
Keesokan harinya.....
You did it again
You did hurt my heart
I don't know many times
Oh you...
I don't know what to say
You've made me so desperately in love
And now you let me down
Bunyi nada dering dari alarm hp nya, membuat Ratu perlahan membuka kedua matanya dan segera mematikan alarm tersebut. Saat mulai tersadar, ia masih saja dalam pelukan Kavin. Perlahan ia memcoba menggeser tangan Kavin ke samping agar dapat melepas pelukan. Kavin yang merasa tubuhnya disentuh mulai membuka mata.
Kavin makin memeluk erat Ratu.
"Kamu udah bangun sayang?"
"Iya sayang. Aku mau mandi sekarang. Kamu lepasin pelukannya dong."
"Ya udah kamu pergi mandi gih."
"Gimana aku mau mandi kalau kamu makin mempererat pelukan begini."
"Aku masih pengen peluk kamu."Ucap Kavin manja
"KAVIN !!! "Teriak Ratu.
"Iya iya aku lepas." Kavin dengan terpaksa melepas pelukannya karena ia tidak ingin kalau Ratu menjadi kesal kepadanya.
Saat ini terlihat Ratu sedang berdandan didepan cermin. Ia selalu memakai makeup tipis yang membuat kesan fresh di wajahnya. Berkali-kali juga ia menatap dirinya dicermin dan memperbaiki riasan diwajahnya. Sampai-sampai dia tidak sadar kalau suaminya memperhatikannya sedari tadi.
"Udah cantik kok sayang."
Sanking kagetnya Ratu melihat Kavin, sampai-sampai lipstik yang ia pakai mengenai pipinya sendiri dan membuat hasil makeupnya menjadi berantakan.
"KAVIN !!!"Teriak Ratu kesal.
"Kenapa sih sayang teriak-teriak gitu. Aku masih bisa dengar kamu kok."Ucap Kavin.
"Kamu lihat ini pipi aku jadi begini karena kamu.."Protes Ratu sambil menunjukkan wajahnya.
"Masih tetap cantik kok sayang."
"Cantik gimana sih Vin?"ketus Ratu.
"Jangan marah-marah gitu dong sayang. Ntar jadi jelek lo."Ledek Kavin.
"Aku sekarang lagi gak mood bercanda Vin."
"Astaga sayang, hanya perkara makeup kamu jadi sensi banget sama aku."
"Kamu mah ngagetin aku tau gak, tiba-tiba udah berdiri dibelakang aku aja. Kan makeupnya jadi berantakan gini."
"Kamu nya aja terlalu fokus dandan daritadi, masak kamu gak tahu kalau aku udah lihatin kamu terus. Kok malah nyalahin aku sih ?"
"Ya habisnya aku kaget banget.."
"Hmmm... maafin aku ya sayang udah buat kamu kaget."
Ratu memperbaiki riasan makeup nya lagi...
"Kamu itu kalau lagi dandan lama banget tau gak? Padahal kamu gak makeup juga tetap cantik aja bagi aku."Ucap Kavin lagi.
"Ya namanya juga perempuan jadi wajar aja kalau lagi dandan itu lama. Udah ah kamu berisik banget pagi-pagi.Lebih baik kamu tunggu aku dibawah aja biar aku cepat kelar makeup nya."
"Ya udah deh kalau gitu aku tunggu kamu sarapan dibawah ya sayang."
"Iya sayang."
Hari ini dia memilih memakai setelan jas bewarna pink soft dan dalaman tanktop hitam yang dipadukan dengan celana panjang bewarna senada dengan warna bajunya. Warna sepatu yang dipakai juga senada dengan warna tanktopnya yaitu warna hitam. Tampilannya terlihat sangat modis tetapi juga terlihat elegan.
Ratu berdiri dan melihat pantulan dirinya di cermin. Dia memperhatikan tampilannya dari atas sampai bawah. Kemudian merapikan sedikit dalaman tanktopnya.
"Oke perfect.."Ucapnya.
Setelah itu, dia buru-buru turun kebawah karena Kavin sudah menunggunya.
Saat sedang sarapan, Ratu baru tersadar kalau Kavin hanya memakai baju rumah saja. Ratu melihat suaminya dengan pandangan aneh.
"Kamu kenapa lihatin aku sebegitunya sayang? Terpesona banget ya sama ketampanan suami kamu."
"Ge'er nya suamiku ini !!! Aku kenapa baru sadar ya kalau kamu daritadi memakai baju itu."
