Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
Perasaan Lega Ratu



Previous Episode


Akhirnya rama memutuskan untuk tidak memberitahukan raya, rama mengurus semua proses pindah sekolah secara cepat, minggu depan rama akan pindah ke jakarta, lalu kemudian mendaftarkan diri ke SMA Dharma Bangsa, dengan begitu dia bisa berada didekat ratu terus.


"lo kira lo bisa kabur dari gue tu? tunggu aja kejutan dari gue tu!" ucap rama penuh dengan misteri.


*****


akhrinya mereka sampai juga di Jakarta, sesampainya dirumah, ratu sangat kelelahan lalu langsung menuju kamar supaya bisa berbaring diatas kasurnya yang sangat dirindukannya. ehmmm nyamannya, akhirnya kembali juga. untung aja besok diliburkan satu hari untuk beristirahat. bisa tidur seharian deh guee! batin ratu senang.


rencananya besok ratu akan pergi check up ke dokter tentang keadaan kaki kirinya yang sakitnya luar biasa. dia juga sangat khawatir kalau sampai tidak diperbolehkan untuk bermain basket lagi. itu adalah hal paling ditakutkan oleh ratu, semoga saja kekhawatirannya tidak menjadi kenyataan.


kavin merebahkan tubuhnya ke tempat tidur kesayangannya, lalu mengingat kejadian yang membuat dirinya kini senyam senyum sendiri, "andai aja lo tau tu isi hati gue!" ucap kavin. tapi kavin juga udah berjanji tidak akan pernah bilang ke ratu tentang isi hatinya, karena masih mengingat dengan jelas kejadiaan waktu di Bali yang tidak bisa terlupakan oleh kavin.


seketika senyuman kavin sirna dari bibirnya, kavin kembali tersadar tentang realita yang ada, kalau pun waktu bisa diulang kembali kavin pasti akan berusaha tidak akan pernah menyukai ratu, tidak akan mencari tau tentang ratu yang selalu membuatnya penasaran dan tidak tenang. tapi waktu tidak bisa kembali lagi, tapi hidup harus tetap berjalan.


tanpa sadar, kavin sudah tertidur dengan lelapnya karena sudah terlalu lelah dengan aktivitas hari ini.


****


Tepat pukul 10.30 WIB ratu menuju rumah sakit, dia sudah menelepon untuk membuat janji dengan dokter Frans, dokter keluarga ratu yang turun temurun, selalu memberikan yang terbaik, tidak pernah cerewet langsung to the point tentang menjelaskan segala sesuatu, slaah satu dokter terbaik di indonesia, janji temunya sangat banyak, jadi kalo mau ketemu dengan dokter Frans memang harus membuat janji terlebih dahulu, tapi khusus untuk keluar ratu, dokter Frans selalu meluangkan waktu jika tiba tiba dihubungi mendadak. yang seperti yang dilakukan ratu pagi ini, dengan gampangnya dia tinggal menelepon lalu mau langsung bertemu tanpa harus menunggu lagi.


dokter frans kaget dengan keadaan kaki kiri ratu yang sangat bengkak, sampai sampai ratu berjalan pincang. lalu dokter frans memeriksa apakah ada hal yang serius atau tidak dengan keadaan kaki ratu saat ini, ternyata tidak terlalu serius, tapi ratu disuruh banyak istirahat, jangan berlari dulu apalagi bermain basket, ya setidaknya sampai kakinya benar benar sembuh total.


ratu sangat bersyukur bahwa sanya kakinya tidak terlalu parah, dia sempat sudah galau kalau sampai ada yang serius sampai menyebabkan dirinya tidak bisa bermain basket lagi. ratu mengambil resep yang telah diberikan oleh dokter, tapi setelah itu ratu memutuskan untuk mengurut kakinya yang terkilir ini.


