
Malam ini ratu telah memesan ruangan besar yang VIP untuk berpesta bersama kedua sahabatnya yaitu Adel dan Nisa.
Ratu mengundang Penyanyi idola mereka khusus untuk menghibur mereka bertiga, kurang apalagi coba? Ruangan besar, makanan yang super duper enak yang masak pun chef ternama dikota ini lalu mereka dihibur sama penyanyi idola mereka. Gak kebayang deh rasanya disana itu seperti apa.
Yang pasti ini semua emang udah dipersiapkan Ratu jauh - jauh hari sebelum liburan sekolah dimulai.
Mereka bertiga sedang berhias di dalam kamar hotel ya pastinya mereka sudah mempunyai gaya masing - masing. Gaya seperti gadis - gadis remaja pada umumnya. tapi gak usah ditanya lagi gaun yang mereka gunakan juga pastinya harganya fantastis. Temanya dengan gaun putih dan rambut yang sengaja di gerai supaya memberikan kesan yang sederhana tapi menawan. Cowok mana yang gak bakalan terpesona melihat ketiga gadis cantik ini.
Ratu udah selesai dari tadi untuk berdandan, dia capek dan bosan melihat kedua temannya yang terlalu lama berdandan. Dia lalu kemudian keluar kamar hotel dan kavin pun baru keluar kamar hotel yang sama dengan Ratu. Ternyata mereka bertetangga kamarnya. mereka baru tau pada saat itu juga.
Kavin da Ratu main hp jadi gak sengaja bertabrakan lagi satu sama lain. Ya kalo emang udah ditakdirkan untuk ketemu ya pasti bakala ketemu juga!
"Aaaaawwwww, mataaa looo.... " seketika Ratu berhenti berbicara ketika melihat yang diajak bicara ternyata adalah Kavin.
"Loooo laaaggggggiiiiiii!!" Keduanya seakan kompak mengatakannya.
"Kenapa si guee siaaaalllll banget hari ini harus ketemunya eloo lagi eloo lagii." Kejadian yang sama terulang kembali, udah 2 kali mereka bertabrakan.
"Udah yaa guee gak mau berdebat sama lo! guee lagi ada urusan." Jawab Ratu ketus lalu pergi meninggalkan Kavin yang marah melihat Ratu.
******
Adel dan Nisa baru keluar dari kamar hotel karena tadi samar - samar mereka mendengar kalau Ratu sedang berdebat dengan seseorang
"Lo lagi ngobrol sama siapa tadi Tu? Sepertinya tadi gue mendengar kalo lo sedang berbicara gitu."
"Dengan orang yang gak penting." Jawab Ratu .
"Lo kok ninggalin kita berdua sih?" Tanya Adel dengan muka manyunnya.
"Habisnya kalian lamaaa banget dandannnya. bosen gueee nungguinya." Jawab Ratu dengan muka judesnya.
"Ya ellaaa Tu, eloo si enak gak dandan juga udah cantik gitu, lah kita berdua gimana? Lagian kan kita berdua mau terlihat spesial ajaa gitu." Kata Adel dan Nisa.
"Udah ah, cuuussss buruan kita mulai berpestanya! Khusus cewek - cewek aja nih." Ucap Ratu sambil merangkul kedua sahabatnya itu.
Adel dan Nisa hanya mengikuti kemana Ratu akan membawa mereka saja.
Ratu gak tau kalo tepat disebelah ruangan mereka itu ruangan yang udah dibooking sama Kavin juga. Sama - sama ruangan yang VIP yang super duper besar untuk berpesta.
Emang dasarnya takdir, tanpa perlu perencanaan semuanya kalo emang harus bertemu ya pasti akan dipertemukan dengan cara apapun.
*****
Ratu yang sedang menikmati pesta tiba - tiba kebelet ingin ke kamar mandi.
"Gengs gue permisi ke kamar kecil dulu ya. Udah kebelet ini." Kata Ratu sambil berlari.
"Okee beb, cepetan balik yaa!" Jawab Adel yang diiringi oleh anggukan kepala Nisa.
