Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
Mimpi buruk



Sampainya dirumah, Bi Ina langsung menyambut kedatangan Ratu dan Kavin...


Kavin membantu Ratu berjalan kedalam rumah kemudian langsung menuju ke kamar tidur mereka. Kavin merebahkan tubuh istrinya dan menyelimutinya.


"Vin.. kamu temani aku sampai aku tertidur ya." Ucap Ratu.


Kavin menganggukkan kepalanya yang berarti menyetujui keinginan Ratu. Dia mengelus lembut rambut istrinya sampai Ratu terlelap.


Kavin perlahan menarik tangannya yang saat ini masih digenggam erat oleh Ratu. Dia meninggalkan Ratu untuk beristirahat sejenak. Saat ini mereka berdua masih merasa begitu shock atas kejadian yang menimpa Ratu hari ini. Kavin menutup pintu kamar dengan perlahan dan pergi turun kebawah. Dia duduk diruang tv sambil melamun sehingga tidak menyadari kehadiran Bi Ina disebelahnya.


"Den Kavin..bagaimana keadaan non Ratu sekarang?" Tanya bi Ina khawatir.


"Eh kenapa bi ?" Kavin yang tidak mendengarkan bi Ina meminta bi Ina untuk mengulang pertanyaannya.


"Maaf den Kavin kalau saya ganggu." Ucap bi Ina.


"Gak kok bi, emang tadi bibi tanya apa? Maaf tadi saya gak dengar." Tanya Kavin.


"Bagaimana keadaan non Ratu sekarang? Bibi khawatir banget den. Karena wajah non Ratu masih pucat banget." Ucap bi Ina.


"Keadaan Ratu sekarang baik-baik aja bi. Hanya perlu banyak istirahat. Saya berharap bibi bisa lebih memperhatikan dan terus mengingatkan Ratu untuk minum vitamin dan obat yang diresepkan dokter. Jangan pernah izinkan Ratu melakukan aktifitas yang berat.. oh iya? 1 hal lagi bi...kalau bisa kamar mandi disikat 2 sampai 3 kali dalam seminggu.  Saya tidak ingin sesuatu seperti ini terjadi lagi." Jelas Kavin.


"Syukurlah kalau non Ratu baik-baik aja. Den Kavin tenang aja, bibi akan terus mengawasi dan mengingatkan non Ratu." Ucap bi Ina.


"Makasih banyak bi.." Ucap Kavin.


"Sama-sama den..." Ucap bi Ina.


"Den Kavin sebaiknya istirahat juga, mungkin den Kavin masih terkejut dengan kejadian hari ini." Ucap bi Ina lagi.


"Iya bibi benar juga. Kalau Ratu nyariin saya. Bilang saya tidur dikamar tamu ya bi. Saya gak mau ganggu dia dulu." Ucap Kavin.


"Baik den Kavin nanti bibi sampaikan." Ucap bi Ina.


Kavin berjalan menuju kedalam kamar tamu dan memejamkan kembali matanya.


Selang 2 jam tertidur, Ratu mulai terbangun dan melihat kesekitar. Dia tidak menemukan keberadaan Kavin. Ratu mencari kedalam kamar mandi, ruang kerja dan juga ruang tv tapi tetap tidak menemukan keberadaan suaminya. Ratu menghampiri bi Ina yang sedang menyiram bunga ditaman samping rumah...


"Bi...?" Panggil Ratu.


"Ya non." Ucap bi Ina.


"Kavin pergi kemana ya bi? kok gak ada kelihatan ?" Tanya Ratu.


"Oh den Kavin sedang tidur di kamar tamu yang ada dibawah non.." Ucap bi Ina.


"Kenapa Kavin malah tidur disana bi?" Tanya Ratu.


"Katanya Den Kavin takut ganggu non Ratu yang lagi tidur. Takut malah jadi kebangun jadi den Kavin tidur disana." Jelas bi Ina.


"Oh gitu..makasih bi.." Ucap Ratu.


"Sama-sama non..." Bi Ina kembali menyiram bunga.


Ratu langsung pergi meninggalkan bi Ina dan langsung menuju kedalam kamar tamu. Dia melihat Kavin tertidur pulas disana. Perlahan dia masuk dan duduk ditepi ranjang. dia mengelus lembut pipi Kavin. Ratu memandang wajah suaminya terus-menerus tanpa henti.


