Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
Sosok Dimas



Lima Tahun yang lalu....


Dimas adalah anak baru yang masuk ke sekolah yang sama dengan Ratu, bahkan mereka satu kelas. Ia pindahan dari Yogyakarta. Ia sering pindah sekolah karena mengikuti tugas orangtuanya. Ayahnya adalah seorang TNI (Tentara Nasional Indonesia). Ia juga sudah pernah lama tinggal di Jakarta sebelumya dan tetangga sekaligus temannya Kavin.Karena tetanggaan mereka sangat akrab sedari kecil.


Dimas terkenal orang yang sangat cuek dan pintar disekolah. Ya karena sifatnya yang cuek membuat cewek-cewek sangat penasaran dengannya termasuk kedua sahabat Ratu. Sebenarnya ia itu anak yang ramah tapi hanya kepada teman cowok saja. Bukannya ia tidak mau berbaur tapi ia hanya menjaga jarak sama anak cewek agar mereka tidak berharap dengannya. Ia juga salah satu cowok yang tampan disekolah itu.


Dimas satu-satunya cowok yang tidak naksir dengan Ratu. Menurutnya Ratu bukan tipe ceweknya karena ia sudah mendengar banyak tentang siapa Ratu.  Di sekolah, ia hanya fokus untuk belajar belajar dan belajar. Ia sangat suka membaca buku di perpustakaan saat jam istirahat maupun jam kosong.


Setiap hari cewek-cewek disekolah selalu mencari perhatian kepadanya. Ada yang minta ajari mata pelajaran, ada juga yang setiap hari selalu memberikan surat ataupun coklat kepadanya.Tapi Dimas tetap saja cuek dan bersikap biasa dengan mereka.


Adel dan Nisa setiap saat selalu cerita juga tentang Dimas kepada Ratu. Sampai-sampai Ratu bosan dengar cerita keduanya. Karena Ratu merasa kalau Dimas itu biasa aja dan cuman seorang cowok yang gila belajar. Tapi Ratu punya rencana biar kedua sahabatnya itu senang. Awalnya ia sangat ragu dengan rencananya itu karena ia tidak tega menyakiti orang lain. Kecuali memang cowok itu yang sangat ingin menjadi pacarnya.


Ratu memberi tahu rencananya itu kepada kedua sahabatnya. Sebenarnya Adel dan Nisa tidak setuju, tapi setelah mereka fikirkan kalau mereka juga akan bisa dekat dengan Dimas walaupun dengan cara Ratu akan mendekati Dimas. Akhirnya Adel dan Nisa membantu Ratu untuk mendapatkan cinta Dimas.


Rencana awal yang mereka lakukan adalah rajin datang ke perpustakaan. Disana Ratu pura-pura belajar dan sampai ketiduran. Saat jam pulang sekolah sudah berakhir, Dimas masih berada di perpustakaan. Ia membereskan buku-buku yang sudah dibaca ketempatnya. Biasanya hanya dia orang terakhir yang berada disana sampai penjaga perpus sudah hafal jelas muka Dimas. Kemudian saat ia berjalan ingin keluar ia tidak sengaja melihat masih ada orang di perpus. Sebenarnya ia ingin cuek saja tapi tidak bisa dikarenakan Perpustakaan ini akan ditutup. Perlahan ia mencoba mendekat dan membangunkan siswi yang tertidur. Dari jauh ia merasa sangat tidak asing dengan wajahnya dan ternyata itu Ratu. 'Ngapain juga nih cewek malah tidur disini.' Batin Dimas


"Hei bangun....ini perpus akan ditutup sebentar lagi." Teriak Dimas sambil menggoyangkan tubuh Ratu.


Ratu yang merasa tubuhnya disentuh pun kemudian mulai membuka matanya dan tersadar. Ia melihat kalau Dimas ada disampingnya.


"Elo....Ngapain lo nyentuh gue. Modus kan lo !!!." Ucap Ratu sambil menunjuk Dimas.


"Ihh jangan kepedean deh lo. Gue kan disini mau banguni lo aja. Lagian kalau mau tidur itu dirumah jangan disini." Jelas Dimas.


