
Putri melepaskan secara paksa tangannya dari tarikan Tommy...
"Kesepakatan? gue gak berminat sama sekali." Ucap Putri dengan cepat sambil berbalik arah untuk pergi..
Putri kembali dijegat oleh Tommy.
"Kesepakatan ini akan menguntungkan kita berdua. Gue yakin kok lo pasti mau." Ucap Tommy lagi berusaha meyakinkan.
Putri menatap dengan tatapan sinisnya seolah tidak tertarik mendengarkan ucapan Tommy.
"Kenapa? apa lo kurang percaya diri sekarang?" Tanya Putri seakan bisa membaca pikiran Tommy.
"Maksud lo apaan?" Tanya Tommy yang tidak mengerti.
"Gue yakin lo lebih paham maksud perkataan gue barusan." Ucap Putri sedikit menyeringai.
Tommy menghela nafas berat kemudian membuangnya kembali...
"Ternyata lo orang yang paling susah diajak untuk bekerja sama. Seharusnya gue sadar kalau lo cewek yang tidak bisa diajak ngobrol secara baik-baik." Ucap Tommy.
"Terserah lo deh mau mikir gue gimana.Lagian kita juga tidak saling kenal. Jadi gak ada untungnya juga kalau gue ngobrol lama-lama sama cowok sombong dan angkuh kayak lo. Benar-benar buang waktu aja."Ucap Putri.
"Apa lo bilang?" Ucap Tommy yang hampir hilang kesabaran menghadapi Putri.
"Selain sombong lo juga tuli ya." Ucapan Putri barusan membuat Tommy semakin kesal setengah mati. Tommy mendekap Putri agar Putri tidak bisa pergi sebelum mendengarkan ucapannya.
"Apaan sih lo, lepasin gue...lo sadar dengan apa yang barusan lo perbuat ke gue?" Ucap Putri.
"Gue cukup sadar." Ucap Tommy.
"Apa mau lo sebenarnya?" Tanya Putri yang tidak bisa melarikan diri karena pertahanan dekapan Tommy begitu kuat sehingga dia tidak bisa lepas sekarang.
"Gue cuman mau lo dengarin ucapan gue sampai tuntas. Bisakan? jangan potong omongan orang kalau lagi bicara." Ucap Tommy.
"Oh ok..." Ucap Putri singkat.
"Gue ingin bekerja sama untuk kita menolak perjodohan ini. Apa lo bisa lakuin?" Tanya Tommy.
"Gue bisa jelaskan semuanya sendiri sama nyokap gue tanpa bantuan lo." Ucap Putri tersenyum tipis.
"Lo gak perlu jawab gue sekarang. Lo bia pikir-pikir dulu ucapan gue barusan." Ucap Tommy.
"Gue gak perlu waktu untuk mikirkan hal yang gak penting begini." Ucap Putri.
"Tapi gue yakin lo pasti memikirkan hal ini juga nantinya. Kabarin gue kalau lo berubah pikiran." Ucap Tommy.
"Kenapa? apa nyokap lo nolak keinginan lo sampai lo perlu bantuan gue?" Ucap Putri dengan sangat yakin.
Tommy tidak menjawab ucapan Putri malah mempertegas ucapannya lagi.
"Gue juga yakin lo perlu bantuan dari gue. Lo hanya gengsi aja kan." Ucap Tommy dengan penuh percaya diri.
"Sekarang lepasin gue." Ucap Putri.
"Oke dengan senang hati. Siapa juga yang mau dekat-dekat sama cewek kayak lo." Ucap Tommy.
Putri segera berlari dan menjauh dari Tommy secepat mungkin.
'Benar-benar aneh dan pemaksa. Sampai kapanpun gue gak perlu bantuan dia, gue yakin kalau bisa sendiri jelasin ke nyokap.' Batin Putri.
Tommy membiarkan Putri pergi, seenggaknya Tommy sudah menyampaikan tujuannya dengan baik.
"Kalau nggak karena mikirin nyokap, gue juga malas kerja sama sama dia." Ucap Tommy yang sudah tidak memikirkan hal yang membuatnya merasa bersalah tadi. Dia sampai melupakan apa yang Kavin lakukan tadi kepadanya. Berkat bertemu dengan Putri mampu mengalihkan pikirannya untuk sejenak. Kemudian Tommy segera pergi dari tempat itu.
