Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
Hari Pernikahan (2)



Tommy yang hadir di pernikahan Kavin dan Ratu ingin menyaksikan langsung kebahagiaan Ratu secara langsung. Ratu mengundang semua rekan bisnis nya termasuk itu Tommy. Dari kejauhan, Tommy hanya melihat Ratu yang tersenyum menyapa para tamu yang hadir dan berfoto bersama dengan mereka.Ia juga melihat betapa cantiknya Ratu memakai gaun pengantin. Sebenarnya ia ingin mengucapkan selamat secara langsung, tetapi ntah mengapa hatinya mulai ragu. Ia takut merusak moment bahagia Ratu dan Kavin.


'Kamu memang perempuan paling cantik yng pernah aku kenal tu, aku senang karena kamu bahagia sekarang. Sebenarnya aku gak tau harus senang atau sedih melihat kamu menikah.' Batin Tommy yang masih memperhatikan Ratu dari kejauhan.


Lamunan Tommy pun buyar karena kedatangan Adel dan Nisa. Mereka berdua menyapa Tommy dengan manis.


"Hai Tomm..." Sapa keduanya


"ehh...Hai juga." Sapa balik Tommy


"Kenapa kok duduk disini sendirian???" Tanya Adel.


"Hmm...gpp kok." Jawab Tommy datar.


"Iya nih Tom...kamu gada rencana nyapa Ratu dan Kavin?  kan sayang udah jauh-jauh datang." Ucap Nisa


"Belum tau sih, aku juga masih ragu mau nyapa apa gak."


"Jangan gitu lah Tom, Ayooo kita temenin nyapa Ratu dan Kavin." (Adel dan Nisa memaksa dan menarik paksa tangan Tommy).


Awalnya Tommy kaget dengan tingkah Adel dan Nisa, tapi ia juga berfikir kalau omongan Adel dan Nisa ada benarnya juga. Tommy hanya pasrah mengikuti kemauan Adel dan Nisa karena ia tidak punya pilihan apapun sekarang. Adel dan Nisa membawa Tommy kehadapan Ratu dan Kavin. Tommy melepaskan tangannya yang ditarik paksa oleh mereka. ia sebenarnya bingung harus mengatakan apa untuk Ratu dan Kavin.


Raut wajah Kavin yang tadinya senang berubah seketika menjadi tatapan tidak senang dengan kehadiran Tommy dan Ratu sangat menyadari ekspresi muka Kavin. Tommy mengabaikan Kavin dan menatap Ratu secara langsung dan mengucapkan selamat kepadanya. Sebenarnya Ratu sangat menghargai kehadiran Tommy karena bagaimanapun Tommy adalah orang yang sangat baik baginya tapi disisi lain ia juga mengerti dengan sikap Kavin.


'Andaikan aku yang ada diposisi Kavin sekarang, aku adalah laki-laki yang sangat beruntung tu. Aduh mikir apaan sih gue, Gak boleh begini...jangan sampai Ratu dan Kavin tau apa yang gue rasain sekarang.' Batin Tommy.


"Selamat ya atas pernikahannya tu." (Ucap Tommy sambil menjabat tangan Ratu)


"Makasih ya tom udah datang." Ucap Ratu sambil tersenyum.


"Iya sama-sama tu."


"Ehemmm...jangan lama-lama juga salamannya bro."Ketus Kavin yang daritadi meyaksikan tingkah Tommy.


"Ehhh..maaf Vin, gue gak bermaksud begitu." (Tommy langsung melepaskan tangan Ratu).


"Kali ini aja gue maafin lo, Ingat ya !!!." Ancam Kavin.


"Apaan sih vin, jangan terlalu posesif gitu. Lagian kan Tommy tujuannya baik." Ucap Ratu.


"Maaf karena gue disini kalian malah ribut, sekali lagi selamat ya atas pernikahan lo dan Ratu." (Tommy menjabat tangan Kavin kemudian kembali ke kursinya tadi)


"Iya thx." Ucap Kavin datar


Adel dan Nisa mengikuti Tommy kembali duduk. Adel dan Nisa merasa bersalah, karena mereka berdua Kavin menjadi sangat kesal kepada Tommy.


