
Ratu merasa kalau seluruh badannya menjadi fresh kembali setelah massage. Selain memperlancar sirkulasi darah juga mampu membuat otot badan menjadi lemas kembali. Setelah selesai treatment, Tak lupa Ratu menhampiri Nisa kembali keruangannya.
Tok...Tok...Tok!
Tidak ada jawaban dari dalam. Perlahan Ratu membuka pintu...
Ceklek..
"Ya ampun Nisa !!!" Teriak Ratu melihat kearah Nisa yang duduk santai sambil bengong.
Teriakan Ratu cukup membuat Nisa tersadar dari lamunannya.
"Apaan sih beb teriak-teriak gitu ?"
"Gimana gue gak teriak ke elo beb. Gue capek ketok pintu daritadi.Trus pas gue masuk lo nya malah melamun gitu."
"Hehehe...maaf ya beb gue gak denger."
"Emang lo mikirin apaan sih beb ? Jangan bilang lo mikirin Dimas ?"
"Mmmm...menurut lo suatu saat nanti Dimas bisa suka gak sama gue beb ?"
"Maybe Yes...Maybe No...!"
"Ihhh kok jawabnya gitu. Serius dong beb?"Nisa menunggu jawaban Ratu..
"Gimana ya beb? Menurut gue...Kita kan sebagai manusia gak akan pernah tahu kedepannya seperti apa. Karena hanya Tuhan yang bisa membolak-balikkan hati kita. Bisa jadi suatu saat Dimas suka sama lo. Bisa juga Dimas hanya menganggap lo cuman sebagai teman aja. Tapi lo harus optimis aja beb, lagian kalau memang jodoh pasti akan didekatkan dengan cara apapun. Percaya aja sama takdir."
"Hmmm... gitu ya beb. Iya sih beb. Tapi gue takut aja kalau kelamaan dekat sama Dimas. Takut terlalu baper dan gak bisa nutupin perasaan gue ke dia."
"Gue ngerti kok beb. Tapikan seharusnya lo bersyukur sekarang udah bisa seakrab dan sedekat itu sama Dimas."
"Bener juga sih yang lo bilang beb. Makasih ya beb sarannya."Memeluk Ratu dengan erat.
"Sama-sama beb."Membalas pelukan Nisa...
"Oh iya beb gue hampir lupa cerita. Jadi waktu kita nginap dihotel saat lo nikah itu...gue gak sengaja lihat diary nya Adel. Karena rasa penasaran gue yang sangat tinggi. Gue baca diary nya. Dan gue baru tahu kalau selama ini Adel suka sama seorang cowok dan udah lama banget dia suka. Gue gak tahu sih siapa yang dia maksud karena selama ini dia gak pernah cerita ke gue sama sekali. Dia hanya menulis inisialnya aja dari T*****. Kira-kira siapa ya beb ?"
Ratu berfikir sejenak dan mengingat semua teman cowok Adel tapi setahunya gak ada yang inisial T*****.
"Serius lo beb ? Setahu gue Adel gak dekat sama cowok yang inisial itu. Malah setahu gue kalau pimpinan perusahaannya itu suka banget sama dia."
"Siapa namanya beb ?"
"Gue gak tahu jelas sih namanya siapa. Tapi kalau dari cerita lo gak mungkin pimpinannya secara dia masih baru 1 tahunan kerja disana."
"Iya juga beb. Tapi kenapa Adel gak ceritain ke kita ya ?"
"Mungkin Adel punya alasannya kenapa gak cerita."
"Mungkin juga sih beb."
Hp Ratu berdering saat mereka sedang asik ngobrol.
Ddrrtt.......Dddrrtt........Ddrrtt........
"Bentar ya beb gue angkat telepon dulu."
'Kavin? Ada apa ya?'Batinnya.
Ratu menggeser layar hp nya...
"Haii sayanng ?"Sapa Kavin.
"Haii juga sayang." Sapa balik Ratu.
"Kamu lagi dimana sayang ?"
"Aku masih di Klinik Kecantikan Nisa sayang. Tumben banget kamu telepon ?."
"Kenapa belum pulang juga sayang ?"
"Bentar lagi juga mau pulang sayang masi ngobrol sama Nisa. Ohh iya tadi pagi papa sama mama pamit pulang.Ada apa kamu telepon sayang?"
