
Tubuh ratu serasa seperti patung, susah untuk bergerak sama sekali, raya seakan menang dan puas telah mengolok ngolok ratu semaunya, sudah lama raya tidak merasakan sesenang ini, apalagi dengan keadaan ratu yang emang tidak bisa melawan sama sekali, perasaannya semakin bahagialah, berbahagia diatas penderitaan ratu itu adalah hal yang sangat dinantikan oleh raya, kapan lagi dia punya kesempatan sebagus ini?
raya berjalan keluar ruangan UKS dengan perasaan yang sangat senang, lalu tanpa disangka sangka rama datang untuk menghampiri ratu. kebetulan ratu emang benar benar sendirian, rama masuk lalu segera mendekat kearah ratu, kemudai ratu yang kaget dengan kedatangan rama lalu menunjukkan sikap tidak sukanya dengan menatap sinis dan tajam kerah rama, yang ditatap malah gak merasa punya banyak salah dan bahkan malu sekalipun.
"kalo lo berani lebih dekat lagi, guee akan teriak!" ucap ratu emosi.
seketika langkah kaki rama terhenti, tepat dihadapan ratu, tanpa menggubris ucapan ratu sama sekali "gimana kaki kamu?" tanya rama sangat khawatir sambil ingin memegang kaki ratu untuk melihat langsung keadaan kakinya ratu.
"gak usah sok care sama gue, udah puas lo sama raya buat gue jadi begini?!" kata ratu dengan menepis tangan rama kasar.
"gue emang pedulu dan khawatir sama lo tu! maksud lo apa? gue gak ngerti?" tanya rama dengan ekspresi yang kebingungan.
"alaa, gak usah akting deh lo, kalian berdua emang pasangan yang serasi, sama sama pintar akting dan sama sama licik!" ucap ratu ketus.
"sumpah tu gue gak ngerti dengan maksud perkataan lo barusan, langsung ngomong aja deh." ucap rama yang emang gak mengerti sama sekali.
seketika ratu ketawa sinis melihat rama, "tanyain aja sama cewek lo! apa yang telah diperbuatnya sampai gue bisa seperti ini." ucap ratu.
"maksud lo ini ulah raya? lo gak asal menuduh kan tu? emang lo ada bukti? raya yang gue kenal gak akan mungkin tega melukai orang lain." ucap rama seakan gak percaya dengan perkataan ratu barusan.
ratu semakin sinis dan jiji melihat rama, ratu capek berdebat yang tidak akan ada ujungnya, lalu ratu berusaha meredam amarahnya, "terserah lo deh, lagian percuma juga ngomong sama lo, udah ya gue capek, gue mau istirahat, masih tau kan pintu keluar?!" ucap ratu.
"gak gue gak mau keluar, gue masih ingin berada disini, didekat lo!" ucap rama.
"mau ngapain lo disini, gue gak butuh ada lo disini!" ucap ratu menatap penuh jijik dengan perkataan rama barusan.
siapa lo emang? teman bukan sahabat apalagi, apes banget gue rasanya. batin ratu kesal.
"lo kapan bisa maafin gue? udah berapa tahun juga tu, gue mohon lo lupain semuanya kejadian waktu dulu, pleaseee tu... " ucap rama memohon kepada ratu.
"gak akan pernah bisa! jangan mimpi deh lo, sampai matipun gue gak akan pernah maafin lo dan raya! gue bilang keluar! kalo lo masih ngotot terus ada disini, biar gue yang pergi!" ucap ratu.
"percuma aja tu, lo mana bisa pergi dengan kondisi kaki lo seperti itu!" ucap rama.
"lo kira gue gak bisa?" ucp ratu.
lo nantangin gue? lo kira gue takut! batin ratu. sambil melihat keadaan sekeliling yang benar benar gak ada orang sama sekali yang lewat.
lalu ratu berusaha untuk berjalan dengan memaksakan kakinya yang sangat tidak memungkinkan untuk berjalan untuk saat ini, kemudian ratu akan terjatuh, rama berusaha untuk menolong ratu tapi ratu malah menepis tangan rama dengan kasar.
ratu hanya memejamkan matanya dengan pasrah untuk terjatuh tanpa ada pertolongan sama sekali, tapi ratu menyadari seketika tubuhnya seperti digendong oleh seseorang, pelan pelan ratu berusaha untuk membuka matanya, ternyata cowok yang menolongnya saat ini adalah cowok yang paling dihindari ratu, dia adalah kavin. sambil menatap kavin dengan tidak percaya, mata mereka diam diam betemu dan semakin lama semakin terhayut satu sama lain, saling pandang tanpa henti, sambil lengan ratu berada melingkar tepat dilehernya kavin. bisa dibilang seakan waktu terhenti untuk sementara, lalu keduanya sadar kembali lalu ratu langsung diam tertunduk, tidak berani menatap kavin lagi, pipi ratu tiba tiba memerah dengan sendirinya, detak jantung ratu tidak beraturan.
