
Pernikahan sudah semakin dekat. Ratu sudah mempercayakan semua persiapan pernikahannya kepada wedding organizer, mulai dari pakaian, dekorasi, tempat, dan juga catering makanan, dan lain - lain. Bahkan untuk udangan pun mereka berdua tidak perlu repot - repot lagi karena sudah ada yang mengaturnya, tanpa terasa pernikahan Kavin dan Ratu akan diadakan hanya tinggal 2 minggu lagi.
Di pernikahannya nanti, ia ingin semuanya berjalan lancar sesuai yang dia harapkan.
Banyak hal yang ia lakukan dari sekarang, mulai dari perawatan wajah dan badan, olahraga, istirahat yang cukup, dan lain sebagainya. Sedangkan Kavin hanya sibuk bekerja dan tidak melakukan persiapan apapun.
Akhir - akhir ini Mama Kavin sempat mencemaskan Kavin karena Kavin selalu pulang larut malam. Akhirnya Mama Kavin mengambil inisiatif untuk menghubungi Ratu.
Drrrrt....drrrrt..drrrt......drrrtt.....
Ratu yang baru selesai mandi dan sedang duduk didepan meja riasnya sambil mengeringkan rambut mendengar ponselnya berdering dengan sangat nyaringnya dan akhirnya Ratu langsung mengambil ponselnya itu dengan segera untuk melihat siapa yang menghubunginya. Ratu sudah sangat bersemangat sekali untuk menjawab panggilan teleponnya, Ratu sangat mengharapkan kalau yang mengubungi dirinya adalah Kavin. Akan tetapi setelah mengetahui siapa yang meneleponnya saat ini, Ratu tidak bersemangat lagi.
'Mama Kavin...ada apa ya?' Batin Ratu kemudian mengangkat teleponnya.
"Halo Tante?" Sapa Ratu dengan sangat ramah.
"Halo juga sayang..." Sapa Balik Mamanya Kavin.
"Ada apa Tante?" Tanya Ratu.
"Mmmm...Tante bingung jelasinnya mulai darimana. Tante sangat mengkhawatirkan Kavin, Tu. Kamu tau gak kalau dia selalu saja pulang larut malam setiap harinya? Bukannya Tante mau ngelarang Kavin sih, tapi kan hari pernikahan kamu dan dia sudah semakin dekat nih, Tante sangat khawatir, Tu. Kamu coba deh untuk bilangin Kavin jangan sibuk bekerja terus. Tante hanya takut dia sakit kalau seperti itu terus. Tante sama Om udah coba bilangin Kavin tapi tidak didengar...."
"Oke nanti Ratu akan coba menghubungi Kavin ya tante... semoga aja Kavin mau dengerin Ratu ya Tan."
"Iya sayang... terimakasih ya. Tante sangat berharap kalau kamu bisa untuk membujuk Kavin ya Tu." Ucap Mama Kavin.
"Iya tante sama - sama.. Semoga aja ya Tan."
Setelah Ratu selesai teleponan dengan calon Mama mertuanya, Ratu merasa begitu kesal dengan Kavin.
Ratu menggelengkan kepalanya melihat tingkah Kavin yang sangat keras kepala. "Kavin...Kavinn....! Apa sih mau kamu? Udah tau kalau hari pernikahannya semakin dekat malah cari penyakit sendiri." Gerutu Ratu dengan sangat kesalnya.
Kemudian Ratu segera melanjutkan untuk mengeringkan rambutnya terlebih dahulu. Kemudian ia langsung menghubungi Kavin.
Kavin lagi fokus mengetik bahan untuk presentasi dilaptop dikagetkan dengan suara ponselnya yang berdering dengan sangat kerasnya. Kavin langsung mengangkat panggilan teleponnya tanpa melihat siapa yang menghubunginya.
“Halo...” Sapa Kavin.
"Kamu dimana?" Tanya Ratu dengan to the point.
"Aku masih dikantor nih sayang. Emangnya kenapa ya sayang?" Jawab Kavin tanpa merasa bersalah sama sekali.
"Ini udah jam berapa Vin...kamu sebaiknya pulang sekarang! Kamu tau kan kalau beberapa minggu lagi kita berdua akan segera menikah? Aku gak mau ya kalau sampai kamu sakit dan kecapekan. Kamu sebenarnya serius gak sih sama pernikahan ini?" Omel Ratu tanpa henti.