"Maaf ya tomm. Ini semua salah kita. kita yang maksa lo tadi nyapa Ratu dan Kavin dan akhirnya malah begini." Ucap Adel.


"Iya tom. Kita beneran minta maaf, jadi gaenak banget nih sama lo." Ucap Nisa.


"Gak kok ini semua bukan salah kalian berdua kok, memang Kavin itu sensi banget kalau berhubungan dengan gue. Ya gue ngerti juga sih sebenarnya kenapa Kavin begitu. Yauda gue lebih baik pulang aja deh." Ucap Tommy sambil berpamitan pulang kepada keduanya.


"Lho kok pulang sih Tom...kan masih bisa duduk dulu sambil lihat acaranya sampai selesai."Cegah Adel.


"Gpp kok. gue duluan ya.Ohhh Iyaa!!! jangan lupa sampaikan salam gue sama Ratu ya. Bye.


"Ok Tom.


Sebenarnya Adel udah lama banget menyimpan rasa untuk Tommy, tapi ia juga sadar kalau dihatinya Tommy itu hanya ada Ratu. jadi ia hanya memendam perasaan yang dalam terhadap Tommy. ia juga mnyebunyikannya kepada Nisa dan Ratu.


'Andai aja kamu bisa suka sama aku Tom, pasti aku bisa jadi wanita yang paling bahagia.' Batin Adel.


Nisa dan Adel kemudian menyapa teman-teman di SMA mereka dan mengobrol banyak dengan teman-temannya. mereka banyak berbagi cerita satu sama lain tentang kegiatan mereka selama ini.


Acara selanjutnya adalah pesta dansa, Ratu dan Kavin pun berdansa dengan romantis yang membuat iri setiap orang. Tatapan mata Kavin tampak ia begitu sangat mencintai Ratu. Ratu dan Kavin saling bertatapan satu sama lain. Hari ini Kavin tidak ingin cepat berakhir begitu saja, ia ingin waktu atau detik bisa berhenti disaat ini juga. Semua orang yang hadir dengan pasangannya juga berdansa dengan iringan musik dan lagu yang romantis yaitu Thinking Out Loud by Ed Sheeran. setelah selesai dengan acara dansa, tiba-tiba Kavin mengambil microfon dan mengajak Ratu ke atas pentas, ia ingin memberikan kejutan kepada Ratu dengan bernyanyi. Lagu yang dinyanyikan Kavin adalah  Nothing's gonna change my love for you by westlife


If I had to live my life without you near me


The days would all be empty


The nights would seem so long


With you I see forever oh so clearly


I might have been in love before


But it never  felt this strong


Our dreams are young and we both know


They'll take us where we want to go


Hold me now


Touch me now


I don't want to live without you


Reff:


Nothing's gonna change my love for you


You ought to know by now how much I love you


One thing you can be sure of


I'll never ask for more than your love


Nothing's gonna change my love for you


You ought to know by now how much I love you


The world may change my whole life throughBut nothing's gonna change my love for you


Our love will lead the way for us


Like a guiding star


I'll be there for you if you should need me


You don't have to change a thingI love you just the way you are


So come with me and share the view


I'll help you see forever too


Hold me now


Touch me now


I don't want to live without you


Back to Reff 4x


Ratu yang tidak menduga dan kaget dengan kelakukan Kavin. Karena Ratu masih tidak menyangka Kavin masih sempetin memberikan ia sebuah kejutan. Ratu yang menemani Kavin bernyanyi hanya bisa tersenyum terus-menerus. Setelah bernyanyi, Kavin mencium kening Ratu dihadapan semua orang. Ratu mematung sesaat, pipinya menjadi merah merona karena malu. Semua orang yang melihat malah menyorakin dan bertepuk tangan termasuk kedua orangtua mereka. Kemudian Kavin membisikkan sesuatu ke Ratu.