"Owh gitu. Aku cuman mau bilang kalau aku lembur hari ini. Kamu gpp kan sayang ?"
"Gpp sih sayang. Tapikan kamu baru masuk kantor kok udah langsung lembur aja sih ?"
"Banyak banget yang harus aku kerjain sayang. Karena aku kelamaan cuti kerja jadi kerjaannya udah numpukbanget. Maaf ya sayang."
"Mmmm gitu ya. Ya udah deh sayang mau gimana lagi. Kamu semangat kerjanya ya. Jangan telat makan."
"Makasih ya sayang. Aku janji kalau udah kelar kerjaan aku langsung balik kerumah. Kamu juga jangan kelamaan pulang."
"Iya sayang. Kalau gitu kamu lanjut kerja gih. Bye sayang..."
"Bye juga sayang."
'"Ehemmm.... ehemmm... ciye pengantin baru makin mesra aja nih kayaknya."Goda Nisa.
"Sirik banget lo beb. Makanya buruan nikah biar ada yang perhatiin."
"Gue sih udah ngebet nikah tapi belum ketemu jodoh gimana dong beb ?hahaha.."
"Hahaha ....Gue balik sekarang ya beb udah sore banget nih. Lagian gue daritadi duduk disini gak ada dikasih minum sama sekali."Sindir Ratu.
"Astaga !!! Maaf banget beb gue lupa karena keasikan ngoobrol." Nisa sambil menepuk keningnya.
"Gpp kok beb gue juga cuman bercanda aja."
"Gue antar lo ke depan ya beb."
"Ok beb."
Sampai didepan Klinik kecantikan, mereka cipika-cipika seperti biasa kemudian Ratu pulang.
*****
Nisa sudah berdandan senatural dan secantik mungkin. Ia memutuskan untuk mengikat rambut membuat tampilannya terlihat rapi dan manis. Berulang kali ia menatap dirinya dicermin. Tak lupa juga ia merapikan bajunya.
Sekarang sudah jam 22.00 malam. Klinik kecantikannya juga sudah sepi sedaritadi. Klinik tutup jam 21.00 malam. Daritadi Nisa melirik jam terus-menerus. Belum ada tanda-tanda kedatangan Dimas sama sekali membuatnya menjadi begitu gelisah.
'Sebenarnya Dimas niat gak sih mau jemput gue. Mana udah malam banget lagi. Seenggaknya dia kan bisa ngabari gue dulu.Gengsi dong gue yang hubungi dia duluan. Apa gue pulang naik taxi aja ya.' Batin Nisa yang sangat gelisah.
Selang 10 menit....
20 menit....
Hingga 30 menit kemudian....
'Kemana sih kamu Dimas? Oke fix gue hubungi dia aja daripada gue macam orang bodoh yang nungguin gak jelas begini. Mana keadaan di Klinik makin malam makin horor lagi. Sebaiknya gue tutup klinik trus gue tunggu didepan aja deh.'Batin Nisa
Dia segera berjalan keluar Klinik dan menutupnya. Dia mencari kontak Dimas di hp kemudian menghubunginya...
Sampai 3 kali teleponnya tidak diangkat.
'Oke kalau sekali lagi gak diangkat, gue akan pulang naik taxi aja. Gue gak mau terlalu berharap pulang bareng dia...'Batin Nisa yang semakin kesal.
Nisa menghubungi Dimas kembali...
"Hai Dim? Lo dimana sih ?"Tanya Nisa to the point.
"Eh hai...Gue lagi dikantor. Kenapa Nis?"Tanyanya tanpa rasa bersalah.
'Kok nanyaknya kenapa. Jangan-jangan Dimas lupa kalau mau jemput gue.'Batin Nisa.
"Kalau lo masih sibuk gue pulang naik taxi aja deh Dim."
Stetelah mendengar kata-kata Nisa, Dimas baru sadar kalau sebelumnya ia janji mau ngantar Nisa pulang. Dimas melihat jam ditangannya...
'Kok gue bisa lupa ya. Mana udah jam 22.30. Berarti Nisa udah lama banget nungguin gue. Haduh gue jadi gak enak banget nih sama dia.'.'Batin Dimas merasa bersalah
"Maaf Nis? Gue benar-benar lupa kalau tadi gue janji mau ngantar lo pulang. Sumpah gue gak ingat sama sekali !!!!"