keadaan kaki ratu setelah diurut sudah merasa mendingan, tidak terlihat bengkak parah lagi seperti kemarin, ratu memutuskan untuk masuk sekolah hari ini, karena dia bosan dirumah, dia terlalu kangen dengan kedua sahabatnya adel dan nisa.


keesokan harinya, ratu yang masih pincang tapi tetap ingin masuk kesolah hari ini, padahal pak Rudi sudah menyarankan agar ratu beristirahat dulu dirumah, sampai kakinya bebar benar sembuh, tapi bukan ratu namanya kalo tidak ngotot ingin tetap masuk sekolah.


adel dan nisa nyamperin ratu mereka berdua tidak tega melihat keadaan sahabatnya yang seperti itu, "lo beneran gapapa tu? kok udah masuk sih, apa gak masih sakit tuh kaki lo?" ucap nisa sambil memegang kaki kiri ratu.


"yaa habis beb, lo itu buat kita berdua khawatir banget tauu! tapi selamat ya atas kemenangan tim basket cowok dan tim basket cewek! aduh kalian emang keren banget deh!" ucap adel dengan gembira dan dengan kha gaya centilnya yang sangat dirindukan oleh ratu.


"iyaa dong! sekolah kita kan emang keren, ditambah lagi ada guee!" ucap ratu menyombongkan diri.


"yeee dasar kepedean banget sih! tapi emang sih kalian semua mainnya pasti keren, andai aja dekat kita udah nonton kalian." ucap nisa yang sangat gembira juga.


"tapi kalian tau gak gue ketemu siapa disana?" ucap ratu sambil berubah raut wajahnya yang tadinya happy menjadi kesal.


"siapaa beb?" ucap adel dan nisa secara bersamaan dengan penasaran.


"siapa lagi kalo tidak mereka berdua! rama dan raya, yang tidak mau gue sebut lagi namanya." ucap ratu.


"haaaahhh! kok bisa beb? mereka berdua sekolah di SMA Tirta Sakti? waaa, dunia ini emang kecil yaa! semakin kita menghindari seseorang, semakin kita dipertemukan dengan cara tak terduga!" kata adel yang kaget setengah mati.


"iyaa beb, seperti mimpi buruk aja rasanya! gue pengen cepat cepat bangun aja, kalian tau gak kaki gue seperti ini juga gara gara raya! dia tau betul kelemahan guee, dia suruh orang buat gue celaka begini." kata ratu menjelaskan.


"emang yaa kalo orang jahat itu ya jahat aja! padahal lo udah gak pernah mengusik dan mengganggu dia lagi, tapi tetap aja dia cari gara, kalo aja gue ada disana pasti gue tampar dia beb dan kasih pelajaran biar gak berani nyakitiin lo lagi beb." kata adel penuh dengan kekesalan.


"iya tu bener banget tuh apa kata adel, sesekali perlu juga dikasih pelajaran cewek kayak raya itu biar kapok!" kata nisa yang sama emosinya dengan adel.


ratu yang melihat kedua sahabatnya emosi banget melihat raya jadi ketawa sendiri, "kok kalian yang kesel sih? kalian berdua memang yang terbaik." kata ratu sambil ketawa penuh arti lalu memeluk kedua sahabatnya.


"gue do'akan supaya dia segera kena karma! biar tau rasa tuh cewek!" kata adel kemudian mendapatkan anggukan dari nisa, sambil membalas pelukan ratu secara bersamaan.


"gak boleh gitu ah! jangan nyumpahin gituu!" kata ratu.


"gapapa beb, lo aja yang terlalu baik kedia, dikasih hati minta jantung, dikasih jantung malah melunjak! eneeegg banget jadinya lihat tuh cewek!" kata adel yang emosinya semakin menjadi jadi.


ratu hanya tertawa dan merasa sedikit terhibur melihat kedua sahabatnya. beruntung banget gue punya kalian berdua. ya setidaknya gue gak akan ketemu sama mereka berdua lagi, gue udah tenang mimpi buruk gue telah berlalu. batin ratu.