Ratu mengingat kembali kenapa dia berada disana.  'Kenapa juga gue bisa ketiduran disini. Seingat gue kan lagi baca buku tadinya. Ohh gue ingat, karena gue daritadi nungguin Dimas belajar disini.'Batinnya


"Yauda thanks udh banguni gue." Ucap Ratu sambil merapikan tasnya.


"Gitu dong, seenggaknya lo tau berterima kasih juga." Ucap Dimas sambil meninggalkan Ratu.


Ratu mencegah Dimas pergi karena ia takut kalau cuman sendirian di dalam perpustakaan.


'Ngeselin banget nih orang, apa sih yang buat Adel dan Nisa bisa suka sama orang begini.' Batin Ratu.


"Eh tungguin gue dong." Sambil mengejar Dimas.


"Apaan sih lo ngikutin gue." Dimas berbalik sambil melihat kearah Ratu.


"Gue juga gak mau ngikutin lo tapi gue takut sendiri disini." Jelas Ratu.


"Dasar penakut lo. Siang-siang begini juga apa yang harus lo takuti."


"Terserah lo deh mau ngatain gue apa sekarang."


Ratu dan Dimas pun keluar dari perpustakaan. Mereka jalan bersama sampai gerbang sekolah. Dimas tanpa pamit langsung pergi ke tempat parkiran untuk mengambil motornya. Sedangkan Ratu masih memesan taxi online karena ia hari ini tidak membawa mobil karena ia pergi sekolah nebeng mobil Adel.


Tapi semua taxi online yang dipesannya malah kejebak macet jadi ia membatalkan pesanannya. 'Adel dan Nisa kebangetan banget ya ninggalin gue sendirian di sekolah. Parah banget. Jadi gue harus pulang sama siapa coba.' Batin Ratu yang kesal.


Dimas keluar dari parkiran langsung, ia ingin segera pulang. Sebelum pulang dari jauh ia melihat Ratu masih di depan gerbang kemudian ia menghampirinya.


"Kenapa lo masih disini?" Tanya Dimas.


"Gimana gue mau pulang kalau taxi yang gue pesan kejebak macet jadi gue batalin."Jelas Ratu.


"Emang kemana semua pacar lo?"


'Ngeselin banget nih orang emang ya. Bukannya nawarin pulang bareng malah ngeledekin gue.' Batin Ratu.


"Bukan urusan lo. Yauda lo pulang sana." Ucap Ratu sambil mengusir Dimas.


"Yauda kalau gitu. Gue duluan. Bye... " ucap Dimas sambil menyalakan motornya.


'Sebenarnya Dimas itu cowok apaan yang ninggalin gue sendirian. Tapi gue juga gengsi minta bantuan sama dia. Kayaknya gue udah gak mood dengan rencana gue untuk dekatin dia.' Batin Ratu yang kesal.


Dimas terus melihat Ratu dari kaca spion motornya, ia sebenarnya tidak tega meninggalkan Ratu sendirian disana. Dengan berfikir panjang akhirnya ia memutuskan untuk putar balik kearah gerbang sekolah. Ia langsung menarik tangan Ratu untuk naik ke motornya. Ratu yang awalnya menolak tapi ia juga tidak punya pilihan lagi. Dimaspun mengantar Ratu pulang ke rumah.


Sampai di depan rumah, Ratu melepaskan helm yang ia pakai dan memberikannya kepada Dimas. Ratu juga mengucapkan terima kasih kepada Dimas. Tanpa menjawab ucapan Ratu, Dimas langsung menyalakan motornya dan pulang.


'Ternyata dibalik sifat cueknya dia peduli juga. Apa gue tetap bakalan jalani rencana yang udah gue fikirkan ya.' Batin Ratu.


Sampai di dalam kamar, Ratu langsung mencampakkan tas dan langsung berbaring di tempat tidur. Kemudian ia menghubungi Adel dan Nisa.


"Hai beb." Sapa Adel dan Nisa bersamaan.


"Gue kesal liat kalian. Kenapa ninggalin gue sendiri di perpus dan pulang gitu aja." Jelas Ratu


"Ya tapi kan rencana lo nungguin Dimas disana ya kita tinggalin lah beb. Ya kan Nis?" Ucap Adel.


"Iya beb bener banget." Ucap Nisa.