"Itu artinya kamu hanya fokus dandan aja tadi. Ya kan ?"
"Emang kamu gak pergi ke kantor hari ini sayang?"
"Berhubung semalam aku baru sampai, jadi hari ini aku istirahat aja dirumah."
"Ouh gitu. Kamu kenapa gak cerita ke aku semalam?"
"Maaf ya sayang, aku lupa. Hari ini aku yang antar kamu pergi ke kantor ya sayang."
"Tapi kamu bilang kamu mau istirahat ? Gpp kok aku pergi sendiri aja sayang."
"Gpp sayang. Aku pengen ngantar kamu ke kantor. Habis itu aku kan bisa istirahat dirumah."
"Hmmm...terserah kamu aja deh Vin."
"Gitu dong. Kalau gitu kamu buruan gih habisin rotinya."
"Iya dasar bawel!"
Selesai sarapan, Kavin mengantar Ratu sampai kantor. Sebelum turun dari mobil, Kavin mencium kening istrinya dengan mesra.
"Selamat kerja sayang. Ntar pulang kerja aku jempu kamu ya."
Ratu melepaskan sealtbeltnya...
"Iya sayang, kalau juga selamat istirahat. Aku masuk kedalam dulu ya.Bye sayang..."
"Bye juga."
*****
Ratu sedang asik membaca, mempelajari isi dokumen serta menandatangi beberapa berkas.
"Tok Tok Tok!"
"Masuk."Ucap Ratu.
Tika masuk membawa sebuah undangan dan segera memberikannya kepada Ratu...
"Buk, ini ada undangan pernikahan untuk ibuk..."Ucap Tika.
"Undangan dari siapa ini Tika?"Tanya Ratu.
"Ini buk, undangan pernikahan dari salah satu investor terbesar perusahaan kita buk."
"Ouh ok. Makasih ya."
"Iya buk sama-sama..."
Tika keluar dari ruangan dan kembali ke tempat duduknya.
Pernikahannya akan diadakan dalam 2 hari lagi disalah satu hotel yang ada di Jakarta. Ratu memutuskan untuk mengajak Kavin pergi ke pesta pernikahan tersebut. Tidak lupa, ia langsung memasukkan kartu undangan kedalam tas miliknya. Kemudian ia melanjutkan membaca beberapa berkas.
*****
Saat ini Ratu dan Kavin sedang berada di salah satu restoran. Kavin juga yang mengajak Ratu untuk dinner malam ini karena sudah lama mereka tidak pernah makan malam diluar semenjak tinggal 1 rumah apalagi Kavin lebih sering pulang larut malam.
"Tumben banget nih kamu ngajak aku dinner ?"
"Iya sih kamu ada benarnya juga. Kayaknya sesekali kita perlu quality time seperti ini deh. Terakhir kali kita dinner bareng pas honeymoon kemarin. Mmmm...gpp kok Vin. Aku juga ngerti karena kamu kan sibuk. Aku cuman gak mau kamu terlalu posir kerja sampai kecapekan begitu."
"Iya sayang. Aku akan usahakan ya. Oh iya gimana kerjaan kamu hari ini ?"
"Hari ini sih lumayan banyak kerjaan sayang. Oh iya aku hampir lupa. Kamu bisa gak temani aku ke pesta pernikahan 2 hari lagi?"
Kavin berfikir sebentar, mengingat pekerjaannya yang masih banyak. Tetapi dilain sisi, ia juga ingin menemani istrinya pergi...
"Acaranya sore atau malam sayang?"
"Kita perginya malam aja. Gimana kamu bisa gak sayang? Kalau gak bisa juga gpp."
"Oke sayang. Ntar aku temani kamu kok."
Hari ini mereka sangat menikmati makan malam berdua di luar. Karena bisa dibilang kalau ini adalah moment yang sangat langka mengingat kesibukan mereka masing-masing. Setelah itu, Kavin mengajak Ratu untuk pulang kerumah.
*****
2 hari kemudian.....
Ratu dan Kavin sedang berada dalam perjalanan menuju ke hotel tempat pernikahan dilaksanakan. Hari ini Ratu dsn Kavin memakai pakaian dengan warna senada. Membuat keduanya terlihat sangat serasi sebagai pasangan. Ratu memakai gaun panjang berbahan katun dan sifon. Gaun ini berkerah V dan terdapat belahan pada salah satu sisi rok membuat terlihat anggun dan sedikit sexy. Dan rambut yang hanya di curly dengan catokan rambut. Karena gaun yang dipakai Ratu masih tergolong wajar, jadi Kavin membiarkan Ratu untuk memakainya.
