Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
Temu Kangen The Gengs



Ratu terbangun dari tidurnya, karena berisiknya suara alarm di hp nya. Dan dia melihat jam di hp nya sudah jam 6 pagi. Karena ini weekend, dia kembali tidur pulas.


Hp Ratu kembali berdering yang membuatnya terbangun kembali. Ternyata Kavin yang menelepon dan Ratu langsung mengangkat panggilan teleponnya.


“Hai sayang... kamu lagi ngapain ?” Sapa Kavin.


“Hai juga sayang, ini aku baru aja bangun karena kamu telepon. Ngantuk banget nih... kamu lagi apa?” Jawab Ratu dengan mata yang masih terpejam.


“Ini aku baru aja sarapan roti dan teh. Oh iya, hari ini aku ada janji sama teman SMA ... mereka ngajak main basket nih. Kamu mau ikut aku gak?” Ajak Kavin dan berharap Ratu bisa ikut menemaninya.


“Aku gak bisa nemeni kamu vin. Aku juga ada janji ketemu sama Adel dan Nisa. Maaf ya, next time aja deh. Gapapa kan sayang?” Jawab Ratu


“Oke deh. Kalau gitu kamu bangun gih terus mandi dan jangan lupa sarapan ya, nanti pulangnya aku jemput kamu ya.” Ucap Kavin


“Oke sayang, Bye.” Balas Ratu sekalian mengakhiri teleponnya.


Ratu masih melamun di kamar sambil senyum - senyum sendiri ingat kejadian tadi malam yang ia lewati bersama Kavin. ‘Ya ampun manis dan romantis banget semalam Kavin ya...beneran sampek gue terharu banget dibuatnya.’ Batin Ratu


Dan lamunan Ratu langsung buyar karena dikagetkan sama Adel dan Nisa. Mereka sengaja datang pagi-pagi biar bisa seharian quality time bareng Ratu yang sudah lama mereka kangenin.


“Awww... sakit. Kalian !” Teriak Ratu dan langsung memeluk kedua sahabatnya itu.


“Biarin aja karena lo nyebelin sih, Lagian gue dan Adel kangen banget tau sama lo, bener - bener kelewatan ya lo Ratu! Lo udah berapa lama di Jakarta tapi baru ngabari kita sekarang”. Ketus Nisa yang kesal sekaligus senang melihat Ratu kembali.


“Iya... parah banget deh lo. Kenapa gak kasih kabar ke kita.” Ketus Adel


“Maafin gue ya, gue gak bermaksud begitu kok, ini semua diluar prediksi gue. Dan kalian juga kenapa pagi - pagi udah datang aja kesini. Kan kita janjiannya siang... bener - bener ganggu waktu istirahat gue aja. Dan kenapa gak ketuk pintu dulu waktu masuk kamar gue.” Ketus Ratu yang sebenarnya sangat kangen dengan kedua sahabatnya itu.


“Kita kan pengen ngasih surprise ke elo tu, lagian udah gak sabar ketemu sama lo. Gue penasaran deh bukannya lo pernah cerita ya kalau lo itu pacaran dengan Tommy? Tapi kok malah mau menikah dengan Kavin? Ada banyak hal yang lo sembunyikan dari gue dan Adel ya, Tu?” Tanya Nisa dengan penasaran.


“Iya gue juga merasa aneh deh. Ada apaan sih ini sebenarnya?” Timpal Adel juga.


“Dasar lo berdua kepo! Iya itu juga bingung nih, gue mengalami semuanya seperti mimpi saja. Tommy emang baik banget. Tapi hati gue juga tidak bisa berbohong dan terus memaksa untuk bersama dengan cowok sebaik dia.” Ucap Ratu sambil menerawang mengingat Tommy dengan perasaan bersalahnya.


“Tapi kia berdua masih belum mengerti deh gimana ceritanya sih bisa kejadian seperti itu?” Tanya Adel dengan sangat penasaran.


“Ntar aja gue ceritain ya, soalnya panjang banget. Dan sekarang gue mau mandi dulu. Kalian tunggu gue dibawah ya.” Jawab Ratu dan sekaligus meninggalkan Adel dan Nisa.