"Iya sayang iya. Aku akan pulang sebentar lagi kok setelah pekerjaan aku selesai, kamu tenang aja ya." Ucap Kavin berusaha untuk menenangkan Ratu.
"Gak Vin, aku bilang pulang sekarang!" Ucap Ratu dengan ketus.
"Sayang kamu kenapa sih? Aku juga begini untuk kita nantinya....kan aku ingin mengambil cuti panjang untuk bulan madu sama kamu, jadi aku harus membereskan semua pekerjaan aku. Aku juga begini bukan untuk aku saja lho!" Balas Kavin.
"Aku gak mau dengar alasan apapun ya Vin. Kalau kamu begini terus aku akan benar - benar marah sama kamu. Aku juga begini untuk kebaikan kamu. Lagian kalau kamu cuti kamu bisa menyuruh bawahan kamu untuk menghandle semuanya kan? Kenapa harus kamu yang mikirin semuanya?" Ketus Ratu.
"Tapi sayang...kan kamu tau sendiri kalau tanggungjawab penuh itu ada sama aku?" Ucap Kavin masih berusaha tenang.
"Jadi sekarang kamu lebih memilih pekerjaan kamu ya daripada mendengarkan ucapan aku yang gak penting sama sekali ini? Oke Vin...!" Cetus Ratu dengan berapi - api.
Kavin menghela nafasnya dengan berat, "Oke...oke! Aku pulang sekarang." Ucap Kavin akhirnya.
Akhirnya Kavin memutuskan untuk menuruti perkataan kekasihnya itu karena Kavin tidak ingin ribut terus dengan Ratu, karena pekerjaannya saja sudah membuat dirinya sangat stres apalagi kalau sampai ditambah Ratu lagi?
“Oke! Kabarin aku kalau kamu sudah sampai dirumah ya Vin.” Ucap Ratu lalu segera mengakhiri panggilan teleponnya begitu saja.
Kemudian Kavin langsung mematikan laptop dan membereskan berkas – berkasnya yang berserakan diatas meja kerjanya itu.
“Ratu...Ratu kamu semakin hari semakin sulit untuk dimengerti sih? Huft.” Ucap Kavin.
Setelah itu Kavin keluar dari ruangannya dan berjalan menuju ketempat parkiran yang sudah sangat sunyi. Kavin memutuskan untuk segera masuk kedalam mobilnya, kemudian Kavin langsung melajukan mobilnya dengan cepat. Dia melihat jam tangannya.
'Cepat banget ya udah jam segini aja, pantas aja Ratu sebawel itu tadi.’ Batin Kavin.
Karena Kavinnya lumayan mengebut, akhirnya Kavin sampai dirumah dengan sangat cepat.
Setelah memarkirkan mobilnya, Kavin langsung menuju ke kamar untuk mandi.
Selesai mandi, Kavin yang sedang mengeringkan rambutnya menatap ponselnya untuk mengirimkan pesan kepada Ratu.
Kavin :
Aku udah dirumah ya sayang... good night Ratuku...♡
Ratu :
Iya sayang...langsung istirahat ya. Good night too My Kavin ♡
Setelah mendapatkan balasan dari Ratu, Kavin meletakkan ponselnya diatas meja. Lalu Kavin memutuskan untuk membaringkan tubuhnya diatas kasur empuknya itu. Lalu tanpa sadar lagi Kavin sudah tidur dengan sangat lelapnya.
*****
Adel dan Nisa sebagai pendamping dipernikahannya Ratu sudah melakukan persiapan. Dari mulai mendesign gaun sampai sudah menghubungi MUA. Sampai -sampai mereka melakukan treatment dari ujung kepala sampai ujung kaki. Mereka berdua ingin terlihat cantik dihari bahagia sahabat mereka sendiri. Bahkan persiapan mereka berdua melebihi Ratu sebagai pengantin. Mereka perawatan di clinic kecantikan milik Nisa.
“Del sebaiknya lo ajakin Ratu sekalian gih. Gue kangen nih sama dia, biar kita bisa perawatan bersama – sama.” Ucap Nisa.
