Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
Hukuman setimpal untuk Raya



Saat sadar, Raya melihat sekitar ruangan. Tempat yang sangat asing baginya. Saat ini tkedua tangan dan kakinya diatas tempat tidur. Yang paling parahnya lagi pakaian yang dia pakai tadi sudah berserakan dilantai. Saat ini dia hanya memakai baju yang begitu terbuka.


Dia begitu terkejut dengan keadaanya saat ini. dia menanagis dan berteriak histeris diruang kamar tersebut. Karena mendengarkan suara teriakan, Fery langsung saja masuk kedalam kama.


"Hai bos ku yang sangat sexy." Ucap Fery sambil membelai lenut pipi Raya.


"Berengsek lo. Berani banget lo lakuin semua ini sama gue." Ucap Raya.


"Jangan galak begitu dong bos." Ucap Fery.


"Apa sebenarnya tujuan lo?" Ucap Raya.


"Tadi saya udah bilang semua ke bos. Tapi bos gak mau melakukannya. Jadi jangan salahkan saya kalau saya melakukan hal yang nekat sekarang." Ucap Fery.


Fery membelai lembut pipi, leher sampai semua bagian tubuh Raya tanpa terkecuali. Raya hanya bisa berteriak histeris sambil memaki-maki Fery saat ini.


"Gue mohon jangan. Lepasin gue. Gue akan memberikan uang yang lo mau.." Ucap Raya memelas.


"Sekarang sudah terlambat bos. Saya tidak membutuhan uang itu lagi. Sepertinya tubuh bos lebih menarik perhatian saya sekarang." Ucap Fery.


"Gue mohon..." Raya mengucapkan kata-kata sambil menangis sejadi-jadinya.


"Bos bisa istirahat sekarang. Nanti saya akan kembali lagi." Ucap Fery.


Setelah kepergian Fery, Raya berusaha keras untuk melepaskan tali pada tangan dan kakinya. Tapi usahanya sia-sia. Dia hanya bisa menangis sambil meratapi semua hal yang dia lakukan.


'Benar-benar berengsek lo Fer. Gue gak nyangka lo ngelakuin ini sama gue. Lo udah ngelecehin gue.' Batin Raya.


Selang 1 jam kemudian, fery kembali lagi kekamar dan membangunkan Raya secara paksa.


"Bangun." Bentak Fery.


Raya membukan matanya dan melihat Fery membawakannya makanan.


"Karena kedua tangan bos saat ini diikat. Saya yang akan menyuapi bos." Fery menyuapi denga paksa dan kasar kepada Raya.


Setelah selesai makan, Raya kembali lagi memejamkan matanya.


"Selamat istirahat kembali bos. Bos bisa kok kalau mau mandi sekarang." Fery membuka semua ikatan


ditubuh Raya. Raya langsung saja keluar untuk melarikan diri tapi percuma saja karena semua ruangan terkunci. Fery menarik kembali tangan Raya untuk masuk kedalam kamar mandi.


"Saya suruh bos untuk membersihkan diri bukannya malah melarikan diri. Lagian apa bos yakin akan melarikan diri dengan pakaian sexy seperti itu."Bentak Fery.


Fery mencampakkan pakaian dan handuk yang akan dipakai Raya.


"Gue mau mandi, lo bisa ka keluar darisini." Ucap Raya.


"Oke bos." Raya buru-buru mengunci pintu kamar mandi. Dia melihat sekitar kamar mandi. Dia berniat untuk kabur tapi didalam kamar mandi tidak ada celah untuk keluar. Dia menghembuskan nafas dengan berat.


'Berapa lama lagi gue akan terjebak disini!' Batinnya.


Dia membersihkan diri dengan air dingin. Saat berdiri didepan kaca kamar mandi, dia melihat pantulan tubuhnya. Begitu banyak jejak kemerahan pada tubuhnya saat ini. Ntah kapan tanda kemerahan itu dia dapat. Dia merasa begitu kotor dan hina sekarang. Fery benar-benar sudah melecehkan dirinya sampai begini. Hanya isak tangis sambil dia membasuh seluruh tubuhnya dengan shower yang mengalir deras. Saat ini dia merasa benar-benar hancur. Banyak hal yang terlintas dipikirannya. Seperti tidak ada gairah untuk hidup didunia lagi.


