Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
Pertemuan Keluarga



“Sayang bangun dong...” Mama Ratu berusaha untuk membangunkan Anaknya dengan sabar.


“Ratu masih ngantuk Ma.” Ucap Ratu yang tidak membuka matanya sama sekali.


“Udah siang loh ini, Papa kamu menunggu kamu dibawah itu.  Ayo dong sayang.” Ucap Mama Ratu sambil mengocang – goncangkan tubuh Ratu.


Ratu hanya merasa gelisah saja.


“Kavin ada dibawah.” Ucap Mamanya yang akhirnya membuat Ratu membuka kedua matanya.


“Seriusan Ma?” Ucap Ratu.


‘Disebut nama Kavin aja langsung bangun.’ Batin Mamanya Ratu.


“Makanya kamu bangun, mandi lalu  segera turun ya.” Ucap Mamanya lalu berjalan keluar dari kamar Ratu.


Ratu dengan segera bangkit lalu dengan cepat langsung masuk kedalam kamar mandi.


Secepat kilat saja Ratu sudah selesai mandi. Lalu Ratu mengenakan kaos oblong putih polosnya dan celana jins pendeknya.


Tidak lupa juga Ratu menyemprotkan parfumnya diseluruh tubuhnya sampai wanginya begitu menyengat.


“Selesai, tunggu dulu..tunggu dulu, Kenapa gue harus sangat bersemangat seperti ini dengan kedatangan Kavin? Gak...gak, Ratu lo harus sadar ya kalau Kavin itu hanya ingin menyakiti lo saja. Gue harus jaim didepan dia, biar dia tau rasa.” Ucap Ratu lalu akhirnya Ratu memutuskan untuk turun kebawah dengan cepat.


Ratu celingak celinguk untuk mencari tau keberadaan Kavin, akan tetapi dia tidak dapat menemukan keberadaan Kavin.


Mamanya Ratu yang memperhatikan sikap Anaknya akhirnya segera menghampiri Ratu.


“Hei, sayang. Kamu sedang mencari siapa? Kavin ya?” Tanya Mamanya Ratu sambil menepuk pundak Sang Anak.


“Hah? Mama...gak kok Ma.” Ucap Ratu dengan gugup.


“Bohong, kelihatan banget tau gak.” Goda Mamanya Ara.


“Itu Papa kamu sedang menunggu kamu. Samperin sana Tu.” Ucap Mamanya Ratu.


“I..i-iyaa Ma.” Ucap Ratu lalu pergi untuk menghampiri Papanya yang saat ini sedang menonton berita.


‘Sial! Ternyata Mama bohongin gue. Uh kesal!’ Batin Ratu.


“Pagi Papa...” Sapa Ratu sambil memeluk Sang Papa dari belakang.


“Pagi sayang, sini duduk.” Pinta Papanya sambil menepuk – nepuk sofanya.


“Baiklah Pak. Apa rencana Papa hari ini?” Tanya Ratu.


“Papa hanya ingin bersenang – senang dengan Anak kesayangan Papa saja.” Jawab Papanya Ratu.


“Beneran Pa?Asik...Papa sudah berjanji ya.”Ucap Ratu dengan sangat antusias.


“Iya benar sayang.” Ucap Papanya lagi.


Senyuman Ratu terus saja mengembang sampai pada akhirnya Ratu melihat Kavin.


“Kavin!” Ucap Ratu dengan terjutnya.


Kavin berjalan mendekati Ratu dan Papanya, "Apa kabar Om...tante?" Sapa Kavin sambil menyalami kedua orang tua Ratu secara bergantian.


"Baik...Silahkan duduk Vin." Ucap Mama Ratu.


Ratu masih berdiam diri saja tanpa ingin menatap Kavin sama sekali. Gengsi Ratu terlalu tinggi untuk itu padahal jauh didalam hatinya dia sangat merindukan kekasihnya itu.