“Lo bener juga ya Nis, kenapa gue malah gk kepikiran sampai kesana ya?” Ucap Adel.
“Gimana lo mau kepikiran sampai sana Del kalau dikepala lo semua isinya cowok – cowok aja!” Ucap Nisa dengab penuh penekanan.
“Ye apaan sih lo! Sirik aja.” Protes Adel.
Nisa hanya tertawa sambil menggeleng – gelengkan kepalanya saja karena merasa geli melihat Adel.
Adel langsung menghubungi Ratu untuk mengajak Ratu untuk bergabung dengan mereka. Panggilan Adel langsung saja dijawab oleh Ratu dengan cepat.
"Hai beb...." Sapa Adel.
"Hai juga...Ada apa Del?” Tanya Ratu.
"Loo dimana beb? Lo sibuk gak? Lo mau gak gabung sama gue dan Nisa?”
“Gue gak sibuk kok Del, emangnya kalian berdua mau kemana?” Tanya Ratu.
“Nah kebetulan banget kalau begitu Beb! Lo harus ikutan ya beb! Gue dan Nisa mau perawatan nih di clinic Nisa.”
"Aduh Del sorry ya....gue sebenarnya pengen tapi gue rasanya mager banget deh...kalian berdua aja ya." Tolak Ratu.
"Ayo lah beb...kita kan udah lama gak ketemu. Ini gue shareloc ya. Intinya lo harus datang beb. Gada alasan!” Ketus Adel.
"Aduh gimana ya? Gue beneran mager banget deh rasanya.” Ucap Ratu.
“Udah beb jangan kebanyakan berpikir, gue udah supir gue buat jemput lo, jadi lo gak punya alasan lagi.” Ucap Adel.
Tapi kan Del, gue....oke oke, ya udah deh kalau begitu gue siap -siap sekarang kesana.”
“Nah gitu dong Beb daritadi. Kalai begitu sampai ketemu ya.”
Setelah panggilan teleponnya berakhir, Ratu langsung pergi mandi dan dengan cepat bersiap – siap untuk pergi menemui kedua sahabatnya itu. Dia hanya memakai kaos putih polos dipadukan dengan celana jeans, dengan rambut yang dibiarkan terurai dan hanya memakai makeup tipis saja.
Kemudian Ratu pamit kepada Papa Mamanya. Lalu segera berlari keluar karena sudah dijemput oleh supir Adel karena Ratu sedang tidak mood untuk mengemudikan mobilnya.
Selama berada didalam perjalanan, Ratu hanya termenung. ‘Gue lupa kalau gue belum izin sama Kavin.’ Batin Ratu sambil menepuk keningnya.
Kemudian Ratu segera membuka ponselnya untuk mengirimkan pesan kepada Kavin.
Ratu :
Sayang...hari ini aku perawatan bareng Adel dan Nisa ya.
Kavin :
Iya sayang hati - hati. Kamu bawa mobil sendiri?
Ratu :
Gak sayang, aku dijemput sama supirnya Adel.
Kavin :
Ya udah kalau gitu nanti pulangnya aku jemput kamu ya.
Ratu :
Iya sayang...ntar aku kabarin kamu ya kalau aku udah mau pulang.
Akhirnya Ratu Sampai juga di klinik kecantikan milik Nisa itu. Sambil celingak celinguk Ratu berjalan untuk mencari keberadaan dua orang sahabatnya itu.
“Beb sini....” Teriak Adel.
Kemudian Ratu segera berjalan kearah Adel dan Nisa.
“Kalian berdua udah lama nungguin gue?” Tanya Ratu sambik secara bergantian menatap sahabatnya itu.
“Gak kok Tu, gue dan Adel baru aja sampai. Kalau begitu yuk.” Ajak Nisa yang sudah beranjak dari posisi duduknya.
Adel pun juga langsung segera berdiri dengan penuh semangat.
Akhirnya mereka bertiga melakukan semua perawatan mulai dari creambath, facial, luluran, mandi susu, meni pedi, dan lain sebagainya.
"Heran gue lihat kalian...gue yang mau menikah kok kalian yang melakukan perawatan begini..." Tanya Ratu dengan sewot kepada Adel dan Nisa.