'Maaf Vin, hari ini aku ngecewain kamu. Aku benar-benar merasa bersalah sama kamu.' Batin Ratu.


Kavin mulai tersadar dan melihat Ratu berada disampingnya saat ini...


"Maaf kalau aku jadi ngebanguni kamu Vin." Ucap Ratu.


"Gpp kok sayang. Sini kamu rebahan disebelah aku." Kavin menunjuk bahu sbelah kanannya.


"Ikhh apaan sih Vin..." Ucap Ratu.


"Aku cuman mau kamu peluk sebentar aja sayang." Ucap Kavin.


"Tapi janji ya sebentar aja." Ratu merebahkan tubuhnya disebelah Kavin dan langsung dipeluk erat oleh Kavin.


"Jangan terlalu erat Vin, aku susah nafas nih." Protes Ratu.


Kavin melonggarkan sedikit pelukannya.


"Maaf sayang..." Ucap Ratu.


"Hussttt...gak usah ngomong apa-apa dulu. Kayaknya daritadi aku udah bosan dengar kamu minta maaf terus. Sekarang aku cuman mau meluk dengan perasaan tenang dan nyaman aja boleh kan??" Jelas Kavin.


Ratu mengangguk tanda menyetujui keinginan Kavin tersebut. Saat ini Ratu membalas pelukan yang diberikan oleh suaminya. Tanpa sadar Kavin dan Ratu malah tertidur dalam keadaan masih berpelukan.


Selang 30 menit, Ratu mulai tersadar dan terbangun karena merasa sangat lapar. Dia melihat Kavin yang masih tertidur, perlahan dia menggeser tangan Kavin yang masih memeluk tubuhnya. Lehernya juga terasa sangat kaku saat ini. Ratu mencoba memijat dan menggerakkan kembali lehernya. Setelah merasa mendingan Ratu mencoba pergi tapi ditahan oleh tangan Kavin.


"Ikhh Kavin. Berarti kamu daritadi pura-pura tidur ya?" Protes Ratu.


"Gak kok sayang. Aku beneran tidur tapi aku terasa saat kamu melepaskan pelukan." Ucap Kavin.


"Oh gitu. Karena kamu udah bangun, temani aku makan ya sayang. Aku lapar banget nih." Ucap Ratu dengan manjanya.


"Iya deh aku temani. Apa sih yang gak aku lakukan untuk kamu sayang." Ucap Kavin.


"Huhu dasar kamu gombal terus." Ucap Ratu.


Sebelum makan, Ratu dan Kavin sempat mandi dan berganti pakaian sebentar. Setelah itu mereka berdua makan malam...


*****


"Gak...gak...gak mungkin." Teriak Ratu berkali-kali hingga membangunkan suaminya.


'Ternyata Ratu hanya ngigau aja.' Batin Kavin.


Kavin melihat Ratu sudah berkeringat, dia mengelap keringat pada kening Ratu. Kavin berusaha membangunkan istrinya tapi tetap saja Ratu masih tertidur. Kavin memegang kening Ratu...


"Astaga? Kamu demam sayang." Ucap Kavin panik.


Kavin turun kebawah dan menyiapkan air hangat dan kain untuk mengompres kening istrinya. Dia buru-buru naik kembali keatas dan segera mengompres Ratu beberapa kali.


"Kamu kenapa sih sayang? Jangan buat aku takut..." Ucap Kavin.


"Perasaan tadi kamu gak kenapa-napa. kenapa malam ini badan kamu panas banget." Ucap Kavin lagi.


Kavin masih terlihat begitu panik karena Ratu belum sadar sama sekali dan masih saja mengigau dan teriak-teriak. Dia menggenggam tangan Ratu dan mencium tangannya berkali-kali. Tangannya juga dia arahkan ke pipi kirinya dengan lembut.


"Sayang bangun..? Kamu kenapa sih?" Tanya Kavin yang masih saja tidak ada jawaban.


Kavin yang sudah kelelahan akhirnya tertidur kembali. Ratu masih saja mengigau sambil menangis...


"Tidak...!!!" Teriak Ratu.


Kavin terbangun dan melihat Ratu sudah terduduk.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Kavin cemas.


Ratu hanya menangis dan memeluk Kavin. Setelah merasa baikan, Ratu mulai bersuara...


