
Sinar mentari yang cerah terasa sangat menusuk pandangan tetapi juga menghangatkan tubuh. Ratu mulai terbangun dari tidur lelapnya. Cahaya matahari mulai menusuk pandangan yang membuatnya mulai tersadar. Seketika ia melirik pandangannya kearah suaminya yang masih terlelap.
Sekarang sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi. Ia segera melapaskan selimut yang menutupi tubuhnya. Perlahan Ratu berjalan kearah pintu kamar yang hanya berlapis kaca, yang dari dalam kamar terlihat tembus pandang kearah luar. tentunya pemandangan laut biru ataupun pantai sangat terlihat jelas dari dalam. Ia membuka pintu kaca kemudian mulai menikmati suasana pagi hari ditempat ini. Aroma dan suasana yang sangat berbeda ia rasakan ketika ia berada ditempat tersebut. Biarpun di pagi hari, ditempat ini masih terasa begitu sejuk. Rambutnya menjadi berantakan akibat angin sepoi-sepoi. Perlahan dengan menutup mata ia menarik nafas sejenak dan membuangnya lewat mulut sampai berulang kali. Ia melakukannya dengan rasa senang dan tersenyum kearah laut biru tersebut. Sudah lama perasaan tenang sekligus damai ini tidak ia rasakan. Rasa sukanya terhdaap pantai ataupun laut biru begitu sangat dalam.
Kemudian setelah puas memandangi laut biru didepannya, ia duduk di kursi dekat kolam renang mini di Villa tersebut. Sejenak ia menikmati pemandangan sekitar dengan duduk santai. 'Kangen banget gue dengan suasana seperti ini. Pikiran menjadi lebih tenang kalau melihat laut begini. Mungkin karena sebelumnya gue merasa banyak beban fikiran selama di Jakarta kali ya. Pokoknya gue dan Kavin harus have fun disini.'Batinnya sambil tersenyum.
Ratu mengambil beberapa gambar laut biru kemudian mempostingnya ke media sosial miliknya dengan caption pemandangan laut biru di pagi hari. Tiba-tiba hp nya berdering....
Ddrrtt........Ddrrtt..........Ddrrttt.......
Siapa lagi yang menghubunginya kalau bukan kedua sahabatnya yang super kepo. Ratu segera mengangkat telepon....
"Hai beb? "Sapa Adel.
"Aktifkan modus vidio call dong beb, biar kita bisa lihat lo disana. "Sapa Nisa.
Ratu mengubah panggilan suara menjadi video call.
"Kalian ini ya oagi-pagi udah ganggu gue aja. Gue disni kan pengen tenang tau..." Protes Ratu.
"Yaelah beb kasihan dong sama kitakan belum pernah kesana, wajar aja kali kalau gue sama Adel penasaran banget gimana suasana disana."
"Kalian kok tidur sama?" Tanya Ratu heran sambil menunjuk kedua sahabatnya itu.
"Gue lagi nginap dirumah Nisa beb. Gue suntuk dirumah sendirian. Lagian mumpung ini weekend juga. Lo tahu sendiri kalau nyokap bokap gue jarang dirumah, yang mereka pikirkan hanya kerja dan cari uang terus. Padahal gue gak butuh itu semua yang gue butuhkan perhatian dan kasih sayang mereka aja. Gue iri banget sama kalian yang disayang sama ortu." Jawab Adel dengan wajah cemberut.
"Lo yang sabar ya Del...semoga suatu saat nanti ortu lo bisa berubah dan perhatian ke elo. Lagian lo kan punya kita yang selalu ada buat lo. Intinya lo harus happy gak boleh ngerasa kalau lo sendirian. Kita sayang banget sama lo del." Ucap Ratu.
"Tau nih Adel...Udah jangan mikir kayak gini lagi beb." Ucap Nisa sekaligus memeluk Adel.
"Iya iya thank you yaa kalian. Kalau gak ada kalian mungkin hidup gue hampa banget ya. Gue punya kakak cowok tapi milih kerja diluar kota. Kok jadi bahas gue ya...kan disini kita hubungan lo untuk tanya gimana disana ???" Ucap Adel.
"Disini cantik banget tau...suasananya juga indah banget sampai gue betah banget disini. Gak nyesal banget kalau honeymoon ditempat ini. Semua pikiran bisa tenang kalau disini. Maaf kalau gue lebay ngomongnya tapi itu yang gue rasaian. Kalau kalian disini pasti ngerti banget kenapa gue ngomong begini. Gak terasa ini udah hari kedua gue disini... Gue dan Kavin akan manfaatkan semua moment selama disini."Jelas Ratu panjang lebar sambil mengarahkan kameranya ke pemandangan laut biru dan kesekitar tempat.