Adel dan Nisa hanya cengegesan saja sambil saling memandang satu sama lainnya.
“Gue tau...gue tau! Jangan bilang sama gue kalau kalian berdua mau mencari jodoh ya diacara pernikahan gue?” Tebak Ratu.
"Ya bisa iya bisa gak juga kali Beb! Lagian apa salahnya si kalau kita berdua ingin terlihat cantik di hari bahagia temen kita. Ya gak gak Nis?”
"Iya bener banget itu Del... siapa tau banyak tamu cowok tampan dan tajir diacara lo nanti Tu yang terpikat sama kita berdua, supaya kita berdua juga cepat menyusul lo Tu.” Ucap Nisa.
"Huh dasar kalian berdua! Pantesan kalian pada semangat begini untuk melakukan perawatan, eh ternyata ada maksud yang tersembunyi seperti ini.” Ketus Ratu.
"Sekalian lah Beb. Gak kasian apa sama kita belum punya pacar sampai sekarang.” Rengek Adel.
"Iya Tu, gue setuju sama Adel. Kita kan pengen kayak elo... yang diperhatiin dan dicintai gitu sama pasangan." Ucap Nisa.
"Iya deh iya. Makanya kalian berdua jangan terlalu banyak memilih yang sempurna. Ya udah gue doain semoga kalian berdua cepat nyusul juga ya. Biar kita bisa pergi bareng dengan pasangan kita masing - masing. Pasti seru kan!”
"Aminnn...semoga ya Beb." Jawab Adel dan Nisa bersamaan.
Setelah menghabiskan waktu seharian untuk perawatan,
Adel dan Nisa menarik Ratu masuk kedalam mobilnya Adel untuk memberikan sesuatu ke Ratu.
“Ada apaan nih? Kalian berdua kenapa lagi si?” Tanya Ratu dengan sangat kagetnya.
“Surprise! Ini beb kado pernikahan dari kita...” Ucap Adel sambil memberikan kadonya kepada Ratu.
“Kalian berdua....ah gue benar – benar gak menyangka kalau kalian berdua bisa memberikan gue kejutan seperti ini.” Ucap Ratu sambil memeluk kedua sahabatnya itu.
“Duh Beb jangan sedih dong.” Ucap Adel sambil menepuk – nepuk pundak Ratu.
Kemudian Adel dan Nisa melepaskan pelukkan dari Ratu, “Ayo dibuka Tu, semoga lo suka ya!” Ucap Nisa sambil tersenyum dan bersemangat.
“Hmm....kalian berdua gak lagi ngerjain gue kan? Emangnya apaan sih yang ada didalamnya sampai kalian berdua senyum - senyum begitu sampai gue ditarik masuk ke mobil?” Tanya Ratu dengan sangat curiga.
"Makanya lo buruan deh buka kado dari kita!" Ucap Adel dan Nisa secara serentak.
"Iya...iya...! Bawel banget sih kalian berdua."
Ratu membuka secara perlahan kado yang diberikan oleh kedua sahabatnya itu, Ratu sudah sangat bersemangat sekali untuk mengetahui kado yang diberikan oleh kedua sahabatnya itu. Dan ketika Ratu membuka kado tersebut betapa kagetnya dia. Adel dan Nisa memberikan 5 macam baju tidur Lingerie yang sangat seksi dan transparan. Dengan berbeda model dan warna.
Spontan wajah Ratu mulai memerah lalu Ratu menatap tajam kearah kedua sahabatnya dan yang ditatap malah senyum - senyum saja.
"Ini apaan nih maksudnya? Kado macam apa yang kalian berikan ini." Ketus Ratu.
“Duh Beb jangan marah - marah dong! Kita jamin kalau Kavin pasti akan suka deh! Dipakai ya beb pas malam pertama nanti,” Ucap Adel seraya menggoda Ratu.
“Iya Tu...dipakai ya. Kita berdua bahkan sudah membayangkan sewaktu lo pakai itu.” Ucap Nisa sambil menatap jail sahabatnya itu.
“Dasar kalian ya... beneran membuat gue syok aja deh melihat pemberian kalian ini. Kalian berdua emang benar - benar ngerjain gue ya! Jail banget tau gak. Lagian mana mungkin juga kalau gue pakai semuanya.” Ketus Ratu.
