Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
Openning Rumah Baru Kavin-Ratu



Ratu dan Kavin sibuk menghubungi teman-teman, keluarga besar, dan saudara ataupun kerabat terdekat untuk hadir di acara barbeque yang akan dilaksanakan besok malam. Sedangkan untuk semua peralatan, makanan, minuman, kursi dan instrumen musik sudah ia percayakan kepada jasa yang menyediakan.


Mama papa Ratu juga ikut andil membantu mempersiapkan. Mereka membantu bergotong-royong membersihkan halaman dan taman yang akan dipakai nanti. Dimas juga sangat berperan membantu kedua ortu Ratu. Sedangkan pembantu Ratu yaitu bi ina membersihkan bagian dalam rumah termasuk menyapu, mengepel, mengelap, dan merapikan barang-barang. Setelah Ratu dan Kavin sudah siap menghubungi semua orang, mereka ikut membantu papa mama dan Dimas juga membersihkan halaman.


Setelah selesai dengan halaman dan taman samping rumah, bi Ina datang memberikan cemilan dan jus jeruk untuk semuanya. Bi Ina sudah sangat lama bekerja dengan Ratu. Tanpa disuruhpun bi Ina sudah mengerti apa pekerjaannya. Maka dari itu Ratu sudah sangat nyaman dengan bi Ina karena selalu melakukan tugas dengan baik. Ratu juga sangat sering memberikan tips maupun bonus kepada bi Ina. Sedangkan dilain hal, bi Ina juga menganggap Ratu seperti anaknya sendiri. Karena selama ini bi Ina jauh dari keluarga yang tinggal di pelosok desa. Ia jauh ke jakarta untuk bekerja demi anak-anaknya.


Dimas yang terlihat sangat capek, lelah dan lesu kemudian memyeruput jus jeruk yang diberikan oleh bi Ina. Baju Dimas juga sudah basah oleh keringatnya sendiri. Kavin yang melihat temannya sampai seperti itu kemudian meminta Ratu untuk mengambilkan baju kaos miliknya untuk diberikan kepada Dimas.


"Sayang, aku minta tolong kamu ambilkan baju aku ya." Ucap Kavin sambil menarik tangan Ratu yang ingin masuk kedalam rumah.


"Untuk kamu sayang?"Tanya Ratu.


Kavin mengarahkan wajah Ratu kearah Dimas.


"Bukan untuk aku tapi Dimas. Kamu lihat sendirikan baju dia sampai basah keringat begitu. Kamu tolong ambilkan ya sayang." Jelas Kavin.


"Ohh oke sayang. Lagian kalau diperhatiin Dimas itu keliatan cuek tapi peduli banget sama kamu...sampai-sampai mau bantuin kita begini."Ucap Ratu yang masih memperhatikan Dimas.


'Baik juga ternyata lo Dim. Mungkin karena teman baiknya Kavin kali ya.'Batin Ratu.


"Iya dia emang teman aku yang paling baik dan paling mengerti sayang. Dia juga paling care sama keluarganya." Ucap Kavin.


"Ouhh gitu...kalau gitu aku ambilin dulu ya sayang." Ucap Ratu langsung meninggalkan Kavin.


Kavin menyuruh mama dan papa mertuanya untuk istirahat didalam. Tapi papanya menolak karena masih semangat untuk membantu membersihkan halaman. Sedangkan mama mengikuti kemauan Kavin.


Ratu memberikan baju kepada Kavin sekalian memberitahu Kavin kalau ia dan mama akan masak untuk makan siang mereka. Kavin sependapat dengan Ratu. Jadi untuk urusan dalam rumah, Ratu yang dibantu mama dan bi Ina yang bertanggung jawab. Sedangkan untuk urusan luar rumah, papa, Kavin dan Dimas yang mengambil alih.


*****


Ratu dan mama memasak ikan layang pepes, sayur urap, telur puyuh sambal teri, dan tak lupa sop buntut kesukaan Kavin. Di sela-sela mereka memasak, mama bertanya kepada Ratu.


"Ratu, sebenarnya cowok yang bantuin papa sama Kavin itu siapa?" Tanya mama.


"Ohh itu ma temannya Kavin namanya Dimas. Mereka sahabatan udah dari kecil dan sempat tetanggaan juga kata Kavin." Jelas Ratu.


"Oh pantas... baik banget ya dia mau bantuin kita."


"Iya ma, lagian rumahnya gak jauh darisini kok."


"Oh gitu... udah baik, rajin, cakep lagi." Puji Mama.


