
"Mama mau bilang kalau mama salah. Seharusnya mama cari tahu dulu kejadiannya. Bukan langsung menampar kamu kayak tadi pagi." Ucap mama.
"Tumben mama ngakuin kesalahan ?" Ucap Adel.
"Mama dan papa udah cari tahu, dan apa yang kamu jelasin tadi pagi memang benar." Ucap mama.
"Oh jadi karena hal ini mama memeluk Adel." Ucap Adel.
"Bukan begitu, mama benar-benar menyesal karena sudah menampar kamu tadi." Ucap mama.
"Ma biarin Adel sendiri dulu ya." Adel masih butuh waktu untuk semuanya. Ucap Adel.
"Mama minta maaf ya Del. Kamu pasti kecewakan sama mama." Ucap mama.
"Adel udah biasa kok ma seperti ini. Jadi gak usah merasa gak enak begini." Ucap Adel.
Adel masuk kembali kedalam kamarnya dan menangis satu malaman. Sedangkan mamanya tidak tahu lagi harus berbuat apa karena perbuatan dan tindakannya tadi pagi benar-benar sudah kelewatan. mama terdiam dan mematung melihat Adel masuk kedalam kamar. Perlahan mama pergi ke dapur untuk mengembalikan es batu yang diambilnya tadi. Kemudian mama masuk kembali kedalam kamarnya.
Papa menghampiri mama yang masih terdiam...
"Mama kenapa sih? tumben diam aja?" Tanya papa.
"Mama udah coba minta maaf sama Adel, tapi Adel sepertinya tidak bisa memaafkan mama pa." Ucap mama.
"Biari aja dulu Adel sendiri ma. Gak usah terlalu dipikirkan." Ucap papa.
"Sepertinya kita terlalu sibuk pa. Sampai tidak memikirkan kadaan Adel sedikitpun." Ucap mama yang mulai tersadar karena Adel megabaikan sikapnya tadi.
"Kita juga begini untuk masa depan Adel ma." Ucap papa.
"Apa karena mama bukan orangtua kandungnya ya pa? setiap kali mama melihat Adel, hati mama terasa sangat sakit pa. Orangtua Adel yang menyebabkan kematian anak kandung kita pa." Ucap mama.
"Mama gak usah banyak mikir, jangan sampai Adel tahu tentang ini ma." Ucap papa.
Adel yang tidak sengaja menguping pembicaraan kedua orangtuanya merasa sangat terkejut...
Padahal dia sengaja berlari ke kamar kedua orangtuanya untuk biilang kalau dia memaafkan mamanya tapi dia malah mendengarkan hal yang tidak seharusnya.
"Apa? jadi gue hanya anak angkat? pantasan aja sikap papa dan mama kayak gak pernah nganggap gue sama sekali." Ucap Adel.
Sanking terkejutnya dia menyentuh vas bunga hingga pecah. Sontak saja mama dan papanya langsung keluar dari kamar...
"Adel?" Ucap mama kaget saat membuka pintu kamarnya.
"Kamu ngapain malam-malam kesini? kamu lihat itu vas buga sampai pecah begini. memang hobi kamu buat masalah aja ya." Ucap papa.
"Jadi selama ini Adel adalah anak angkat. kenapa papa sama mama gak pernah jujur aja sama Adel. Sekarang Adel baru bisa mnegerti eknapa kalian berdua tidak mempedulikan Adel sama sekali. Adel mengerti kenapa kalian sellau menghindar saat Adel mendekat. Apa kalian berdua begitu benci melihat Adel? apa karena orangtua kandung Adel yang membuat anak kalian meninggal?" Ucap Adel terisak yang sudah tidak bisa membendung hal ini lagi.
"Adel...bukan seperti itu.." Ucap mama yang ingin meraih tangan Adel.
Adel segera menghindar sentuhan tangan mama.
"Mama bisa jelaskan semuanya ke kamu. Kamu hanya salah paham aja." Ucap mama beralasan.
"Salah paham apa yang mama maksud? cukup ma. Adel udah gak mau lagi tinggal dan hidup dengan kepura-puraan kalian berdua." Ucap Adel.
"Jaga ucapan kamu Adel. Gak seharusnya kamu berkata hal seperti ini." Ucap papa.