"Aku mimpi buruk Vin. Mimpi itu terasa nyata. Aku mimpi kalau ada orang yang mau nyelakain aku dan bayi kita. Aku benar-benar takut sayang." Jelas Ratu.


"Itu hanya mimpi sayang. Gak akan ada orang yang bakal celakain kamu. Aku bakalan jagain kamu sayang. Kamu jangan berfikiran yang aneh-aneh kan kasihan bayi kita nanti. Pokoknya kamu gak boleh stress. Kamu harus ingat pesan dokter tadi." Ucap Kavin.


"Aku takut Vin...kalau suatu saat mimpi ini menjadi kenyataan." Ucap Ratu.


"Kamu percayakan sama aku. Aku gak akan biarin itu semua sayang. Banyak orang yang sayang dan akan jagain kamu." Ucap Kavin.


"Kamu benar Vin, aku gak boleh stress. Maafin mama ya sayang udah ngangetin kamu." Ratu mengelus lembut perutnya.


"Anak papa sama mama harus kuat apapun yang terjadi ya. Papa sama mama begitu sayang sama kamu sayang. Bantu mama dan buat mama tenang ya sayang." Kavin mencoba berkomunikasi dengan bayinya dan mencium perut Ratu.


"Kamu tau gak? Aku sedaritadi khawatir banget sama kamu sayang. Kamu demam sambil ngingau-ngingau gak jelas." Ucap Kavin.


Ratu memegang keningnya untuk memastikan.


"Kamu benar Vin, aku sampai demam begini. Maaf udah buat kamu khawatir. Aku berharap ini mimpi yang tidak berarti apa-apa." Ucap Ratu yang berusaha menenangkan Kavin dan juga dirinya sendiri.


"Mimpi itu cuman bunga tidur sayang.Lebih baik kamu istirahat aja sekarang, kalau demamnya belum turun juga, besok aku akan bawa kamu ke rumah sakit." Ucap Kavin.


'Aku juga sangat berharap ini cuman mimpi Vin.' Batin Ratu.


Ratu megikuti keinginan Kavin untuk beristirahat. Seusaha apapun Ratu memejamkan matanya tapi tetap saja matanya susah untuk terpejam. Rasanya dia sangat takut untuk tidur sekarang, dia takut kalau mimpi itu datang lagi ketidurnya. Dia melihat kerah Kavin yang sudah tertidur lelap.


'Mungkin mimpi ini hanya pertanda rasa takut atas kejadian hari ini. Gue gak boleh mikir yang macam-macam lagi. Gue gak mau buat Kavin menjadi khawatir dan yang paling penting gue gak boleh stress.' Batinnya.


Ratu merasa lapar dan mengambil beberapa makanan didalam kulkas yang ada didalam kamarnya. Karena merasa bingung mau melakukan apa, akhirnya dia menyalakan tv dan memutar kaset korea yang belum sempat dia tonton lagi. Alhasil satu malaman dia tidak tidur karena keasikan menonton drama korea sambil mengemil makanan.


*****


Kavin terbangun dan melihat istrinya sedang asik menonton...


"Pagi sayang?" Sapa Kavin.


"Pagi-pagi kok udah nonton aja sayang? Kenapa gak banguni aku." Ucap Kavin.


'Kok gue bisa gak sadar kalau Kavin udah kebangun ya, gawat nih kalau ketahuan gak tidur semalaman bisa kena semprot Kavin habis-habisan.' Batin Ratu.


Ratu melihat beberapa bungkus cemilan yang berserakan dilantai.


'Gue harus buru-buru mungut bungkus sampah deh kayaknya ntar bakalan ketahuan.' Batin Ratu lagi.


"Ditanyain kok diam aja sayang? kamu kenapa ? Apa masih demam?" Kavin memegang kening Ratu untuk memastikan.


"Aku udah gak demam lagi kok sayang. Kamu gak siap-siap ke kantor sayang?" Tanya Ratu mengalihkan pembicaraan.


"Tapi aku masih khawatir sama kamu sayang. Gimana kalau aku ak masuk kerja aja hari ini." Ucap Kavin.


"Gak bisa gitu dong Vin." Protes Ratu.


"Loo emangnya kenapa sayang?" Tanya Kavin.


"Pokoknya gak bisa, kamu kan harus meeting sama karyawan kamu hari ini. Hasil proyek yang diluar kota kan berkas semuanya sama kamu. Lagian aku juga gak kenapa-napa kok Vin. Kamu gak perlu khawatir lagi." Ucap Ratu beralasan.