"Ada apa ini? Kenapa kalian berdua diam -diam seperti ini?" Tanya Papa Ratu yang sedari tadi sudah memperhatikan keduanya secara bergantian.


"Ratu mau keatas ya Pa, Ma." Ucap Ratu lalu segera berlari keatas tanpa mendengarkan ucapan dari Papa Mamanya lagi.


"Maafin sikap Ratu ya Nak Kavin. Tapi kalau Tante boleh tau sebenarnya ada apa diantara kalian berdua? Kalian pasti sedang bertengkar ya?" Tebak Mama Ratu.


"Hmmm...iya Tan, sebenarnya maksud kedatangan Kavin kesini ingin menjelaskan ke Ratu dan minta maaf, tapi Ratu sepertinya masih marah besar sama Kavin. Ratu sudah tidak ingin ketemu Kavin lagi. Kavinsudah berusaha terus untuk menghubungi Ratu tapi tidak di gubris sama Ratu sama sekali, Tan, Om. Kavin sudah tidak tau lagi harus gimana. Kavin tau kalau Kavin salah, makanya Kavin ingin sekali bicara sama Ratu." Ujar Kavin menjelaskan panjang lebar.


"Pasti Ratu salah paham Vin. Coba deh kamu jelasin pelan - pelan dan minta maaf sama Ratu. Tante dan Om berharap kalian berdua bisa segera berbaikan lagi. Sebaiknya kamu susulin gih Ratu ke atas." Ucap Mamanya Ratu.


"Iya Tan, Om. Kalau begitu Kavin keatas dulu ya bicara sama Ratu." Ucap Kavin dengan sopan lalu berjalan menuju lantai 2.


Saat ini Ratu yang berada diayunannya masih sibuk dengan lamunannya sendiri sampai - sampai tidak menyadari kehadiran dari Kavin dibelakangnya.


"Ratu....aku tau kamu masih belum bisa maafin aku, jujur aku tidak bermaksud untuk membuat kamu sampai kecewa seperti ini sayang. Maafin aku ya. Dan mengenai Putri dia hanya karyawanku saja, aku dan dia tidak memiliki hubungan apa - apa. Kamu percaya kan sama aku?" Ucap Kavin menjelaskan dengan pelan - pelan kepada Ratu.


"Trus apa hubungannya sama aku? Aku sudah tidak perduli lagi Vin. Terserah kamu sekarang, aku sudah berusaha ya selama ini untuk bisa ngertiin kamu, tapi kok semakin kesini aku semakin ragu sama kamu. Kamu sendiri aja gak percaya sama aku. Lalu kenapa aku harus percaya sama kamu?" Ucap Ratu dengan ketus.


"Ada dong...kamu kan calon istri aku sayang. Iya aku tau aku cemburuan...tapi kamu mengerti juga kan kenapa aku sampai secemburu itu? Kamu tau kan alasannya sayang? Menurut kamu wajar gak sih kalau aku cemburu dan tidak percaya sama kamu kalau kamu masih berdekatan dengan mantan pacar kamu?" Ucap Kavin yang malah terpancing dengan ucapan Ratu barusan.


"Kok kamu yang jadi marah dan nyalah - nyalahin aku sekarang? Udah deh kalau kamu hanya ingin mengajak aku ribut saja mendingan kamu pulang aja Vin. Jujur aku capek ribut dan debat terus sama kamu. Mungkin kita emang tidak cocok dan tidak ditakdirkan untuk bersama - sama. Aku disini hanya ingin menenagkan hati dan pikiranku bukannya malah semakin stres. Ngerti kamu!" Ucap Ratu dengan emosi.


"Bukannya aku nyalah - nyalahin kamu...please dong kamu mengerti Tu. Kenapa kamu berkata seperti itu? Apa kamu tidak menganggap semua perjuangan aku selama ini? Aku juga capek ribut dan debat sama kamu makanya aku ingin kita baik - baik lagi. Tapi sepertinya aku salah kesini." Ucap Kavin dengan emosinya juga.