'Tuh kan bener Dimas lupa. Gue aja yang terlalu berharap banget.'Batinnya.
"Gpp kok Dim. Gue pulang naik taxi aja. Lagian lo juga masih sibuk."Jawab Nisa datar.
"Lo tungguin gue Nis. Please !!"
"Gak usah Dim, lo lanjut kerja aja. Lagian gue gak mau ngerepotin lo. Ok."
"Gak bisa gitu dong Nis. Tadi gue udah janji sama lo jadi gue harus tanggung jawab buat ngantar lo pulang."
Sambil teleponan Dimas segera mematikan komputer, Ia mengambil kunci mobil dan setengah berlari ia menuju ke parkiran...
"Gak usah Dim. Gue..."
"Udah lo tungguin gue diditu, gue udah on the way kesana sekarang."
"Tapi Dim."
"Gak ada tapi-tapian. Pokoknya lo harus tungguin gue."
"Dimas gak u---sah.....!" Teriak Nisa tapi sia-sia karena Dimas sudah mematikan teleponnya sepihak.
'Dasar Dimas nyebelin banget sih ! Udah buat gue nunggu berjam-jam terus dia malah lupa. Trus sekarang dia maksa suruh gue untuk nungguin dia lagi. Arrggghhh.'Teriak Nisa dalam hati.
*****
Dengan kecepatang tinggi, Dimas sangat terburu-buru saat mengendarai mobil. 'Apa Nisa masih mau nungguin gue ya.'Batin Dimas.
Setelah 15 menit kemudian, Dimas yang sudah sampai segera menghampiri Nisa.
"Makasih Nis lo masih nungguin gue."
"Hmmm iya." Jawab Nisa datar.
'Seharusnya gue kan senang karena Dimas jemput gue. Tapi kenapa perasaan gue masih kesal banget ya.'Batin Nisa
Dimas membukakan pintu mobil buat Nisa. Tanpa mengucapkan terima kasih Nisa langsung masuk mobil. Dimas sangat mengerti dengan sikap Nisa. Nisa seperti itu juga karena kesalahannya. Dimas segera mengendarai mobilnya.
Di sepanjang perjalanan Nisa terlihat tidak mood lagi untuk mengobrol dengan Dimas. Ia hanya menjawab Dimas dengan cuek dan sekedar saja.
"Nis, lo masih kesal sama gue ?"
"Gak kok."
"Jangan bohong. Lo pasti masih kesal kan ?"
'Dimas kenapa tahu terus sih isi hati gue.'Batin Nisa.
"Gak kok. Perasaan lo aja kali Dim."
"Gue kan udah minta maaf tadi sama lo Nis."
"Ya udah kan gue juga gak ada bahas."
"Justru karena lo diam aja daritadi makanya gue tahu lo itu masih kesal sama gue. Gue benar kan ?"
"Udah gue bilang gak ya gak. Udah deh gak usah dibahas."
"Tuh kan lo keliatan keal sama gue.keliatan lagi dari jawaban lo. daritadi gue aja ngobrol lo hanya jawab sekedar doang. Gak kayak biasanya."
"Itu sih perasaan lo aja Dim. Gue cuman capek aja hari ini."Ucap Nisa bohong.
"Gak ada hubungannya sama lo Dim."
"Jadi lo mau gue harus ngapain biar lo gak kesal lagi Nis? gue tahu banget kalau gue salah udah buat lo nunggu tapikan gue juga udah minta maaf sama lo."
'Apa gue berlebihan ya kesal gak jelas gini ke Dimas? Tapi gue juga diam karena udah gak mood mau ngobrol sama dia.'Batin Nisa.
"Tuh kan lo diam aja."Ucap Dimas lagi.
Nisapun tersadar dari lamunannya.
"Udah gue maafin kok. Lo gak harus ngapa-ngapain juga Dim."
"Kalau udah maafin gue kenapa daritadi kayak malas ngobrol gitu sama gue."
"Karena gue lagi capek aja Dim. Itu aja kok."
"Kalau gitu buktiin memang lo gak kesal lagi sama gue."
"Buktiin gimana caranya ?"
"Lo harus mau gue ajak makan malam hari ini."