Putri kembali masuk ke area pesta pernikahan Kavin dan Ratu. Setidaknya dia ingin berpamitan dan mengucapkan selamat secara langsung kepada bosnya itu. Setelah itu dia pulang bareng teman kerjanya yang rumahnya tidak jauh darinya.
Begitu sampai rumah, Putri langsung masuk kedalam kamar. Saat membersihkan makeup, dia teringat kembali ucapan Tommy yang lumayan sangat mengganggu pikirannya.
'Gue gak boleh berpikiran hal itu, pokoknya jangan dipikirkan lagi. Fokus lo hanya untuk kesehatan nyokap. Itu hal yang paling penting sekarang.' Putri melamun sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Setelah itu Putri menuntaskan kembali mncuci wajah dan menggosok gigi sebelum tidur. Putri sudah mengambil tantop hitam dan celana pendek. Setiap tidur dia lebih nyaman memakai pakaian seperti itu.
*****
Selang 2 bulan kemudian, Putri dan Tommy tidak pernah bertemu sama sekali. Putri tetap tidak mengubah keputusannya. Lagian dia merasa kalau nyokapnya tidak terlalu fokus menanyakan masalah pribadinya. Itu karena nyokapnya kepengen Putri membahasnya duluan tapi Putri malah semakin cuek dan tidak membahas tentang perjodohan itu sama sekali.
Mama Tommy merasa perlu menanyakan langsung kepada sahabatnya tersebut tentang perihal hubungan anak mereka. Tommy tidak pernah mau membahas lagi tentang hal itu. Karena penasaran mamanya Tommy datang secara mendadak kerumah Putri. Putri yang tanpa persiapan sama sekali dalam menghadapi nyokapnya Tommy berusaha menjawab dengan santai semua pertanyaan.
"Kenapa gak ngabari dulu kalau mau datang ?" Tanya mamanya Putri sambil cipika-cipiki.
"Itu, ada hal penting yang harus aku tanyakan sama Putri." Ucap mama Tommy.
Nyokapnya Putri udah menduga hal apa yang akan mereka bahas, tapi mamanya Putri tetap ingin mendengar hal tersebut dari mulut anaknya sendiri. Sebenarnya mamanya juga ingin tahu jelas tapi tidak berani menanyakan hal tersebut.
Putri mendekati mama dan teman nyokapnya tersebut. Tidak lupa Putri menyapa dengan ramah...
"Hai tante. Udah lama?" Ucap Putri.
"Belum kok." Mamanya Tommy menyuruh Putri duduk disebelahnya.
"Begini, ada yang mau tante tanyakan sebelumnya." Ucap mama Tommy.
Putri melirik kearah nyokapnya yang mendengarkan secara seksama disana.
'Duh kenapa mesti didepan nyokap ngomongin hal ini. Terusa gue harus gimana sekarang?' batin Putri yang sudah merasa sangat gelisah.
"Bentar ya tan,Putri siapin minuman dulu." Ucap Putri yang langsung pergi ke dapur.
Putri sesekali mengintip dan dia sengaja membuat jus mangga dan menggoreng kentang goreng untuk mamanya Tommy. Lebih tepatnya dia sengaja mengulur waktu untuk memperlama sambil dia berfikir sejenak apa yang harus dia katakan.
"Ayo Putri lo harus mikir hal ini dengan baik. Jangan sampai lo salah ambil keputusan." Ucapnya pada dirinya sendiri.
Putri dengan ragu mengeluarkan hp dari kantong celana. Karena tidak bisa berfikir secara jernih, Putri memutuskan untuk menghubungi salah satu kontak nomor...dan nomor yang dia hubungi adalah nomornya Tommy. Karena merasa buntuh dia akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan Tommy...
Panggilan terhubung dan tidak berapa lama kemudian Tommy menjawab panggilan dari Putri...
"Ada apa lo hubungi gue?" Tanya Tommy tanpa basa-basi. Sebenarnya Tommy tahu dengan jelas kenapa Putri menghubungi dirinya. Senyum menyerigai terlihat dari tampang Tommy sekarang.
'Kan udah gue bilang lo gak bisa tanpa bantuan gue. Begitupun sebaliknya.' Batin Tommy.