"Aku masih sangat kesal sama kamu tau gak.Cuman Aku gak mau tunjukkan ke semua orang." Bisik Kavin.


"Kamu itu kesal gak beralasan vin."Balas Ratu.


Ratu dan Kavin turun dari pentas dan bergabung dengan kedua orangtua mereka masing-masing. Mereka beristirahat sejenak, karena acara akan masih berlangsung 2 jam lagi. jam 22.30 akan dimeriahkan dengan acara penutup yaitu acara kembang api selama 20 menit. Alasan Ratu memilih pernikahan outdoor adalah selain bisa ketemu dan ngobrol dengan para tamu, tapi juga bisa menikmati music secara live. Pada malam harinya juga,  terdapat banyak lampu pendar disekitar sehingga menambah suasana romantis.


Jam 22.30 acara kembang apipun dimulai, konsepnya adalah membagikan kembang api kepada seluruh tamu, meminta mereka untuk menyalakannnya secara bersamaan dan membentuk terowongan. Kemudian Ratu dan Kavin lewat diterowongan yang sudah dibuat. Menjadi moment yang istimewa dan romantis pastinya langsung diabadikan oleh fotografer. Setelah itu, kembang api pun dinyalakan dan bisa dinikmati dan disaksikan langsung di langit-langit terlihat begitu indah. Selesainya kembang api tersebut, selesai juga acara pernikahan Ratu dan Kavin.


Sebenarnya Kavin masih ngambek sama Ratu karena lebih membela Tommy. Ratu hanya mengabaikan sikap Kavin, karena ia sebenarnya berada diposisi serba salah dan membingungkan. Sampai acara resepsi selesai pun, Kavin masih saja cemberut. sedangkan Ratu yang sudah merasakan lelahnya hari ini hanya ingin segera beristirahat. Ratu dan Kavinpun kembali ke hotel yang tidak jauh dari sana.


'Akhirnya selesai juga acaranya, beneran badan gue capek banget ya padahal cuman nyapa tamu dan berfoto aja. Kaki gue pegal banget nih, mana Kavin daritadi ngambeknya gak hilang-hilang juga. Udah ah gue lebih baik mandi biar lebih fresh.' Batin Ratu.


Ratu yang didepan cermin sibuk membersihkan makeup dan membuka gaun dan hiasan lainnya. Sebenarnya Ratu ingin meminta bantuan kepada Kavin untuk membuka gaunnya tapi ia mengurungkan niatnya  Sedangkan yang Kavin lakukan malah langsung berbaring di tempat tidur dan sibuk memainkan hp nya. Kavin mendiami Ratu sejak kejadian tadi. Selesai Ratu membersihkan makeup kemudian ia pun mandi. ia sempatin berendam air hangat sebentar untuk merilekskan badannya yang kelelahan.


Setelah selesai mandi, Ratu mengambil bajunya di dalam koper. kemudian ia segera memakai baju tidur.


Biarpun Kavin lagi ngambek, tapi sebenarnya ia merasa sangat deg-deg an. Jantungnya berdebar sangat cepat malam ini apalagi saat melihat Ratu keluar dari kamar mandi yang hanya memakai handuk ditubuhnya. Ia seakan tidak bisa menelan ludahnya dengan normal. Kavin melihat Ratu sangat sexy dan menarik tapi ia juga masih gengsi untuk mendekati Ratu. Ia sangat ingin kalau Ratu yang membujuknya. Bagaimanapun ia dulu seorang playboy yang terbiasa dengan cewek yang memuja dan membujuknya saat ia ngambek. Tapi sangat berbeda Ratu, ia merasa Ratu adalah bukan tipe cewek yang bakal membujuk Kavin karena masalah sepele kayak tadi. Ia berfikir terus sampai-sampai dia tidak sadar kalau Ratu memanggilnya.


"KAVIN!!!KAVIN!!!!KAVIN!!!" Teriak Ratu.


"Ihhhh apaan sih tu, ganggu aku aja."Ucap Kavin.


"Habisnya daritadi aku panggilin kamu gada respon."