“Syok - syok tapi suka kan Beb? Ya lo pakainya gak semuanya juga beb... setiap malam pakai satu.” Jawab Adel sambil menyenggol lengan Ratu dengan sengaja.
“Dasar otak kalian berdua itu mesum banget ya!” Ujar Ratu sambil menggeleng pelan.
“Hehe, biar lo dan Kavin cepetan kasih kita Anak yang imut, lucu dan gemesin. Hmm...kalau lo dan Kavin punya Anak kira - kira akan mirip siapa ya?”
“Aminnnn.....Doain aja ya...Makasih ya kadonya...Aduh gue belum mau bahas sampai sejauh itu dulu deh.” Ucap Ratu.
"Iya deh iya...makanya lo harus menjaga kesehatan lo ya Beb sampai pada hari H. Oh iya, Kavin masih lama lagi ya?" Tanya Adel sambil menatap jam tangannya.
"Iya..iya! Pasti dong. Kenapa kalian berdua udah mau balik ya? Ya udah gue gapapa kok, kalian balik aja." Jawab Ratu yang seolah mengerti.
"Iya Beb...gapapa nih beneran? Ya udah kalau begitu kita tungguin aja deh sampai lo dijemput sama Kavin ya." Ucap Adel.
"Udah beneran gapapa, Kavin katanya udah dekat lagi kok." Ucap Ratu.
"Beneran Tu? Kita berdua benar - benar tidak enak hati lo ninggalin lo sendirian disini." Ucap Nisa.
Ratu mengangguk dengan mantap. "Iya gapapa kok, beneran deh." Ucap Ratu untuk meyakinkan kedua sahabatnya itu lalu berjalan keluar dari mobil Adel.
"Iya udah kalau begitu kita berdua titip salam buat Kavin ya. Bye Beb!" Ucap Adel
"Iya ntar gue sampaiin ya salam kalian berdua, Byeee....Kalian berdua hati - hati ya." Ucap Ratu sambil melambaikan tangannya.
Adel dan Nisa juga melambaikan tangannya kepada Ratu. Kemudian supir Adel sudah melajukan mobilnya dengan sangat cepat.
Sedangkan Ratu masih menunggu Kavin menjemputnya, Lima belas menit kemudian, Kavin pun akhirnya datang juga. Kavin yang memakai kaos warna hitam dengan celana jeans, dan tentunya selalu saja terlihat tampan di mata Ratu. Kavin segera menghampiri kekasihnya itu.
Dari kejauhan Ratu sudah tersenyum menatap kekasihnya itu yang berjalan mendekati dirinya. Kemudian mereka berdua saling menyapa satu sama lainnya.
"Maaf ya sayang aku kelamaan, lo kamu kok sendiri saja? Adel dan Nisa dimana?" Tanya Kavin sambil mengamati kesekitar Ratu.
"Iya gapapa kok, aku udah terbiasa lagi. Mereka berdua sudah aku sudah balik duluan sayang." Jawab Ratu sambil menyindir Kavin.
Sedangkan Kavin hanya cengengesan tidak jelas sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.
"Yuk sayang. Silahkan Ratuku." Ucap Kavin sambil membukakan pintu mobil untuk Ratu
Tanpa menunggu lagi Ratu segera masuk kedalam mobil Kavin, setelah Ratu masuk Kavin segera masuk juga kedalam mobilnya dan dengan cepat melajukan mobilnya dengan sangat cepat.
Saat didalam perjalanan Kavin melihat Ratu membawa papper bag lalu Kavin dengan penaran langsung saja bertanya kepada Ratu.
“Kamu bawa apa itu sayang?” Tanya Kavin penasaran.
“Ini ya sayang....ini hadiah pernikahan dari Adel dan Nisa.” Jawab Ratu dengan muka memerah.
“Coba aku lihat sayang..." Ucap Kavin sambil menarik papper bag yang sedari tadi dipeluk oleh Ratu.
Dengan spontan Ratu menahannya, “Ih kamu apaan sih Vin, lagian yang dikasih hadiah kan aku kenapa kamu yang pengen tau, aku sendiri saja belum tau Vin...Aku juga belum buka.” Ucap Ratu berbohong sambil menarik kembali dengan paksa papper bagnya.