"Ihh mama kok jadi centil begitu sih. Ntar dengar papa lo." Ledek Ratu.


"Kamu itu jangan bawa-bawa papa dong sayang." Ucap mama.


"Habisnya mama ganjen begitu. Ingat umur dong ma."Ucap Ratu.


"Kan mama juga cuman bercanda sayang, gak mungkin juga beneran. Kamu itu terlalu serius...." Ucap mama.


"Ya kirain kan mama puber lagi.. hehehehe"


"Kamu itu pikirannya ada-ada aja. Dasar !!!" Ucap mama sambil memukul bahu Ratu pelan.


Setelah selesai masak, mama menyuruh semuanya untuk makan siang bersama di meja makan. Mereka menikmati makanan yang di meja. Dimas, Kavin dan papa menghabiskan makanan yang dimasak mama dan Ratu. Mereka terlalu capek dan butuh tenaga ekstra. Mereka sampai tambah makan berulang kali sampai mereka kenyang. Mama dan Ratu hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah semuanya. Tapi disisi lain, Ratu dan mamanya senang karena masakan mereka dihabiskan tanpa sisa. Kemudian mereka mengobrol diruang tv sedangkan mam dan Ratu membereskan meja makan dan piring dicuci oleh bi Ina.


*****


Malam harinya, Ratu dan Kavin beristirahat di dalam kamar. Kavin dengan manjanya berbaring dipangkuan istrinya. Dan Ratu mengelus pipi Kavin dengan lembut kemudian mereka berbincang sekilas sebelum tidur.


"Capek banget aku sayang." Ucap Kavin manja.


"Iya aku tahu kok terus maunya gimana. Kamu buat tidur gih." Ucap Ratu.


"Iya bentaran lagi dong sayang, aku masih pengen tidur dipangkuan istri tercinta." Ucap Kavin sambil mengelus kaki Ratu dengan lembut.


"Yauda kalau gitu. Oh iya kamu udah menghubungi semua orang kan sayang untuk acara besok malam." Tanya Ratu memastikan.


"Udah dong sayang. Kamu juga udah kan. Tapi kamu gak undang si Tommy kan?"Tanya Kavin penasaran.


"Hmmm...gimana ya." Jawab Ratu ragu.


"Hmmm apa? " Tanya Kavin yang kesal mendengar ucapam Ratu.


"Kan kamu suruh aku undang semua teman-teman aku vin." Ucap Ratu.


"Ya tapi gak Tommy juga kali tu." Ucap Kavin langsung beranjak dari baringannya.


Kavin langsung duduk mendengar ucapan Ratu. Dia terlihat sangat kesal. Wajahnya berubah jadi cemberut dan tidak mau disentuh oleh Ratu sedikitpun.


'Kamu lucu banget kalau cemburu gitu vin. Gemes aku lihatnya.' Batin Ratu sambil tersenyum melihat tingkah suaminya itu.


"Ya ampun sayang, aku kan belum selesai ngomong udah ngambek gitu. Kamu kan suruh aku undang semua teman-teman aku jadi aku gak undang Tommy lah. Kan Tommy statusnya mantan aku. Aku cuman bercandain kamu aja sayang. Kamu mah terlalu cepat ngambek." Jelas Ratu yang memegang tangan Kavin.


"Kamu gak bohong kan sayang??"Tanya Kavin sambil menatap mata Ratu.


"Iya gak lah sayang. Aku itu cuman pengen lihat reaksi kamu aja tau." Ucap Ratu.


"Dasar kamu senang banget lihat aku kesal ya sayang." Ucap Kavin


Kavin yang tidak terima diledek Ratu, kemudian ia membalas menggelitik istrinya itu sampai  lemas. Setelah itu mereka beristirahat.


Di sisi lain, papa mama dan bi Ina memutuskan untuk tidur dirumah Kavin dan Ratu. Dengan tujuan untuk mempermudah membantu jika diperlukan. Mereka semua sudah terlelap tidur dikamar masing-masing.


*****


Paginya mereka semua hanya dirumah saja dan melakukan aktivitas seadanya. Mama yang tetap melakukan senam dan yoga. Papa hanya sibuk membaca koran dan menonton tv. Sedangkan bi Ina lanjut membersihkan rumah. Kavin dan Ratu malah bangun lama kemudian mereka sarapan dan bergabung dengan papa mamanya.


Pada sore harinya, mereka hanya duduk santai dan berbincang-bincang. Disaat mereka sedang asik mengobrol, Adel dan Nisa datang dan mengejutkan semuanya. Adel dan Nisa menyapa dan menyalam papa mama Ratu.