"Emangnya ada apa tu ?" Tanya Kavin.


"Kamu mandi gih sana terus istirahat, kan seharian ini kita udah capek."Ucap Ratu sambil melempar handuk ke Kavin.


"Kamu itu ya gak bisa manis sedikit apa kalau nyuruh suami."Sewot Kavin.


"Aduh Vin... aku juga lagi ribet bongkarin koper, kamu daritadi bukannya bantuin aku malah tiduran mulu."


"Kan kamu gak minta bantuan, yauda aku mandi dulu. Kamu siap-siap gih."Goda Kavin.


"Apaan sih vin...!!!!"


"Aku serius mau malam ini. Gada alasan menolak ya. Ingat kamu itu udah istri aku." (Kavin langsung masuk ke dalam kamar mandi)


Seketika wajah Ratupun memanas dan menjadi sangat merah merona mendengar ucapan Kavin barusan. Ia menjadi salah tingkah dan menjadi tidak mengerti dengan apa yang harus ia lakukan. Karena ini pengalaman pertama bagi Ratu, ia juga membawa kado Lingerie dari Adel dan Nisa. Tapi ia sangat malu untuk memakainya.


'Gimana dong ini...gue malu banget kalau pakai ini. kenapa jantung gue berdetak sekencang ini ya. Aduhh, gue beneran gugup banget. Apa yang harus gue lakukan sekarang ya. Tapikan malam pertama gue setidaknya harus berkesan. Yauda deh gue pake aja lingerie nya.' Batin Ratu.


Ratu langsung mengganti baju tidurnya dengan Lingerie dari Adel dan Nisa. Kemudian ia mematikan lampu dan menyalakan lampu tidur saja yang ada dikamar hotel. Ratu segera tiduran di tempat tidur dan menyelimuti dirinya. Sedangkan Kavin didalam kamar mandi menjadi tak menentu, jantungnya semakin berdetak kencang dari sebelumnya.


'kenapa jantung gue berdetak sekencang ini. Ini malam pertama gue dan Ratu jadi gue gak boleh terlihat setegang ini. Ayoo vin lo tarik nafas perlahan dan lakukan berulang kali sampai lo tenang.' Batin Kavin.


Setelah selesai mandi, Kavin yang berusaha menenangkan dirinya kemudian keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang ia balutkan dipinggangnya.. Ia bingung kenapa lampu mati. Kemudian Kavin melihat Ratu sudah tiduran ditempat tidur,


"Aku sayang kamu sayang." (Kavin mencium kening Ratu)


Ratu membuka mata dan menjawab Kavin.


"Aku juga sayang kamu vin." Ucap Ratu sambil tersenyum.


"Aku tau ini yang pertama bagi kita, jadi aku mau semuanya berkesan malam ini untuk kita ya sayang." Ucap Kavin.


"Kamu itu ya kalau ada maunya aja baik ke aku." Goda Ratu.


"Emangnya salah ya kalau aku begini."


"Gak sih vin, tapi aku gak suka kamu kayak tadi diam gak jelas gitu."


"Iya karena aku cemburu melihat tatapan Tommy ke kamu tadi tau gak???"Ketus Kavin.


"Kan aku nikah dan sayangnya cuma sama kamu aja vin. Jadi gak usah protektif gitu ya."


"Iya aku tau. Jadi kamu udah siap kan sayang malam ini ???


"Hmmmm...i....ya." Ucap Ratu terbata-bata.


Ucapan Kavin membuat Ratu sedikit lebih tenang dari sebelumnya. Saat Kavin ingin mulai melakukan hubungan intim dengan Ratu, Ratu mendorong Kavin perlahan. Karena ia merasa perutnya keram dan sakit seperti mau datang bulan. Kavin bingung dengan sikap Ratu dan bertanya.


"Kamu kenapa ?Apa masih gugup??" Tanya Kavin.


"Aku mau ke kamar mandi bentar vin." (Ratu langsung meninggalkan Kavin).


Di dalam kamar mandi Ratu memastikan dan ternyata ....


BERSAMBUNG