
Semua yang pernah terjadi pasti memiliki hikmah tersendiri. Hal tersulit sekalipun mempunyai jalan keluarnya tergantung seseorang itu memilih tindakan apa yang akan dilakukan. Ada sebab dan akibat atas semua peristiwa. Seperti yang baru saja terjadi pada hidup Ratu dan Kavin selama ini. Seandainya saja waktu itu Kavin tidak bertindak dengan cepat, mungkin ntah apa yang akan terjadi kepada istri dan anak mereka.
Ratu merasa benar-benar lega saat ini. Benar apa yang mamanya bilang kalau suaminya pasti mempunyai alasan sendiri. Ratu banyak belajar dan mendapat pengalaman yang berharga melalui kejadian itu. Ratu dan Kavin menceritakan semuanya kepada kedua orangtua dan mertuanya. Mereka semua cukup kaget saat mendengar al tersebut tapi mereka juga sangat beryukur karena Ratu terhindar dari sebuah kecelakaan.
"Kamu dan bayinya yakin baik-baik aja kan sayang?"Tanya mama Kavin terlihat sangat cemas.
"Gpp kok ma..." Ucap Ratu.
"Kenapa kalian baru bilang ke mama dan papa tentang teror dan kejadian ini?" Tanya mama Kavin.
"Kami hanya ingin papa sama mama tidak khawatir." Ucap Kavin.
"Lain kali kalau terjadi sesuatu langsung bilang ke mama papa. Mama gak mau mendengar alasan apapun lagi." Ucap mama Kavin.
"Kavin hanya ingin menjadi suami yang bisa melindungi Ratu ma."Ucap Kavin.
Mama Kavin tidak menyangka kalau anaknya ini sudah menjadi orang yang sangat dewasa setelah menikah. Ratu menyenggol tangan Kavin untuk menyetujui ucapan mama mertuanya ini, karena bagaimanapun juga ucapan mama barusan ada benarnya juga.
"Iya ma lain kali kami akan menceritakan apapun yang akan terjadi." Ucap Ratu.
"Dan Ratu juga mau bilang terima kasih kepada mama yang udah bantu menenangkan Ratu waktu itu." Ucap Ratu sambil bersender manja di bahu mamanya.
"Mama yang seharusnya bilang makasih sama nak Kavin. Berkat dia, kamu dan bayi kamu baik-baik aja sekarang. Tapi yang mama masih bingung bagaimana Kavin bisa sampai tahu kalau Ratu dalam bahaya?" Tanya mama Ratu.
"Jadi ceritanya Kavin mulai mengantisipasi atas hal buruk sebelumnya Ratu pernah diteror, jadi Kavin sengaja mempekerjakan 2 satpam sekaligus untuk melindungi Ratu. Dari situ Kavin berinisiatif untuk mencari tahu siapa dalang dibalik ini semua. Ntah kenapa pada saat Ratu pergi keluar, hati dan pikiran Kavin menjadi tidak tenang. Kavin menyuruh seseorang yang disewa sama Dimas untuk mengikuti dan mengawasi Ratu dari kejauhan. Dan benar saja ditempat parkir yang ada di Mall tempat mama dan Ratu pergi, ada seseorang yang mencurigakan, orang suruhan Dimas itu melihat kalau orang tersebut membuat rem mobil menjadi blong. Karena Kavin tidak mau membuat Ratu bingung, saat itu Kavin mempunyai ide untuk menukar mobil tersebut. Kavin kira semuanya akan baik-baik saja. Ternyata orang aneh itu masih mengikuti mobil yang dibawa satpam tersebut. Sampai terjadi kecelakaan mobil karena remnya blong. Satpam tersebut lumayan banyak mendapat cedera dan harus dirawat dirumah sakit. Orang suruhan Dimas masih mengikuti orang yang dicurigai tersebut sampai bertemu dengan dalang kejadian ini. Dan dalangnya adalah Ray."Jelas Kavin panjang lebar.
"Oh gitu, mama masih gak nyangka aja kalau Raya bisa senekat itu sama kamu sayang." Ucap mama.
"Semua orang bisa aja berubah kalau memiliki hati yang terlalu cemburu ma." Ucap Kavin.
"Kan Ratu gak kenapa-napa. Jadi Ratu mohon kalau kita gak usah bahas ini lagi ya." Ucap Ratu.
