
Mereka berdua tidak mau jika harus menjadi pasangan dalam pementasan drama tersebut.
Tapi menurut satu sekolah mereka adalah pasangan yang paling cocok untuk peran tersebut. Mereka sempat ribut dan menolak dengan keras untuk dipasangkan bersama!
"Tidak Mungkin!" Itu kata kata yang mereka ucapkan sambil saling menatap dengan tajam satu sama lain.
Lalu guru mereka datang dan berusaha meyakinkan mereka berdua kalau ini cuma acara sekolah dan untuk sekolah. Masak iya mereka menolak hanya karena alasan pribadi gak bisa jadi profesional dalam hal ini?
Setelah berpikir cukup lama mereka akhirnya menyerah dan berkata : "Baik kami setuju"
dengan berat hati dan terpaksa. 'Tapi ini semua hanya untuk acara sekolah.' Batin keduanya.
Pasangan Ratu adalah siapa lagi kalau bukan Kavin.
Sebenarnya menyebut namanya saja membuat Ratu mual dan muak, itulah yang dirasakan ratu. Entah udah sebenci apa Ratu dengan Kavin.
Alasan Ratu buat pindah sekolah adalah untuk mencari tau informasi sebanyak mungkin tentang Kavin dengan cara dekat supaya dia tau kapan saat yang tepat untuk menjalankan rencananya.
So kapan kesempatan itu datang?
Tanpa diduga - duga kesempatan itu datang dengan sendirinya. Mungkin emang hoki Ratu atau gimana? 'Ini saat yang tepat.' Batin Ratu dengan senyuman yang tentunya punya maksud tersirat.
Ratu juga selama ini udah banyak tau tentang Kavin. Ya tentunya dari cerita teman - temannya disekolah, dari mantan pacarnya, dari sumber yang terpercaya yaitu sahabat Kavin sendiri.
****
Hari ini hari pertama mereka latihan untuk pementasan drama tersebut.
Tidak gak usah diragukan lagi, mereka bertengkar terus - menerus, sampai teman - teman mereka pusing sendiri dengan kelakuan mereka berdua, yang pasti hari ini berakhir begitu saja tanpa adanya adegan yang mereka perankan dengan baik dan benar.
Hari hari berikutnya berlalu dengan cepat. Belum ada perkembangan dengan penampilan yang akan mereka perankan.
Semua anak yang ikut acara pementasan drama itu pusing karena belum adanya perkembangan dalam peran yang mereka tampilkan.
Akhirnya teman mereka melaporkan hasil latihan tersebut kepada guru mereka karena tidak adanya kemajuan sama sekali. Mereka udah lepas tangan dan gak tau harus gimana lagi.
Besoknya waktu latihan Kavin dan Ratu di tegur sama guru mereka yang kesal dengan tingkah mereka berdua seperti tom and jerry.
Bu Diana adalah guru killer yang paling ditakutin di Sekolah Dharma Bangsa ini. Ibu Diana guru yang terbaik dan tegas kepada siswa dan siswi yang melanggar aturan sekolah, contohnya terlambat, gak buat PR, ketauan merokok, cabut pada jam sekolah, memakai seragam sekolah yang ketat, dandan, dan lain - lain.
Kalau Bu Diana sudah bertindak, semua murid pada ketakutan bakalan di hukum bahkan banyak yang langsung dikeluarkan dari sekolah.
Karenanya Kavin dan Ratu tidak bisa berkutik lagi, dengan berat hati mereka memutuskan untuk berdamai dan mengikuti semua latihan dengan baik dan sungguh - sungguh.
Mereka sangat merasa kesulitan sekali untuk mendalami karakter peran yang akan mereka berdua lakukan. Agar lebih mudah untuk membangun karakter mereka, akhirnya mereka selalu bersama. Mau itu dikelas, dikantin, pergi dan pulang sekolah, bahkan sampai malam mereka selalu jangan bersama.
Semuanya mereka lakukan cuma untuk pementasan tersebut. akhirnya mereka menjadi sangat dekat, bukan sekali dua kali teman mereka sampai dibuat bingung dengan sikap mereka belakangan ini.
Bahkan mereka terus bercanda satu sama lain. Aneh tapi nyata, itulah mereka saat ini.
Perasaan nyaman timbul dengan keterbiasaan mereka bersama, bahkan kalau yang satu tidak kelihatan saling mencari satu sama lain.
Kalau aja mereka menjadi pasangan yang sebenarnya pasti mereka adalah pasangan tercocok, tersukses buat iri, buat baper pastinya.
Tapi hal itu tidak mungkin untuk Kavin dan Ratu.
Kenapa? Karena ini merupakan rencana dan permainan Ratu untuk Kavin, Ratu sengaja membuat Kavin percaya dengan semua hal yang dilakukannya, sampai - sampai Kavin baper beneran dengan Ratu.