Waktu keluar dari kamar mandi Ratu lupa nomor ruangan yang di pesannya bersama teman - temannya. Dia berusaha untuk bertanya kepada temannya lewat sambungan telepon tetapi gak diangkat sama kedua temannya. Ya gimana mau diangkat coba telepon Ratu, disana berisik dan musiknya juga keras banget wajar kalo kedua temannya gak mendengar panggilan telepon dari Ratu.
'Kemana sih mereka? Ayo dong Del, Nis, angkat tepelon gue.' Batin Ratu.
Ratu kemudian pergi untuk mencari ruangan itu sendiri tapi dia lupa antara nomor ruangannya.
"23 atau 32 ya? Aduh yang mana ya?"
"32 deh seingat guee. Udahlah masuk aja kalo salah kan bisa keluar lagi." Pikirnya.
Ratu masuk keruangan itu dan bertemu Kavin didalamnya. Ternyata Kavin salah ruangan juga. Keduanya sama - sama lupa dengan nomor ruangannya.
"Elooo laaaagggiiiii!!" Ucap keduanya secara serentak.
Mereka gak percaya tanpa sengaja udah 3 kali bertemu selama 1 hari ini.
'Ini kebetulan apaan sih? Kok bisa - bisanya gue ketemu dia mulu?' Pikir Ratu.
Dan sialnya lagi, pintu ruangan itu rusak dan hanya bisa dibuka dari luar jadinya mereka berdua sudah berusaha untuk membuka pintu dan sialnya tidak bisa terbuka juga. Mereka udah berusaha memanggil - manggil dari dalam tapi gak ada yang mendengar suara mereka.
"Coba lo hubungin teman lo deh." Kata Ratu.
"Kalo itu sih guee pinteeeerr gak usah lo bilangin juga udah daritadi guee lakuin waktu lo teriak teriak terus minta tolong. tapi diruangan ini gak ada jaringan sama sekali gak bisa." Jawab Kavin.
"Serius lo? Ah masaaa sih, gue gak percaya sama lo. Atau jangan - jangan ini rencana lo kan?" Kata Ratu sambil mengamati wajah Kavin dengan penuh selidik.
"Lo kepedean abis deh, gue juga terjebak disini tau gak." Kata Kavin dengan sangat tidak terimanya.
"Oke gue percaya, tapi awas aja kalo lo bohong." Ucap Ratu sambil menunjuk - nunjuk Kavin dengan jari telunjuknya itu.
"Gak pake nunjuk - nunjuk juga kali." Ucap Kavin sambil memegang tangan Ratu.
"Dan lo gak usah pegang - pegang tangan gue dong. Lo pasti sedang mencari kesempatan ya kan?" Ucap Ratu masih dengan penuh curiga.
"Lo tenang aja, gue gak akan mencari - cari kesempatan kok." Ucap Kavin.
kemudian ratu berjalan menjauh dari Kavin. Ratu pun mondar mandir tidak jelas sedari tadi.
"Aduh jadinya gimana dong cara kita keluar?" Tanya Ratu panik.
"Iyaa makanya dari itu, lo jangan berisik terus deh. Guee lagi cari cara." Jawab Kavin dengan santainya.
"Makanya buruan deh lo cari cara. Gue mau secepatnya keluar dari sini." Kata Ratu dengan gusarnya.
"Lo bisa tenangan dikit gak sih? Gue juga lagi mikir nih." Kata Kavin dengan menatap Ratu tajam.
"Gak gue gak bisa tenang sebelum kita berdua keluar dari sini. Jadi kalo gak ketemu caranya gimana?" Tanya Ratu.
Dengan santainya Kavin menjawab, "Ya kita bakalan disini terus sampai besok."
"Gaaaakk mungkin! Gueee gak mauuu! Lo gilaa yaa, mana mungkin kita berada disatu ruangan yang sama apalagi kalo sampai besok. Jawab Ratu.
"Jadi lo mau gimana? Guee juga gak rela buat satu ruangan sama cewek kayak lo." Kata Kavin kesal.
