
Previous Episode
lalu tommy sekarang berdiri dihadapan ratu, "tu gue serius sama lo, gue harap lo mau buat jadi pacar guee? gue janji gue akan selalu membahagiakan eloo, gak bakalan buat lo kecewa, gue juga sadar lo masih trauma dengan kejadian waktu dulu, tapi gue mohon lo kasih gue kesempatan ya? kalo lo terima gue, lo buleh pakai kalungnya, tapi kalo lo tolak gue lo boleh buang kalungnya." tanya tommy sekali lagi sambil memegang kedua tangan ratu dengan tatapan yang sangat serius.
ratu kemudian menangis "gueee.... gueee...belummm bis...belumm bisaa tom."
*****
lalu tommy menghela nafas panjang, lalu berkata, "gue ngerti tu! gue akan nunggu lo, sampai lo benar benar siap jadi pacar gue." ucap tommy.
"tapi gimana kalo gue tetap gak bisa tom? lo itu terlalu sempurna dan cowok yang paling baik, gue takut ngecewain lo! karena gue gak yakin sama diri gue sendiri." ucap ratu.
"gue akan tetap nungguin lo tu, sampai kapan pun! gue serius tu." ucap tommy sambil wajah yang menunjukkan niatnya yang emang dari awal serius ke ratu.
"kenapa lo kok bisa menyukai gue tom? lo kan udah tau gue ini gimana, gueee... gueee gak baik buat lo tom." ucap ratu sambil terisak.
"kata siapa lo gak baik tu? gue tau semuanya tentang lo, gue tau lo begini juga karena masa lalu lo yang pernah dikecewain sama seseorang yang lo sayang, gue cukup mengerti! kalo gue jadi lo juga gue akan melakukan hal yang sama, bahkan lebih dari yang lo lakuin sekarang ini." ucap tommy.
lalu ratu sudah tidak kuasa lagi menahan air matanya yang sedari tadi sudah mengalir dengan sendirinya, tanpa henti, ratu memeluk tommy dengan erat, sambil berkata kasih gue waktu tom, tapi gue juga gak yakin sama diri gue sendiri." ucap ratu.
"gue yakin lo bisa tu." ucap tommy sambil membalas pelukan ratu sambill membelai rambut ratu dengan penuh kelembutan.
******
ditempat lain vika yang sedang dinner berdua dengan kavin, selalu berusaha mencairkan suasana supaya kavin tidak terus menerus mengingat ratu.
lagi lagi ratu. batin vika semakin gak suka melihat ratu.
gue didepan lo vin, bahkan lo masih mikirin ratu! batin vika semakin kesal dengan sikap kavin.
kavin yang sedari tadi minum bir, lama kelamaan merasa mabuk, karena sudah terlalu banyak hingga dia sendiri bahkan tidak menyadarinya. karena dia selalu terngiang ngiang dengan perkataan ratu yang "gue ga akan pernah pacaran sama cowok brengsek seperti dia(kavin)."
kenapa! kenapa! kenapa!!!! teriak kavin
apaa salahnya jadi gueeeeee? teriak kavin terus menerus.
menurut vika kavin sudah terlalu mabuk, lalu segera mengajak kavin untuk pulang, tapi kavin menolak karena dia masih ingin minum disini. tapi vika tetap memaksa untuk mengajak kavin pulang, lalu kavin jatuh pingsan, vika histeris kemudian segera meminta batuan untuk membawa kavin ke dalam mobil.
sesampainya di villa, vika segera membangunkan kavin, ya kavin yang masih setengah sadar segera dibantu vika untuk menuju kamarnya, tapi tepat diruang tamu, kavin terjatuh, lalu vika yang tidak kuat membawa kavin lalu segera menarik kavin tepat disofa. lalu vika terjatuh tepat dibawah kavin, sekarang mereka sedang saling menatap, lalu kavin berkata "ratuu, gueee sayang sama lo!" lalu kavin semakin mendekat kearah vika untuk mencium vika yang dalam penglhatan kavin itu adalah ratu.
tepat pada saat yang bersamaan ratu dan tommy melihat adegan mereka. ratu menatap dengan tatapan yang penuh jijik kearah kavin dan vika, lalu segera naik keatas sambil berlari, "gue duluan tom.. gue capek." ucap ratu tanpa menoleh kearah tommy sama sekali.
vika merasa senang dan puas dengan sikap ratu yang salah paham melihat dirinya dan kavin.
ratu dan kavin semakin salah paham satu sama lain, saling menghindar, saling menjauh, saling membenci. seperti halnya harapan vika.
"ternyata membuat mereka saling membenci dan saling salah paham itu merupakan hal yang mudah!" ucap vika sambil mengingat kejadian sebelum mereka pergi berlibur.
flashback on
vika sedang menunggu seseorang di cafe tempat mereka berjanji untuk ketemu satu sama lain, seseorang yang ditunggu tunggu akhirnya muncul juga. lalu vika tersenyum dan berjabatan tangan dengannya.
"guee vika, gue yang mau minta bantuan dari lo!" ucap vika sambil tersenyum.
"lo tau gue dari mana? gue bahkan tidak mengenal lo sama sekali." ucap cewek yang merasa terheran heran dan penasaran karena ada seseorang yang ingin bertemu dengannya, tanpa dia kenal sama sekali, melihatnya juga baru ini, gimana mau kenal?
"lo gak perlu tau gue tau lo darimana, yang pasti gue butuh bantuan lo, ini tentang ratu." ucap vika dengan tatapan yang tidak dimengerti sama sekali.
"ratuuu? hemm, sepertinya menarik nih, to the point aja deh lo gak usah berbelit belit seperti ini." ucap cewek ini.
"ginii gue juga gak suka basa basi, gue suka oleh seorang cowok tapi cowok itu suka dengan ratu, gue butuh bantuan lo untuk buat cowok gue, eh maksudnya calon cowok gue untuk jadi salah paham kepada ratu, lalu akhirnya membenci ratu, lo bisa kan?" ucap vika.
guee pasti bisa! gue adalah cewek yang tidak rela melihat kebahagiaaan seorang cewek yang bernama ratu itu!" ucap cewek ini penuh dengan penekanan.
"baguss! gue juga tidak suka melihat ratu, seperti kita berdua sama sama orang yang membenci ratu." ucap vika dengan senyuman liciknya.
"apa rencana lo? kapan dan dimana?" kabarin guee aja." ucap si cewek ini.
"santaii dong, pasti bakalan gue kabarin lo, kapan dan dimana!" ucap vika.
"oke terimakasih atas waktu lo, gue gak bisa lama lama, gue balik duluan, gue harap semoga rencana kita sukses." ucap vika sambil menjulurkan tangannya, lalu kemudian dibalas uluran tangan cewek itu.
"pasti! lo gak salah orang, karena gue orang yang tidak suka melihat ratu bahagia." ucap si cewek dengan senyuman licik.
flashback off
ternyata usaha gue gak sia sia, semuanya berjalan lancar, bahkan cukup lancar! sepertinya dewa kebuntungan sedang berpihak kepada gue, sekarang tinggal cari cara buat bisa jadian sama kavin!" ucap vika cukup puas.
*****