"Gue capek gue mau pulang aja Dim."
"Kalau lo nolak berarti lo masih kesal sama gue."
"Bukanya gue gak mau Dim. Tapi gue gak lapar sekarang."
Saat Nisa bilang kalau dia tidak lapar, perutnya bunyi dan terdengar sangat jelas oleh Dimas.
"Lo gak bisa bohong sama gue Nis. mulut lo bilang gak lapar tapi perut lo gak bisa bohong. Jadi lo gak bisa tolak ajakan makan malam gue."
"Tapi gue tetap gak mau Dim. Please !!! Jangan paksa gue."
"Berarti lo belum maafin gue kan Nis? Ya udah gue minta maaf karena udah lupa mau jemput lo tadi. Gue gak akan maksa lo lagi. Maaf kalau gue daritadi terkesan maksa lo terus. Tapi asal lo tahu gue gak ada niat sedikitpun untuk lupain janji gue. Gue hanya berusaha menjadi orang yang bertanggung jawab dengan mengantar lo pulang. Itu aja..."
'Gue kenapa sih jadi begini ke Dimas. Dia kan juga gak sengaja lupa untuk ngantar gue. Gue harus sadar diri gue bukan siapa-siapanya. Kenapa gue marah ke dia. Kayaknya gue berlebihan deh. Ini karena tadi gue kelamaan nunggu nih jadi otak gue gak bisa mikir jernih. Kasian juga Dimas udah berusaha minta maaf ke gue daritadi. Gue gak boleh egois ...'Batin Nisa
"Kok lo jadi ngomong gitu sih Dim? Gue udah maafin lo kok, lagian gue punya hak apa marah sama lo."
"Gue cuman gak mau kita jadi gak enakan seperti ini. Jujur, lo itu teman cewek pertama gue."
'Serius?Gue yang pertama ?'Batin Nisa bertanya-tanya.
Mendengar ucapan Dimas barusan, Nisa merasa senang.
"Jujur tadi gue memang sedikit kesal sama lo Dim. Asal lo tahu aja gue udah lama banget nungguin lo sampai karyawan gue udah pulang semua. Udah gitu gue hubungin lo berkali-kali tapi gak lo angkat, sepala diangkat lo malah lupa mau ngantar gue pulang."
"Iya Nis gue juga gak sengaja ! Gue beneran lupa. Untung aja tadi lo ingatin gue. Kalau gak mungkin lo capek kali nungguin gue."
"Kalau gitu gak usah kita bahas lagi masalah ini. Maafin juga sikap gue tadi ke elo."
"Gpp kok gue maklum karena gue yang salah. Jadi wajar aja lo kayak tadi."
"Tapi beneran gue teman cewek pertama lo ?"
"Benar lah."
"Kalau gitu tawaran lo tadi masih berlaku gak ?"
"Tawaran yang mana Nis ?"
"Yang tadi itu lo..."
"Ohh tawaran makan maksud lo ? Berlaku dong. Tpikan lo tadi gak mau..."
"Gue berubah fikiran. Sekarang gue mau..."
"Kok bisa ?"
"karena gue lapar Dimas. Pakai ditanya lagi ! Tadikan lo udah dengar sendiri suara dari perut gue gimana."
"Gue juga laper banget. Jadi kita mau makan dimana ?"
"Teras lo aja deh Dim. Gue ikut aja !"
"Ketempat makan yang kemarin ?"
"Boleh juga. Yang penting enak aja Dim..."
Dimas segera melajukan mobilnya ke tempat makan...
*****
Ditempat makan, Nisa melahap banyak makanan sanking laparnya. Sampai-sampa iai lupa kalau sekarang sedang berdua dengan Dimas. Tanpa sadar Dimas senyum-senyum sendiri melihat tingkah Nisa didepannya.
"Eh pelan-pelan dong Nis makannya. Kayak orang yang belum makan 1 minggu tau gak?"Ledek Dimas.
Nisa menjadi sangat malu setelah diledek Dimas.
"Gimana dong, gue udah lapar banget daritadi."
"Pelan-pelan aja kali Nis, toh juga makanannya masih banyak banget."
"Bawel banget lo ya Dim. Gue lapar begini juga karena lo tau gak??"