"Itu..sebaiknya lo datang sekarang kesini. Kita harus menjelaskan langsung kepada mereka." Ucap Putri.
"Kalau gue gak mau gimana?" Tantang Tommy yang ingin membuat Putri memohon kepadanya.
"Terserah lo sih. Karena ini tawaran peratama dan terakhir yang gue ajukan. Lo bisa tentukan pilihan. Kalau memang o nolak, ya gue sendiri yang jelasin ke mereka tapi jangan pernah nyesal kalau nyokap lo kecewa." Ucap Putri yang diluar perkiraan Tommy. Tommy mengira kalau Putri akan memohon kepada dirinya ternyata dia malah salah besar. Sekarang malah Putri yang menantangnya balik.
'Sialan nih cewek. Boleh juga ucapannya. Sial gue gak bisa nolak sama sekali padahal gue mau jual mahal.' Batin Tommy.
"Hmmm oke gue kesana. Kirim alamat rumah lo." Ucap Tommy yang tidak akan membiarkan Putri mengubah kepurtusannya lagi. Karena jujur saja selama 2 bulan ini sikap nyokapnya berubah kepadanya. Dia tidak ingin hubungan dirinya dengan nyokapnya menjadi merenggang untuk hal yang terbilang sepele seperti ini. Tommy benar-benar menunggu keputusan Putri tapi dia tidak menghubunginya sama sekali. Sampai sekarang Putri baru mengubah keputusannya. Langsung saja Tommy menerimanya...
"Oke. Tolong datang secepatnya." Ucap Putri.
'Menarik. Cewek ini benar-bear menarik perhatian. Tidak gampang terpancing dan tertantang dengan semua omongan gue. Malah dia berani menantang gue balik.' Batin Tommy.
Setelah Putri mengirim lokasi rumahnya, Tommy bergegas pergi menuju lokasi yan diberikan kepadanya.
Putri menyajikan makanan dan minuman kepada teman nyokapnya tersebut. Sambil sesekali Putri melihat kearah pintu yang membuat nyojapnya beratnya-tanya..
"Kamu lihatin apa sih sayang? mama perhatiin daritadi kamu lihat kerah pintu aja." Ucap mama Putri.
"Itu ma,jadi Tommy mau datang kesini." Ucap Putri.
"Tommy? mau ngapain dia kesini?" Tanya mamanya Tommy penasaran.
"Ada hal yang ingin kita sampaikan secara langsung kepada mama dan tante.Mumpung tante juga ada disini..." Jelas Putri.
"Masalah perjodohan ?" Tanya mamanya Tommy memastikan.
Putri langsung mengangguk ...
"Ya sudah kalau begitu kita tunggu kehadiran Tommy dulu." Ucap mama Putri.
Hanya dibutuhkan waktu 15 menit Tommy sudah sampai didepan rumah Putri. Tommy bergerak dengan sangat cepat, dia tidak ingin membuang-buang waktu lagi. Seenggaknya mereka harus menjelaskan tentang masalah perjodohan tersebut. iar masalah cepat selesai dan clear, dan Tommy bisa baikan kembali dengan nyokapnya. Itulah salah satu alasan dia melakukan hal ini.
Tommy sudah didepan pintu rumah, mamanya hanya diam saja melihat kedatangan anaknya sedangkan mamanya Putri menyambut dengan hangat kedatangan Tommy. Seperti hal Putri yang selalu disambut baik oleh nyokapnya Tommy selama ini. Tommy menyapa mamanya dan menyalam nyokapnya Putri. Setelah itu Tommy dipersilahkan untuk duduk.
Putri memberikan kode untuk Tommy, Tommy yang melihat kearah Putri sudah mengerti apa yang harus dia lakukan. Putri menyusurh dirinya untuk menjelaskan secara perlahan...
"Ngapain kamu kesini ? kata Putri ada yang ingin kalian berdua jelaskan." Ucap nyokapnya Tommy.
'benar-benar nggak jauh beda. Mama dan anak sama-sama to the point. langsung ke tujuan awal tanpa basa-basi.' Batin Putri yang menyaksikan kemiripan sifat antara ibu dan anak tersebut.