"kok lo ada disini? bukannya lo sehaaa..." tanya ratu, lalu kemudian kavin langsung menjawab tanpa menunggu ratu selesai untuk berbicara.
"gue kebetulan lewat, gak sengaja melihat lo mau terjatuh, ya jadi gue kemari untuk nolongin lo!" kata kavin berbohong.
"oh, makasih vin, lo udah bisa balik kelapangan lagi." ucap ratu masih tetap menunduk.
"iya sama sama, gue masih ingin disini, kalo lo keberatan ya gue bisa langsung pergi." ucap kavin kemdian melirik tajam kearah cowok yang berada disebelah ratu.
yang ditatap paham betul dengan maksud perkataan kavin barusan, tapi rama tidak peduli sama sekali, rama ingin tetap menemani ratu di UKS.
kemudian rama hanya balik menatap mengejek kearah kavin.
ratu sangat tau dengan situasi saat ini yang sangat menegangkan, lalu ratu menatap kavin dan rama secara bergantian, "oke vin lo boleh disini, kebetulan gue sendiri aja disini gak enak juga!" ucap ratu.
"kalo gue gak mau lo mau apa? lagian siapa si lo, ratu aja ngizinkan gue berada disini!" ucap kavin menatap sambil ketawa sinis ke rama.
rama yang mulai terpancing, langsung emosi dengan perkataan kavin barusan, "terserah lo! yang harusnya nanya itu gue, emangnya lo siapanya ratu? kan bukan siapa siapa!" ucap rama membalas ucapan kavin.
kavin juga semakin terpancing dengan ucapan rama, tapi kavin juga sadar kalo dia bukan siapa siapanya ratu. tanpa sadar kavin telah meredam emosinya dengan mengepalkan kedua tangannya yang ingin sekali menonjok wajah rama pada saat ini, tapi kavin mengurungkan niatnya karena gak mau berbuat onar di sekolah lain, apalagi mereka datang kesini dengan tujuan ingin bertanding.
kavin kemudian melihat jam tangannya, "oke gue akan balik kelapangan sekarang." ucap kavin.
saat kavin akan pergi, ratu memegang tangan kavin, kemudian kavin melirik ratu saat itu juga.
"gue ikut lo balik kelapangan!" ucap ratu.
"kaki lo kan sakit, lo yakin mau balik kesana?" ucap kavin.
ratu hanya mengangguk pelan. kemudian perlahan ratu berusaha untuk bangkit, tapi sangat sulit, akhirnya kavin berinisiatif untuk menggendong ratu. ratu yang kaget dan syok dengan perlakuan spontan kavin, tapi ratu hanya bisa diam dan pasrah harus menurut dengan kavin, apalagi memang keadaan kakinya yang memang sangat sulit untuk berjalan.
rama seakan tidak senang, dia gak terima kalau ratu digendong oleh cowok lain, apalagi ini tepat dihadapannya.
"gue bilang turunin ratu!" ucap rama.
kavin yang sudah berjalan berhenti seketika "emangnya lo siapa ngatur ngatur gue?! ratu aja gak keberatan." ucap kavin sambil melanjutkan langkahnya menuju kelapangan.
rama hanya bisa terpaku dan terdiam ditempat dia berdiri. "sialan lo!" ucap rama.
gue gak akan tinggal diam begitu aja, gue akan buat perhitungan sama lo! batin rama emosi.
******
Selama ratu digendong oleh kavin, ratu hanya tertunduk tanpa berkata sepatah katapun, ratu takut untuk melihat kavin, takut akan ketahuan kalo dia sudah mulai salah tingkah dan pipinya sudah memerah. kavin juga diam aja, tidak melihat kearah ratu sama sekali, dengan gaya yang cukup cool kavin berusaha untuk setenang mungkin, padahal kavin juga mengalami hal yang sama seperti yang dirasakan ratu, bedanya kavin lebih pintar menyembunyikan perasaannya saat ini.
"sekali lagi, makasih ya vin." ucap ratu.
"apa gue gak dengar, kuat dong ngomongnya." ucap kavin.
"MAKASIH KAVIIINNNNN!" Ucap ratu sedikit berteriak.
"nah gitu dong baru kedengeran, oke deh." ucap kavin.
ratu menatap kavin penuh dengan tidak percaya, emang lo dasar tidak bisa dipercaya, kalo aja keadaan gue gak cukup mendesak seperti ini.....pasti gue gak akan mau digendong oleh cowok kayak lo. batin ratu.
tapi entah mengapa ratu merasa lebih nyaman dan tenang berada didekat kavin, entah sejak kapan! bahkan ratupun tidak menyadarinya sama sekali.