Kemudian mereka menarik Ratu untuk keruang tamu.


"Ihh apaan sih kalian !!! Datang-datang malah narik gue." Ucap Ratu melepaskan tangan dari keduanya.


Adel dan nisa tidak menghiraukan perkataan Ratu malah memandang kesekitar rumah.


"Ya ampun beb, cantik banget rumah lo. Design nya juga bagus dan indah banget. Gue kalau punya rumah begini bakalam betah tau dirumah." Ucap Adel tersenyum kagum.


"Ya sabar kali. Kan kalian juga baru aja datang udah langsung keliling aja. Dimana-mana ya orang datang itu duduk dulu." Ucap Ratu.


"Ya itu mungkin orang lain beb, kita kan orangnya gak bisa penasaran. Ayo dong beb...kita sengaja lo datangnya sore begini biar bisa ngobrol bareng sama lo." Ucap Adel sambi mendorong Ratu perlahan.


"Benar tuh beb, ayo dong buruan." Desak Nisa.


"Iya iya gak habis pikir aku tuh punya sahabat seperti kalian. Kepo banget tau !!!" Ucap Ratu.


"Terserah lo ngomong apa beb."


Ratu menunjukkan semua isi rumah kepada kedua sahabatnya itu. Mereka melihat semuanya kecuali kamar tidur Kavin dan Ratu. Menurutnya itu adalah privasi dirinya dan kavin. Jadi ia tidak ingin orang lain tahu. Setelah berkeliling, Ratu memberikan cemilan dan minuman kepada sahabatnya itu. Mereka berbincang-bincang sekilas. Kemudian Ratu meninggalkan Adel dan Nisa diruang tv karena ia akan mandi dan bersiap untuk acara barbeque nanti malam.


*****


Malam harinya, selesai mandi Ratu langsung bersiap dan memakai makeup sedikit dan natural. Ia juga hanya memakai baju kaos warna merah dengan celana panjang. Setelah selesai ia langsung bergabung kembali dengan Adel dan Nisa. Sedangkan Kavin memakai kaos hitam dan celana selutut membuat tampilan terlihat lebih santai.


Di halaman sudah terlihat 2 koki yang memasak daging dan membakarnya, tak lupa juga membuat saos. Dan ada beberapa pelayan yang merapikan meja dan menghidangkan beberapa cemilan seperti kentang goreng, sosis, puding dan tersedia minuman jus jeruk dan es lemon. Pelayan yang lainnya juga menyusun piring dan gelas diatas meja. Ada juga yang merapikan kursi dan meja untuk tempat tamu duduk dan makan. Dan semua terlihat sangat sempurna apalagi adanya musik yang menambah suasana menjadi lebih berarti.


Papa mama menyambut tamu yang datang, sebagai tuan rumah Kavin dan Ratu juga ikut menyambut kehadiran keluarga, saudara, kerabat serta teman-teman mereka. Kavin mengarahkan semua orang untuk ke halaman dan taman samping rumah.


Disana tamu yang hadir hanya disuruh duduk dan menikmati musik. Para pelayan akan datang melayani tamu dan menyediakan makanan dan minuman yang tamu inginkan. Tamu yang hadir juga bebas untuk makan sampai mereka kenyang pastinya.


Adel dan Nisa berbisik kepada Ratu tentang apa yang mereka lihat.


"Beb, itukan Dimas??" Ucap Adel sambil menunjuk kearah Dimas.


"Iya beb, kok dia bisa ada disini juga? Gue gak salah lihat kan???" Tanya Nisa memastikan.


"Iya itu emang Dimas. Dia dari kemarin bantuin kita untuk acara barbeque ini. Ternyata Dimas itu teman kecilnya Kavin sekaligus tetangganya dulu. Gue juga baru tahu waktu pindahan kemarin. Gue juga kaget banget sebenarnya."Jelas Ratu.


"Ya ampun beb, kenapa lo gak cerita ke kita tadi?" Tanya Adel.


"Bukannya gue gak mau cerita ke kalian. Gue beneran lupa tau. Lagian kan malam ini udah gue ceritain." Ucap Ratu sambil meminum jus jeruknya.


Adel dan Nisa terus menatap kearah Dimas sambil senyum-senyum sendiri.


"Dari dulu Dimas gak berubah ya beb, tetap ganteng aja." Ucap Nisa.


"Iya benar banget beb, sekarang makin kelihatan lebih ganteng lagi malah." Ucap Adel.