"Iya ma, jadi gini Tommy sama Putri sebenarnya..." Ucap Tommy yang belum menyelesaikan kata-katanya. Dia menjadi ragu untuk jujur sekarang. Mamanya Putri langsung memotong pembicaraan Tommy dan temannya itu.
"Putri, kamu buatin minum juga buat Tommy sayang." Ucap mama Putri.
"Nggak perlu tan, Tommy juga nggak bisa lama disini." Ucap Tommy.
"Tetap aja kalau ada tamu datang itu harus disediakan minuman." Ucap mama Putri.
Putri mke dapur untuk membuatkan Tommy kopi. Tommy merasa sangat deg-deg an sekarang. Pantas aja Putri meminta bantuannya, mungkin Putri tidak tega melihat kondisi mamanya dengan wajah yang pucat begitu. Tommy muali mengerti kenapaPutri mengubah keputusannya secara mendadak.
'Sekarang jadi gue yang ragu harus bicara begini...' Batin Tommy sambil memperhatiakn wajah mama dan nyokapnya Putri secara bergantian.
Mamanya Tommy sudah sangat penasaran hal apa yang akan Tommy dan Putri sampaikan. Mamanya sempat melihat gerak-gerik putranya yang terbilang mencurigakan dan sedikit gelisah tersebut. Putri datang membawa kopi untuk Tommy lalu Putri kembali duduk.
Tommy segera meminum kopi tersebut. Kemudian Tommy memberikan kode kpada Putri untuk membantunya menjeaskan. Putri malah diam aja dan membiarkan Tommy yang menjelakan keadaan mereka saat ini.
Tommy menghelas nafas dengan panjang sebelum berbicara kembali.
"Kalian sebenarnya mau bilang apa sih? jangan buat mama penasaran begini." Ucap mama Tommy.
"Jadi gini ma, sebenarnya..." Tommy tidak bisa melanjutkan kembali ucapannya karena melihat nyokapnya Putri pingsan.
"Mama? mama kenapa?" Teriak Putri histeris dan nangis.
"Lebih baik kita bawa mama kamu ke rumah sakit sekarang. Ayo Tom bantu angkat mamanya Putri ke mobil." Printah mama Tommy.
Tommy langsung mengangkat tubuh nyokapnya Putri dan membawa kerumah sakit. Putri masih saja menangis didalam mobil. Tommy yang melihat dari kaca depan merasa tidak tega melihat Putri seperti itu. Setidaknya Tommy masih punya perasaan kepada orang lain. mereka menuju kerumah sakit tempat mamanya Putri sering berobat kesana.
Sampainya dirumah sakit, mamanya Putri sudah ada diruangan yang sedang diperiksa oleh dokter. Sedangkan Putri duduk dan ditenangkan oleh nyokapnya Tommy. Tommy berada disituasi yang sulit. Tommy tidak mungkin tega untuk mengatakan hal yang akan mempengaruhi pikiran nyokapnya Putri dan mamanya tersebut.Tommy berfikir keras hal apa nnatinya yang akan dia sampaikan...
Setelah kondisi lebih baik, keluarga pasien sudah diperbolehkan menjenguk. Dokter meminta untuk keluarga tidak membebankan pikiran yang akan berpengaruh pada penyakit mamanya Putri tersebut. Tommy, Putri, dan nyokapnya Tommy masuk kedalam ruangan karena mamanya Putri sudah siuman.
"Mama?" Putri memeluk mamanya sambil mennagis.
"Mama gak kenapa-napa sayang.Kamu jangan khawatir ya.Makasih ya nak Tommy jadi ikutan repot bawa tante kesini." Ucap mama Putri.
"Nggak repot kok tante." Ucap Tommy.
"Kesehatan kamu yang paling penting sekarang." Ucap mama Tommy.
"Aku jadi nggak enak sama kamu Dita." Ucap mama Putri.
"Jangan terlalu banyak mikir hal yang sepele begini. Yang penting tuh kamu sehat dulu." Ucap mama Tommy.
"Iya benar ma.." Ucap Putri.
"Tentang obrolan tadi, sebenarnya Tommy ingin bilang kalau Tommy dan Putri menerima perjodohan ini. Tapi kita masih pada tahap yang saling mengenal satu sama lain dulu. Kalau memang cocok akan dilanjutkan ke jenjang yang lebih serius." Ucap Tommy.
Putri menatap Tommy dengan tatapan tajam.