"Aku juga tidak minta kan kalau kamu kesini? Sekarang mendingan kamu pulang aja Vin, aku butuh waktu untuk sendiri. Aku mau kita berdua bisa untuk saling instropeksi diri lagi. Setelah udah menyadari kesalahan masing - masing baru kita bahas lagi tentang gimana kita selanjutnya." Ucap Ratu lalu segera pergi meninggalkan Kavin.


"Ratu...Tu...! Apa sih maksud kamu?" Teriak Kavin.


Ratu sudah masuk kedalam kamarnya dan menutupnya dengan cepat tanpa sempat dihalangi oleh Kavin lagi. Didalam kamar Ratu kembali menangis sampai terisak.


Kavin yang merasa capek sedari tadi mengetok pintu Ratu akhirnya memutuskan untuk turun kebawah.


******


Sudah 3 hari berlalu, namun Ratu tidak ingin ketemu dengan Kavin lagi. Bahkan setiap kali Kavin datang, Ratu selalu saja cuek. mendengarkan perkataan dari kedua orangtuanya. Akhirnya orangtua Ratu memutuskan untuk mengambil tindakan tegas untuk kelangsungan hubungan Kavin dan Ratu kedepannya.


"Gimana Vin?" Tanya Mamanya Ratu.


"Kavin pulang dulu ya Tan, Om. Sepertinya Ratu masih butuh waktu lagi." Ucap Kavin tanpa menjelaskannya lalu segera menyalami Papa dan Mama Ratu.


"Ya udah sayang. Kamu hati - hati ya. Ntar Tante coba bicara sama Ratu ya." Ucap Mamanya Ratu.


"Iya Tan."


Kemudian Kavin keluar dari rumah Ratu dengan perasaan yang tidak bersemangat sama sekali.


*****


“Ratu  ayo bangun ini sudah jam 6 pagi..Mama ingin ngajak kamu untuk senam dan yoga bareng”. Ucap Mamanya sambil menggoyangkan tubuh Ratu.


“Aduh Ma, Ratu masih ngantuk banget nih, Mama sendiri aja deh." Ucap Ratu sambil Menarik selimutnya kembali.


“Kamu itu jadi perempuan harus bangun pagi dan jangan malas...ayo kita olahraga biar sehat." Ucap Mamanya Memaksa Ratu untuk bangun.


“Padahal Ratu disini buat malas-malasan lo Ma, ya udah deh bentar Ratu cuci muka dan ganti baju dulu." Ucap Ratu sambil Berjalan ke kamar mandi dengan muka yang masih mengantuk.


"Oke kalau gitu Mama tunggu kamu dibawah ya. Ingat! Kamu jangan tidur lagi." Ancam Mama Ratu.


“Iya Ma...bawel banget nih setiap pagi." Ucap Ratu menjawab dari dalam kamar mandinya.


Ratu dan Mamanya pun olahraga bareng. Mereka yoga dan senam sampai jam 8 pagi. Setelah itu mereka mandi dan sarapan. Sedangkan Papa Ratu setiap pagi hanya asik sendiri membaca koran sambil minum teh dan roti di halaman terasnya. Ratu dan Mamanya pun menghampiri Papanya sambil membawakan cemilan untuk Sang Papa.


“Pa, ini Ratu bawain makanan ringan. Papa ini ya udah tau anak kesayangannya datang malah sibuk sendiri...bukannya malah ditemani gitu." Ucap Ratu mengomel sambil meletakkan makanan yang dibawanya diatas meja.


“Kan Papa kamu memang orang yang super cuek sayang, mama juga sering dicuekin asal kamu tau aja."


“Mama ini bukannya belain Papa malah menyudutkan begini. Oh iya, kamu mau sampai kapan marahan terus sama Kavin?"