"Kamu benar sayang. Kita harus melupakan semua hal buruk. Lebih baik kita membahas perkembangan bayi kalian aja." Ucap mama Ratu.
"Mbak benar. Jadi udah bagaimana perkembangan bayi kalian ?" Tanya mama Kavin.
"Berat dan ukurannya sudah sesuai dengan usia janinnya ma. Detak jantungnya juga normal. Doain semuanya berjalan lancar ya ma." Ucap Ratu.
"Syukurlah ..." Ucap mama Kavin.
"Kami sebagai orangtua hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua." Ucap mama Ratu.
Saat sedang asik mengobrol, ada suara teriakan yang cukup mengagetkan semuanya...
"RATU !!!" Teriak Adel dan Nisa secara serentak. Dimas juga ada dibelakang mereka...
Langsung saja Adel dan Nisa menghampiri Ratu dan kedua orangtua Ratu dan Kavin. Sebelum membawa Ratu menjauh, mereka semua juga menyapa hangat papa mama Ratu dan Kavin. Kemudian membawa Ratu menjauh dari semua orang. Ratu hanya bisa pasrah aja sama kelakuan kedua sahabatnya itu karena semakin diprotes mereka akan semakin bertingkah konyol.
"Ngapain kita disini? kalian juga ngapain datang tanpa pemberitahuan sama sekali?" Ketus Ratu.
"Kan sebagai sahabat kita cukup kaget mendengar kejadian yang menimpa lo beb."Ucap Adel.
"Kita khawatir banget sama keadaan lo Tu. Jadi buru-buru langsung aja kita datang kerumah lo beb." Ucap Nisa.
"Bagaimana keadaan lo sekarang ? Trus dokter bilang apa?" Tanya Adel tanpa basa-basi lagi.
"Kalian bisa gak kalau nanyak itu satu-satu. Bingung gue mau jawab apaan kalau begini." Protes Ratu.
Ratu menarik nafasnya perlahan dan membuangnya kembali....
"Gue gak kenapa-napa kok kan yang kecelakaan itu satpam gue. Tapi sekarang udah dalam kondisi baik-baik aja kok. Makasih udah mengkhawatirkan gue." Ucap Ratu.
"Kita khawatir banget beb setelah mendengar cerita dari Dimas." Ucap Adel.
"Gue masih gak menyangka aja kalau Raya sampai senekat itu." Ucap Nisa.
"Udah deh kita gak usah bahas yang udah terjadi."Ucap Ratu.
"Benar banget beb, gimana kalau kita bahas tentang Adel aja. Gue rasa bakalan seru deh." Ucap Nisa.
"Lho kok jadi mau ngomongin gue sih. Gak ada yang istimewa juga. Hidup gue masih gini-gini aja kok." Ucap Adel.
"Jadi sampai kapan lo bakal buka hati dan menerima seorang cowok masuk kedalam hidup lo Del?" Tanya Nisa.
"Coba memulai hubungan deh Del, gue rasa hidup lo bakal lebih bewarna lagi." Ucap Ratu.
"Gue masih ragu untuk memulai. Kalian kan tahu sendiri kalau gue tuh paling susah untuk menyukai seseorag." Ucap Adel.
"Tapi gak ada salahnya juga untuk dicoba Del." Ucap Nisa.
"Atau lo menyukai seseorang selama ini ?" Tanya Ratu.
Adel mulai gugup untuk menjawab pertanyaan Ratu barusan.
"Kenapa lo diam aja Del.. apa benar yang dibilang Ratu barusan ?" Tanya Nisa.
"Eh apaan sih. Gue gak menyukai siapa-siapa. Gue mau fokusin karir dulu untuk saat ini." Ucap Adel.
Ratu dan Nisa sengaja memancing pertanyaan itu agar Adel mau cerita tapi semua harapan mereka ternyata sia-sia. Adel masih menutup rapat hal tersebut dari kedua sahabatnya. Walaupun Ratu dan Nisa sudah tahu kalau sahabatnya ini memiliki orang yang dia sukai.
"Menurut gue karir sama cinta bisa sejalan kok beb. Gue udah ngalami sendiri." Ucap Nisa.
"Ntahlah gue juga masih nyaman sendiri dulu." Ucap Adel.
