
Pagi ini tidak seperti biasanya ratu merasakan perasaan yang tidak enak. perasaan ratu bahwa akan ada kejadian besar yang akan terjadi. tapi entah mengapa ratu tidak mengetahuinya.
tapi perasaannya terus menerus merasakan sesuatu yang janggal. padahal semua berjalan seperti biasanya.
sejak ratu berpacaran dengan kavin, kavin selalu mengantar jemput ratu dari pagi hingga pulang sekolah.
"pagi sayang!" ucap kavin sambil menatap ratu yang baru saja masuk kedalam mobil kavin.
ratu tidak seceria seperti biasanya. ratu menatap kavin sembari memberikan senyuman "pagi juga sayang." ucap ratu. lalu kaivn langsung menjalankan mobilnya. jarak dari rumah ratu ke sekolah hanya sekitar 15 menitan gitu deh kalau tidak kejebak macet. makanya biasanya mereka pergi jauh dari jam macet biar setelah sampai sekolah masih punya waktu berpacaran.
kavin telah memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang tersedia di sekolah Dharma Bangsa. karena hari ini turun hujan perut kavin dan ratu keroncongan. masih ada waktu sekitar setengah jam lagi untuk mereka masuk kedalam kelas.
tentunya mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada didepan mata. mereka berdua berjalan bergandengan tangan menuju ke kantin sekolah. ratu duduk sambil termenung. entah apa yang sedang mengusik ratu. bahkan dia sendiri tidak mengetahuinya.
"kamu yang pesan deh vin. aku mau makan mie goreng pedas ya. minumnya es teh manis aja." ucap ratu.
"okee sayang...!!"
lalu kavin bergerak untuk memesan makanan yang telah di request sama kekasihnya. "Bu, mie gorengnya pedas 1 ya, sama nasi goreng spesialnya 1 ya. es teh manisnya 2. cepetan ya bu!" ucap kavin lalu berjalan menghampiri ratu.
kavin mengagetkan ratu. "DDOOOOORRR!!!" Ucap kavin sembari ketawa lepas melihat reaksi sang kekasih yang kaget setengah mati.
ratu langsung menatap marah kepada kavin. "ih kavinn! bikin kaget aja." ucap ratu sambil cemberut.
"makanya kamu jangan melamun aja. aku perhatiin daritadi kamu itu melamun terus. ada masalah apa sih? cerita dong ke aku!" tanya kavin dengan menggerlitkan alisnya.
"entah kenapa ya vin. perasaan aku itu gak enak. kayaknya bakalan ada masalah besar yang akan terjadi deh. tapi aku juga gak tau masalah apa." ucap ratu dengan muka serius.
"gak akan ada kok sayang. mendingan kamu tenang aja deh. kamu itu khawatir gak beralasan. kan ada aku. tidak akan ada yang akan berani macam macam sama kamu." ucap kavin untuk menenangkan ratu.
'semoga yang bilang kavin benar ya. iya sih ngapain aku berpikiran berlebihan seperti ini? semuanya pasti akan baik baik saja.' batin ratu.
ratu hanya tersenyum menatap kavin. "semoga saja sayang." ucap ratu.
lalu mereka berdua sibuk bercanda sambil memakan makanan yang mereka pesan. setelah merasa kekenyangan mereka masuk kedalam kelas.
perasaan tidak enak ratu seakan hilang begitu saja. ratu sudah biasa saja. bahkan sampai jam pulang sekolah. karena ratu dan kavin selalu bersama sama.
sebelum pulang kavin izin untuk ke toilet sebentar. karena perut kavin terasa sangat mules. ratu memutuskan untuk menunggu kavin dihalaman sekolah.
tempat ramai supaya kalau ada yang berniat yang tidak baik, tidak akan berani macam macam. apalagi situsi disini sedang ramai. setidaknya inilah yang bisa dilakukan ratu untuk menjaga diri.
ratu sibuk untuk mendengarkan lagu dari hp nya. lagu yang sedang terputar saat ini adalah lagu Adera-Lebih Indah lalu ratu menyanyikan lagu itu dengan semangat. memang benar ya perasaan seseorang yang sedang jatuh cinta itu sangat jauh berbeda. semuanya terasa indah seakan ingin waktu hanya terhenti saat ini saja.