Ratu masih butuh waktu Pa, Ma. Ratu harap Papa dan Mama tidak memaksa Ratu untuk segera memaafkan Kavin." Ucap Ratu ke Papa Mamanya.


Papa dan Mamanya saling memandang satu sama lainnya.


"Baiklah sayang." Ucap Papanya sambil mengela nafas dengan berat.


"Tapi pernikahan kamu sudah semakin dekat loh! Kamu tidak ada rencana yang aneh - aneh kan sayang?" Ucap Papa Ratu sambil mengamati wajah Sang Anak dengan selidik.


'Aduhh gimana ini, jangan sampai Papa dan Mama tau kalau pernikahan ini bakal ditunda! Bisa jadi nanti mereka bakal kepikiran kan? Gue gak mau membebani mereka, biar gue aja. Tapi gue juga tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.' Batin Ratu yang lagi kacau.


"Ratu, kamu kok malah bengong dan melamun seperti itu sayang?" Ucap Papanya lagi.


"Ha? Siapa yang sedang...melamun sih Pa." Ucap Ratu dengan gugup.


"Pemisi Tuan, Nyonya dan Non, didepan ada tamu." Ucap Bi Minah.


"Siapa Bi?" Tanya Papa Ratu.


"Anu Tuan....sebaiknya Tuan dan Nyonya langsung melihatnya saja sendiri." Ucap Bi Minah dengan ragu - ragu.


"Baiklah Bi." Ucap Papa dan Mama Ratu.


"Siapa ya Ma?" Tanya Papanya.


Kemudian Papa dan Mama Ratu langsung saja melihat tamunya diruang tamu,


"Kavin..." Ucap Papanya Ratu sambil melihat Papa dan Mama Kavin juga sekalian, betapa kagetnya Papa dan Mama Ratu melihat calon besannya itu datang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.


"Silhakan duduk." Ucap Papanya dengan sopan.


"Kalau boleh tau ada apa ini ya?" Tanya Papanya Ratu.


"Begini Pak, kami ingin bertemu dengan Ratu boleh?" Ucap Mamanya Kavin.


"Oh tentu saja boleh."


"Ma segera panggilkan Ratu kesini ya." Pinta Papanya Ratu.


Kemudian Mamanya Ratu segera naik keatas untuk memanggilkan Ratu.


"TOKTOKTOK!"


"Sayang...Papa dan Mamanya Kavin ada dibawah loh, buka dong pintunya sayang...gak enak loh sama mereka." Ucap Mamanya Ratu.


Akhirnya Ratu memutuskan untuk membuka pintu kamarnya, "Nah gitu dong sayang, ayo kita kebawah. Semarah apapun kamu dengan Kavin, tetapi kamu harus bersikap baik didepan kedua orangtuanya ya." Ucap Mamanya Ratu sambil membelai rambut anaknya itu.


*****


Flashback On


Setelah selesai dengan proyeknya, Kavin menyuruh Putri untuk menggantikan dan menghandle pekerjaannya. Kavin mengambil cuti selama 1 minggu. Dia berencana bertemu dengan Ratu.


'Kalau gitu, gue harus datang ke Bandung dan meminta maaf kepada Ratu langsung... sekalian gue minta izin ke ortunya. Berarti besok gue harus kesana...' Batin Kavin


Kavin yang lagi termenung di kamarnya memikirkan masalah yang dia hadapi dengan Ratu. Dan lamunannya buyar karena dikagetkan dengan bunyi hp nya. Yang menelepon Kavin adalah Papanya, Kavin pun segera mengangkat teleponnya.


“Halo pa, gimana kabarnya disana? Oh iya, kapan Papa dan Mama pulang ke Indo? Kavin kangen banget sama Papa dan Mama...cepet pulang dong." Rengek Kavin kepada papanya.


“Papa sama mama baik-baik aja kok Vin, gimana dengan kamu? Oh iya, rencana pernikahan kamu gimana?”