'Paling nggak, gue harus ngungkapin isi hati gue ke orang yang gue sukai selama ini.' Batin Adel.
"Iya deh klau itu memang udah kemauan lo. Kita hanya bisa mendoakan agar lo secepatnya memiliki pasangan." Ucap Nisa.
Sedangkan disisi lain, Kavin dan Dimas sedang asik mengobrol diteras rumah...
"Lo gak lupa sama janji lo kan Vin." Ucap Dimas.
"Dasar gak ikhlas banget sih nolong teman sendiri." Ucap Kavin.
"Janji adalah hutang Vin. Lagian mana ada yang gratis di dunia ini." Ucap Dimas.
"Kenapa sih lo tiba-tiba pengen menjadi cowok romantis? kayaknya Nisa terima lo apa adanya." Ucap Kavin.
"Karena gue pengen aja buat Nisa happy. Apalagi gue gak sengaja tahu kalau di suka tipe cowok yang romantis. Gue rela melakukan apa aja untuk dia. Termasuk berusaha menjadi cowok romantis sekalipun. Nisa adalah pacar pertama bagi gue jadi sebisa mungkin gue mau melakukan yang terbaik untuk dia." Ucap Dimas.
"Hmmm..iya deh.Tapi gue bingung harus jelasinnya ke elo Dim karena gue melakukan semua hal romantis sesuai naluri dan pikiran gue aja sih." Ucap Kavin.
"Biasanya cowok romantis itu melakukan apa ke pacarnya?" Tanya Dimas.
"Cowok romantis gak harus memberikan bunga atau barang. Tapi lebih ke rasa perhatian dan peduli sih. Oh iya? apa lo bisa nynayi?" Tanya Kavin.
"Gue gak bisa nyanyi sih tapi gue bisa main piano atau gitar. Setidaknya gue bisa mainkan instrumen musik aja." Ucap Dimas.
"Lo bisa pakai itu di moment-moment istimewa kalian. Seperti annyversary, ultah, liburan atau dinner romantis. Menurut gue pribadi cowok yang terbilang romantis itu juga melalui tindakan bukan dari kata-kata gombalan. Tapi kalau bisa melakukan keduanya itulebih bagus lagi." Jelas Kavin.
"Gue bukan tipe cowok yang bisa ngerayu atau ngegombalin cewek. Lo kan tahu sendiri gimana gue kakunya kalau berhadapan langsung sama cewek." Ucap Dimas.
"Justru karena itu sebaiknya lo urungi aja deh niat lo untuk belajar menjadi cowok romantis. Gue takutnya malah lo jadi terlihat aneh. Karena jujur itu bukan lo banget Dim. Percaya deh sama gue. Lo lebih baik jadi cowok yang tulus dan apa adanya aja." Ucap Kavin.
"Bilang aja kalau lo gak mau bantuin gue kan." Ucap Dimas.
"Bukan begitu Dim, gue pasti bantuin kok. Tapi sebagai teman kan gue hanya memberikan masukan dan saran aja." Ucap Kavin.
"Jadi menurut lo gue harus melakukan apa Vin?" Tanya Dimas.
Kavin berfikir sejenak kemudian membisikkan Dimas sesuatu. Saat mereka sedang berbisik, ternyatal. Ratu, Nisa, dan Adel datang menghampiri keduanya...
"Ngapain sih kalian bisik-bisik begitu?" Tanya Adel.
"Tau nih. Lo gak nyuruh Dimas melakukan hal yang aneh lagi kan Vin?" Tanya Nisa.
"Eh gak kok." Ucap Kavin sedikit gugup.
"Jadi kenapa harus bisik-bisik segala?" Tanya Nisa yang merasa aneh sama tingkah keduanya.
"Ini hanya rahasia sesama cowok aja." Ucap Kavin.
Nisa dan yang lainnya hanya bisa terdiam saat mendengar ucapan Kavin barusan.
Padahal sebenarnya Kavin sengaja berbisik karena dia sudah melihat dari kejauhan kalau Ratu, Nisa dan Adel sudah berjalan menuju kearah luar. Kavin memberikn sebuah ide yang harus dilakukan oleh Dimas saat didepan Nisa nantinya. Dimas terlihat menyetujui ide dari Kavin tersebut.