“Ratu! Uh dasar lo.” Ucao Adel dan Nisa secara kompak karena telah dihantui rasa penasaran.


*****


“APAAAA????”. Teriak Adel dan Nisa bersamaan.


“Aduh budek lama-lama gue. Jangan teriak juga malu tau dilihatin orang yang ada di cafe ini.” Sewot Ratu kepada kedua sahabatnya ini.


“Gimana ceritanya tu? Kan elo juga belum lama di Jakarta. Beneran parah lo tu, kita tau belakangan ceritanya.” Ketus Adel yang penasaran.


“Iya ceritain dong tu”. Ketus Nisa juga.


“Ya makanya hari ini gue ngajakin kalian berdua untuk berbagi kebahagiaan. Awalnya gue udah dilamar sama Tommy. Dan pada saat itu perusahaan yang gue kelola dapat kerjasama dengan perusahaan yang ada di Jakarta dan ternyata itu perusahaan Kavin. Ya dari situ Kavin mulai mendekati gue dan minta maaf . Dan gue juga baru tau kalau gue dijebak sama Vika dan Raya sewaktu ulang tahun Kavin itu. Kalian berdua masih ingatkan? Gue juga tidak menyangka kalau mereka berdua sebegitu bencinya dengan gue. Dan Tommy ternyata juga udah mencari tau tentang semuanya bahwa Kavin selama ini menyesal dan merasa bersalah karena udah nyakitin dan nuduh gue. Terus Tommy memilih untuk menyudahi hubungan dengan gue karena dia tau kalau gue masih sayang banget sama Kavin. Dan Kavin langsung meminta maaf dan melamar gue disaat itu juga. Dan kalian tau Kavin udah mempersiapkan semuanya untuk melamar gue. Itu udah gue ceritain detail ke kalian.” Penjelasan Ratu ke Adel dan Nisa dengan sangat antusiasnya.


“Kasian banget ya si Tommy. Tapi dia baik banget bisa menerima kenyataannya. Pasti dia sedih banget sebenarnya Tu, Tommy itu cowok idaman banget ya, gak cuman baik tapi juga tulus. Kalau aja Tommy mau sama gue ya? Pasti gue akan menjadi wanita yang paling bahagia.” Kata Adel sambik menghayal.


“Iya tapi si Tommy benar-benar sayang banget sama lo Tu. Dia ingin elo bahagia bersama orang yang lo cinta”. Kata Nisa sambil meminum jus pesanannya.


“Iya semoga aja dia beneran bisa bertemu dengan orang yang baik dan tepat untuknya. Gue sih berharapnya begitu. Karena selama ini dia itu udah baik banget, tulus, dan percaya sama gue. Tommy itu selalu mementingkan kebahagiaan orang lain dibanding kebahagiaan dirinya sendiri. Dan gue sebenarnya merasa bersalah banget karena nyakiti orang sebaik dia. Dan untuk lo Adel, kalau aja Tommy bisa menyukai cewek seperti lo gue akan ikutan bahagia juga.” Jawab Ratu yang mengingat kembali Tommy.


“Ya udah yang penting sekarang lo bisa bahagia dengan Kavin. Gue sebagai sahabat hanya mendukung apapun keputusan lo tu”. Ucap Nisa sekalian memeluk Ratu.


“Gue juga tu, yang penting itu lo harus bahagia terus ya beb. Aminnn....” Adel pun memeluk Ratu.


‘Senang banget rasanya gue bisa bertemu dan bersahabat dengan kalian yang tulus buat gue. Dan selalu mengerti semua keputusan yang gue ambil.’ Batin Ratu yang sekalian menghapus air matanya.


Nisa dan Adel senang banget karena Ratu bentar lagi akan segera menikah dengan Kavin. Dan Ratu meminta kedua sahabat baiknya untuk jadi pendamping saat pernikahannya. Tentunya Adel dan Nisa sangat setuju dengan keinginan Ratu itu. Nisa dan Adel juga mendoakan agar Ratu bahagia bersama Kavin dan diberikan kelancaran sampai menjelang hari pernikahannya itu.