'Kenapa Tommy malah bilang seperti ini? ini namanya membohongi orangtua.' Batin Putri kesal.
"Yang benar sayang? mama senang dengarnya. Pantas aja kalian berdua tadi terlihat gugup." Ucap mama Tommy yang merasa lega.
"Tante juga berharap kalian berdua bisa bahagia ya." Ucap mama Putri.
"Nggak nyangka ya Dita kalau anak kita bisa sedekat ini akhirnya." Ucap mama Putri.
"Aku juga nggak nyangka. Tapi aku senang sih..." Ucap mama Tommy.
Putri yang mendengar ucapan mamanya, yang tadinya kesal berubah menjadi tersentuh sekaligus terharu.
'Yang penting mama bisa happy, mungkin ini yang dinamakan bohong untuk kebaikan. Tapi gue harus bicarain hal ini dengan Tommy lagi, kenapa dia malah mengubah keputusan yang udah dibuat sebelumnya. Gue masih tidak terima karena dia tidak mendiskusikan hal ini sama gue.' Batin Putri.
Tommy yang dilihatin Putri dengan pandangan tajam itu hanya menganggkat kedua bahunya. Ini satu-satunya cara agar mereka tidak membuat kedua orangtua mereka kecewa.
Putri dan Tommy keluar sebentar, Putri mengajak Tommy ke kantn yang ada dirumah sakit tersebut untuk mengobrol. Tommy sudah tahu persis hal apa yang akan Putri bahas.
"Maksud kata-kata lo tadi apaan?" Ucap Putri.
"Ya mau gimana lagi, nyokap lo lagi sakit jadi gue gak mau nambahin beban pikirannya lagi. Lagian ini satu-satunya cara yang bisa gue lakukan. Kalau beberapa bulan ini nyokap lo udah mendingan, kita bilang aja kalau kita berdua tidak cocok. Jadi kita tidak bisa meneruskan ke hubungan yang lebih serius lagi. Gimana?" Ucap Tommy menjelaskan.
"Gue gak tahu dan gak mikir sampai sejauh itu. Yang terpenting kesehatan nyokap gue sekarang. Maksih lo udah bilang kata-kata yang buat nyokap gue senang." Ucap Putri.
Baru kali ini Putri merasakan ketulusan dari ucapan yang Tommy sampaikan. Putri menjadi mengerti kenapa Tommy tidak bisa menolak perjodohan ini.Dia juga tidak tega melihat nyokapnya kecewa lagi.
"Kalau gitu kita berdua sudah sepakat ya. Maaf kalau gue lancang bilang kayak tadi tanpa persetujuan lo." Ucap Tommy.
"Oke deal." Putri menyodorkan jari kelingkingnya dan disambut dengan jari kelingking Tommy. Mereka sudah membuat janji untuk dekat. Mereka hanya bisa merencanakan semua hal dengan baik tapi tetap yang memutuskan hanya Tuhan kan? karena Tuhan mampu membolak-balikkan hati kita...
"Sekali kita melangkah, kita tidak akan pernah bisa berhenti." Ucap Tommy memperingati.
"Untuk saat ini gue akan mengikuti semua asalkan nyokap gue gak akan kenapa-napa." Ucap Putri.
Mereka saling bersepakat tanpa memikirkan dampak serta akibat kedepannya...
*****
Selama 4 bulan lebih mereka saling berakting didepan kedua orangtua masing-masing. Hubungan Tommy dengan nyokapnya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dan juga kondisi kesehatan mamanya Putri jauh lebih baik, apalagi semenjak Putri dan Tommy sudah sangat dekat sekarang.
Putri mulai merasa baper atas semua perlakuan khusus Tommy kepada dirinya termasuk kepada keluarganya. Tommy sangat perhatian, peduli dan sayang seperti sudah menganggap keluarganya sendiri. Terkadang Putri sampai ingin mengakhiri hubungan palsu yang selama 4 bulan ini mereka bangun. Tapi Putri tidak tahu harus memberikan alasan apa kepada Tommy terutama terhadap keluarganya sendiri.
Putri mondara-mandir tidakjelas didalam kamar sambil memikirkan langkah apa yang akan dia lakukan.