Setelah merasa lebih tenang, dia memakai pakaian yang diberikan Fery tadi. Dia kembali termenung sambil duduk ditempat tidurnya. Dia menangis kembali mengingat apa yang baru saja terjadi pada dirinya.


"Gue kotor, benar-benar kotor sekarang. Gue gak layak untuk hidup lagi. Maafkan Raya ya ma, Vita dan tante Nia." Ucap Raya.


Tanpa pikir panjang dia mengambil gunting yang ada didalam laci meja rias. Dia menyanyat tangannya sampai terluka parah dan banyak mengeluarkan darah. Darah yang keluar membuatnya lemas dan pingsan.


Fery masuk kedalam dan melihat keadaan Raya yang sudah tergeletak dibawah dengan darah yang masih mengalir. Karena panik, Fery segera membawa Raya kedalam mobil menuju kerumah sakit terdekat. Fery menutup pergelangan tangan Raya yang tersayat dengan kain. sampainya dirumah sakit, dokter memeriksa pasien dengan segera. Untungnya Raya cepat dibawa kerumah sakit kalau tidak nyawanya tidak akan bisa terselamatkan lagi. Fery yang begitu panik malah kabur dari rumah sakit. Dia tidak menyangka kalau bosnya bisa senekat itu.


Dari pihak rumah sakit mencari tahu nomor hp keluarga korban. Disaat itu juga Kavin sedang melihat keadaan satpam yang dirawat dirumah sakit. Hari ini satpam tersebut sudah membaik dan sudah bisa pulang. Kavin membayar biaya rumah sakit dan tidak sengaja dia melihat Raya yang baru saja diantar masuk kedalam ruangan.


Kavin berusaha memastikan kepada perawat tapi perawat tersebut juga sedang mencari tahu keluarga pasien. Kavin langsung saja bergegas meminta bantuan Dimas kembali untuk mengurus sesuatu.


"Gue butuh bantuan lo. Gue minta tolong lo cari tahu tentang tempat tinggal atau keluarganya." Kain mematikan telepon dan langsung mengirim foto Raya kepada Dimas.


Dimas dengan segera mencari tahu melalui detektif yang dia sewa selama ini. Dia memberikan data yang kavin kasih kepda orang suruhannya. Tidak butuh waktu lama, Kavin sudah mendapat alamat lengkap dengan nomor hp keluarga Raya. Kavin langsung memberikannya kepada perawat rumah sakit tersebut. kemudian Kavin membawa satpamnya pulang kerumah.


****


Tante Nia sangat panik karena Raya tidak pulang selama 2 hari ini. Tidak ada kabar dan tidak bisa dihubungi. Karena merasa cemas, tante Nia memberitahukan hal tersebut kepada keluarga Raya. Sontak saja mama Raya begitu khawatir dengan keadaan putrinya. Mama Raya dan adiknya langsung saja menghampiri tante Nia dirumahnya...


"bagaimana kejadiannya Nia? kok bisa Raya menghilang tanpa ada kabar begini." Ucap mama Raya.


"Saya juga gak tahu mbak. Gak pernah Raya seperti ini sebelumya. Saya sudah berusaha menghubunginya tapi tidak bisa." Jelas tante Nia.


"Kalau begitu kita hubungi polisi saja ma." Ucap Vita.


"Saya juga sangat cemas mbak." Ucap tante Nia.


Mama Raya dan tante Nia saling berpelukan dan menangis bersama..


"Saya takut kalau Raya kenapa-napa mbak." Ucap tante Nia.


"Kita lapor aja ke kantor polisi ma. Vita juga khawatir banget nih sama keadaan kak Raya." Ucap Vita.


"Kamu benar sayang. Kita harus segera melaporkannya dengan segera." Ucap mama Raya.


"Saya juga setuju mbak." Ucap tante Nia.


Baru saja tante Nia mau menelpon polisi, hp nya sudah berdering duluan. Tanpa pikir panjang tante Nia langsung mengangkat teleponnya.


"Selamat sore. Apa benar ini nomor hp keluar Raya?" Tanya perawat.


"Iya benar. Apa yang terjadi dengan Raya? Kamu siapa?" Tanya tante Nia.


"Raya sekarang sedang dirawat dirumah sakit. Saya menghubungi untuk mengkonfirmasi langsung karena dbutuhkan kelengkapan berkas pasien." Jelas perawat.


