhadapan langsung. Sampai membuat Nisa menjadi sangat susah bernafas. Setelah setelai memasangkan selatbelt nya kemudian Dimas langsung menyalakan mobil.
Diperjalan, Dimas sempat menanyakan dimana tempat tinggal Nisa. Saat suasana hening seketika, Dimas berinisiatif memutar lagu di dalam mobil. Ia memutar lagu Armada Band yabg berjudul awas jatuh cinta.
Aku punya niat yang baik
Coba kuungkapkan padamu
Berharap kamu kan menjadi
Rencana besar dihidupku
Tapi kau bilang
"Pergi sana"
Kamu tak mau melihat diri ini selamanya
Awas nanti jatuh cinta
Cinta kepada diriku
Jangan jangan kujodohmu
Kamu terlalu membenci
Membenci diriku ini
Awas nanti jatuh cinta padaku
Aku punya niat yang baik
Telah kuungkapkan padamu
Kau tetap bilang
"Pergi sana"
Kamu tak mau melihat diri ini selamanya
Awas nanti jatuh cinta
Cinta kepada diriku
Jangan-jangan kujodohmu
Kamu terlalu membenci
Membenci diriku ini
Awas nanti jatuh cinta padaku
Awas nanti jatuh cinta
Cinta kepada diriku
Jangan jangan kujodohmu
Kamu terlalu membenci
Membenci diri ku ini
Awas nanti jatuh cinta padaku
(Awas jatuh cinta)
(Cinta kepada diriku)
Jangan-jangan kujodohmu
Kamu terlalu membenci
Membenci diriku ini
Awas nanti jatuh cinta
Awas nanti jatuh cinta
Awas nanti jatuh cinta
Padaku....
'Pas banget lirik lagunya. Rasanya gue pengen ungkapin perasaan ke Dimas tapi gue tahu bakal ditolak. Sebaiknya gue pendam aja perasaan ini. Takutnya nanti Dimas jadi makin menjauh dari gue. Lagian gue gak mau ngerusak moment malam ini.'Batin Nisa.
Dimas melihat kearah Nisa sekilas. Setelah itu pandangannya fokus kedepan. Nisa merasa suasana mereka menjadi canggung setelah kejadian tadi. Ia pengen sekali ngobrol nyaman seperti di taman rumah Ratu tadi. Mereka ngobrol tentang bisnis tanpa ada rasa canggung. Awalnya Dimas menanyakan pekerjaan Nisa. Nisa menceritakan bahwa ia membuka bisnis kecantikan yang baru berjalan 1 tahun. Dimas mulai tertarik ngobrol dengan Nisa karena ia sangat ingin belajar tentang bisnis. Ia ingin suatu saat membuka bisnis kuliner.
"Lho ngantuk ya Nis? Kok daritadi diam aja."Tanya Dimas.
Wajah Nisa yang terlihat tidak semangat langsung berubah menjadi senang.
"En---ngak kok. Gue perhatiin daritadi lo terlalu fokus nyetir aja. Jadi gue takut ganggu konsentrasi lo aja."Ucap Nisa.
"Oh gue pikir lo ngantuk makanya gue juga gak berani ngomong sama lo."
"Ya gak lah Dim." Ucap Nisa.
Saat mereka asik mengobrol, tiba-tiba Dimas mendengar kalau perut Nisa bunyi.
"Lho laper Nis?"Tanya Dimas to the point.
'Duhh kenapa nih perut gak bisa diajak kerja sama. Kan gue jadi malu di depan Dimas. Gue harus jawab apa ya.'Batin Nisa.
"Sedikit sih Dim. Hehehe"Jawab Nisa seadanya.
"Ouh gitu...yauda kalau gitu kita makan aja dulu baru gue anterin lo pulang. Gimana?"Tawar Dimas.
Kata-kata Dimas barusan seolah mendapat angin segar bagi Nisa. Tidak butuh waktu lama baginya untuk menjawab tawaran Dimas.
"Boleh kok Dim.."
"Yauda kalau gitu gue bawa lo ketempat favorit gue makan."
"Ok gue ikut lo aja Dim."
'Jujur gue senang banget Dim. Ternyata lo baik juga ya. Gak senyebelin yang Ratu bilang. Awalnya gue kesal ditinggal Adel pulang tapi ini namanya peluang bisa dekat sama lo Dim. Thank you Adel udah buat gue jadi sedekat ini sama Dimas.'Batin Nisa.
*****
Sampai di tempat makan, ia mengajak Nisa untuk segera turun. Nisa melihat kesekeliling tempat. Baru pertama kali Nisa makan ditempat seperti itu. Tapi mau dimanapun ia makan asal bisa berdua dengan Dimas menjadi hal yang tidak masalah baginya.