"Gue harus bertemu secara empat mata dengan Tommy. Gue gak bisa berbohong terlalu lama lagi. Gue takut malah akan menyakiti keluarga masing-masing. Lagian nyokap gue juga sudah hampir sehat setelah menjalani terapi dan operasi." Ucap Putri.
Putri tidak membuang wktunya lagiuntuk segera menghubungi Tommy...
Panggilang tersambung ...
"Ya kenapa Put?"
"Tommy, kita harus ketemu malam ini. Penting..."
"Ada apaan sih emangnya? harus malam ini?"
"Iya harus, ntar gue kirim lokasinya. Gue tunggu lo jam 8 malam disana. Usahakan datang..."
"Oke."
*****
Sampainya Putri di cafe, Putri langsung memberi pesan teks kepada Tommy...
Putri :
Tom, gue udah di cafe...
Tommy :
Ok gue baru mau on the way kesana.
Putri memesan jus alpukat dan ketang sebagai cemilan saja sambil menunggu Tommy.
Selang 10 menitan tibalah Tommy di cafe tesebut, Putri melambaikan tangan kearahnya kemudian Tommy dengan segera menghampiri dirinya...
"Lo mau pesan apa Tom?" Tanya Putri.
"Gak usah deh, lo mau omongin apa emangnya ngajak gue kesini?" Tanya Tommy to the point.
"Gini Tom. Gue berniat untuk kita segera mengakhiri drama perjodohan ini. Gue gak mau membohongi orangtua gue lebih lama lagi. Jadi gue minta kerja samanya." Jelas Putri yang menatap serius kearah Tommy.
"Tapi Put, gue masih belum siap untuk semua ini. Ntar nyokap gue gimana?" Tanya Tommy.
"Kita bilang aja ke orangtua kita masing-masing kalau kita udah putus karena tidak ada kecocokan diantara kita." Ucap Putri.
"Tommy memegang tangan Putri...
"Put, ini gak segampang yang lo bayangin. Semuanya butuh proses..." Ucap Tommy seolah memohon bantuan kepada Putri untuk bisa mendengarkan dirinya.
Putri menepis tangan Tommy dengan segera...
'Tolong jangan perlakukan gue seperti ini Tom, ntar gue beneran baper sama lo. Gue gak mau itu terjadi karena dari awal kita hanya bersandiwara aja.' Batin Putri yang mulai gelisah.
"Apa alasan lo mundur Put?" Tanya Tommy.
"Alasannya karena gue gak bisa berbohong lebih lama lag, batin gue tersiksa karena hal ini. Gue harap lo ngerti Tom." Ucap Putri meyakinkan.
"Oke kalau memang itu mau lo. Kita akan bilang ke orangtua kita masing-masing kalau hubungan kita sudah berakhir." Ucap Tommy.
"Makasih Tom. Kalau gitu gue pamit dulu." Ucap Putri yang sudah berdiri.
Tommy mencegah sambil memegang tangan Putri...
"Gue yang antar ya Put." Putri langsung menggeleng.
"Anggap ini pertemuan terakhir kita. Jadi biarkan gue mengantar lo kerumah untuk yang terakhir kalinya." Putri berfikir sejenak dan menyetujui keinginan Tommy.
Tommy membayar makanan dan minuman yang dipesan oleh Putri ke kasir kemudian mereka berjalan ke parkiran.
Saat Tommy ingin membukakan pintu mobilnya, Putri membuka pintu mobil duluan...
"Gue aja yang buka Tom." Ucap Putri.
'Putri kenapa sih aneh banget hari ini. Apa dia memang ingin mengakhiri semuanya?' Batin Tommy yang masih merasa ragu dengan keputusan mereka.
Disepanjang perjalanan tidak ada yang membuka obrolan dari mereka berdua. Putri juga hanya berdiam diri tidak seperti biasanya.
"Put, tumben lo diam aja?" Tanya Tommy ragu.
"Lagi gak mood aja untuk ngobrol." Ucap Putri dengan tegas.
"Oh jadi lo udah malas ngobrol sama gue ya?" Tanya Tommy lagi.
"Setelah semuanya berakhir, gue harap kita bisa jaga jarak seperti tidak saling mengenal satu sama lain." Ucap Putri mempertegas ucapannya kembali.
Tommy mengerem mobilnya secara mendadak dan melihat sekilas kearah Putri...