Kavin dan Ratu sukses buat baper beneran buat yang menonton pertunjukan mereka.
****
Karena acara pertunjukan berhasil dengan sukses, mereka merayakannya dengan tim.
Kavin tinggal menunggu Ratu datang, daritadi Kavin sudah celingak - celinguk memperhatikan depan pintu. Akan tetapi sosok Ratu belum juga nongol.
'Dia kemana sih?' Batin Kavin cemas.
"Ratu!" Panggil Kavin kuat.
"Lo kemana aja sih? Kok lama banget baru datang?" Tanya Kavin.
"Sorry ya Vin macet banget tadi dijalan. Padahal gue udah cepat lo berangkatnya." Jawab Ratu.
"ya udah deh, gue kirain lo gak datang. Makan dulu deh lo Tu." Kata Kavin.
"Gak mungkinlah gue gak datang, ntar aja deh, gue belum laper nih." Jawab Ratu.
"Kalau begitu ikut gue keatas." Kata Kavin sambil menarik tangan Ratu, yang ditarik tangannya pasrah aja mengikuti Kavin.
Sesampainya diatas sana, Ratu sangat tidak menyangka begitu melihat pemandangan yang ada dihadapannya saat ini,
"Gue baru tau disini indah banget ya pemandangannya." Ucap Ratu takjub.
"Gue senang karena lo menyukainya, iya gue mau kasih lo hal yang terindah di hidup gue! ini salah satunya. Dulu gue kesini bareng orangtua gue. Sekarang gue selalu kesini sendiri karena mereka terlalu sibuk, sampai - sampai gak punya waktu lagi buat gue." Kata Kavin sambil menerawang kenangan bersama kedua orangtuanya.
"Sabar ya Vin." Kata Ratu sambil menepuk lembut bahu Kavin.
"Ambil hikmahnya aja deh, mereka sibuk begitu kan cuma demi lo!" Kata Ratu lagi untuk menenangkan Kavin.
"Iya gue tau kok! Ya udah deh gak usah bahas ortu gue, gue cuma mau bawa lo ketempat favorite gue!" Kata Kavin.
"Iya makasih ya Kavin udah bawa gue kesini." Ucap Ratu sambil tersenyum.
"Indah banget tempatnya, guee sukaa! Jawab Ratu sambil terus mengamati seluruh penjuru tempat itu.
"Lo mau tau gak apa yang lebih indah dari ini?" Tanya Kavin.
"Apa? Emang ada?" Jawab Ratu.
"Ada dong! senyuman lo Ratu! Gue bahagia banget, lo bisa sedekat ini sama gue! gue nyaman banget sama lo, biarpun awalnya gue ragu dengan lo, tapi sekarang udah gak lagi, gue percaya sama lo! Maafin gue karena sempat meragukan lo ya? Karena gue terlalu takut dikecewain, hal yang paling gue takutin adalah ditinggalin dan sendirian! Gue gak percaya dengan apa yang namanya cinta, sampai akhirnya gue ketemu lo. Ratu lo beda dari cewek manapun yang pernah gue temui." Ucap Kavin sambil menatap Ratu dengan muka serius dan memegang tangan Ratu.
"Lo mau gak jadi pacar gue?" Tanya Kavin penuh harap.
Ratu kaget tiba - tiba saja mendengar semua pengakuan Kavin.
Akan tetapi entah mengapa detak jantung Ratu sedari tadi berdetak seperti mau meledak aja mendengar pengkuan Kavin.
Dengan berusaha tenang Ratu menanyakan, "Apa hal yang buat lo suka sama gue?"
"Gue juga gak tau Tu, tapi gue udah berusaha untuk menghindari perasaan gue sendiri, akan tetapi tetap gak bisa, gue suka semua tentang lo. Gue sendiri juga tidak bisa mengendalikan perasaan gue lagi." Jawab Kavin dengan jujur.
"Okee! Tapi bagaimana jika hati lo ntar berubah ke gue?" Tanya Ratu.
"Gue bisa jamin kalo hati gue bakalan stay ke lo! Lo cewek pertama yang berhasil buat gue jatuh cinta." Kata Kavin.
"Apa lo gak siap buat patah hati juga? Lo itu playboy semua orang juga tau, sedangkan gue playgirl!" Ucap Ratu dengan penuh penekanan.
"Gue bakalan berjuang untuk cinta, asalkan lo mau kasih gue kesempatan untuk itu." Ucap Kavin dengan sangat serius.
"Gak mungkin kita bersama Vin, gue punya pacar." Jawab Ratu sambil menghempaskan tangan Kavin dengan kasarnya.
Kavin terdiam sejenak lalu berkata, "Putuskan semua pacar lo demi gue."
Ratu terkejut dengan apa yang dikatakan Kavin barusan. "Lo gila ya! Guee tetap gak bisa jadi pacar lo Vin."