Tempat yang dipilih Dimas adalah tempat makan kaki lima. Itu adalah tempat favorit Dimas kalau lapar tengah malam begini. Selain memang makanannya yang enak dan murah. Ia juga bisa menikmati sekaligus memandang langsung kota Jakarta. Tempat ini selalu ramai pengunjung apalagi tengah malam begini. Hanya beberapa pedagang kaki lima yang berjualan disini.
Dimas menarik tangan Nisa untuk melihat view dari atas tempat ini. Nisa terlihat sangat takjub saat melihat keindahan yang ia lihat. Baru pertama kalinya ia merasa sebahagia ini. Apalagi bersama Dimas orang yang dari dulu ia sukai. Sejauh ini ia kenal cowok selalu mengajaknya ketempat yang mewah. Tapi berbeda dengan Dimas.
'Lo emang beda Dim.. dari semua cowok yang gue kenal. Gak salah gue suka sama lo. Gue tahu kalau lo tajir tapi lo sangat mandiri dan sederhana banget. Dan lo satu-satunya orang yang gue sukai selama ini. Andai aja lo bisa buka hati sekaligus suka sama gue. Gue pasti jadi perempuan yang beruntung bisa dapatin cowok kayak kamu Dim. Gue jadi baper banget malam ini dibuat Dimas. Gue gak boleh terlihat terlalu suka sama dia, gue harus bisa jaga image juga.'Batin Nisa sambil memandang Dimas.
Setelah itu Nisa memandang kearah pemandangan.
"Wah pemandangan nya indah banget ya Dim. Gue baru tahu ada pemandangan seindah ini."Ucap Nisa sambil senyum melihat pemandangan.
"Ini tempat favorit gue. Gue merasa lebih tenang setelah melihat pemandangan ini. Pemandangan ini bisa jadi penghibur disaat gue banyak masalah." Jelas Dimas.
"Iya gue sependapat sama lo. Makasih udah bawa ke tempat ini."Ucap Nisa tersenyum kearah Dimas.
"Iya sama-sama Nis. Oh iya !!! Ayok kita kesana pesan makanan. Keburu makin malam. Gak enak gue sama ortu lo ntar."Ajak Dimas.
"Ok ayok gue juga udah laper banget."Ucap Nisa mengikuti langkah jalan Dimas yang cepat.
Sampai ditempat makan, mereka berdua memesan 2 porsi nasi goreng dan mie goreng pedas serta sate kacang. Dimas memesan makanan rekomendasi dari tempat itu. Nisa penasaran rasa makanan dari kaki lima itu.
Saat makanannya datang, Nisa buru-buru ingin memakannya tapi dicegah sama Dimas.
"Masih panas kali Nis, sabaran dikit kenapa. Lagian emang lo gak doa dulu sebelum makan." Ucap Dimas mencegah tangan Nisa yang ingin makan.
Nisa lupa kalau sekarang ia bersama dengan Dimas.
'Lupa gue ada Dimas.'Batinnya.
"Iya Dim... habisnya gue udah lapar banget tau gak. Perut gue udah keroncongan terus."
"Iya yauda sekarang lo boleh makan."
"Ok deh bos."Ucap Nisa.
Dimas dan nisa menikmati makanan mereka. Sampai mereka berdua menjadi sangat kenyang.
Dimas tidak sadar baru kali ini ia bisa seakrab itu dengan perempuan. Ia juga bingung dengan apa yang ia rasakan sekarang. Tapi kalau boleh jujur Nisa gadis yang bisa membuat sikap cueknya berubah menjadi peduli. Menurutnya Nisa orang yang baik, pekerja keras, ramah dan terlalu polos. Tapi hal itu yang membuatnya menjadi menarik dimata Dimas.
'Gue gak boleh berpikiran begini. Ini hanya rasa senang gue bisa berteman sama cewek. Ternyata not bad bisa punya teman cewek.' Batin Dimas.
*****
Setelah selesai makan mereka memutuskan untuk segera pulang. Saat diperjalanan, sebenarnya ia merasa sangat ngantuk tapi sebisa mungkin ia tahan. Itu memang penyakit baginya setelah makan pasti ia merasa sangat ngantuk. Ia tidak mau melewatkan tiap moment bersama dengan Dimas yang belum tentu akan ia rasakan lagi.
"Lo benar Dim. Makanan disana enak-enak semua. Itu makanan ter the best yang pernah aku makan. Gue gak lebay tapi itu yang gue rasakan."Ucap Nisa.