"Iya sih kamu benar juga. Ya udah deh kalau gitu aku siap-siap dulu." Ucap Kavin.


Saat Kavin masuk kedalam kamar mandi, Ratu buru-buru membersihkan bungkus sampah yang berserakan dibawah tempat tidurnya.


"Hampir aja ketahuan Kavin, kalau gak bisa mati gue hari ini." Ratu memegang dadanya karena merasa lega.


"Kamu kenapa sayang megang dada sampek begitu?" Kavin mengejutkan Ratu dari belakang.


"Kavin ? Bisa gak kalau kamu gak ngejutin aku begini. Bisa sakit jantung nih aku karena kamu kagetin terus." Ucap Ratu.


"Hehheh...maaf sayang." Ucap Kavin cengengesan gak jelas.


Kavin bersiap-siap memakai kemeja, jas dan celana hitam. Seperti biasa, Ratu membantu Kavin memasang dasi....


"Kamu hari ini gak usah kemana-mana dulu. Aku mau kamu istirahat dirumah aja sayang. Kalau perlu apa-apa kamu bisa minta tolong sama bi Ina. Aku udah pesan juga sama bi Ina untuk lebih ekstra memperhatikan kamu." Ucap Kavin.


"Iya bawelll..." Ucap Ratu.


"Kamu bilang apa tadi?" kavin mencubit kedua pipi Ratu dengan gemas.


"Aww...sakit Vin." Protes Ratu.


"Aku bilang kamu bawel." Ucap Ratu kesal.


"Gpp deh kamu bilang apa aja gak akan ngaruh juga. Ya kan anak papa?" Kavin mengelus perut Ratu dan menciumnya.


"Huhu dasar kamu itu ya." Ucap Ratu.


"Papa semangat kerjanya ya." Ucap Ratu.


"Iya sayang. Aku hari ini sarapan dikantor aja ya sayang, Takutnya gak keburu...gpp ya?" Ucap Kavin.


"Oke." Ucap Ratu.


Ratu mengantarkan suaminya sampai kedepan rumah, tak lupa Kavin mencium mesra kening istrinya sebelum masuk kedalam mobil. Setelah itu dia meminta bi Ina untuk membuatkannya bubur ayam. Selesai sarapan, dia langsung mandi dan kembali melnjutkan aktifitas nontonnya. Saat sedang asik menonton, hp nya berdering, tanpa melihat siapa yang menelpon dia langsung menjawab panggilan tersebut...


"Halo?" Ucapnya.


"Hai sayang. Mama dngar kamu jatuh ya. Jadi gimana keadaan kamu sekarang?" Tanya mama.


"Hai ma, mama dengar dari Kavin ya? dasar Kavin tukang ngadu. Gak jatuh kok ma hampir jatuh aja. kata dokter sih gak kenapa-napa hanya disuruh banyak istirahat aja ma." Ucap Ratu.


"Bukan Kavin kok sayang, Bi Ina yang bilang. Kemarin mama sempat hubungi ke nomor telepon rumah kamu tapi bi Ina bilang kalian kerumah sakit. Syukurlah kalau gak kenapa-napa. Mama sama papa sangat khawatir saat mendengarnya. Dokter bilang apa sayang?" Ucap mama.


" Cuman disuruh banyak istirahat aja ma, Mama sama papa gak usah khwatir ya, doain aja Ratu dan janin yang ada dialam perut baik-baik aja." Ucap Ratu.


"Mama selalu doain kok sayang. Kamu jangan lupa minum vitamin dan jangan stress. Buat istirahat kalau bisa jangan bekerja dulu..." Jelas mama.


"Kan demi kebaikan kamu  juga sayang." Ucap mama.


"Kapan nih mama sama papa kesini? Ratu udah kangen banget.." Ucap Ratu.


"Ntar aja deh pas kamu mau lahiran sayang. Papa susah diajakin pergi-pergi, apalagi kalau udah sibuk dengan kebunnya, mama aja dirumah sering dicuekin." Ucap mama.


"Sabar aja deh ma, Itukan memang kesenangan papa dari dulu. Oh iya ma? udah dulu teleponannya ya, Ratu mau nonton nih." Ucap Ratu.


"Oke sayang. Jangan lupa pesan mama tadi." Ucap mama.