*****
Nisa sebenarnya tidak mempermasalahkan tingkah pacarnya yang berubah begini. Tapi karena dia sangat tahu kalau Dimas adalah orang yang kaku jadi tidak mungkin bagi Dimas bisa berubah secepat apalagi terlalu mendadak begini. Itulah yang dia pikirkan satu malaman ini sampai dia tidak bisa tidur sama sekali.
'Apa Dimas lagi ada masalah ya? Dimas sebenarnya kamu kenapa sih? aku senang sih kamu mencoba menjadi pribadi yang perhatian begini tapi jujur ini terlalu mendadak banget buat aku.' Batin Nisa.
Karena malam ini Nisa tidur ditemani oleh bundanya. Jadi bundanya ini sangat tahu jelas kalau putrinya ini belum tidur sama sekali. Karena gerakan Nisa yang begitu gelisah ditempat tidur mampu membangunkan bundanya...
"Kamu mikirin apa sih sayang? kayak orang yang lagi gelisah begitu daritadi." Ucap bunda.
"Eh bunda. Maaf ya kalau Nisa buat bunda jadi kebangun." Ucap Nisa.
"Kamu lagi kenapa sayang? coba cerita sama bunda. Siapa tahu kegelisahan kamu menajadi sedikit berkurang." Ucap bunda.
"Nisa bingung mau mulai cerita darimana bunda. Tapi Nisa mau bertanya aja deh, menurut bunda gimana kalau ada cowok yang mendadak berubah menjadi lebih perhatian atau romantis ?" Tanya Nisa.
"Jadi kamu bingung hanya karena hal ini sayang? bunda kirain kamu lagi berantam sama Dimas." Ledek bunda.
"Ikh bunda. Jawab dong pertanyaan Nisa barusa." Rengek Nisa dengan manjanya.
"Kalau menuru bunda ya gak ada masalah sih sayang. Selama cowok itu melakukan hal yang tebilang wajar aja. Mungkin dia hanya ingin menjadi cowok yang terbaik aja. Atau mungkin juga dia memang orang yang playboy sebelumnya." Jelas bunda.
Jadi menurut bunda begitu ya." Nisa mmikirkan ucapan bunda barusan.
'Gak mungkin kan kalau Dimas adalah cowok playboy secara dia baru ini pacaran. Tapi gue gak tahu juga sih, bingung. Apa jangan-jangan selama ini Dimas bohongin gue lagi....mungkin aja kan kalau dia pernah pacaran sebelumnya. Buktinya dia seperti mahir saat memperlakukan gue.'Batin Nisa yang bertanya-tanya sendiri tanpa tahu jawaban pastinya.
"Tuh kan kamu malah melamun begini? Lebih baik kamu buat istirahat aja sayang? jangan memikirkan hal yang gak penting begini." Ucap bunda.
Nisa mengangguk secepat mungkin dan berusaha memejamkan matanya. Karena sejujurnya dia sudah sangat mengantuk tapi begitu banyak hal yang mengganidak bisaggu pikirannya sedaritadi hingga membuat dirinya tertidur. Tapi setelah mengobrol dengan bundanya ntah kenapa perasaannya sekarang sudah menjadi lebih tenang dari sebelumnya. Mungkin memang disaat kita lagi bimbang kita membutuhkan orang lain untk memberikan masukan dan saran tentang hal tersebut.
*****
Hari ini Dimas megajaknya untuk makan malam, tapi yang membuat hal ini menjadi aneh adalah saat Dimas menyuruhnya berdandan dn memakai dress secantik mungkin. Sebelumnya mereka berdua makan malam Dimas tidak pernah mengkomplain tentang penampilannya tapi hari ini dia ingin agar Nisa tampil secantik mungkin. Tapi Nisa tidakk mau ambil pusing atas permintaan Dimas barusan. Menurutnya itu masih dalam batas wajar...
Nisa memakai drss bewarna putih yag baru saja dibelinya dan memakai makup secantik mungkin. Ntah kenapa dia merasa sangat gugup untuk makan malam berdua dengan Dimas kali ini. Karna begitu berbeda dengan kebiiasaan mereka selama ini. Dimas tak kalah berpakaian rapi datang untuk menjemput Nisa. Bunda yang melihat penampilan keduanya cukup bingung.