"Saya akan kesana sekarang. Bagaimana kondisi Raya saat ini?" Tanya tante Nia memastikan.


"Dia sudah melewati masa krisisnya saat ini. Saya harap keluarganya bisa langsung menjenguk." Ucap perawat.


"Makasih. Kami akan segera kesana." Ucap tante Nia.


Tante Nia juga sudah menanyakan alamat rumah sakit. Dengan segera tante Nia, mama Raya dan Vita langsung menuju kerumah sakit tersebut.


Betapa terkejutnya mereka saat melihat kondisi Raya yang sedang terbaring lemas tak berdaya diatas tempat tidur. Dengan tangan yang diperban. Secara bergantian mereka memeluk Raya disana. Dokter datang menghampiri keluarga dan menjelaskan langsung kondisi Raya saat ini.


Walaupun sudah terlepas dari kondisi sekarat, Raya masih membutuhkan donor darah. Mama Raya langsung mengajukan diri untuk memberikan darahnya. Perawat segera mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan. Mama Raya saat ini sedang berbaring disebelah putrinya yang masih tertidur tersebut.


'Mama akan lakukan apapun untuk menyelamatkan kamu sayang. Mama hanya ingin kamu sadar kembali. Maafin mama selama ini udah buat kamu menderita seperti ini.' Batinnya. Karena begitu banyak darah yang didonorkan, mamanya menjadi lemas dan tertidur.


Perlahan Raya sudah mulai tersadar. Dia melihat tangannya sedang diinfus dan dengan sangat kagetnya juga dia melihat kehadiran mamanya yang sedang mendonorkan darah untuk menyelamatkannya. Hal itu yang membuatnya tersadar kalau selama ini mamanya teramat peduli dan sayang kepada dirinya. Vita dan tante Nia menghampiri Raya yang sudah tersadar...


"Tante, Vita !" Ucap Raya.


"Syukurlah kaka udah sadar. Kami sangat khawatir sekali dengan keadaan kakak sekarang." Ucap Vita.


"Tante juga sayang. Tante sangat cemas saat nomor hp kamu gak bisa dihubungi sama sekali." Ucap tante


"Maaf udah buat kalian khawatir."Ucap Raya.


Raya merasa terharu karena masih banyak orang yang begitu sayang dan mengkhawatirkannya. Dia merasa senang dan sedi sekaligus. Padahal selama ini begitu banyak perkataannya yang menyakitkan untuk keluarganya tapi tidak membuat keluarganya membenci dirinya. Malah semakin memperhatikannya. Hal itu yang membuatnya tersadar kalau hidupnya sangat berarti.


"Kamu sebaiknya istirahat dulu sayang. jangan terlalu banyak ngobrol." Ucap tante Nia.


"Benar itu kak, wajah kakak masih terlihat pucat sekarang." Ucap Vita.


Raya hanya mengangguk saja..


*****


"Apa? kamu gak lagi bercanda kan Vin?" Ratu masih mencerna kata-kata suaminya barusan.


"Jangan asaltuduh begitu Vin. Gak mungkin Raya sampai berbuat senekat itu." Ucap Ratu.


"Kau buka mata kamu sayang. Itulah kenyataannya.." Kavin menceitakan dan memebrikan semua berkas, foto, dokumen untuk memberitahu istrinya.


"Kenapa kamu baru cerita sama aku sekarang Vin?" Protes Ratu.


"Belakangan ini aku masih mengumpulkan semua bukti yang jelas dulu sayang. Lagian aku gak mau kamu khawatir." Ucap Kavin.


"Jadi bagaiman keadaan Raya sekarang?" Tanya Ratu.


"Kenapa kamu masih mempedulikan orang yang hampir nyelakain kamu. Kalau kemarin aku gak tukar mobil itu, kamu yang akan terluka sayang." Jelas Kavin.


"Aku tahu Vin. Tapi aku lebih mengenal Raya sebelumnya. Bolehkan aku ketemu sama dia." Ucap Ratu.


"Kamu yakin?" Tanya Kavn.


"Aku yakin. Bagaimanapun juga dulu aku dan Raya berteman baik Vin. Seenggaknya izinkan aku menjenguk dia." Ucap Ratu.


"Kamu itu terlalu baik sayang sampai diperlakekan seperti ini. Karena kebaikan kamu juga yang membuat Raya itu cemburu sama kehidupan kamu." Ucap Kavin.