“Iya nih sayang. Besok kamu bisa kan jemput Papa Mama di bandara?” Mama Kavin yang ikut nimbrung di telepon.


“Apa Mama dan Papa kembali? Kalau gitu besok Kavin akan jemput Papa Mama di Bandara ya. Kita langsung pergi ke Bandung ya untuk bertemu dengan ortunya Ratu. Gimana Pa, Ma?” Ucap Kavin ke ortunya.


“Terus gimana sama pekerjaan kamu kalau kita ke Bandung? Papa dan Mama dengan sih mau - mau aja, apalagi mau ketemu calon menantu dan besan."


“Papa dan Mama tenang aja ya kalau soal pekerjaan sudah Kavin urus kok. Berarti besok kita pergi ke Bandung ya Pa, Ma."


“Oke deh sayang, See you tomorrow."


Kemudian Papa dan Mama Kavin langsung mengakhiri panggilan teleponnya.


Setelah Kavin menjemput Papa Mamanya di Bandara. Mereka pun makan siang bersama. Dan mereka nyempetin pulang kerumah untuk membereskan barang yang akan dibawa ke Bandung. Mereka sengaja berangkat malam hari.


Sekitar pukul 10 malam mereka pun sampai di Bandung. Kavin mengajak Papa Mamanya makan malam bersama, saat makan Papa dan Mama Kavin sempat bertanya tentang Ratu.


“Kamu kok tidak mengajak Ratu sekalian si Vin?" Tanya Mamanya membuka percakapan.


"Hmm...gimana Kavin mau mengajak Ratu Ma kalau Ratu saja sudah berada di Bandung." Jawab Kavin dengan santainya sambil melahap makanannya.


"Jadi Ratu tau kalau kamu mau datang ke Bandung ingin bertemu orangtuanya? Jangan bilang kamu dan Ratu sedang berantam ya Vin?" Tanya Mamanya dengan curiga.


“Kavin mau kasih kejutan ke Ratu...jadi Kavin tidak memberitahukan hal ini Ma. Tapi Kavin sudah menghubungi mamanya Ratu kok Ma. Gak mungkinlah Ma Kavin dan Ratu baik - baik saja kok."


“Oh baguslah kalau memang benar seperti itu...sepertinya kamu sayang banget sama Ratu ya. Sampai bela-belain mau kasih kejutan begini ke dia. Ratu pasti senang banget tuh."


"Papa senag melihat kamu sudah tumbuh menjadi pria yang dewasa seperti ini Vin. Papa dan Mama benar - benar bangga banget sama kamu." Puji Papanya.


Kavin hanya tersenyum mendengarkan pujian dari Papanya.


'Kalau saja Papa dan Mama tau kalau gue sedang berantam sama Ratu, pasti Papa dan Mama pasti marah banget sama gue. Gue hanya berharap semoga aja Ratu bisa memaafkan gue dan senang gue kasih dia kejutan begini. Sekarang gue mau fokus untuk hubungan ini...' Batin Kavin yang sambil senyum.- senyum sendiri.


Setelah makan malam Kavin dan Papa Mamanya pun mencari Hotel. Kavin membawa supir untuk ikut ke Bandung. Karena dia tidak mau terlalu capek menghadapi macetnya perjalanan. Sesampainya di Hotel mereka pun beristirahat.


Flashback off


*****


Ratu sudah turun bersama Mamanya, kini Ratu sudah bertemu Kavin dan Orangtuanya Kavin. Lalu dengan ramah Ratu menyapa dan menyalami Papa dan Mama Kavin. Kemudian ketika Ratu ingin duduk, tiba - tiba saja Kavin langsung memeluk Ratu dan menariknya keluar rumah. Ratu tidak menolak pelukan dari Kavin, diam - diam Ratu sangat merindukan pelukan dari calon Suaminya itu.