"Jadi lo pulang sama siapa beb?" Tanya Nisa.


"Gue pulang sama siapa bukan urusan kalian. Awas aja kalau kalian ninggalin gue lagi." Ketus Ratu.


"Iya deh beb kita minta maaf ya."


"Iya beb kita gak ada maksud gitu kok."


"Yauda deh kalau gitu gue mau istirahat." Ucap Ratu kemudian langsung mematikan teleponnya.


Sebenarnya Ratu masih berfikir tentang rencananya itu bakalan ia terusin atau tidak. Ia kesal dengan perlakuan Dimas tadi. Baru itu ia merasa dicuekin sama cowok. Biasanya cowok lain yang mengejarnya. Terlalu banyak yang ia pikirin akhirnya ia pun tertidur pulas.


*****


Keesokan harinya, Ratu dan teman-temannya lagi ngobrol di dalam kelas. Tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan Dimas di sebelahnya.


"Ngapain lo berdiri di sebelah gue?" Tanya Ratu.


Sedangkan Adel dan Nisa malah nyapa Dimas dengan centil.


"Hai Dimas" Sambil melambaikan tangan.


Dimas tidak menjawab Adel dan Nisa. Ia langsung menarik Ratu keluar untuk mengikutinya. Adel dan Nisa saling pandang dan heran dengan tingkah Dimas.


"Apa maksudnya ini?" Tanya Dimas to the point sambil menunjukkan beberapa foto.


Ratu menarik kembali tangannya dari Dimas.


"Apaan sih pagi-pagi udah ngajak berantam. Lagian mana gue tau siapa yang fotoin kita. Emangnya gue kurang kerjaan apa." Jawab Ratu.


"Gue gak percaya sama lo. Lagian lo kan terkenal playgirl mungkin ini modus lo aja kali bikin gosip tentang kedekatan kita di mading sekolah ini."


"Eh jangan nuduh sembarangan ya lo. Gue bukan tipe orang yang hobi buat beginian. Seharusnya lo cari tahu kebenarannya dulu."


"Justru karena gue lagi cari tahu kebenarannya makanya gue tanya sama lo. Bisa aja kan lo nyuruh orang buat fotoin kita."


"Lo bukan cari tahu tapi lo nuduh gue."


"Terus gue harus nuduh siapa lagi. Gue juga anak baru disini."


"Kan lo pintar, seharusnya lo bisa berfikir logika aja."


"Udah jelas banget ini pasti ulah lo. Ngaku aja deh lo."


"Picik banget pikiran lo ya. Terserah lo mau mikir gue gimana. Gue gak peduli." Ucap Ratu sambil berlari masuk kelas.


Dimas terdiam mendengar ucapan Ratu.


'Apa gue keterlaluan ya ke dia. Gue akan coba cari tahu siapa sebenarnya yang buat rumor ini.' Batin Dimas.


Kemudian Dimas kembali masuk ke kelas. Ia dan Ratu saling memandang lalu buang muka.


Adel dan Nisa yang melihat keanehan pada tingkah keduanya hanya bisa saling pandang tanpa mengerti apapun.


Mereka mencoba bertanya kepada Ratu apa yang sebenarnya terjadi. Tapi Ratu tidak dalam mood untuk menjelaskan apapun kepada kedua sahabatnya itu. Ratu juga bertekad tidak akan punya ide lagi untuk mendekati Dimas. Lagian Ratu hanya ingin bermain saja dengan Dimas. Dan disaat itu juga Ratu di ganggu sama cowok yang bernama Kavin.


*****


Tidak terasa Dimas sudah 6 bulan sekolah ditempat barunya itu. Ia dan Ratu seperti orang asing. Tidak saling tegur dan sapa. Nisa Dan Adel sampai saat ini juga tidak tahu ada apa dengan keduanya. Mereka sebenarnya penasaran tapi tidak berani untuk bertanya langsung dengan Ratu.