"Wah cantik banget pemandangannya beb !!! berarti enak dong disana beb. Jadi iri banget nih kita sama lo. Kita juga udah lihat foto yang lo posting...di foto aja indah banget gitu apalagi kalau lihat langsung."
"Ohhh iya sampai lupa beb, gimana malam pertamanya? Kavin gak kasar kan beb? hahhah.." Tanya Nisa sambil menggoda Ratu.
"Sukses kan beb?" Goda Adel.
Seketika raut muka Ratu berubah, Ia kelihatan malu untuk menjawab pertanyaan sahabatnya itu.
Ratu hanya menjawab dengan anggukan kepala saja.
"Ya ampun imut banget sih lo beb kalau lagi malu-malu gitu..." Goda Nisa.
"Pasti Kavin gemas banget lihat lo beb." Goda Adel.
"Apaan sih kalian...awas jangan sampai terdengar Kavin." Ratu memberi kode tutup mulut kepada kedua sahabatnya agar tidak membahas itu.
Yang dibalas kekeh Adel dan Nisa dengan tanda OK pada tangannya.
"Yauda deh beb kita gak mau gangguin yang lagi honeymoon. Semoga lo sama Kavin have fun ya disana."
"Ok thanks ya. Bye ..." Ratu melambai kearah keduanya yang dibalas lambaian tangan sahabanya.
Tanpa sadar Kavin sudah ada dibelakang Ratu sedari tadi dan melihat tingkah konyol Ratu dan teman-temannya itu.
"Pagi sayang ???Kok kamu gak banguni aku sih ???"Tanya Kavin manja.
Ratu yang kaget langsung berbalik arah kearah Kavin. Menatapnya penuh selidik.
'Apa Kavin dengar percakapan gue ditelepon daritadi ya ???"Batinnya yang bertanya-tanya.
"Ka---mu sejak kapan disitu sayang ???"Tanyanya terbata.
"Kenapa emangnya sayang ???Apa aku gak boleh disini emangnya ???"
"Bu--kan gitu maksud aku sayang. Karena kamu ngagetin aku tauuu..."Ucap Ratu.
"OH gitu????.. Aku disni sejak kamu bahas malam pertama kita kepada kedua sahabat kamu."Goda Kavin.
'Tuh kan Kavin dengerin...Mati gue malu banget. Lagian gue kok gak sadar kalau Kavin ada dibelakang gue..Astaga!!!' Btain Ratu sambil menepuk kepalanya sendiri."
Kavin hanya melihat istrinya menjadi salah tingkah sendiri. Kavin tersenyum geli melihat kelakuan istrinya itu.
"Kamu kok nguping gitu sih sayang???"
"Ya sebenarnya aku gak maksud nguping sih, cuman gak sengaja aja terdengar sayang. Tadi pas aku bangun aku lihat kamu gak ada disebelah aku terus aku lihat kamu lagi duduk santai diluar. Jadi tadi tuh aku mau ngejutin kamu dari belakang. Tapi pas aku lihat kamu lagi teleponan. Lagian kenapa mesti malu sih sayang...toh aku suami kamu sekarang."jelas Kavin.
Kavin yang gemas melihat kelakuan istrinya hanya bisa membelai lebut rambut Ratu. Kemudian Kavin ikut duduk disebelah Ratu...
"Berenang bareng yuk sayang???"Bisik Kavin.
"Sekarang ??? Kalau sekarang aku laper sayang. Gimana kalau siap kita sarapan."
"Ya sekarang dong sayang. Habis itu kita lanjutin lagi yang semalam." Goda Kavin...
"Apaan sih vin... Mesum banget tahu pembahasannya pagi-pagi gini."
"Kamu gak tau sihh sayang gimana jadi aku !!! udah nahan lama hasrat aku selama ini sama kamu, Kamu pikir aku gak tersiksa cuman bisa lihat tapi gak bisa menikmati tubuh kamu. Lagian tubuh kamu selamam beneran buat aku candu banget."
"Iya nanti lagi ya sayang. Kalau sekarang aku mau makan soalnya laper banget tauuu???."Ratu memelas manja ke suaminya sambil memegangi perutnya.
"Yauda deh kalau gitu aku pesankan makanan dulu ya sayang."Ucap Kavin.
Kavin menghubungi resepsionis untuk memesan makanan sedangkan Ratu mencuci wajah dan menggososk gigi. Setelah itu Kavin membersihkan diri sebelum makanannya datang. Setelah 20 menit kemudian, makanan mereka datang. Kavin memesan omlette, kentang goreng, Mas Huni (makanan khas Maldives yang terbuat dari campuran ikan tuna cincang dan kelapa) serta 2 cangkir teh hangat. Ratu dan Kavin langsung melahap seklaigus menikmatinya.