“Sayang...maafin aku ya atas semuanya. Sebenarnya kemarin itu aku sangat cemburu melihat kamu bareng Tommy. Dan masalah kita sebelumnya, itu Putri sekretaris aku. Kemarin itu aku lembur untuk mengerjakan proyek besar. Dan kamu datang disaat yang tidak tepat. Jadi kamu salah paham sama aku dan Putri...” Ucap Kavin berusaha menjelaskan sambil memegang tangan Ratu.


“Jujur ya Vin, sebenarnya aku kesal dan kecewa banget sama kamu, kamu itu marah - marah gak jelas ke aku dan Tommy. Dan kamu juga mengabaikan pesan dan telepon aku...dan yang buat aku makin kesal kamu ngusir aku dari kantor kamu. Dan maksud kamu apa datang kesini bersama dengan kedua orangtuan kamu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu?” Ketus Ratu yang langsung melepas tangan Kavin.


“Iya makanya aku bela - belain datang kesini untuk menjelaskan semuanya ke kamu sayang. Kamu aja yang tidak tahu...aku udah menelepon Mama kamu untuk datang. Udahan dong kesalnya sayang, kan malu kalau sampai ketahuan Papa dan Mama kita. Maafin aku ya sayang...please?” Kavin memasang wajah yang memelas di depan Ratu.


“Dasar curang ya kamu ternyata minta dukungan Mama aku....Hmmm...ya udah deh aku maafin kamu hanya kali ini saja. Tapi kamu harus janji ya gak bakalan marah - marah dan salah paham seperti itu lagi. Oh iya, Aku baru tau kalau playboy kayak kamu bisa cemburuan juga." Ledek Ratu.


“Makasih sayang kamu memang paling terbaik deh... iya aku janji sayang. Hmm....Aku juga tau kalau kamu sebenarnya cemburu kan melihat aku sama Putri? Ayo ngaku? Dasar Playgirl."  Balas Kavin.


“Dasar PLAYBOY.” Sambil mencubit pipi Kavin dengan keras.


“Awww....Aduh dasar kamu itu ya! Sakit tau sayang. Sini...sini aku balas kamu." Rengek Kavin sambil berusaha untuk mengejar Ratu.


"Jangan Vin.....ampun!" Ucap Ratu sambil terus berlari.


Kavin dan Ratupun akhirnya baikan. Mamanya Ratu menyuruh mereka berdua untuk masuk ke dalam. Papa dan Mama Kavin sangat menyukai Ratu karena Ratu telah mengubah Anak mereka yang tadinya belum dewasa menjadi sosok cowok yang dewasa dan sudah bisa bertanggung jawab dengan perbuatannya sendiri.


Setelah itu mereka makan siang bersama. Kemudian Papa Kavin dan Papa Ratu mengobrol diluar rumah. Sedangkan Mama Kavin dan mama Ratu sedang asik membahas pernikahan Anaknya.


Ratu dan Kavin senang melihat keakraban keluarga mereka. Kavin juga bercerita tentang proyeknya yang berhasil. Ratu sangat senang mendengarnya. Dan mereka pun saling bercerita satu sama lain.


Pada malam harinya Kavin dan Papa Mamanya pun pamit karena harus balik lagi ke hotel. Besoknya Papa Mama Ratu berencana mengajak Papa Mama Kavin untuk berkeliling kota Bandung.


*****


Keesokan harinya. Kavin dan Papa Mamanya sudah bersiap untuk datang kerumah ortunya Ratu. Tapi mereka singgah ke supermarket untuk membeli buah dan cemilan untuk mereka bawa nantinya.


Sedangkan dikediaman keluarga Ratu. Papa dan Mamanya sudah siap daritadi tapi Ratu belum ada tanda - tanda keluar dari kamar. Jadi Mamanya Ratu berencana memanggil Ratu di dalam kamarnya.