"Jadi kamu izinin aku ketemu Raya kan?" Tanya Ratu memastikan kembali.


"Aku izinin tapi harus sama aku perginya." Ucap Kavin.


"Oke. Aku mau tahu kamu kenapa bisa tahu kalau ini semuanya adalah bagian dari rencana dia sayang?" Tanya Ratu.


Kavinpun menjelaskan semua hal kepada istrinya ini. Dari mulai dia meminta bantuan kepada Dimas, terus selalu mengawasi saat Ratu bepergian, dan lain-lain. Awalnya Dimas memang berniat membantu Kavin tapi berhubung dia terlalu sibuk. Dia menyewa seorang detektif untuk sellau mengikuti dan mengawasi Ratu.


Jadi disaat Ratu pergi ternyata ada orang yang terlihat aneh dan mengikutinya. Sampai di parkiran, orang tersebut merusak rem mobil Ratu. Dan semua itu sudah diawasi oleh orang suruhan Dimas tersebut. Orang itu langsung saja memberi info kepada Dimas dan Dimas langsung menghubungi Kavin.


Karena Kavin tidak ingin istrinya kenapa-napa, Kavin meminta satpam untuk menukar mobil yang mereka pakai. Tak lupa juga, Kavin menceritakan semua hal tersebut kepada satpam yang bekerja dirumahnya. Dan mereka sudah merencakan semua hal dengan baik tanpa membuat Ratu curiga sama sekali.


Detektif yang disewa Dimas ini masih saja mengikuti orang tersebut sampai saat orang ini bertemu dengan bosnya. Disitulah ketahuan bahwa Raya adalah orang yang ada dibalik kecelakaan ini. Tidak sampai disitu juga, Kavin tidak sengaja melihat Raya ada dirumah sakit yang sama dengan satpam itu dirawat.


"Makasih ya sayang kamu udah melindungi aku dan bayi kita. Tapi aku masih gak nyangka kalau Raya adalah orang dibalik kejadian ini." Ucap Ratu.


"Aku akan selalu melindungi kamu sebaik mungkin sayang." Ucap Kavin.


"Papa juga akan melindungi anak papa ini." Kavin mengusap lembut perut Ratu.


"Beruntungnya anak mama ini mempunyai papa yang bisa melindungi kamu nantinya." Ratu membalas ucapan Kavin.


"Aku lebih beruntung karena hadirnya kalian berdua dihidup aku." Kavin mencium kening Ratu dengan mesranya.


"Bisa aja kamu Vin." Ucap Ratu.


"Jangan bilang aku gombal ya, aku beneran tulus ngungkapinnya." Ucap Kavin.


"Iya iya aku percaya kok sama playboy kayak kamu." Ratu terkekeh.


"Huh dasar playgirl." Ucap Kavin yang gak mau kalah.


Setelah itu mereka berdua tersenyum bersama sambil menempelkan kening masing-masing.


"Kamu janji ya jangan ikut campur saat aku berbicara sama Raya nanti." Ucap Ratu.


"Kenapa begitu sayang? aku juga berhak berbicara dong." Ucap Kavin.


"Aku hanya butuh waktu untuk ngobrol berdua ja sama Raya. Bisakan sayang?" Tanya Ratu.


"Hemmm...ok. Tapi aku akan tungguin kamu diluar ruangan. Aku gak bisa ninggain kamu sama dia. Kalau kamu kenapa-napa gimana coba? Siapa nanti yang akan isalahkan sama papa dan mama." Ucap Kavin.


"Oke aku setuju." Ucap Ratu.


*****


Dirumah sakit, Ratu membuka pintu dengan perlahan. Raya dan keluarganya melihat kearah Ratu. Ekspresi Raya saat ini tidak bisa diungkapkan lagi karena kehadiran Ratu yang mendadak.


"Hai Vita, Hai tante..." Sapa Ratu dengan hangat.


"Hai sayang...udah lama ya kita gak ketemu." Sapa mama Raya.


"Boleh gak kalau mama, tante sama Vita keluar dulu. Raya mau bicara berdua aja sama Ratu sekarang." Ucap Raya.


Mereka saling pandang dan menyetujui permintaan Raya tersebut. Mereka semua meninggalakan ruangan dan meninggalkan Raya dan Ratu berdua saja.


"Gimana keadaan lo Ray?" Tanya Ratu.