"Siap boss.." Ucap Ratu.


Kemudian saat Ratu ingin menonton kembali, bi Ina menghampirinya...


"Ada apa bi?" Tanya Ratu.


"Itu dibawah ada mertua non Ratu datang." Ucap bi Ina.


Ratu menghela nafas dan mematikan tv kemudian segera turun menyambut mertuanya datang...


"Hai ma..? sendirian aja? papa mana ma? Tumben nih pagi-pagi datang..." Tanya Ratu.


"Papa ada urusan jadi mama sendirian. Gimana keadaan kamu. Kata Kavin kamu hampir jatuh dan sempat pendarahan." Ucap mama khawatir.


"Dasar Kavin !!! Udah gpp kok ma, cuman disuruh minum vitamin dan istirahat aja dirumah. Mama gak usah khawatir ya." Ucap Ratu.


"Jangan marah sama Kavin ya sayang, baguslah kamu gak kenapa-napa. Mama lega dengarnya. Ini mama bawain makanan untuk cemilan kamu dan beberapa buah kesukaan kamu. Dan ini juga 4 kotak ice cream untuk stok di kulkas." Mama memberikan makanan kepada bi Ina.


"Kok repot-repot banget ma, Ratu jadi gak enak nih sama mama." Ucap Ratu.


"Mama senang kok sayang. Oh iya? maaf mama gak bisa lama-lama disini, hari ini mau bantuin papa ngurus beberapa hal. Gpp ya?" Ucap mama.


"Kalau gitu hati-hati ya ma, Kirim salam juga sama papa." Ratu cipika-cipiki sekilas dan mengantar mama mertuanya kedepan.


"Kamu juga baik-baik ya sayang. Bye..." Ucap mama yang sudah masuk kedalam mobil.


"Bye ma..." Ratu melambai tangan kemudian masuk kedalam rumah.


Dia memeriksa makanan yang dibawakan oleh mertuanya, dia mengambil beberapa seperti manisan buah, dimsum dan juga ice cream untuk dibawa kedalam kamar.


"Akhirnya gue bisa lanjutin nontton sekarang." Ucapnya senang.


Drrrrtt......Drrrrrtttt............Drrrrttttt................Drrrrttttt...


Lagi-lagi ada saja yang mengganggunya. Dia melihat hpnya dan menerima panggian vidio dari Nisa dan Adel...


"Ada apa?" Tanya Ratu ketus.


"Kok galak amat yak bumil nih..." Ucap Nisa.


"Lagian kalian ganggu gue lagi nonton, tau gak?" Ucap Ratu.


"Ya mana kita tahu kalau lo lagi nonton beb, oh iya loo baik-baik aja kan beb. Dimas bilang kalau lo sempat dibawa kerumah sakit." Ucap Adel.


"Dimas? Tahu darimana dia?" Tanya Ratu bingung.


"Tadi pagi dia ketemu Kavin beb, pas Kavin lagi beli sarapan." Jelas Nisa.


"Dasar ya Kavin ngeselin banget tau gak? Ngapain sih pakai cerita-cerita segala. Seharian ini banyak orang yang khawatir karena Kavin cerita. Lagian gue gak kenapa-napa kok." Ucap Ratu.


"Serius beb? Bagus deh kalau gitu, gue sama Adel sempat khawatir banget sama lo beb." Ucap Nisa.


"Doain aja ya... gue hanya disuruh istirahat sama dokter. Jadi gue cuti kerja deh." Ucap Ratu.


"Oh gitu... Tau gak beb? si Raya masuk kantor gue sebagai sekretaris bos. Gue kaget banget..." Ucap Adel.


Deg...


Mendengar nama itu disebut, Ratu merasa deg-deg an dan ada rasa takut. Bagaimanapun dia sudah sangat trauma dengan mantan temannya itu.


"Apaan sih lo Del, jangan buat Ratu kepikiran begini dong."Ucap Nisa.


"Eh maaf gue gak maksud, gue cuman cerita aja, gue kesal aja dia tiba-tiba ada dikantor gue dan sebagai sekretaris bos pula.." Ucap Adel.


"Gpp kok, lagian gue udah lupain masa lalu tentang dia." Ucap Ratu.


"Jadi sebenarnya lo cemburu kan beb, karena dia sekarang jadi sekeratis bos lo.. kan bos lo suka banget sama lo tapi lo malah php in. Iyakan ? Lo takut kalau si Raya yang ngerebut." Ucap Nisa.