“Ya ampun sayang...udah dong dandannya. Papa dan Mama udah nungguin kamu daritadi lho, kamu cepetan turun ya. Bentar lagi Kavin dan keluarganya sampai." Ucap Mamanya Sambil geleng - geleng melihat Anaknya berdandan.


“Ihhh MAMA!!! kayak gak pernah muda aja deh. Kan Ratu pengen terlihat cantik di depan Kavin dan Papa Mamanya. Iya bentar lagi Ratu turun kok Ma."


“Ya udah kalau gitu buruan ya...Papa udah ngomel tuh nungguin kamu kelamaan."


“Iya Ma bawel banget deh...Ratu juga udah mau siap." Ucap Ratu Sambil memakai lipstik.


Mama Ratu pun turun kembali menghampiri Suaminya. 10 menit kemudian Ratu pun turun dan mereka mempersiapkan barang yang akan dibawa.


Kavin dan Papa Mamanya turun dari mobil dan langsung masuk untuk menyapa keluarga Ratu. Kavin pun terpesona melihat tampilan Ratu yang simple tapi cantik, Ratu hanya memakai dress putih selutut yang dipadukan dengan jaket jeans dan memakai makeup natural.


“Kamu cantik banget sayang". Puji Kavin dengan jujur ketika melihat Ratu.


“Kamu tau gak Vin... kalau Ratu tadi tuh lama banget lho dandannya. Demi terlihat cantik didepan kamu saja kamu sih sepertinya.”


“Ihhh Mama.... apaan sih! Kan Ratu jadi malu didengar Papa Mama Kavin." Bisik Ratu ke Mamanya.


“Iya nih Kavin gak salah pilih kayaknya. Kamu cantik banget sayang ...pantas aja Kavin mau buru - buru halalin kamu. Sepertinya dia takut kamu diambil cowok lain., benar gak Vin?" Goda Mamanya Kavin.


Kavin hanya melotot sambil tersenyum dengan malu - malu saja dihadapan semua orang sambil menggaruk - garukkan kepalanya yang tidak gatal sama sekali.


Kavin  dan Ratu pun semobil. Sedangkan papa mama mereka juga semobil dengan supir yang dibawa Kavin. Mereka pun langsung pergi berkeliling kota Bandung.


*****


Tempat pertama yang mereka datangi adalah “Gunung Tangkuban Perahu yaitu gunung yang bentuknya menyerupai perahu terbalik ini selalu padat pengunjung pada akhir pekan dan waktu liburan. Tangkuban Perahu memiliki 2 kawah yang cukup terkenal, kawah paling besar dinamakan Kawah Ratu, berada di bagian atas situs wisata ini. Kawah kedua yang berada sekitar 1,2 Km dibawahnya dinamakan Kawah Domas, di kawah ini kalian dapat merebus telur hingga matang di air belerang yang mendidih di salah satu mata airnya.


Sampainya disana Kavin dan Ratu tak lupa berfoto bersama untuk mengabadikan moment kebersamaan keluarga mereka. Ratu dan Kavin sangat senang karena bisa berlibur dengan keluarganya.


Tempat yang kedua mereka kunjungi yaitu Orchid Forest Cikole. Dan berhubung Mamanya Kavin sangat suka sekali dengan bunga, jadi Mamanya Ratu mengajak mereka ke Orchid Forest Cikole yang merupakan tempat wisata sekaligus budidaya anggrek yang keren banget. Di sini terdapat banyak tempat untuk berfoto yang epic dan pastinya bakal nge hits kalau di upload ke medsos. Selain itu juga, terdapat berbagai koleksi anggrek yang indah. Koleksi anggrek yang dimiliki oleh Orchid Forest Cikole termasuk yang terbesar di Indonesia.


Merekapun semua sangat senang menikmati pemandangan yang  ada disana sampai malam hari. Karena pemandangan malam hari lebih bagus daripada siang. Banyak lampu yang didesain sedemikian rupa sehingga enak dilihat.