Kavin dan Ratu menikmati pagi hari dengan berenang bersama sebagai sepasang suami istri. Sesekali Kavin memeluk Ratu dengan hangatnya. Banyak manfaat berenang di pagi hari yaitu : meningkatkan kekuatan otot dan tulang; menyehatkan jantung dan paru-paru; menurunkan berat badan serta menyingkirkan stress maupun depresi. Dengan berenang kita akan menjadi lebih rileks dan mood akan meningkat. Dengan rajin berenang, otot-otot akan mengalami peregangan dan relaksasi.
Setelah berenang tubuh mereka menjadi lebih fresh kemudian mereka mmbersihkan badannya kembali dengan mandi dengan shower.
*****
Setelah selesai teleponan dengan Ratu, Adel mulai mengintrogasi sahabtnya itu. Adel hanya ingin tahu bagaimana hubungan Nisa dengan Dimas sekarang.
Nisa menceritakan semuanya kepada Adel. Nisa sudah berpikir panjang dan mengambil keputusan untuk melupakan Dimas. Karena ia merasa Dimas hanya menganggapnya sebagai teman saja berbeda terbalik dengan Nisa. Adel tidak setuju dengan keputusan Nisa.
"Lo yakin mau lupain Dimas gitu aja? Kesempatan udah ada di depan mata lo tapi lo sia-sia in? Kalau saran gue lebih baik lo coba lagi dekatin dia mana tahu dengan begitu Dimas bisa peka sama perasaan lo. Jangan pantang mundur gitu dong Nis. Kan lo juga baru ketemu lagi sama dia. Bukannya itu yang lo harapin selama ini? "Ucap Adel sekaligus memberi masukan kepada Nisa.
Nisa memikirkan semua yang Adel saranin ke dia. Sebenarnya jauh dari lubuk hatinya ia masih ingin bertemu dengan Dimas.
'Benar juga yang dibilang Adel !!! Apa gue usaha lagi untuk dekati Dimas. Kalau sekarang gue menjauh gini yang ada Dimas makin bingung dengan gue.' Batin Nisa
"Setelah gue pikirin lo ada benernya juga Del.Tapi gimana caranya buat Dimas peka sama perasaan gue? Gue malah takut Dimas jadi ilfeel sama gue."Ucap Nisa.
"Kalau menurut gue sih, kalian dekat aja dulu berteman dulu. Biarkan semuanya mengalir aja. Dimas juga bakal kaget kalau tiba-tiba lo ungkapin perasaan ke dia secara kalian baru ketemu lagi. "Saran Adel.
"Iya juga sih beb, kenapa gue yang baper banget ya beb. Kenapa gue gak bisa mikir jernih semuanya. Gue rasa lo ada benarnya juga beb. Makasih atas sarannya. Untung gue ceritain ke elo beb, kalau gak gue pasti udah mundur..." Nisa memeluk Adel lagi.
"Perasaan itu harus diperjuangin kalau lo benar sayang sama orang tersebut. Jangan nyerah gitu aja beb."
"Emang lo udah pernah perjuangin perasaan lo ke seseorang?" Tanya Nisa penasaran.
Sebenarnya ia juga pengen tahu Adel suka sama siapa. Ia masih penasaran sama isi diary Adel itu.
"Mmmm....Kok jadi bahas gue sih beb. Ya kalau gue suka sama seseorang pasti gue perjuanginlah."Ucap Adel bohong.
"Ya habisnya gue penasaran siapa tahu lo punya orang yang lo suka. Cerita dong beb?"
"E--nggak ada ko beb."Jawab Adel terbata.
'Belum saatnya lo sama Ratu tahu siapa orang yang gue suka. Nanti suatu saat gue juga akan cerita sebenarnya ke kalian.'Batinnya.
'Gue tahu kalau lo bohong Del, tapi mungkin lo belum mau cerita sekarang. Gue gak mau terlalu maksa lo cerita.'Bati Nisa seolah tahu isi Adel.
"Yauda deh kalau gak ada...Ohh iya !!! Ayokk kita sarapan dulu. Pasti bunda masak yang enak hari ini karena ada lo beb." Nisa menarik tangan Adel.
Bunda sudah menghidangkan semua makanan diatas meja makan. Adel dan Nisa menikmati makanan bersama bunda. Bunda sangat senang saat Adel tidur dirumah, Karena ia melihat Nisa tidak semurung kemarin. Bunda juga udah sayang banget sama Adel dan suka dianggap sebagai anaknya sendiri.
"Sering-sering dong main trus nginap disini. Biar Nisa gak kesepian." Ucap Bunda.
"Iya bunda... Makasih bunda selalu nerima Adel dengan hangat disini dan selalu masak makanan yang enak. Adel ngerasa jadi ngerepotin bunda dan Nisa kalau sering kesini." Ucap Adel.
"Gak papa nak Adel. Bunda malah senang kalau kamu disini. Lagian kalau dirumah kamu pasti kesepian kan. Anggap saja bunda ini sebagai bunda kamu juga..."