'Emang hina banget ya kalo satu ruangan sama guee?' Pikir Kavin.
"Ya udah lo jauh - jauh dari gue ya, awas aja lo kalo berani macam - macam. Kata Ratu dengan penuh kewaspadaan.
"Aahahaahaa, udah lo tenang aja, gak bakalan lah. Gue juga punya kode etik kali. Biasanya juga cewek yang merayu gue. Mana mungkinlah kalo gue merayu cewek kayak lo." Jawab Kavin.
Ratu hanya terus menatap Kavin dengan tatapan tajam dan tidak terima dengan perkataan Kavin barusan.
"Jadi maksud lo apa bilang gak mungkin merayu - rayu cewek kayak gue? Dengar ya Kavin cowok seperti lo gini banyak yang ngantri untuk jadi pacar gue dan eloo sih gak ada apa apanya ketimbang mereka. Dan gue tegasin sekali lagi sama lo ya, lo itu bukan tipe gue sama sekali. Mengerti!" Jawab Ratu penuh dengan kebencian.
Kavin juga tidak terima dengan ucapan Ratu barusan. Kavin malah semakin panas dan terpancing. "Cewek seperti lo juga banyak yang mau jadi cewek gue." Kata Kavin dengan emosi.
Mereka saling menatap dengan penuh amarah satu sama lain.
Tiba - tiba Kavin mendekat, Ratu berjalan mundur. "lo mau ngapain dekat - dekat gue?" Tanya Ratu.
"Kenapa lo jadi salah tingkah begitu?" Jawab Kavin dengan senyuman sumringahnya.
"Dasar lo! Pasti lo sedang mencari - cari kesempatan kan? Gue udah hafal dengan cowok seperti lo!" Kata Ratu sambil melihat kebawah dan kaget lalu tiba - tiba berteriak sambil berlari lalu tanpa sadar memeluk Kavin tanpa disengaja.
"Kecooooaaaa!" Teriak Ratu ketakutan sambil memejamkan matanya.
Kavin langsung ketawa penuh kemenangan melihat ekspresi Ratu yang ketakutan begitu.
"Lo takut kecoa?" Tanya Kavin.
"Enggak kok, gue geli aja melihatnya, bisa bantu gue buat bunuh kecoa itu?" Jawab Ratu.
"Bisa aja! Terus lo balas gue gimana ntar?" t/Tanya Kavin.
"Lo mau apa? Bilang aja?" Kata Ratu.
Mereka sekarang sedang berpelukan lebih tepatnya sih Ratu yang meluk Kavin karena ketakutan dan dibalas pelukannya dengan Kavin.
Mereka saling berpandangan sangat ekstrim, debaran jantung keduanya sudah semakin cepat dan tidak bisa dikontrol lagi.
'Kok gue jadi deg - deg kan seperti ini sih? Gak ini tidak benar.' Batin Ratu.
'Kok gue jadi berdebar begini sih ketika menatap Ratu? Apa yang salah dengan gue?' Pikir Kavin.
"Lo bisa balas gue dengan apa? Kenapa lo jadi diam begini?" Tanya Kavin lagi.
"Apapun yang lo mau, asal jangan yang tidak bisa gue lakukan." Jawab Ratu tanpa ragu.
"Apapun? Lo yakin?" Tanya Kavin lagi.
Ratu mengangguk dengan sangat cepat.
"Kalau gue minta lo cium gue gimana?" Bisik Kavin.
Kedua mata Ratu hanya melotot dengan sangat sempurnanya melihat Kavin.
"Gimana?" Ulang Kavin lagi.
"Tutup mata lo." Ucap Ratu.
Kavin pun dengan sangat bersemangatnya menutup matanya.
'Ini balasan untuk cowok brengsek kaya lo.' Batin Ratu.
Dengan gerakan cepan Ratu langsung saja meninju muka mulus Kavin.
Kavin langsung saja membuka matanya. "Lo gila ya! Kenapa lo mukul gue?" Ucap Kavin dengan nada meningginya.
*******