"Lo pasti udah tahu semuanya kan Tu?" Tanya Raya.


"Gue baru tahu." Ucap Ratu.


"Jadi untuk apa lo datang kesini. Gue tahu kok kalau gue sangat menyedihkan bagi lo." Ucap Raya.


"Gue kesini hanya ingin melihat kondisi lo aja Ray..." Ucap Ratu.


"Untuk apa Tu? Gue adalah orang yang hampir nyelakain lo. Yang seharusnya lo lakuin sekarang adalah membenci, memaki atau menghukum gue kan." Ucap Raya.


"Gue tahu alasan kenapa lo seperti ini Ray, dan asal lo tahu...gue gak pernah sepenuhnya membenci lo. Lo hanya cemburu sama kehidupan gue aja. Gue benci disaat lo mengkhianati perahabatn kita dulu. Gue juga benci disaat lo melakukan hal-hal yang buruk berkali-kali. Tapi gue tetap menganggap lo sebagai teman gue. Lo dulu yang selalu ada disaat gue lemah dan ditinggalkan banyak orang. Apapun yang lo lakuin sekarang hanya rasa amarah sesaat aja kan Ray..." Ucap Ratu.


"Kenapa Tu lo masih nganggap gue setelah semua yang udah gue lakuin sam lo?" Tanya Raya.


"Karena sejujurnya selama ini gue merindukan persahabatan kita dulu." Ucap Ratu.


"Lo bilang begini karena kasihan melihat gue kan Tu?" Ucap Raya.


"Ini perkataan yang selama ini gue pendam Ray, gue bilang ini dengan sangat tulus dari dalam hati gue. Terserah lo mau percaya atau gak. Tapi gue lega karena udah mengungkapkan kata-kata yang gue pendam selama ini.." Ucap Ratu.


"Maaf selama ini lo merasa tertekan karena teror dan perbuatan gue. Maafin gue Tu...gue adalah orang yang sangat jahat. Dan gue udah menerima hukuman dari semua perbuatan gue. Gue juga akan menyerahkan diri ke polisi. Gue akan merenungkan semuanya didalam penjara. Tapi makasih karena lo masih menganggap gue sebagai teman. Kata-kata lo barusan benar-benar membuat gue tersadar Tu." Ucap Raya sambil memelas.


"Boleh gue peluk lo Ray..." Ucap Ratu.


"Boleh Tu..." Raya meneteskan air matanya. Dia tidak menyangka kalau Ratu bisa sebaik ini kepadanya apalagi setelah semua kejadian yang terjadi.


"Maafin gue karena gak bisa bantu lo bebas dari hukuman penjara Ray. Tapi lo mau tetap berteman sama gue kan." Ucap Ratu.


"Gue mengerti Tu karena semua sudah ada prosedurnya. Gue jug gak menyalahkan lo kok. Gue janji gue kan menjadi pribadi yang berbeda saat keluar dari penjara nanti. Sejujurnya gue juga merindukan pertemanan kita dulu." Ucap Raya.


"Lo harus janji bakal nemui gue nanti." Ucap Ratu.


"Gue janji Tu. Dan nanti kita juga akan bertemu juga sayang..." Raya mengusap lembut perut Ratu.


Mereka berdua menangis bersama sambil berpelukan. Mereka berdua sebenanya masih saling menyayangi satu sama lain. Tapi terhalang oleh gengsi dan ego masig-masing selama ini untuk berbicara.


"Tante sangat berterima kasih banyak karena kamu udah bisa memaafkan kesalahan Raya." Mama Raya menghampiri keduanya.


"Eh tante, sama-sama tante. Jagain Raya ya tante. Ratu pamit pulang dulu..." Ucap Ratu.


"Kok buru-buru sayang?" Tanya mama Raya.


"Suami Ratu hanya mengizinkan Ratu disini sebentar aja tan. Maaf ya Ray kalau gue gak bisa lama-lama disini." Ucap Ratu.


"Gak papa kok Tu. Gue ngerti kenapa Kavin seperti itu." Ucap Raya.


"Kalau begitu kamu hati-hati ya sayang." Ucap mama Raya.


"Pasti tante...bye Raya..Oh iya? jangan lupa pesan gue tadi. Lo harus datang nemui gue kalau udah keluar dari penjara." Ucap Ratu.


"Gue janji." Ucap Raya.