Adel terharu mendengar ucapan bunda membuatnya meneteskan air mata.
"Makasih ya bunda, jujur Adel sangat kangen sama perhatian ortu yang begini."
"Sama-sama nak Adel...kamu jangan merasa sendirian lagi ya sayang. Di duna ini banyak yang sayang sama kamu." Bunda mendekati Adel kemudian memeluknya dengan hangat.
"Iya bunda..."Ucapnya sambil meneteskan air mata kembali.
"Udah dong kita disni mau happy... jangan sedih gitu ntar gue ikutan sedih."Ucap Nisa.
Mereka melanjutkan makan kembali. Setelah itu Adel dan Nisa membantu bunda membuat kue coklat kering, bolu gulung isi seres, serta puding mangga. Semua makanan yang mereka buat adalah untuk cemilan mereka dalam beberapa hari ini.
*****
Pada siang hari, Kavin mengajak Ratu untuk memanjakan diri ke Spa Cenvaree at Centara Ras Fushi Resort & Spa Maldives. Alasan Kavin mengajak untuk Spa adalah agar tubuh mereka menjadi lebih rileks lagi untuk memulai liburan. Karena akan banyak tempat yang akan mereka kunjungi setelah itu...
Jarak tempuh dari Villa ke tempat spa sekitar 2 jam lebih. Mereka begitu menikmati perjalanannya sampai Kavin dan Rtau tidak tidur seperti biasanya. Ratu begitu terkesima melihat betapa indahnya Maldives serta mengabadikan moment dengan memotret ataupun merekam beberapa pemandangan yang ia lihat.
Sampainya mereka ditempat Spa, Ratu masih sangat terkesima karena Spa ini bersembunyi di sebuah resor mewah dan sangat berbeda dari tempat Spa pada umumnya.Saat memasuki spa ini terdapat banyak pohon disekitar sehingga membuat susana menjadi santai. Ratu mengambil promo pijatan aromaterapi khusus sepasang suami istri. Atmosper yang begitu indah, ruang perawatan berada di sebuah taman besar yang terdapat banyak tanaman dan bunga membuat siapapun yang melihatnya senang. Mereka dipijat bersebelahan secara bersamaan dengan karyawan yang profesional tentunya. Pijatan yang begitu lembut, fasilitas yang lengkap, pemandangan alam yang indah. Ini adalah salah satu tempat terekomendasi bagi setiap orang yang suka pijat. Setelah dipijat kita akan disuruh berendam air di bathup bersama pasangan. Bunga sebagai aromaterapi akan ditaburkan kedalam bathup tersebut sehingga menambah kesan romantis.
"Tempat pijat ini akan menjadi salah satu tempat favorit aku. Makasih kamu udah ngajak aku ke tempat ini sayang. Ngak cuma badan aku aja yang rileks dan segar tapi juga pikirann aku menjadi lebih tenang." Ratu memeluk Kavin didalam Bathup.
"Sama-sama sayang. Aku juga dapat rekomendasi tempat ini dari mama. Aku juga senang kalau kamu senang Ratuku." Mencium kening Ratu sekilas.
"Tempat Rekomendasi mama beneran bagus ya sayang. Senangnya karena mulai besok kita udah bisa berkeliling lagi."
"Iya sayang kamu benar. Kita harus berterima kasih ke mama papa karena udah suruh kita honeymoon kesini sayang."
"Iya sayang."
Selama kurang lebih 30 menit mereka berendam air bunga, mereka membersihkan diri dengan mandi di shower secara bergantian. Kemudian mereka berpakaian kembali karena sebelumnya mereka memakai pakaian dari Spa.. Sebelum pulang mereka menikmati makanan yang ada di resort Spa tersebut. Makanan khas Maldives yaitu Mas Riha (Jenis kari ikan yang kaya kan rempah rempah, ikan yang dipotong dadu kemudian ditambah santan); Mas Huni ; serta sebagai pelengkap mereka memesan Huni Roshi (ini adalah makanan pelengkap yang dimakan bersama mas Huni. Bentuknya seperti kebab bedanya ukuran yang tipis dan bulat) dan 2 jus jeruk. Setelah kenyang mereka memutuskan untuk segera balik ke Villa. Ratu dan Kavin sampai di Villa pada jam 20.00 malam.
*****
Gimana pada suka gak? mohon berikan komentarnya yaa...
Thor sangat mengharapkan para readers untuk memberikan komentar yang membangun untuk author agar author dapat memperbaikinya lagi kedepannya..
jangan lupa di like yaa! Saran dan dukungan kalian semua bisa membuat author agar lebih semangat lagi dalam melanjutkan cerita ini kedepannya, jadi mohon kritikan berserta sarannya ya semuanya.
Terimakasih masih setia membaca novel ini.
Happy Reading guys!