Seiring berjalannya waktu, Dimas pun sudah tahu siapa yang menyebarkan rumor tentang ia dan Ratu. Saat ia tahu bahwa bukan Ratu orangnya, ia merasa sangat bersalah karena sudah nuduh dan ngomong kasar ke Ratu. Orang yang menyebarkan itu adalah bagian dari Osis di sekolah itu yang sengaja ingin membuat berita atau gosip dengan tujuan orang akan tertarik membaca mading apalagi Dimas termasuk anak baru di sekolahan. Dimas berencana untuk meminta maaf kepada Ratu. 'Pantas aja Ratu semarah itu dulu ke gue. Kira-kira dia bakal maafin gue gak ya.' Batin Dimas.


Dimas melihat tidak ada tanda-tanda kehadiran Ratu di sekolah termasuk kedua sahabatnya itu. Awalnya ia hanya berfikir kalau mereka pasti izin bareng. Setelah 3 hari berturut tidak hadir akhirnya  pihak sekolah menjelaskan bahwa Ratu dan teman-temannya pindah sekolah. Dimas yang mendengar cukup kaget. Ia hanya bisa memendam rasa bersalahnya selama ini. Dimas juga tidak seberani itu untuk datang kerumah Ratu. Banyak hal yang ia pikirkan di dalam kepalanya. Sampai akhirnya ia memutuskan memendam perasaan bersalahnya itu.


'Maaf ya tu, gue gak bisa bilang langsung ke elo. Mudah-mudahan saja suatu saat kita bisa bertemu dan gue bisa meminta maaf sama lo.' Batin Dimas.


Satu tahun Dimas di sekolahan, ternyata orangtuanya dipindah tugaskan kembali di Yogyakarta. Dia pun ikut mereka kembali, sebenarnya bisa saja Dimas tidak ikut dan tetap bersekolah. Tapi ia adalah seorang anak yang selalu bisa merawat ibunya yang berapa tahun belakangan ini sakit. Ia adalah anak yang berbakti, sayang keluarga, pekerja keras, rajin dan tidak ingin kehilangan ibunya. Karena ia sangat sayang kepada ibunya. Sepulang sekolah ia tidak beristirahat seperti anak laik pada umumnya. Ia membantu ibunya mengerjakan pekerjaan rumah dan selalu memijit kaki ibunya. Setelah itu ia akan menyuruh ibunya istirahat kemudian meminum obat. Ibunya terkena sakit gula jadi kaki ibunya akan sering keram atau sakit. Dan penyakit ini juga tidak bisa terlalu banyak fikiran. Setelah melihat ibunya istirahat baru ia bisa istirahat di kamarnya. Walaupun keluarganya merupakan keluarga yang lumayan berada, tapi Dimas tidak pernah meminta sesuatu kepada ayahnya untuk hal yang tidak berguna menurutnya. Ia hanya ingin uang ayahnya bisa ditabung dan digunakan untuk mengobati ibunya dan kebutuhan rumah mereka. Ia ingin ibunya sehat kembali.


Dimas termasuk anak yang mandiri dan pintar menabung. Ia selalu tabung uang jajan yang dikasih ayahnya. Dimas mempunyai 1 orang adik perempuan yang cantik. Usia mereka hanya berbeda 3 tahun saja. Ia dan adiknya sebanrnya saling menyayangi tapi mereka selalu saja ribut untuk hal sepele. Berbeda pendapat atau hal lainnya. Sebenarnya masih dalam batas wajar antar kakak adik. Adiknya Dimas adalah orang yang ramah, baik, periang, cantik, manis, rajin. Berbeda terbalik dengan sifat dimas yang cuek. Dimas selalu protektif terhadap adik perempuannya itu. Ia juga selalu mengantar adiknya kemanapun. Ia selalu bertanya kalau adiknya pulang telat. Semua hal yang ia lakukan karena ia sangat sayang kepada adiknya itu. Tapi disisi lain adiknya merasa bahwa kakaknya terlalu berlebihan kepadanya. Selalu mengatur dan tidak percaya apapun yang ia katakan. Ia juga sangat melarang adiknya pacaran sebelum tamat sekolah. Karena menurutnya di sekolah itu tempat kita untuk belajar bukan untuk pacaran. Ia selalu memantau gerak-gerik adiknya. Sebenarnya semua itu tujuannya juga untuk kebaikan adiknya juga.


*****


**Jangan lupa Like dan Comment nya ya. Kalau bisa kasih saran. **


Happy reading all ...