Tommy memarkirkan mobil kesebelah kiri perjalanan dan memberhentikannya.
"Kenapa brhenti?" Tanya Putri lagi.
"Sebenarnya lo kenapa? kalau memang gue ada buat salah, seharusnya lo bilang jangan kayak gini." Ucap Tommy sedikit marah.
"Gue cuman gak mau lagi berurusan sama lo. Lagian dari awal juga kita saling gak suka satu sama lain kan." Ucap Putri sambil meluruskan arah pandangannya.
"Lo masih benci sama gue? waktu dulu kan kita belum saling kenal Put. Gue juga udah gak seperti itu lagi..." Ucap Tommy.
"Gue benci sama lo dari awal sampai sekarang. Jadi gue harap lo bisa mengerti keputusan gue." Ucap Putri.
Tommy menarik pinggang Putri dengan mendadak yang membuat Putri menjadi salah tingkah dan gugup.
"Coba lo ngomong langsung dan lihat mata gue." Tantang Tommy.
Putri memberanikan diri menatap Tommy...
'Tatapan Tommy buat jantung gue berdetak sekencang ini gimana gue bisa ngomong coba. Tapi gue harus ngomong biar Tommy percaya sama apa yang gue bilang. Harus Putri...Lo pasti bisa.' Gumam Putri dalam hati yang mencoba menyemangati dirinya sendiri
"Gue benci lo Tom." Ucap Putri sambil menatap mata Tommy.
"Udah puas sekarang?" Tanya Putri. Tommy melihat tatapan mata Putri sangat berbeda dari sebelumnya, terlihat tatapan mata yang sendu dan tidak ada semangat didalamnya.
"Apa perasaan lo selama ini untuk gue Put?" Tanya Tommy.
"Gue...."
Cup
Tommy mencium bibir Putri sekilas. Putri yang kaget dengan reflek langsung menampar Tommy.
"Cukup Tom, lo udah kelewatan batas kali ini." Ucap Putri marah.
'Ini udah berakhir. Gue harap ini keputusan yang terbaik.' Batin Putri yang keluar dari mobil dan memberhentikan taxi. Putri langsung masuk kedalam taxi tersebut. Tommy mengutuki dirinya sendiri.
"Kenapa gue bisa seceroboh ini sih? Lagian kenapa pandangan mata Putri buat gue tertarik smaa dia. Tadi gue cuman mau mastikan perasaan dia aja ke gue, sekaligus gue mastikan perasaan gue sendiri." Tommy segera pergi dan menginjak gas mobilnya.
*****
Putri dan Tommy berhasil meyakinkan kedua orangtua mereka kalau mereka tidak ada kecocokan satu sama lain dan hubungan mereka beneran sudah berakhir sekarang. Awalnya mama Tommy sedikit berat menerimanya tapi dia tidak mau memaksa kehendak Tommy lebih dalam lagi. Yang ada Tommy bisa berontak karena terlalu dipaksa. Sedangkan mama Putri menerima segala sesuatu keputusan anaknya ini.
Dan setelah kejadian itu, Putri dan Tommy tidak pernah bertemu lagi. Sampai ketika mereka bertemu tidak sengaja ketika salah satu temannya mengadakan acara pesta pernikahan. Putri terlihat manis dengan balutan gaun bewarna hitam polos dengan aksesoris kalung berbentuk bunga dengan rambut yang di curly. Tampilannya terlihat modis dengan membawa tas kecil ditangannya.
Waktu itu dia dikenalkan oleh salah satu temannya dengan seseorang. Ternyata temannya ini berteman baik dengan Tommy. Reflek kaget terlihat dari keduanya tapi Putri berusaha setenang mungkin dan pura-pura tidak mengenal Tommy. Putri menjulurkan tangannya sambil mengenalkan diri.
"Putri."
"Tommy."
Mereka saling pandang kemudian embuang pandangannya kearah lain. Putri permisi untuk pergi ke toilet dengan segera...
Jantung Putri sudah berdetak sangat kencang waktu dipertemukan kembali dengan Tommy.
"Gue harus segera pergi dari sini." Ucap Putri kemudian keluar dari toilet.
Saat Putri keluar, Tommy yang sudah ada didepan toilet untuk menunggu Putri. Tommy menarik tangan Putri untuk mengikuti langkahnya.