Setelah kepergian Ratu, Raya merasa bebannya selama ini menjadi berkurang...


"Ma.." Ucap Raya.


"Ada apa sayang? kamu butuh apa?" Ucap mama.


"Raya janji ntar kalau Raya udah keluar dari penjara... Raya akan tinggal sama mama dan Vita. Maaf kalau Raya sangat terlambat memutuskannya." Ucap Raya.


"Beneran kan sayang? Kamu gak bohongi mama kan?" Ucap mama antusias.


"Benar ma. Raya ingin menjadi orang yang baik lagi sekarang. Raya gak mau ngecewain semua orang yang sayang sama Raya selama ini." Ucap Raya.


"Makasih sayang. Mama akan tunggu kamu datang kerumah. Makasih kamu udah bisa menerima untuk tinggal sama mama lagi." Ucap mama.


Mama langsung memeluk putri kesayangannya yang selama ini dia rindukan.


'Makasih ma udah mau menerima Raya dalam keadaan seperti ini. Raya sangat sayang sama mama. Raya janji suatu saat akan membuat mama bahagia. Kita akan menjalani hari-hari dengan canda, tawa, dan kebahagiaan. Itu janji Raya ma...' Batin Raya.


Vita yang baru masuk kedalam ruangan menyaksikan moment haru secara lang langsung dan dia mengabadikannya lewat foro di hpnya. Kapan lagi dia bisa menyakikan moment langka seperti ini. Itulah yang terlintas didalam pikirannya sekarang. Vita meraa begitu senang melihat mama dan kakaknya bisa berbaikan.


"Ehemmm.....ehemmm... jadi cuman kak Raya aja nih yang dipeluk?" Ucap Vita dengan wajah cemberut.


"Huh dasar cemburuan." Ucap Raya.


"Biarin. Kan anak mama bukan cuman kak Raya aja." Ucap Vita.


Mama memeluk keduanya sekaligus dan mereka saling tertawa bersama...


"Kapan-kapan kita liburan bareng ya?" Ucap Vita.


"Mama setuju, pasti bakal seru..." Ucap mama.


Raya hanya menjawabnya dengan mengangguk saja. Kebahagiaan ini tidak bisa dia ungkapkan lagi. Tidak ada kata terlambat sama sekali kan kalau kita masih mau berubah. Banyak hal yang terlintas dipikirannya saat ini.


*****


Seminggu setelah pulih, Raya langsung menyerahkan dirinya kepada polisi, dia juga memberitahu polisi dimana keberadaan Fery. Dan dengan segera polisi langsung pergi menuju tempat yang Raya jelaskan. Walaupun Raya masih belum pasti sama keberadaan tempat itu, tapi dia mengingat kondisi rumah dan keadaan sekitar tempat tinggal Fery sekarang...


Setelah bertanya sama tetangga dan memperlihatkan foto Fery, akhirnya polisi menukan tempat tinggalnya...


Tok...Tok...Tok.


Fery yang baru saja bangun tidur, dengan mata yang masih mengantuk perlahan berjalan untuk membuka pintu. Betapa kagetnya dia saat melihat polisi sudah didepan rumahnya.


"Kamu ditahan atas percobaan penculikan, pemerasaan, maupun kecelakaan. Kamu bisa menjelaskan semuanya dikantor polisi." Ucap salah satu polisi.


Fery berusaha melarikan diri tapi polisi dengan sigap menangkapnya. Polisi segera memborgol kedua tangan Fery...


Fery dibawa kekantor polisi dan bertemu dengan Raya dalam kondisi ditahan juga. Fery sudah menduga kalau bosnya yang melaporkannya.


"Ini semua dia yang salah pak. Saya hanya dibayar untuk melakukan kejahatan ini." Bela Fery.


"Dasar berengsek lo Fer.." Ucap Raya.


"Tapi kamu ditahan karena melakukan penculikan." Ucap polisi.


"Tapi pak..."


*****


Thor sangat mengharapkan para readers untuk memberikan komentar yang membangun untuk author agar author dapat memperbaikinya lagi kedepannya.


jangan lupa di like yaa! Saran dan dukungan kalian semua bisa membuat author agar lebih semangat lagi dalam melanjutkan cerita ini kedepannya, jadi mohon kritikan berserta sarannya ya semuanya.


Terimakasih masih setia membaca novel ini.


Happy Reading Guys!