"Uh dasar pelit deh kamu!" Ucap Kavin.
"Biarin! Dasar kepo kamu tuh!" Ucap Ratu.
‘Untung aja Kavin gak suruh gue buka pepper bag ini didepan dia, kalau gak...bisa - bisa malu banget gue! Lagian Adel dan Nisa kebangetan banget deh, bisa - bisanya ngasih kado beginian.’ Batin Ratu.
Sesampai dirumah Ratu, Mama Ratu yang mendengar bell rumah berbunyi segera keluar untuk menyambut dan membukakan pintu.
"Hai Nak Kavin!" Sapa Mama Ratu dengan sangat ramah.
"Hai juga Tante." Ucap Kavin sambil menyalami Mamanya Ratu.
"Oh iya, Tu, Vin ada yang ingin Mama bilang sama kalian berdua, sebaiknya Ratu dan Kavin jangan bertemu dulu ya untuk sementara waktu sampai hari pernikahan.”
"Ih Mama apaan sih! Ratu mana bisa kalau tidak bertemu dengan Kavin Ma....lagian aneh banget deh kenapa kita berdua dilarang bertemu?" Rengek Ratu manja ke Mamanya.
"iya Tan kenapa begitu?"Tanya Kavin sambil menggerlitkan alisnya.
"Karena hari pernikahan kalian berdua sudah semakin dekat. Jadinya kalian berdua itu harus dipingit dulu untuk tidak ketemu dulu..." Jelas Mama Ratu.
"Emang harus begitu ya Ma? Kan itu zaman dulu kali Ma....!" Ucap Ratu.
Mamanya Ratu menggeleng dengan cepat. "Iya harus begitu sayang. Jadi kamu dan Kavin harus menahan diri dulu ya untuk saling bertemu satu sama lain, lagian kan kamu bisa telepon atau videocall sama Kavin." Ucap Mama Ratu.
"Hmmm...begitu ya tante... ya udah deh kalau begitu Tan, kalau gitu Kavin pamit pulang ya." Ucap Kavin sambil menyalami Mamanya Ratu.
"Iya Vin, kamu hati - hati ya...persiapkan diri dan mental dari sekarang ya. Dan kamu harus menjaga kesehatan kamu juga ya Vin jangan terlalu sibuk bekerja." Nasehat Mamanya Ratu sambil mengantar Kavin ke depan.
“Iya pasti Kavin persiapkan diri Tan.”
"Dah sayang....Hati - hati sayang...!" Ucap Ratu yang sebenarnya gak rela kalau Kavin pulang dari rumahnya.
“Iya sayang.” Sambil memeluk Ratu sebentar.
Kemudian Kavin dengan segera masuk kedalam mobil lalu segera melajukan mobilnya dengan sangat cepat.
Ratu dan mamanya kembali masuk kedalam rumah. Ratu dengan muka cemberut langsung meninggalkan Mamanya dan masuk ke dalam kamarnya.
Mama Ratu hanya geleng - gelengkan kepala saja yang melihat sifat dan sikap anak kesayangannya itu.
Di dalam kamar, Ratu langsung melemparkan ponsel dan tasnya diatas tempat tidur. Ia juga merebahkan badannya.
'Kenapa sih harus ada pingit - pingitan segala...kan gue masih kangen banget sama Kavin!' Gerutunya di dalam hati.
Ratu yang merasa sangat kesal akhirnya mengambil ponselnya untuk segera menghubungi Kavin. Tidak berapa lama kemudian Kavin sudah menjawab panggilan dari Sang kekasih tercintanya itu.
"Sayang..." Rengak Ratu dengan manja.
"Iya sayang..." Jawab Kavin.
"Padahal aku masih kangen banget sama kamu! Kenapa sih mesti ada pingit - pingitan segala kan jadi kesel banget rasanya sayang..." Rengak Ratu dengan manja.
"IIya aku juga masih kangen banget sama kamu! Ya tapi mau gimana lagi sayang? Sabar dulu ya sayang. Nanti setelah menikah juga kita akan bertemu terus kok." Ucap Kavin untuk menenangkan Ratu.
"Iya tapikan kita juga udah lama gak ketemu...sekalinya ketemu malah sebentar banget dan sekarang dilarang lagi ketemu..." Rengek Ratu manja.