Adel bercerita kalau dia bekerja di salah satu Hotel sebagai Manager, sedangkan Nisa sekarang membuka usaha sendiri, dia mengelola sebuah klinik kecantikan “Beauty Clinic". Mereka saling bercerita kegiatan mereka selama ini.


Dan seberapa banyaknya waktu tidak akan cukup untuk mereka bertiga kalau sudah bercerita.


*****


Kavin pun bertemu dengan teman di SMA Dharma Bangsa nya dulu. Dan mereka bermain basket dengan semangatnya. Setelah selesai main dan membersihkan diri merekapun nongkrong di cafe “Coffee Time". Kavin juga bercerita kalau dia akan menikah dalam 3 bulan lagi. Awalnya teman – temannya begitu kaget mendengar berita sebesar itu, apalagi kalau berhubungan dengan yang namanya Kavin yang dahulunya mereka mengetahui semua tentang Kavin yang playboy. Akan tetapi setelah mendengarkan semua penjelasan dari Kavin akhirnta teman – temannya dapat menerimanya.


Dan mereka Semuanya mendoakan yang terbaik buat hubungan Kavin dan Ratu.


*****


Ratu mengajak Nisa dan Adel berbelanja baju dan makeup untuk keperluannya. Dan mereka bukan cuman belanja saja, seharian mereka pergi ke salon untuk creambath, keliling Mall, untuk memanjakan diri mereka bertiga, dan setelah memanjakan diri dan mata mereka, malam harinya mereka sempatin untuk karokean. Ya sampai mereka bertiga lelah karena sudah jalan seharian.


Adel dan Nisa menawarkan Ratu untuk pulang bareng tapi Ratu menolaknya karena ia janji akan pulang dengan Kavin.  Ratu pun menghubungi Kavin untuk menjemputnya.


‘Kemana sih Kavin kok telepon gue gak diangkat ? Gini nih cowok kalau kumpul sama temannya gak bisa di ganggu....yauda deh gue pulang naik taksi aja kali ya. Tau gitu kan gue tadi ikut mobil Adel aja.’  Gerutu Ratu dengan kesal.


Ratu akhirnya memutuskan mengirim pesan singkat untuk Kavin.


Ratu :


Kamu kemana sih vin ? Tadikan janji bakalan jemput aku. Ya udah deh aku pulang naik taksi aja ya.


Saat Ratu sedang memesan taksi online di hp nya, gak sengaja dia menabrak seseorang dan terjatuh yang membuat kakinya cedera.


“Aduhh...”  Keluh Ratu kesakitan


“RATUUU !!” Teriak Tommy kaget tapi senang bisa ketemu Ratu.


“TOMMY....” Sapa Ratu yang gak kalah kagetnya.


“Apa kabar kamu ? Maaf aku gak sengaja nabrak kamu.” Tommy pun langsung membantu Ratu berdiri.


Tommy langsung saja menahan tangan Ratu, “Kamu mau kemana? Aku antar aja ya. Lagian kaki kamu kan lagi sakit begitu.” Tommy menawarkan diri kepada Ratu untuk mengantar Ratu kembali.


“Aku mau pulang sih, gak usah Tom, aku udah pesan taksi kok, palingan bentar lagi taksinya udah datang.” Jawab Ratu dengan cepat.


“Cancel aja Tu. Apa susahnya sih?” Ucap Tommy masih kekeuh memaksa Ratu untuk ikut bersama dengannya.


“Tapi...Tom....aku....” Ucap Ratu dengan terbata – bata.


“Tu, kamu ikut aku aja ya... Kaki kamu kan cedera karena aku, jadi aku harus bertanggung jawab, gak ada penolakan kali ini...Oke?” Paksa Tommy yang merasa bersalah karena buat Ratu cedera.


Tommy pun langsung menarik Ratu ke dalam mobilnya. Ratu sebenarnya bingung harus bersikap bagaimana kala Kavin sampai mengetahuinya pasti Kavin bisa salah paham, tapi Ratu juga sudah berusaha untuk menolak ajakan Tommy. Tapi Tommy tetap memaksa Ratu.