"Apaan sih, gak ngaruh tuh sama gue. Mau sama siapapun bos gue nantinya gue gak peduli. Gue kesal aja dia sok gak kenal gitu sama gue dikantor ya gue balas lah gue cuekin balik." Ucap Adel.


"Emang penting ya dia kenal sama lo beb, kan lebih bagus kalau dia gak ingat." Ucap Nisa.


"Benar juga sih lo beb. Gue juga malas kenal sama orang jahat kayak dia." Ucap Adel.


"Ntar lagi deh kalau mau cerita, gue lagi fokus nonton nih..."Protes Ratu.


"Tuh kan Ratu jadi malas teleponan karena lo bahas tentang si Raya itu." Ucap Nisa.


"Bukan karena kok, gue lagi seru nonton tapi kalian berdua ganggu." Ucap Ratu.


"Tuh kan lo dengar sendiri kalau Ratu lagi asik nonton bukan karena cerita gue barusan." Ucap Adel.


"Terserah kalian berdua aja deh mau mikir apa. Gue tutup dulu ya...bye." Ucap Ratu.


Ratu mematikan teleponnya, jantungnya masih saja berdetak kencang, ntah kenapa dia merasa firasat buruk tentang keadiran Raya lagi...


"Gue gak boleh terlalu mikir negatif, gue gak boleh terlalu stress dengan banyak pikiran. Lagian gak mungkin juga Raya tahu tentang keberadaan gue sekarang. Gue juga udah pindah jauh dari rumah lama. Jadi gue harus tenang jangan sampai panik. Ok." Ucapnya menenangkan dirinya sendiri.


Kemudian dia menonton kembali sambil makan ice cream yang hampir cair. Tidak ada lagi yang mengganggunya menonton drama korea, jadi seharian ini dia hanya fokus menonton. Makan siang juga bi Ina yang mengantar kedalam kamar...


*****


Semenjak kejadian itu, Kavin menjadi over protektif lagi kepada istrinya. Semua kebutuhan dan keinginan Ratu dia sediakan. Dia tidak ingin Ratu capek sedikitpun. Kalau bisa Ratu hanya berdiam diri didalam kamar. Kavin selalu melayani Ratu sebaik mungkin. Kadang kala Ratu merasa sikap dan perhatian Kavin terlalu berlebihan, dia juga kadang kesal karena tidak dikasih melakukan aktifitas apapun.


Sehari dua hari dia bisa dan terbiasa disediakan oleh Kavin. Kalau Kavin bekerja, bi Ina yang secara bergantian melayani semua kebutuhannya. Tapi lama-lama rasa bosan mulai menghampirinya. Bagaimana tidak, dia merasa terkurung didalam kamar.


Kavin juga sengaja membeli banyak kaset korea untuk istrinya. Tapi tetap saja lama kelamaan Ratu mulai malas dan bosan untuk menonton. Rasanya dia ingin keluar rumah dan melakukan aktifitas seperti biasa.


Disaat Kavin sudah pergi ke kantor, Ratu turun kebawah dan meminta bi Ina untuk membuatkannya sop daging dan nasi putih untuk sarapannya. Setelah selesai sarapan, Ratu berjalan keluar rumah...


"Non Ratu mau kemana? Jangan kemana-mana dulu. Non Ratu harus banyak istirahat. Bibi diingatkan untuk non tidak pergi dulu sama den Kavin." Ucap bi Ina.


"Bibi tenang aja, saya cuman ingin menghirup udara diluar rumah saja. Sampaikan itu nanti kepada Kavin kalau ditanya." Ucap Ratu.


"Baik non.." Ucap Bi Ina.


Bi Ina merapikan meja makan bekas sarapan Ratu tadi.


Ratu keluar rumah dengan kesal...


"Ngeselin banget nih kavin lama-lama. Gue beneran dikurung didalam kamar gak boleh kemana-mana. Gak kasihan banget sih dia. Gue kan juga pengen refreshing atau cuci mata sedikit. Setidaknya ajak gue keliling komplek naik mobil. Dasar cowok itu gak pernah peka." Ucapnya kesal.