"Iya sayang aku ngerti. Tapi mau bagaimana lagi sayang? Aku juga sebenarnya sangat berat banget gak bisa ketemu sama kamu. Tapi kita kan harus mengikuti tradisi saja sayang."
Mendengar penjelasan Kavin...dengan berat hati akhirnya Ratu menerimanya.
“Hei sayang....kamu kok diam aja sih?” Tanya Kavin.
“Iya habisnya aku masih kangen banget sama kamu...”
“Sama aku juga sayang.”
“Aku tidur duluan kalau gitu sayang, seharian ini aku benar - benar sangat lelah.” Ucap Ratu akhirnya.
“Iya udah sayang, selamat istirahat ya, mimpiin aku ya” Ucap Kavin.
"Gak aku gak mau mimpiin kamu." Jawab Ratu.
"Loh kenapa begitu sayang?"
"Ih aku nanti akan semakin kangen dong sama kamu kalau mimpiin kamu sayang." Rengek Ratu dengan manja.
"Iya udah deh, kalau begitu semoga kamu mimpi indah ya sayang. Ntar kalau udah sampai rumah aku akan ngabari kamu ya." Ucap Kavin lalu akhirnya mengakhiri panggilan teleponnya.
"Ratuu...Ratu....sifat manjanya itu yang membuat gue semakin gemas dan kangen sama dia!" Ucap Kavin kepada dirinya sendiri.
*****
Karena mereka dilarang untuk bertemu, jadi mereka hanya bisa pasrah komunikasi hanya melalu ponsel saja, mereka melakukan aktifitas bekerja seperti biasanya untuk menyibukkan diri mereka masing - masing agar tidak terlalu memikirkan satu sama lainnya.
Kavin sudah mempersiapkan kado yang istimewa buat Ratu. Tapi ia akan memberikannya setelah selesai acara pernikahan mereka. Saat di kantor, Kavin menghubungi seseorang.
“Halo Dim... gimana semuanya sudah bereskan?” Tanya kavin.
“Sudah vin... lo tenang aja ya. Semoga aja istri lo bakalan suka ya.” Jawab Dimas.
“Oke gue percayakan semua sama lo ya Dim...gue harap semuanya sesuai dengan apa yang gue pikirin ya.”
“Iya Vin lo tenang aja...lo pasti suka juga sama hasilnya. Gue jamin 100% deh!” Ucap Dimas dengan penuh keyakinan.
“Oke kalau gitu...gue percaya kok kalau lo gak akan kecewain gue!” Ucap Kavin.
"Iya pastinya dong!"
Setelah mendengarkan jawaban dari Dimas, Kavin segera mengakhiri panggilan teleponnya.
Dimas itu sebenarnya teman kecil Kavin. Dimas itu seorang arsitek yang disuruh Kavin untuk mendesign dan mengawasi pembangunan rumah yang Kavin beli. Rencananya rumah itu adalah hadiah pernikahan yang akan Kavin berikan untuk Ratu nantinya.
Untuk perabot dan fasilitas lainnya juga sudah Kavin percayakan semua kepada Dimas. Dulu Dimas itu tetangganya Kavin saat masih kecil kemudian Dimas dan keluarganya pindah ke Yogyakarta. Sekarang Dimas bekerja di Jakarta sebagai arsitek dan kebetulan ketemu dengan Kavin saat Kavin sedang mencari arsitek untuk
rumahnya.
Setelah berbicara dengan Dimas tadi, Kavin pun merasa lega karena semua persiapan yang dia lakukan untuk pernikahan ini sudah beres dan Kavin hanya tinggal menunggu hari H pernikahan saja.
Kavin juga masih menghafal dan berlatih kata - kata yang akan dia ucapkannya ketika ijab kabul nanti.
‘Ini adalah moment yang penting, selama hidup gue, gue gak pernah merasa setegang ini...semoga aja semua berjalan lancar.’ Gerutu Kavin sambil mondar mandir..