Akhirnya Ratu pasrah menerima ajakkan Tommy.


‘Aduh gimana ini, kalau Kavin melihat aku lagi bareng sama Tommy pasti dia bisa salah paham, tapi mau gimana dong Kavin juga gak bisa dihubungi, semoga saja Kavin bisa mengerti.’ Batin Ratu yang lagi bingung sekaligus gelisah.


*****


Kavin baru melihat isi pesan dari Ratu dan langsung meneleponnya tapi gak ada jawaban. Kavin buru -buru datang kerumahnya Ratu. Tapi Ratu belum pulang. Kavin bingung dan langsung menghubungi Adel.


“Hai Del, Ratu dimana ya kok belum sampai dirumah?” Tanya Kavin to the point.


“Hai juga Vin, tadi Ratu bilang mau pulang sama lo makanya gue sama Nisa pulang duluan. Karena tadi katanya udah janjian pulang sama lo”. Jawab Adel


“Iya gue lupa tadi lagi main game sama yang lain, hp gue di dalam mobil. Terus pas gue lihat udah banyak panggilan dan sms katanya dia pulang naik taksi. Ya udah gue coba menghubungi Ratu dulu ya.” Jawab kavin merasa bersalah karena takut Ratu kenapa - napa.


“Oke Vin. Ntar kabari gue ya kalau lo udah ketemu sama Ratu.” Ucap Adel dengan sangat khawatir.


“Oke, Del.” Lalu Kavin mengakhiri panggilannya.


Saat Kavin keluar dari rumah Ratu, dia melihat Ratu keluar dari mobil Tommy. Kavin pun langsung menghampiri mereka. Kavin pun marah sama Ratu.


“Tu, kenapa kamu bisa bareng Tommy? Pantas saja aku hubungi kamu gak angkat. Ternyata begini ya kelakuan kamu.” Ketus Kavin kesal melihat Ratu.


“Kavin, bukan...bukan seperti itu...aku....” Ucap Ratu tapi langsung dipotong oleh Tommy.


“Tadi gue sama Ratu gak sengaja ketemu dan dia cedera jadi gue bantu dan antar dia, dia tadi pesan taksi tapi gue yang maksa untuk ngantarin Ratu. Gue cuman ingin  bertanggung jawab antar dia aja karena kaki Ratu cedera karena gue.”. Jelas Tommy ke Kavin.


“Kamu salah paham vin, ini gak seperti yang kamu pikirkan.” Jelas Ratu yang masih kesakitan.


“Aku gak lagi bertanya dengan kamu Tom!!” Ketus Kavin.


“Dan kamu Ratu... aku beneran kecewa lo sama kamu, kenapa kamu lebih milih dibantuin sama Tommy daripada pacar kamu sendiri, udah deh bagusan aku pulang aja.” Kavin pun langsung meninggalkan Ratu dan Tommy.


“Kavin, Vin..dengerin penjelasan aku dulu. Kamu salah paham.” Teriak Ratu berkali – kali tapi tidak dihiraukan lagi oleh Kavin.


Ratu meminta maaf kepada Tommy karena sifat egois Kavin. Ratu juga menyuruh Tommy pulang, tapi Tommy tetap saja tidak mendengarkan Ratu. Dia tetap membawa Ratu masuk rumah dan mengobati lukanya.


“Makasih ya Tom...kamu memang selalu aja baik sama aku...padahal aku pernah begitu nyakiti kamu.” Ucap Ratu yang merasa bersalah.


“Aku lebih bahagia melihat kamu bahagia Tu, jadi kamu jangan pernah merasa bersalah ya. Aku juga tau kalau hati itu gak bisa dipaksakan Tu... aku juga gak mau malah nambah menyakiti diri sendiri untuk memaksa kamu nerima cinta aku. Karena aku tau hati kamu bukan milik aku.” Jawab Tommy sambil mengelus kepala Ratu.


“Aku lega Tom.. karena selama ini aku merasa bersalah sama kamu. Semoga kamu bisa menemukan orang yang tepat yang bisa miliki hati kamu tapi aku juga pernah merasa bahagia kok waktu sama kamu tom.” Balas Ratu dengan menetaskan air mata.