Ratu memejamkan mata dan menghirup udara kemudian membuangnya kembali dari mulut. Sudah lama dia tidak merasakan udara pagi yang segar seperti ini. Dia melakukannya berulang kali sampai pikiran dan rasa kesalnya hilang. Setelah lebih tenang, dia melihat tanamannya yang sudah banyak tumbuh dan bunga-bunga yang saat ini bermekaran. Terlihat sangat cantik dan indah. Dia tersenyum dan merasa sangat bahagia.


'Tanamannya tumbuh dan berkembang sangat baik. Gak sia-sia gue fokus ngerawatnya selama ini. Ya walaupun dibantu bi ina tapi tetap gue yang kasih pupuk bunga kan.' Batinnya.


Dia mengambil hp dan memotret bunga-bunga yang sudah bermekaran dan berkembang dengan baik itu. Setelah banyak foto yang diambil, Ratu mengupload foto kedalam media sosial miliknya dengan caption " wanita itu seperti bunga. Mereka harus diperlakukan dengan lembut, baik hati, dan dengan kasih sayang."


Selang 10 menit mengupload foto, hp nya langsung berdering...


Ddrrtt.......ddrrtt.....ddrrtt.....ddrrtt...


Ratu yang masih asik memandang bunga mulai tersadar dengan suara hpnya yang makin nyaring. Dia melihat nama di hpnya...(My Kavin♡) dengan malasnya dia menjawab telepon Kavin. Dia menggeserkan layar kearah kanan....


"Kamu dimana sayang?" Tanya Kavin.


"Dirumah, mau dimana lagi." Ucapnya datar.


"Oh aku kirain kamu keluar rumah, jadi tadi dimana kamu upload foto tanaman?" Tanya Kavin.


"Kamu lupa ya, kalau kita juga punya tamanan di samping rumah, aku cuman keluar untuk melihat perkembangan tanaman aku aja Vin." Ucap Ratu.


"Kamu kok ketus gitu sih sayang jawabnya. Emang aku ada salah apa sama kamu?"Ucap Kavin.


'Banyak salah kamu Vin. Terlalu ngekang dan protektif banget sekarang. Sampai aku upload foto tanaman aja kamu curiga kalau aku pergi keluar.' Teriaknya dalam hati. Rasanya ingin dia ungkapkan dihadapan Kavin kata-kata barusan.


"Gak ada kok. Aku cuman kesal aja kamu ganggu aku..." Ucap Ratu.


"Ya udah deh kalau gitu kamu lanjutin kesibukannya. Sampai ketemu nanti malam sayang. Kamu kalau pengen apa-apa jangan lupa hubungi aku ya sayang. Bye sayang." Ucap Kavin mengakhiri panggilannya.


Selesai teleponan, Ratu masuk kedalam kamar dan memutuskan untuk mandi. Dia menyalakan shower keseluruh tubuhnya. Lebih tepatnya untuk menghilangkan rasa kesal dan jenuh pada dirinya saat ini. Dia sangat membutuhkan kesegaran saat ini.


Sehabis mandi, dia memakai baju tidur  kemudian mengeringkan rambut dengan hairdryer dan memakai vitamin untuk rambut agar rambutnya tidak rusak. Tak lupa juga Ratu memakai pelembap muka. Walaupun dirumah aja dia tetap merawat wajah dan juga rambutnya.


Dia menyalakan dvd dan memutar instrumen musik serta menyalakan infus water dengan aroma lavender dicampur dengan lemon sehingga membuat ruangan kamarnya terasa harum. Dia merebahkan tubuhnya dan membaca beberapa novel yang dibelikan oleh Kavin.


Baru berapa lembar membaca novel, Ratu sudah terlelap dan tidak sadar lagi. Dia tertidur lumayan lama, sampai bi Ina membangunkannya untuk makan siang dan minuman vitamin....


"Jangan lupa dimakan sama minum vitaminnya ya non, bibi keluar dulu." Bi Ina meletakkan makan siang dan beberapa vitamin diatas meja dekat sofa tempat tidurnya.


"Iya bi..." Ratu mencuci muka dan menggosok giginya kedalam kamar mandi. Setelah itu dia makan makanan . Sehabis makan, rasa mual yang dirasakannya kembali memuntahkan makanan yang sudah dia makan barusan.


"Percuma gue makan kalau ujung-ujungnya dikeluarin semua." Ucapnya.