"Kok jadi gue yang salah ?"Dimas menunjuk dirinya sendiri.
"Karena gue nungguin lo lama banget padahal gue udah nahan lapar daritadi. "
"Iya iya gue yang salah. Asal lo senang aja deh."
"Lo makan juga dong Dim. Jangan cuman lihatin gue."
"Gue langung kenyang lihat lo makan. Cantik-cantik kok rakus. Huhu !"
'Gue gak salah dengar kan ?Barusan Dimas bilang kalau gue cantik.'Batin Nisa.
"Eh maksud gue cewek kayak lo bisa rakus juga."Dimas keceplosan bilang kalau Nisa cantik kemudian secepatnya ia meralat ucapannya.
'Baru juga gue senang, sekarang udah diralat lagi sama Dimas. Sebenarnya Dimas mandang gue cewek kayak apa sih.'Teriak Nisa dalam hati.
"Terserah lo lah mikir gue cewek rakus atau apalah itu. Intinya gue lapar. Kalau lo gak makan biar gue aja yang makan punya lo."Tangan Nisa mengambil makanan Dimas.
"Enak aja lo. Inikan makanan gue. Kalau lo masih lapar, pesan aja lagi. Jangan ambil punya gue."Mengambil kembali makanannya.
"Habisnya lo cerewet banget tau Dim. Kalau lagi makan itu diam aja sambil nikmati makanannya."
"Iya iya...dasar cewek bawel. Lanjut makan gih. !"
"Oke."
Disatu sisi, Dimas merasa amat bersyukur karena ia dan Nisa udah seperti biasa lagi. Dilain sisi, perasaan nyaman mulai dia rasakan.
'Kenapa gue mulai nyaman dekat sama Nisa ya, apa karena baru kali ini gue punya teman cewek. Mungkin gini kali ya rasanya.' Batin Dimas.
Saat sedang asik makan, hp Nisa berdering nyaring...
'Bunda? Mati gue lupa ngabarin bunda pasti bunda khawatir sama gue.'Batin Nisa cemas.
"Halo bund ?"
"Halo juga sayang? Kamu lagi dimana kok gak ngabari bunda? Bunda khawatir kamu belum pulang sampek jam segini. Kamu kan udah janji sama bunda kalau bakalan ngabari..." Protes bunda.
"Maaf bunda, Nisa beneren lupa ngabarin bunda. Sekarang Nisa lagi makan sama Dimas."
"Kok kamu bisa sama Dimas sih ?"
"Dimas tadi jemput Nisa bun."
"Owh gitu. Ya udah deh kamu lanjut aja makan sama Dimas. Bunda gak mau ganggu kalian."
"Apaan sih bun. Bentar lagi juga Nisa akan pulang. Oh iya bunda mau dibeliin apa ?"
"Gak usah beli apa-apa. Bunda hanya mau kamu bawa pulang Dimas aja."
"Bunda sejak kapan jadi genit begini."
"Bercanda sayang. Ya udah kalian hati-hati ya. Bunda udah gak khawatir lagi kalau kamu sama Dimas..."
"Iya bunda. Thank you ya bund." Nisa mengakhiri teleponnya.
Dimas mengantar Nisa pulang... di perjalanan Nisa malah tertidur dengan pulas. Sedangkan Dimas fokus menyetir. 15 menit kemudian, mereka sudah tiba didepan rumah Nisa. Bunda yang mendengar suara mobil langsung keluar menghampiri mereka.
Nisa masih nyenyak saja tidur membuat bunda tidak tega membangunkannya. Jadi bunda meminta tolong kepada Dimas untuk menggendong Nisa kedalam kamar. Awalnya Dimas ragu apakah akan mengiuti perkataan bunda atau tidak. Tapi Dimas melihat kearah Nisa yang pulas banget menjadi tidak tega.
Dimas menggendong Nisa dan berjalan sangat pelan kedalam rumah. Bunda mengarahkan serta menunjukkan dimana kamar tidur Nisa. Sampai di kamar, Dimas meletakkan tubuh Nisa secara perlahan agar tidak membangunkannya. Bunda menyelimuti putri kesayangannya itu. Dimas memberikan tas serta hp milik Nisa kepada bunda. Setelah itu bunda mengantar Dimas kedepan...