"Udah deh kalian berdua gak usah lebay gitu kali. Orang cuek dan nyebelin kayak gitu kok dikagumi. Lagian bisa Ge-er dia kalau kalian lihatin terus tau." Ucap Ratu menyadarkan kedua sahabatnya itu.


"Hmmm iya iya... lo gak senang banget lihat kita happy beb." Ucap Adel.


"Tau nih Ratu bukannya ngedukung sahabatnya." Ucap Nisa.


"Yauda kali beb. Kalian lanjut makan aja keburu dingin tu makanan nya." Ucap Ratu.


Acara openning rumah baru Kavin Ratu berjalan sesuai rencana. Mereka semua menikmati makanan dan minuman yang disajikan sekaligus menikmati musik. Papa mama Kavin juga merasa sangat bangga dengan Kavin karena bisa membeli rumah untuk Ratu dengan tabungannya sendiri.


Sebelum pulang, Adel dan Nisa mengajak Ratu  untuk bertemu dengan Dimas. Sebenarnya Ratu tidak mau mengikuti sahabatnya itu, tapi ia sangat tahu bagaimana Adel dan Nisa. Kalau sudah menginginkan sesuatu harus diikuti. Dengan pasrah Ratu hanya mengikuti saja.


Dimas yang dari jauh terlihat masih mengobrol dengan Kavin. Ia juga melihat kearah Ratu dan teman-temannya mendekat. Adel dan nisa tanpa basa-basi langsung menyapa Dimas.


"Hai Dimas. Apa kabar?" Sapa Adel dan Nisa bersamaan.


"Hai juga. Baik kok. Kalian gimana ?" Tanya Dimas.


"Kita... baik juga kok. Udah lama gak ketemu ya." Ucap Adel.


"Iya udah lama. Dimas makin cakep aja ya." Puji Nisa to the point.


Ratu yang melihat tingkah kedua sahabatnya itu hanya bisa geleng-geleng kepala saja.


'Buat malu aja deh teman-teman gue ini, centilnya gak hilang-hilang dari dulu.' Batin Ratu yang geram dengan kedua sahabatnya itu.


"Dimas kok sendirian kesini?" Tanya Adel.


"Ohh iya!!! Dimas udah punya pacar?" Timbrung Nisa.


"Udah cukup, kalian sebaiknya pulang aja deh. Lagian Dimas udah punya pacar atau belum bukan urusan kalian." Uasir Ratu.


"Ya urusan kita dong beb. Udah dong beb lo gak usah ganggu kita dulu."Bisik Nisa.


"Kalian jangan malu-maluin gue dong."Bisik Ratu.


"Udah deh beb, biarin aja. Kayaknya Nisa masih naksir sama Dimas itu." Bisik Adel.


Kemudian Ratu membiarkan kedua sahabatnya itu, Ratu mengajak Kavin untuk masuk dan gabung ke dalam rumah dengan ortu mereka. Papa mama Kavin memutuskan untuk menginap disana dengan tujuan bisa quality time bersama besannya.


Sedangkan Adel meninggalkan Nisa dan Dimas mengobrol. Sebenarnya Adel udah tahu dari lama kalau Nisa sangat menyukai Dimas. Makanya itu dia memberikan kesempatan agar Nisa bisa berduaan dengan Dimas. Kareana keasikan ngobrol, Nisa juga tidak tahu kalau dusah ditinggal pulang Adel. Hp Nisa berbunyi.... 'Siapa sih ganggu aja gue lagi berduaan sama Dimas.' Batin Nisa.


Kemudian ia kaget saat membuka isi sms Adel.


Adel :


Gue pulang duluan ya Nis, gue udah ngantuk banget. Bye...


'Tega banget Adel ninggalin gue sendirian.' Batin Nisa.


Dimas melihat ekspresi muka Nisa seperti orang yang lagi bingung dan kacau. Kemudian ia memegang tangan Nisa dengan tujuan membuat Nisa lebih tenang. Tanpa sadar mereka saling menatap satu sama lain.


BERSAMBUNG....


*****


Gimana pada suka gak? mohon berikan komentarnya yaa...


Thor sangat mengharapkan para readers untuk memberikan komentar yang membangun untuk author agar author dapat memperbaikinya lagi kedepannya..


jangan lupa di like yaa! Saran dan dukungan kalian semua bisa membuat author agar lebih semangat lagi dalam melanjutkan cerita ini kedepannya, jadi mohon kritikan berserta sarannya ya semuanya.


Terimakasih masih setia membaca novel ini.


Happy Reading guys!