Entah kenapa Kavin semakin hari merasa semakin tegang saja menjelang pernikahannya. Sedangkan Ratu merasa baahgia dan sedih sekaligus. Dia baahgia bakalan menikah dengan Kavin orang yang sangat dia cintai dan akan hidup berdua selamanya tapi disisi lainnya dia sedih karena akan meninggalkan Papa Mamanya. Sebenarnya semenjak SMA dan kuliah Ratu sudah terbiasa hidup mandiri dan jauh dari orang tuanya. Akan tetapi tetap saja Ratu merasakan perasaan yang sangat sedih.
Undangan sudah disebar kepada seluruh keluarga, kerabat, saudara, teman, karyawan Kavin maupun Ratu,dan lainnya..
Menjelang hari H pernikahannya, kedua keluarga Ratu dan keluarga Kavin sangat sibuk untuk mempersiapkan segala kekurangannya. Karena baik keluarga Kavin dan Ratu ingin melihat hari bahagia Anak - anak mereka berdua dengan sangat sempurna tanpa ada kendala sama sekali.
****
Malam hari sebelum penikahan, Ratu dan Kavin tidak bisa tidur sama sekali. Ntah apa yang mengganggu pikiran keduanya. Seberapapun mereka mencoba memejamkan mata tapi hasilnya sama saja.
Didalam kamar hotel, Ratu yang lagi tiduran memaksakan matanya untuk bisa terpejam.
‘Ayo dong mata...gue harus tidur kalau gak besok pas acara pasti ngantuk parah.’ Batin Ratu
Akhirnya setelah berapa jam kemudian, Ratu bisa tidur dengan pulasnya. Sedangkan Kavin tidak tidur sampai pagi sampai matanya menjadi sedikit bengkak. Untuk menyegarkan pikiran dan matanya, Kavinpun segera mandi.
Sedangkan Ratu, pagi hari setelah mandi pun dia segera dimakeupin dan memakai baju kebaya putih dipadukan dengan rok dengan motif batik sido mulyo dan tak lupa juga Ratu dipakaian hiasan siger dikepalanya. Karena dia memilih memakai adat sunda pada saat ijab kabulnya.
Setelah siap dirias, Ratu terus menatap wajahnya dicermin karena dia sangat cantik dan sangat berbeda. Seperti itu bukan dirinya seperti biasanya, kecantikannya bertambah berkali - kali lipat saat ini Ratu sendiri sampai benar - benar merasa asing dengan dirinya sendiri, Ratu terus saja mendapatkan pujian dari penata riasnya.
Mama Ratu yang datang melihatnya langsung memeluk dan memuji putrinya itu.
“Kamu cantik banget sayang. Pasti Kavin pangling banget melihat kamu.” Puji Mamanya Ratu.
“Makasih Ma...” Ucap Ratu tersenyum.
"Jangan tegang banget begitu dong sayang, Mama yakin semuanya akan berjalan dengan lancar." Ucap Mamanya yang bisa menebak ekspresi Sang Anak.
"Aduh Ma...sumpah ya Ratu deg - deg kan banget nih! Rasanya jantung Ratu sampai mau copot." Ucap Ratu dengan jujur.
Mamanya Ratu langsung memegang tangan Ratu yang saat ini sudah sangat dingin seperti es. "Percaya sama Mama ya sayang, kamu hanya perlu tenang dan menjalani semuanya dengan santai saja." Mamanya Ratu terus saja meyakinkan Sang Anak.
Ratu akhirnya mengangguk sambil tersenyum.
"Makasih ya Ma..." Ucap Ratu sambil memeluk Mamanya.
"Iya sayang..." Ucap Mamanya sambil mengelus pundak Ratu dengan perlahan.
Ratu dan mamanya sedang berpelukan dikagetkan kehadiran Adel dan Nisa yang langsung saja menyelonong masuk dalam kamar Ratu.
"Hai Beb....sumpah lo cantik dan manglingin banget tau gak!" Ucap kedua sahabatnya itu secara teserentak yang sangat kagum dengan riasan Ratu.
Ratu yang mendengar suara dari kedua sahabatnya itu langsung saja melepaskan pelukan dari Mamanya.
“Kalian bedua....!"
BERSAMBUNG....
******
Gimana ....gimana episode kali ini? Seru gak? Hehe..
Jangan lupa selalu meninggalkan jejak kalian semua ya di novel ini!
Happy Reading Guys! Semoga selalu terhibur yaa....!