Sekitar pukul 8 malam mereka pun makan malam bersama. Dan berkeliling sebentar setelahnya semuanya pun memutuskan untuk kembali pulang. Kavin dan keluarganya pun kembali ke Hotel. Sedangkan Ratu dan keluarganya pun pulang kerumahnya.


*****


Kavin dan papa mamanya pun sangat lelah. Jadi sampainya di Hotel mereka langsung mandi dan beristirahat. Sebelum tidur Kavin mengirin chat ke Ratu.


Kavin :


Makasih sayang untuk hari ini...aku dan Papa Mama sangat senang menikmati perjalanan kita hari ini. Goodnight sayang...mimpi indah ya.


Love you ♡


Ratu yang melihat hp nya berdering pun langsung membalas chat Kavin


Ratu :


Iya sayang sama-sama. Papa Mama aku juga senang banget hari ini. Kamu juga mimpi indah ya.


Love you too ♡


Setelah Kavin membaca balasan chat Ratu...akhirnya Kavin pun tertidur.


*****


Besok harinya Kavin dan keluarganya pamit pulang ke Jakarta. Ratupun ikut mereka pulang karena ingin kembali bekerja. Papa dan Mama Ratu menitipkan Ratu ke Kavin.


“Kavin.... tante nitip kamu jagain Ratu selama di Jakarta ya." Ucap Mamanya sambil memeluk Ratu.


“Iya pasti dong tante. Tante tenang aja ya."


“Mama ini emangnya Ratu barang apa...dititipin segala." Ucap Ratu dengan Sewot sambil membalas pelukan dari Mamanya.


“Kamu kabari Mama kalau udah sampai di Jakarta ya sayang. Mama pasti kangen banget sama kamu."


“Ok siap Ma."


"Pa Ratu balik ke Jakarta dulu ya. Papa dan Mama sehat - sehat disini ya." Ucap Ratu sambil memeluk Papanya.


"Iya sayang....kamu juga ya." Ucap Papanya dengan sedih.


Setelah itu Ratu pun langsung masuk ke mobil Kavin dan melaimbai ke Papa Mamanya.


Setelah mereka semua pamit, mereka semua langsung pergi. Ratu duduk disamping Kavin dan Mamanya. Sedangkan Papanya Kavin duduk di samping supir. Karena mereka sangat lelah, selama diperjalanan mereka semua tertidur pulas.


*****


Sampai di Jakarta ...Kavin menyuruh supirnya untuk mengantar Papa dan Mamanya. Setelahnya Kavin mengantar Ratu pulang kerumah.


Di dalam mobil... Ratu dengan manja bersender di samping Kavin. Disepanjang perjalanan Kavin juga menggenggam tangan Ratu.


Saat sampai di depan rumah Ratu, Ratu langsung ingin turun karena ingin istirahat dikamar. Tapi Kavin mencegahnya karena masih ingin berduaan dengan Ratu.


“Akhirnya sampai juga...makasih sayang. Aku masuk duluan ya. Kamu hati-hati ya." Ucap Ratu Sambil mencium pipi Kavin.


“Kamu tuh ya buru - buru banget ya. Aku masih kangen sama kamu tau... lagian barang-barang kamu masih ada di bagasi mobil aku kan."


“Oh iya sayang ....maaf hampir aja aku lupa."


Saat Ratu ingin keluar dari mobil, tangan Ratu ditarik kasar Kavin. Kavin langsung memeluk Ratu dengan dengan begitu eratnya. Ratupun kaget karena ditarik seperti itu akan tetapi tidak bermaksud untuk menolak pelukan dari cowok yang sangat dirindukannya itu. Ratu pun kemudian mengelus - elus pundak Kavin sambil tersenyum. Mereka saling melepaskan rindu satu sama lainnya.


*****


Gimana semuanya suka gak sama kelanjutan ceritanya?


Comment dibawah ya!


Happy Reading Guys 🤗😘