"Berarti selera kita sama ya Nis. Oh iya rumah lo yang sebelah mana ya."
"Yang disana Dim. Pagar warna coklat." Tunjuk Nisa.
"Ok akhirnya kita sampai juga." Ucap Dimas.
Nisa terlihat kesusahan saat membuka sealbeltnya. Dimas melihat kearah Nisa langsung membantunya. Ia segera keluar dari mobil Dimas.
"Makasih ya udah anterin gue pulang dan makasih juga makan malamnya. Gue suka."Ucap Nisa.
"Iya sama-sama. Gue duluan ya. Bye." Dimas sambil melambai.
"Hati-hati ya Dim...bye juga."Ucap Nisa sambil melambai tangan kearah Dimas.
Kemudian Nisa masuk kedalam rumah yang di sambut bundanya. Nisa kaget karena bundanya belum tidur.
"Ihh Bunda!!!! ngangetin aja tau gak."Ucap Nisa.
"Kamu itu yang ngagetin bunda sampai jam segini baru pulang. Kan bunda khawatir sama kamu. Mana hp kamu dihubungi gak bisa."Jelas bunda.
Nisa langsung mengambil hp dari dalam kantong celananya. Ia melihat kalau hp nya mati total.
'Pantas aja bunda khawatir.' Batinnya.
"Maaf bunda Nisa gak bermaksud buat bunda khawatir. Hp Nisa ternyata mati total."Ucap Nisa langsung memeluk bundanya itu.
"Ok kali ini bunda maafin kamu. Lain kali jangan begini lagi ya. Lagian kenapa sampai tengah malam begini kamu baru pulang. Terus tadi siapa yang ngantar kamu??"Tanya bunda penasaran.
"Iya bunda Nisa janji gak akan buat bunda khawatir lagi. Ada deh bunda. Bunda kepo banget sih. Yauda Nisa mau istirahat dulu ya bunda. Bunda juga istirahat gih. Malam bunda."Nisa mencium pipi bundanya kemudian pergi ke kamarnya.
"Malam juga sayang."Ucap bunda.
Dimeja rias Nisa menghapus semua makeup setelah itu ia pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci muka. Tak lupa ia mengganti pakaian tidur. Ia merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
Dia mengingat setiap moment saat bersama Dimas tadi. Tak sadar membuatnya senyum-senyum tidak jelas.
'Mimpi apa gue semalam bisa bareng Dimas. Senang banget gue malam ini. Semoga malam ini gue mimpiin lo Dim.'Batinnya sambil memeluk boneka teddy bear kesayangannya.
Tanpa sadar akhirnya ia terlelap pulas.
*****
Disisi lain, Dimas baru sampai rumah. Ia melihat kalau tas Nisa tertinggal disana. Besok Dimas berniat memulangkan tas Nisa.
Ia memutuskan langsung beristirahat di dalam kamar. Ia merebahkan tubuhnya kemudian ia mencoba memejamkan mata berulang kali.
'Shiiitt...Kenapa gue gak bisa tidur sih. Bisa ngantuk gue besok saat kerja. Lagian kan gak ada yang lagi gue pikirin.' Batin Dimas yang bingung dengan dirinya sendiri.
Dimas memutuskan untuk menyalakn tv yang ada dikamarnya. Tapi ia masih tetap tidak bisa tidur. Ia melihat tas Nisa, kemudian ia memutuskan untuk membukanya. Didalam tas Nisa hanya ada dompet yang berisi segala jenis kartu. Disisi kiri dompet terlihat foto Nisa memeluk seorang perempuan. Yang tertulis disana Nisa dan bunda. Tanpa sadar Dimas tersenyum sekilas.
'Ternyata lo manja banget sama bunda lo. Kok gue jadi mikirin dia sih. Gak!!!gak!!!Lebih baik gue istirahat aja.'Batin Dimas
Ia menutup kembali dompet Nisa sekaligus memasukkan kedalam tas. Ia masih menonton acara bola. Matanya mulai mengantuk, tak lupa ia membuat alarm di hp. Akhirnya Dimas pun tertidur dengan lelapnya.
*****
Gimana pada suka gak? mohon berikan komentarnya yaa...
Thor sangat mengharapkan para readers untuk memberikan komentar yang membangun untuk author agar author dapat memperbaikinya lagi kedepannya..
jangan lupa di like yaa! Saran dan dukungan kalian semua bisa membuat author agar lebih semangat lagi dalam melanjutkan cerita ini kedepannya, jadi mohon kritikan berserta sarannya ya semuanya.
Terimakasih masih setia membaca novel ini.
Happy Reading guys!