"Jadi harus bilang apa pa? apa yang harus Adel lakuin setelah tahu semuanya?" Ucap Adel.
"kamu harus melupakan semua hal yang kamu dengar barusan. Apa kamu mengerti?" Ucap papa.
"Melupakan? segampang itu papa ucapkan kata-kata itu? Adel gak bisa melakukan hal itu pa. Udah cukup semua ini ..." Ucap Adel.
Adel tidak mempedulikan kakinya yang terkena pecahan vas bunga, padahal darah sudah mengalir dari kakinya tersebut. Adel berlari keluar rumah tanpa membawa barang apapun. Karena semuanya pemberian orangtua angkatnya selama ini.
Perasaan sesak yang dia rasakan setelah tahu kenyataan pahit yang ada. Tapi baguslah dia tau siapa dirinya sebenarnya. Seenggaknya dia tidak akan hidup dalam kebencian keluarga selamanya. Dan bisa mulai hidup dengan normal dengan selayaknya. Itulah yang terbesit didalam pikirannya selama ini.
Semuanya begitu nyata terjadi, rasa sakit hatinya perlahan-lahan semakin meluap. Kenapa ??? kenapa?? kenapa?? pertanyaan itu terjawab sudah sekarang.
Dia tidak tau akan pergi kemana dengan keadaan seperti ini. Disepanjang perjalanan dia hanya terisak dan menangis puas. Apalagi hujan deras mengguyur tubuhnya. Menambah penderitaan yang dia rasakan sekaligus.
Tubuhnya sudah basah kuyup dengan pakaian rumah tanpa jaket membuatnya semakin kedinginna. Adel mencari tempat berteduh dan berdiri disana sendirian...daerah rumah yang sunyi dan sepi ini membuatnya sedikit takut.
Hp nya bergetar, dia langsung menekan tombol jawab telepon...
Dengan suara yang bergetar karena kedinginan, dia mengangkat teleponnya... Dia melihat kalau orang yanag menghubunginya saat ini adalah Harry. Iya orang yang selalu datang disaat dia butuh.
"Halo Del?" Sapa Harry
"Harry...a--ku minta bantuan boleh?" Ucap Adel bergetar.
"Kamu dimana sekarang?" Ucap Harry yag langsung panik.
"Aku ada di---se-kitar rumah. Aku kehujanan. kamu bisa jemput aku kan?" Ucap Adel.
"Kamu tunggu disana.." harry dengan secepat mungkin mengambil kunci mobil dan turun dari aprtemen.
Harry menginjak gas mobil dengan kecepatan tinggi menuju tempat Adel berada. Harry sudah meminta Adel untuk mengirim lokasinya.
Sepanjang jalan, Harry benar-benar gelisah memikirkan Adel saja.
"Apa sebenarnya yang terjadi?"
"Kenapa Adel seperti ini?"
"Ada apa sih ?"
berbagai pertanyaan itu yang harus dia tanyakan saat bertemu dengan Adel nantinya.
Harry sudah berada disekitar perumahan milik Adel, dia melihat kekanan dan ke kiri dan engecek lokasi yang sudah semakin dekat dengan lokasi keberadaan Adel.
Dari kejauhan dia melihat Adel yang sudah basah kuyup. Dia berlari keluar mengajak Adel masuk kedalam mobil dengan segera. Dia menutupin pakaian Adel dengan jaket miliknya.
Harry melihat wajah Adel yang begitu pucat dan bibi dan tubuh yang sudah kedinginan.
"Aku antar kamu pulang." Ucap Harry.
"Aku gak mau pulang sekarang. Boleh aku nginap di apertemen kamu?" Ucap Adel.
"Kenapa?" harry tidak sanggup menanyakan hal lain lagi kepada Adel saat ini. Bisa-bisa Adel menjadi demam karena sudah kedinginan.
Harry tidak tega melihat keadaan Adel yang sekarang...
*****
Thor sangat mengharapkan para readers untuk memberikan komentar yang membangun untuk author agar author dapat memperbaikinya lagi kedepannya.
jangan lupa di like yaa! Saran dan dukungan kalian semua bisa membuat author agar lebih semangat lagi dalam melanjutkan cerita ini kedepannya, jadi mohon kritikan berserta sarannya ya semuanya.
Terimakasih masih setia membaca novel ini.
Happy Reading Guys!