"Makasih ya nak Dimas udah ngantar Nisa. Tante sangat bersyukur Nisa punya teman yang baik seperti nak Dimas..." Bunda memegang tangan Dimas.
"Sama-sama tante. Dimas juga senang bisa jadi teman Nisa."
"Nak Dimas adalah cowok yang kedua Nisa bawa dan kenalin ke tante. Sebelumnya Nisa pernah pacaran waktu SMA kelas 1 dulu. Dia pacaran selama 1 tahun terus mereka putus karena cowok itu ikut orangtuanya ke London. Setelah itu, Nisa gak pernah pacaran sama sekali. Tante tahu kalau Nisa sedikit trauma karena ditinggal pergi tanpa penjelasan. Tante juga tahu kalau Nisa lagi suka sama orang pasti tulus karena dia sangat susah buka hati. Sebenarnya sifat centil dan manjanya hanya menutupi kerapuhan hatinya saja. Tante sangat berharap nak dimas bisa ngobati rasa traumanya Nisa."
"Owh gitu ya tan.! Dimas juga baru tahu kalau Nisa pernah ngalamin hal seperti itu. Sebelumnya Dimas minta maaf tan, tapi Dimas hanya berteman baik saja sama Nisa. Jadi Dimas gak mungkin bisa ngobati rasa traumanya Nisa.
"Maaf kalau tante lancang meminta hal seperti itu kepada nak Dimas. Tante pikir nak Dimas adalah pacar barunya Nisa. Karena tante perhatiin kalau nak Dimas peduli banget sama anak tante. Tapi tante tetap senang walaupun nak Dimas hanya teman baik Nisa. "
"Iya tante. Kalau gitu Dimas pamit pulang dulu ya."
"Nak Dimas hati-hati ya. Jangan ngebut bawa mobilnya."
"Iya tante pasti."Dimas menyalam dengan sopan bundanya Nisa.
Dimas menyalakan mobil serta tak lupa mengklekson mobilnya. Bunda mengunci pagar kemudian masuk kedalam rumah.
Bunda sempat merenung di dalam kamar sebentar.
'Kenapa aku berharap banget kalau Dimas yang akan menjadi pacarnya Nisa. Aku ingin sekali melihat senyum lebar Nisa seperti dulu lagi. Semoga Nisa bisa bertemu dengan orang yang bisa membahagiakannya kelak. Amin....'Batin bunda.
Bunda mematikan lampu, menarik selimut kemudian mencoba tertidur. Sedagkan Nisa mulai membuka mata dan melihat kesekitar ruangan.
'Kok gue udah disini?Terakhir kali kan gue masih dimobil Dimas. Apa Dimas yang ngendong gue ke tempat tidur? Berarti daritadi gue ketiduran dong di mobil Dimas. Terus kenapa bunda gak banguni gue aja sih.'Batin Nisa yang bingung.
Nisa mengingat-ingat kejadian sebelumnya, 'Ok fix...gue yakin banget kalau Dimas yang gendong gue ke tempat tidur, kok gue gak terbangun ya. Bodoh banget sih gue bisa sampai ketiduran seperti itu !!!' Nisa menepuk keningnya sendiri.
'Tapi ada hikmahnya juga gue ketiduran, Dimas jadi gendong gue. Gue senang banget bisa dekat apalagi akrab sama dia sekarang. Dan yang buat gue makin senang karena gue adalah teman cewek pertama buat dia. Gue masih gak nyangka banget bisa sedekat ini sama Dimas. Takdir itu memang aneh ya..kita gak pernah tahu apa yang bakalan terjadi.'Batin Nisa yang berkecambuk senang.
Nisa bangun untuk membersihkan makeup dan mengganti baju dengan baju tidur yang lebih nyaman. Kemudian ia merebahkan tubuhnya kembali.
*****
Gimana pada suka gak? mohon berikan komentarnya yaa...
Thor sangat mengharapkan para readers untuk memberikan komentar yang membangun untuk author agar author dapat memperbaikinya lagi kedepannya..
jangan lupa di like yaa! Saran dan dukungan kalian semua bisa membuat author agar lebih semangat lagi dalam melanjutkan cerita ini kedepannya, jadi mohon kritikan berserta sarannya ya semuanya.
Terimakasih masih setia membaca novel ini.
Happy Reading guys!