Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
PELAMPIASAN



setelah seminggu lebih putus dari ratu, kavin masih belum bisa melupakan ratu. ya bisa dibilang ratu ini merupakan cinta pertama bagi cowok seperti kavin yang sangat susah untuk merasakan jatuh cinta.


walaupun dari luar kavin terlihat baik baik saja, tapi didalam hatinya kavin merasakan sakit yang teramat. jauh dilubuk hati kavin yang paling dalam, kavin merasakan sakit yang tidak terkira, kavin sebenarnya tidak mempercayai hal itu. hati dan pikirannya selalu menolak untuk percaya. tapi matanya yang menyaksikan langsung video tentang ratu itu, membuat hati kavin kecewa. dia tidak menyangka bahwa cewek yang dia jaga, cintai dan lindungi bisa berbuat begitu.


kavin juga menyesali perkataannya yang bahkan dia tau sendiri itu perkataan yang terkasar yang pernah diucapkannya untuk seorang cewek.


hari hari kavin juga sama dengan ratu, yang selalu mengurung diri didalam kamar. kavin hanya keluar bila pergi sekolah, setelah itu terus menerus berdiam diri didalam kamar.


ratu adalah cewek yang sudah berhasil membuat dia merasakan cinta dan secara bersamaan membuat kavin merasakan patah hati, sakit hati secara bersamaan.


kavin kembali lagi menjalani hari harinya dengan cewek cewek disekitarnya, kavin kembali menjadi seorang playboy. kali ini lebih parah. kavin langsung memacari 5 orang cewek sekaligus. kavin ingin segera melupakan ratu. ya bisa dibilang cewek cewek itu hanya untuk pelarian seorang kavin.


waktu jam istirahat kavin duduk dikantin bersama Bella cewek cantik, adik kelas, centil dan manja. ya bisa dibilang bella bukan merupakan tipe cewek kavin. tapi dengan hadirnya sosok bella bisa membuat kavin lebih hidup lagi dari pada sebelumnya.


pada saat bella sendang manja manjanya sambil merangkul mesra kavin, ratu secara kebetulan datang kekantin tanpa sengaja ratu melihat mereka berdua.


kemudian kavin yang menyadari hal itu semakin memanas manasin ratu. yang awalnya kavin tidak memiliki semangat, jadi mempunyai semangat untuk membuat ratu semakin marah dan cemburu.


"sayang kamu manja banget sih? aku jadi semakin cinta." kata kavin sambil membelai mesra pipi bella.


"beneran sayang. duh aku seneng banget deh. aku juga cinta sama kamu." kata bella dengan perasaan yang sangat senang.


"kamu gak akan pernah ngecewain aku kan? aku gak suka lo sama cewek yang hobby kan bohong." kata kavin sambil terus menatap bella dengan suara yang semakin dikuatkan supaya ratu mendengar jelas setiap kata yang diucapkan oleh kavin.


"gak akan dong sayang. aku kan sayang banget sama kamu." kata bella dengan nada manja.


"beneran..!! soalnya kan sekarang banyak banget cewek yang gado bohong, murahan lagi, munafik dan aku jijik banget melihatnya. kamu jangan seperti itu ya?" kata kavin lalu mengecup ujung tangan bella.


"gak dong. aku kan cuma cintanya sama kamu, mana mungkin aku seperti cewek cewek murahan diluar sana yang pintar bohong sana sini." kata bella dengan wajah merona.


"iya kamu bener banget itu sayang! thanks ya kamu udah hadir dihidupku. kamu itu jah berbeda dengan cewek yang sebelumnya aku kenal, andai aja aku ketemu kamu dulu. duh pasti aku gak akan pernah dipermainkan seperti sebelumnya deh. ih sayang." kata kavin yang semakin membuat ratu jijik mendengarnya. ratu sadar betul kalo sekarang kavin sedang menyinggung tentang dirinya.


tapi ratu hanya berusaha untuk menahan dirinya. ratu yang sekarang sedang memesan makanan, hanya mengepalkan dengan erat kedua tangannya. 'sabar tuh sabar. kalo kamu marah, dia akan semakin senang! berarti dia sudah berhasil mengolok olok kamu!' batin ratu sambil menghembuskan nafas dengan beratnya.


sesampainya dikelas ratu langsung memakan makanan yang telah dibelinya tadi kantin, dengan cepat ratu memasukkan semua roti didalam mulutnya secara kasar. 'kenapa lo harus berbuat kayak gitu dihadapan gue? pasti lo sengaja kan mancing mancing gue, biar gue kesal melihat lo dengan cewek lain lalu nyamperin lo! ogah! dalam mimpi pun itu tidak akan terjadi.' umpat ratu dalam hati.


seminggu ini memang anak kelas tiga sudah bebas karena mereka sudah tidak belajar lagi. jadi semuanya senang. tidak terasa sebentar lagi mereka akan melanjutkan kehidupan masing masing setelah tamat sekolah.


adel dan nisa yang sedari tadi nyariin ratu akhirnya ketemu dengan ratu dikelasnya. adel dan nisa berjalan mendekati ratu. "hai beb, kita cariin lo dari tadi ternyata disini? habis darimana sih?"


"gue habis dari kantin melihat pemandangan yang menjijikkan, maksud gue, tadi gue dikantin karena kelaperan. kalian darimana?" kata ratu spontan.


"oh gitu, kita tadi dari kantor guru, nah setelah itu kita nyariin lo, tadi juga kita udah sempat kekelas lo tapi lo nya tidak ada disini. ntar rencananya lo setelah tamat mau lanjut kuliah dimana?" kata nisa.


"gue belum tau sih. belum kepikiran juga gue! yang jelas gue mau kuliah bisnis untuk melanjutkan bisnis keluarga gue kelak. kalian berdua gimana? mau lanjut kuliah dimana?" kata ratu cuek sambil terus memakan rotinya dengan kasar.


"pelan pelan kali tu makannya. lo lagi kesel sama orang ya? rencananya gue mau nyoba UI, doain gue ya?" kata nisa.


"kalo gue sepertinya akan pindah kota deh. gue mau kuliah di bandung. jadi kita bertiga pisah nih?" kata adel sambil cemberut.


"kan masih ada hape, masih bisa kali kita video call. ya gak? asal kalian jangan sok sibuk aja!" kata ratu sambil menatap lekat lekat kedua sahabatnya ini.


secara bersamaan adel dan nisa langsung menepuk pundak ratu. "apaan sih lo beb. ya gak lah mana mungkin kita berdua sombong begitu. yang pasti kita akan saling merindukan satu dengan yang lainnya.


"ternyata masa masa sekolah cepat sekali berlalu ya beb." kemudian mereka bertiga saling berpelukan.


"iya gue pasti akan kangen banget sama bawelnya kalian." kata ratu dengan muka sedih.


\*


ratu baru memarkirkan mobilnya didepan rumah, lalu berjalan kedepan dengan tidak bersemangat, tatapan ratu sayu langkahnya terasa sangat berat, ratu hanya tertunduk lesu.


ratu sampai tidak menyadari kalo ada yang sedang menatap dirinya dari teras rumah dengan penuh semangat dan terus tersenyum. "hei cantik kok gak semangat gitu?" kata tommy dengan menggoda ratu.


ratu langsung melihat seseorang yang sedang berbicara kepadanya. dengan semangat dan sangat antusias ratu berlari lalu memeluk erat tommy.