"Tommy, lepasin..." Ucap Putri.
Tommy tidak merespon sama sekali uccapan Putri.
Tommy membawa Putri kesebuah apartemen yang baru dibelinya...
"Ingat ya kita udah tidak punya hubungan lagi. Jadi jangan seperti ini Tom..." Ucap Putri.
Putri terus-menerus mundur karena Tommy melangkah maju kearahnya. Sampai dirinya sudah terjebak dibelakang tembok dinding dan tidak bisa melarikan diri lagi.
Tommy menarik pinggang Putri...
"Apa mau lo?" Tanya Putri.
Tommy memeluk Putri dengan hangat.
"Gue rindu semua tentang lo Put. Gue ras gue udah bisa hidup tanpa lo tapi kenyataan gu gak bisa. Gue baru sadar lo orang yang bisa meluluhkan hati gue yang sulit digapai sama cewek lain." Ucap Tommy.
Putri memberontak dari pelukan Tommy tersebut.
"Tom..."
"Ya.."
"Sebenarnya gue sayang sama lo."
"Tapi kenapa lo malah ninggalin gue?"
"Karena gue sayang sama lo, gue gak mau hubungan kita dibangun dari kebohongan. Gue ingin semuanya berjalan real dan nyata." Jelas Putri.
"Asal lo tahu juga, gue yang seharusnya berani untuk menyatakan perasaan duluan tapi malah membuat lo pergi dari hidup gue. Ciuman itu ...gue memastikan perasaan kita berdua. Dan gue rasa gue beneran sudah jatuh cinta sama lo Put. Apa lo mau menjalani hubungan yang serius dengan cowok yang berengsek kayak gue?"
"Apa kali ini serius?" Tanya Putri memastikan.
Tommy mendekatkan bibirnya ke telinga Putri.
"Aku serius..." Ucap Tommy.
Tommy menarik tengkuk wajah Putri kemudian Tommy segera mencium bibir Putri dengan sangat rakusnya sampai membuat nafas Putri tersengal-sengal. Putri dan Tommy melampiaskan perasaan rindu dan cinta mereka. Mereka saling memperdalam ciumannya dan mulai hubungan yang nyata mulai malam ini. Ternyata selama ini Tommy memiliki perasaan dengan Putri tapi dia masih ragu... Putri menikmati sentuhan bibir yang diberikan oleh Tommy. Tommy sangat pintar menyentuh hati dan perasaanya. Bersama dengan Tommy membuat dirinya merasa bahagia. Disela-sela ciuman... Tommy berbisik nakal di telinga Putri.
"I love you..." Terasa hembusan nafas Tommy.
"I love you more..." Ucap Putri sambil tersenyum.
Hubungan mereka berjalan kurang lebih 6 bulan. Tapi Tommy selalu melakukan yang terbaik untuk hubungan ini. Tommy melakukan hal ini karena dirinya tidak ingin hubugannya gagal seperti sebelumnya. Mama mereka berdua merasa sangat senang ketika tahu hubungan Tommy dan Putri kembali terjalin.
Setelah kepulangan dari rumah Adel, Tommy mengatakan sejujurnya tentang masa lalunya dnegan Ratu. Yang tidak lain istri dari atasan Putri sendiri. Awalnya Putri sulit menerima karena selama ini Tommy tidak pernah menceritakan apapun tentang masa lalunya. Bagi Tommy, Putri adalah masa depannya sekarang sedangkan Ratu hanya bayangan masa lalunya yang sulit dia lupakan. Tapi Putri adalah seorang cewek yang mampu mengubah masa depan seorang Tommy.
Takdir memang aneh, mereka datang disaat kita tidak duga sama sekali dan mereka pergi diaat kita masih mengharapkan. Begitulah hidup yang tidak pernah bisa kita bayangkan.
*****
Thor sangat mengharapkan para readers untuk memberikan komentar yang membangun untuk author agar author dapat memperbaikinya lagi kedepannya.
jangan lupa di like yaa! Saran dan dukungan kalian semua bisa membuat author agar lebih semangat lagi dalam melanjutkan cerita ini kedepannya, jadi mohon kritikan berserta sarannya ya semuanya.
Terimakasih masih setia membaca novel ini.
Happy Reading Guys!