Mereka berdua benar-benar terlihat cantik dan ganteng dengan pakaian seperti itu. Bunda tidak mau banyak berkomentar atau menanyakan sesuatu. Hari ini bunda hanya cukup mengizinkan Nisa dan Dimas pergi saja. Tapi bunda sudah berencana untuk mengintrogasi putrinya ini pada saat pulang nanti.
Disepanjang perjalanan membuat Nisa semakin gugup saja. Dimas begitu manis banget hari ini. Selain perlakuannya, Dimas juga begitu membuat Nisa terpesona dengan tampilannya. Jantung Nisa berdetak dengan kencang kali ini. Tapi Nisa berusaha setenang mungkin.
Sepanjang perjalanan Dimas menggenggam erat tangan Nisa sampai mereka sampai tujuan. Dan yang membuat Nisa sangat penasaran karena Dimas begitu pendiam. Sikap dan tingkah Dimas membuatnya bingung harus melakukan apa. Dia hanya takut melakukan kesalahan malam ini.
'Kok gue makin kesini makin merasa deg-deg an banget ya. Sumpah gue gugup banget sekarang. Semoga aja Dimas gak menyadari tingkah gue ini.' Batin Nisa.
Sampainya ditempat tjujuan, Dimas terus menggenggam tangan Nisa dan membawa Nisa masuk kedalam sebuah cafe jetski Cafe ini menampilkan view pantai yang sangat indah, ombak yang tenang, saat petang bisa menikmati keindahan sunset sedangkan malam hari mereka bisa menikmati kilauan lampu yang ada dipinggir pantai. Dan yang paling penting juga menu makanan yang sangat mengesankan.
Dimas menarik kursi kemudian mempersilahkan Nisa untuk duduk. Nisa sangat takjub saat melihat pemandangan yang begitu indah serasa saat ini mereka sedang berada di pantai. Dia begitu terkesan dengan tempat yang dipilih oleh pacarnya ini. Nisa teru-menerus memandang kesekitar tanpa ada rasa bosan sama sekali. Dimas menyadarkan Nisa untuk memilih menu makana terlebih dahulu.
"Dim..." Ucap Nisa.
"Hem.." Ucap Dimas.
"Tumben banget kamu mendadak romantis begini ke aku ? biasanya juga kita makan malam di pinggir jalan aja." Ucap Nisa.
Dimas menatap dengan sangat serius kearah mata pacarnya. Dia memegang tangan Nisa sambil tersenyum..
"Aku hanya berusaha membuat kamu happy aja Nis. Kamu kan tahu kalau aku akan mencoba hal apapun untuk itu. Aku juga udah pernah bilang ke kamu kalau aku akan mencoba yang terbaik selama kita pacaran." Ucap Dimas.
"Jadi selama pacaran aja nih?" Ucap Nisa.
Dimas yang tidak peka tidak mengerti maksud ucapan Nisa barusan...
"Maksudnya?" Tanya Dimas.
"Ikh Dimas, tau ah." Nisa pura-pura ngambek karena Dimas tidak mengerti ucapannya.
"Aku akan membahagiakan kamu selamanya Nis." Ucap Dimas sedikit malu-malu.
"Baru kali ini loo aku ngelihat kamu bertingkah seperti ini." Ucap Nisa.
"Kmu gak suka ya?" Tanya Dimas.
"Buat aku makin gemas aja sama kamu Dim." Ucap Nisa.
Dimas merasa sangat senang karena Nisa bisa menerima semua usahanya.
"Mungkin aku bukan tipe cowok romatis seperti yang kamu mau tapi aku akan berusaha yang terbaik untuk membahagiakan kamu Nisa." Ucap Dimas.
"Makasih Dimas...tapi aku hanya ingin kamu menjadi apa adanya kamu aja. kamu gak perlu melakukan semua ini buat aku. Ada didekat kamu aja udah buat aku happy kok. Tapi aku hargain semua usaha kamu Dim." Ucap Nisa.
Ucapan Nisa barusan membuat Dimas sangat tersentuh. Nisa adalah cewek yang sangat berbeda menurutnya karena Nisa tidak pernah menuntutnya apa-apa. Malahan Nisa selalu menerima semua tindakannya dengan tulus dan apa adanya. Hal itu juga yang membuat Dimas menjatuhkan hatinya untuk pacarnya ini. Selain manis tapi juga sangat baik.