Saat kutenggelam dalam sendu ~
Waktu pun enggan untuk berlalu ~
Kuberjanji 'tuk menutup pintu hatiku ~
Entah untuk siapa pun itu ~
Semakin kulihat masa lalu ~
Semakin hatiku tak menentu ~
Tetapi satu sinar terangi jiwaku ~
Saat 'ku melihat senyummu ~
Merubah segalanya ~
Menjadi lebih indah ~
Kau bawa cintaku ~
Setinggi angkasa ~
Membuatku merasa sempurna ~
Dan membuatku utuh ~
'Tuk menjalani hidup ~
Berdua denganmu selama-lamanya ~
Kaulah yang terbaik untukku ~
Hu-u-u-u-u ...h u-h-u-u-u-u \~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
ratu menyanyikan lagunya dengan semangat seakan dialah penyanyinya. ya memang sih suara ratu bagus. sambil berjoget-joget sanking semangatnya. gerakan ratu terhenti seketika, ketika dia melihat rama ada dihadapannya. entah sudah berapa lama rama berada dihadapannya bahkan ratu pun tidak menyadarinya. karena sedari tadi ratu menutup matanya untuk menikmati lagu.
"lo masih berani banget muncul dihadapan gue!" ucap ratu dengan suara yang mulai meninggi.
seakan tidak menggubris ucapan ratu barusan. rama hanya tersenyum sambil bilang "suara lo bagus! kenapa gue baru tau ya? kenapa gak jadi penyanyi aja?" tanya rama sambil membungkukkan tubuhkan agar lebih lebih dekat dengan ratu.
ratu langsung membelalakkan matanya "suara gue bagus atau gak itu gak ada urusannya sama lo! pergi lo!! jauh jauh dari hadapan gue." ucap ratu yang mulai emosi.
"kalau gue gak mau gimana? lagian kapan lagi melihat lo sendirian begini. kemana perginya cowok lo yang sok jagoan itu!!" ucap rama sambil tersenyum menggoda ratu.
"kalau gitu, gue yang pergi!" setelah itu ratu langsung bangkit berdiri dari duduknya. tetapi ketika dia ingin pergi rama memeluknya dari belakang dengan sangat kuat. ratu berusaha untuk terlepas dari pelukan rama. tapi tidak berhasil. "BRENGSEK!" ucap ratu.
"GUE BILANG LEPASIN GUE! DASAR COWOK GILA! BRENGSEK!!" Teriak ratu berusaha untuk meronta ronta supaya terlepas dari rama. rama yang merasa telah berhasil berbuat seperti itu semakin mempererat pelukannya.
ratu melakukan segala cara mulai dari menyubit, menggigit tangan rama, hingga memukul mukul rama. tapi rama tidak ingin melepaskan ratu. ratu yang tenaganya sangat terbatas dan mulai merasa lemah. hanya terdiam pasrah sambil mulai menangis.
ratu hanya berteriak teriak meminta tolong, tapi tidak ada yang berani menolongnya. karena siapa pun yang berani mendekat rama mengancam dengan pisau.
adel dan nisa sampai ketakukan, lalu kedua sahabatnya ini segera mencari kavin.
dengan nafas yang masih ngos ngosan adel dan nisa memberitahukan kejadian yang sedang menimpa ratu. lalu kavin langsung berlari menyamperin keberadaan ratu.
"BRENGSEK! LEPASIN CEWEK GUE! LO CARI MATII YAA!" Teriak kavin.
rama malah menatap mengejek kearah kavin. "katanya lo cowoknya? tapi kenapa lo tinggalin cewek lo sendirian! gue gak akan lepasin ratu! ratu itu hanya milik gue. NGERTI LO!!" ucap rama lalu mulai mencium pipi ratu dari arah belakang.
"Sialan lo!" ucap kavin lalu mereka berdua terlibat perkelahian yang luar biasa. kavin menghajar abis abisan rama sampai pingsan.
tapi ditengah tengah perkelahian rama sempat mengambil pisau yang sudah terhempas dari tangannya. lalu rama menusuk kavin dengan pisau.
"KAVINNNNNN!" teriak ratu lalu sambil menutup mulutnya dan terus terusan menangis lalu memeluk erat kavin yang sudah pingsan.
"MAMPUS LO!" ucap rama.