“Ya udah kamu harus janji sama aku kalau kamu bakalan bahagia sama Kavin ya. Aku paling senang melihat kamu bisa tersenyum daripada menangis. Kamu harus janji sama aku ya biar aku gak menyesal melepas kamu untuk Kavin.”  Tommy pun menghapus air mata Ratu.


Ratu mengangguk dengan cepat sambil tersenyum haru melihat Tommy.


Kemudian Tommy pamit pulang karena sudah malam dan menyuruh Ratu buat istirahat. Ratu mengganti pakaian tidur dan mencuci muka. Lalu Ratu mengambil hp nya dan setelah itu menghubungi Kavin, akan tetapi sudah beberapa kali Ratu menelepon Kavin, Kavin sama sekali tidak menggrubis panggilan telepon dari Ratu. Dan akhirnya Ratu menyerah juga.


'Kenapa sih Vin kamu cemburuan banget? Aku tau kamu marah sama aku, tapi setidaknya jawab dong telepon dari aku. Aku tidak masalah kalau kamu marah - marah ditelepon. Tapi kamu masih emosian ya, ya udah deh.' Pikir Ratu.


Setelah itu Ratu memutuskan untuk mengirim pesan singkat kepada Kavin.


RATU :


Kavin, aku minta maaf ya. Aku juga udah coba hubungin kamu tapi gak ada balasan. Aku udah berusaha menolak Tommy tapi dia bersikeras antar aku pulang karena aku cedera. Plis...jangan marah dan salah paham. Aku tau kamu butuh waktu sendiri dulu. Aku sayang kamu Vin....


‘Semoga aja setelah pesan ini Kavin bisa mengerti keadaannya.’ Batin Ratu penuh harap.


Hp Ratu berdering, dengan semangat Ratu mengangkatnya, ternyata yang menghubungi dirinya adalah Adel bukan Kavin. Dan mendadak wajah senangnya langsung berubah sedih.


“Beb lo dimana? Lo udah pulang kan? Maaf malam - malam ganggu, tadi sampai rumah jam berapa beb ? Oh iya, Kavin hubungi gue tanyain lo beb. Dia khawatir karena lo belum sampai dirumah.” Adel langsung to the point


“Iya beb. Itu tadi gue pas pulang cedera gak sengaja ketemu Tommy dan diantar pulang. Dirumah gue ketemu sama Kavin. Ya udah jadi salah paham beb. Dan Kavin pun marah sama gue padahal Tommy tadi udah berusaha jelasin tapi dia gak mau dengarin beb.” Jelas Ratu dengan perasaan menyesal dan bersalah kepada Kavin.


“Oh iya beb? Tapi lo baik - baik aja kan ? Ya udah sekarang lo istirahat aja. Besok lo jelasin ke Kavin dan minta maaf ya beb.” Saran Adel.


“Iya sekarang udah tidak apa – apa kok, Beb. Karena udah diobati kok  besok juga baikan lukanya. Thank you beb. Iya pasti gue minta maaf kok.” Kata Ratu.


“Ya udah beb, semoga Kavin mendengarkan penjelasan lo ya beb. Gnite.” Adel pun mengakhiri teleponnya.


‘Aduh makin merasa bersalah nih sama Kavin.. gimana ya kalau dia masih gak mau dengarin penjelasanku. Gini nih susahnya kalau punya pacar yang dulunya playboy. Jadi pikirannya negatif mulu. Arggghhh !!!’ Batin Ratu yang masih kacau memikirkan Kavin.


Ratu pun merebahkan tubuhnya di tempat tidur, karena seharian ini dia sangat lelah sampai akhirnya dia tertidur pulas.


*****


Siapa yang setuju kalau cowok udah kumpul bareng  teman pasti lupa sama pacarnya? Apalagi kalau cowok kalian hobi game... Pengalaman pribadi Author sih begitu.


Jangan lupa di Like, Comment, dan kasih Rating ya. Biar Author Up terus setiap harinya.


Dan untuk kritik dan saran akan Author mendengarkan.


Happy Reading Guys