"Setidaknya kamu izinkan aku melakukan hal ini sesekali Nis. Aku hanya ingin kita pernah merasakan hal yang sewajarnya aja. Maaf kalau aku bukan orang yang seperti yang kamu inginkan." Ucap Dimas.
"Aku memilih kamu karena kesederhanaan kamu Dim. Jadi kamu hanya perlu menjadi diri kamu sendiri aja." Ucap Nisa.
Dimas tersenyum saat mendengar alasan Nisa menyukainya selama ini.
"Aku gak perlu hal-hal yang mahal atau juga makan ditempat yang buat kamu gak nyaman seperti sekarang. Aku lebih sennag kalau kita bisa menikmati semua hal tanpa ada perasaan canggung Dim." Jelas Nisa.
"Berhubung kita udah terlanjur disini, jadi kita harus menikmatinya." Ucap Dimas.
Dimas menuangkan minuman kedalam gelas mereka kemudian meminumnya.
"Aku suka pemandangan disini sambil kita dinner begini. Semuanya sangat indah apalagi bisa makan malam dengan orang yang aku sayang." Ucap Nisa.
"Kamu kok bisa ngerayu begitu Nis. Kamu belajar dari siapa? kayaknya karena kamu berteman sama Ratu deh jadi kamu nular sifatnya dia." Ucap Dimas.
"Jangan merusak moment deh Dim, aku lagi senang sekarang." Ucap Nisa.
"Maaf maaf aku gak maksud." Ucap Dimas.
"Hahahahaha..." Nisa tertawa terkekeh sampai Dimas merasa bingung dengan tingkahnya.
"Kamu kenapa Nis?" Tanya Dimas.
"Kamu tuh terlalu kaku dan serius banget Dim. Aku tadi cuman bercanda dan godain kamu aja." Ucap Nisa.
"Dasar kamu ya padahal aku udah takut banget tadi. Aku kirain kamu beneran marah." Dimas mencubit dengan gemas kedua pipi Nisa.
"Tapi aku merasa terhibur banget saat melihat ekspresikamu tadi." Ucap Nisa.
"Terus aja kamu ngeledek pacar kamu ini." Ucap Dimas.
"Aku mau tanya, kamu belajar dari siapa untuk menjadi cowok yang romantis begini?" Tanya Nisa.
"Dari siapa itu gak penting yang penting itu usaha dan niatnya Nis." Ucap Dimas.
"Huh dasar...padahal kamu gak bilang juga aku tahu siapa yang ngajarin kamu." Ucap Nisa.
"Sok tahu banget sih." Ucap Dimas.
"Pasti Kavin kan. Kan teman kamu cuman dia aja. Aku juga udah curiga karena melihat tingkah kalian tuh aneh banget terakhir kali." Ucap Nisa.
Karena makanan mereka berdua sudah datang, jadi mereka berdua menikmati makanan yang ada didepan mata. Dimas juga sesekali menyuapi Nisa makan begitupun sebaliknya.Saat mereka sedang asik-asiknya makan ada 2 orang yang menghampiri keduanya...
"Hai Dimas...???" Sapa keduanya..
"Kalian..." Ucap Dimas.
Seketika tatapan Nisa berubah drastis karena kehadiran dua orang tersebut. Kedua orang ini adalah orang yang paling Nisa gak sukai selama ini. Dimas melihat ekspresi Nisa yang cemberut.
"Aku pergi ke toilet dulu ya..." Tanpa mendengar ucapan Dimas, Nisa buru-buru peri ke toilet. Nisa sangat berharap kalau Dimas mengejarnya tapi nyatanya tidak sama sekali. Dimas malah duduk menemani kedua orang tersebut. Hal itu yang membuat Nisa semakin marah...
*********
Thor sangat mengharapkan para readers untuk memberikan komentar yang membangun untuk author agar author dapat memperbaikinya lagi kedepannya.
jangan lupa di like yaa! Saran dan dukungan kalian semua bisa membuat author agar lebih semangat lagi dalam melanjutkan cerita ini kedepannya, jadi mohon kritikan berserta sarannya ya semuanya.
Terimakasih masih setia membaca novel ini.
Happy Reading Guys!