Dia meminum vitamin dan menyuruh bi Ina untuk memotong buah mangga dan pir. Seenggaknya perutmya gak pernah nolak kalau dia makan buah. Dia menghabiskan buah yang diberikan oleh bi Ina. Karena masih lapar, dia mengambil beberapa cemilan didalam kulkas.


Ratu menghubungi bi ina dan menyurhnya untuk mengukus dimsum yang dikasih mertuanya kemarin. Karena bosan, dia main game yang ada di hpnya sambil menunggu dimsum yang masih dikukus.


Selang 10 menit, bi Ina datang membawa makanan tersebut. Gak butuh waktu lama buat Ratu menghabiskan makanan itu. Wajar saja karena dia sudah memuntahkan makanan sebelumnya.


Sore harinya,


Ratu turun kebawah dan melangkah keluar rumah. Baru saja dia membuka pintu rumah, dia melihat Kavin sudah ada didepannya. Kavin sengaja pulang cepat hari ini untuk mengajakanya berkeliling dan jalan-jalan sore.  Ratu dengan secepat kilat mengganti pakaiannya dengan dress putih dan slingbag favoritnya. Mereka berkeliling, Kavin juga sempat mengajaknya untuk memesan makanan di Mcd...Walaupun tidak keluar mobil, tapi Ratu sudah sangat senang. Kavin memberhentikan mobilnya didekat pengisian minyak dengan tujuan untuk menikmati makanan yang mereka beli barusan. Setelah menghabiskan makanan dan minuman didalam mobil...merekapun pulang kerumah.


"Makasih udah senggangin waktu buat ajak aku jalan-jalan sayang." Ucap Ratu.


"Aku tahu kamu bosan, jadi hanya itu yang bisa aku lakukan untuk buat kamu senang." Ucap Kavin.


"I love you Vin."


"I love you more sayang."


*****


Selama 2 minggu lebih, Ratu sudah sangat bosan berada dirumah. Dia mengajak Kavin untuk pergi ke supermarket yang ada di salah satu Mall dengan alasan bahan masakan dan cemilannya sudah habis. Mau tidak mau Kavin mengikuti dan menyetujui keinginan istrinya itu. Sebenarnya Kavin juga tahu kalau Ratu sudah teramat bosan didalam rumah.


Sampainya di Mall, mereka langsung menuju ke supermarket. Kavin menjalankan trolly sedangkan Ratu mengambil dan meletakkan bahan masakan dan cemilan serta buah kedalam trolly.  Perut Ratu sudah terlihat lumayan besar sekarang. Karena sudah jalan 5 bulan masa kehamilannya.


Ratu dengan senangnya bisa keluar hari ini, apalagi ke Mall...sudah sangat lama rasanya dia tidak pernah berjalan-jalan dan berkeliling Mall lagi.


Saat ini Ratu sudah berpisah dengan Kavin. Kavin sedang asik mengambil beberapa buah kesukaannya sedangkan Ratu mengambil coklat dan snack lainnya. Saat sedang asik memilih, ada seseorang yang menghampirinya...


"Hai teman lama? Gak nyangka ya bisa ketemu disini..." Sapa seseorang sambil menepuk bahu Ratu.


Ratu menghentikan aktifitasnya sebentar dan langsung menoleh kearah suara. Betapa terkejutnya Ratu melihat kehadiran orang tersebut. Dia menjatuhkan cemilan yang sudah dipegangnya sedaritadi.


"Jangan terkejut gitu dong, seharusnya lo senang bisa ketemu lagi sama gue." Ucap orang itu lagi.


Ratu masih terdiam dan mematung tanpa suara.


"Hello? Lo gak budek kan. Apa perlu gue ingatin lagi siapa gue." Ucap orang itu lagi.


'Firasat gue gak enak sekarang, lebih baik gue pergi aja.' Batin Ratu.


"Maaf gue gak kenal sama lo." Ratu buru-buru pergi.


"Lo yakin gak kenal gue? Gue Raya teman lama lo. Gue kangen banget sama lo. Udah lama juga ya kita gak ketemu. Ternyata lo lagi hamil sekarang." Ucap Raya menghentikan langkah Ratu.


Ratu melihat kearah Raya yang sedang tersenyum sinis.


"Mau lo apa?" Tanya Ratu.


"Kok galak gitu sih, biasa aja dong jawabnya.


Mau gue.....


*****


Jangan lupa Like, Comment dan Rating novel ini....!


Happy reading all ^-^