Sedangkan Kavin memakai kemeja silver dipadukan dengan jas putih dan celana silver.
Saat tiba ditempat pesta, Kavin dan Ratu langsung duduk di kursi tamu yang disediakan. Disana banyak orang yang dikenal Kavin. Salah satu rekan kerjanya datang menghampiri. Kavin memperkenalkan istrinya kepada rekan kerjanya tersebut. Kemudian ia menemani mereka memgobrol. Awalnya Ratu ikut mengobrol juga. Tetapi lama-kelamaan ia merasa sangat jenuh dengan pembahasan tentang pekerjaan.
Terlihat raut wajah Ratu yang mulai bosan di pesta. Ratu meninggalkan Kavin yang masih asik bercerita. Ratu memutuskan untuk mengambil beberapa makanan dan minuman. Karena sangat lapar, Ratu menjadi sangat antusias mengambil banyak makanan di piringnya tersebut.
"RATU."Teriak Tommy.
Ratu menoleh kearah suara, "Tommy." Ucap Ratu dengan ekspresi kagetnya.
"Kayaknya dunia ini sempit banget ya, kita bisa kebetulan ketemu terus."Ucap Tommy.
"Iya bosan, asik jumpa sama kamu terus Tom."
Tommy melihat kearah piring Ratu..."Kamu makan sebanyak ini Tu? Seperti orang yang 3 hari gak makan aja."
"Kalau kamu disini cuman untuk ngeledek aku, lebih baik gak usah deh."
"Aku cuman bercanda aja Tu. Masih aja sikap jutek kamu kok gak hilang-hilang."
"Biarin...oh iya kamu ngapain disini Tom?"
"Aku disini ya pesta lah. Aneh banget pertanyaannya."
"Bukan itu maksud aku. Udahlah lupain aja."
"Apaan sih."
"Gak ada. Aku juga udah lupa mau nayak apa tadi."
"Dasar ! Selain makan banyak sekarang kamu udah mulai pikun juga ya."
"Ikh...Nyebelin banget sih."
Seperti biasanya, Tommy dan Ratu malah asik bercerita dan juga bercanda. Tommy merasa sangat senang bisa ketemu dengan Ratu malam ini.
Kavin mulai sadar kalau Ratu tidak ada disebelahnya. Ia terlihat gelisah mencari keberadaan Ratu. Terlihat Kavin mondar-mandir gak karuan. Sebegitu gelisahnya ia mencari keberadaan Ratu.
'Kenapa gue gak sadar kalau Ratu pergi ya? Apa Ratu kesal ya sama gue...'Batin Kavin.
Dari kejauhan, Kavin mengepalkan kedua tangannya, Kavin terlihat begitu emosi saat melihat Ratu malah asik mengobrol dengan Tommy. Ia melihat istrinya berulang kali tertawa dan tersenyum kearah Tommy.
Dengan langkah cepat Kavin menghampiri keduanya...
"RATU."Teriak Kavin.
Kavin melihat Ratu dengan tatapan yang tidak bersahabat lagi.
Raut wajah Ratu yang sedaritadi senang seketika langsung berubah.
"Ka--vin."Ucap Ratu terbata.
Kavin langsung menarik tangan Ratu ...."Kamu ikut aku sekarang."Ucap Kavin.
Tommy mencegah Kavin.."Vin, ini gak seperti yang lo pikirkan. Gue sama Ratu cuman..."
Kavin langsung memotong kata-kata Tommy. "Gue gak butuh penjelasan lo. Kan udah gue bilang, lo jangan pernah dekatin istri gue lagi. Apa peringatan gue masih kurang keras."Ucap Kavin.
Ratu hanya terlihat pasrah saja dan mengikuti Kavin. Alasan Kavin mengajak Ratu keluar dari hotel... salah satunya tidak mau membuat keributan di pesta pernikahan orang lain.
"Lepasin tangan kamu Vin... sakit tau kamu tarik-tarik begini."Ucap Ratu.
Tanpa mendengarkan omongan Ratu, Kavin semakin mempercepat langkahnya.
"Kamu kasar banget Vin." Ratu sedikit meringis kesakitan. Sampai di parkiran hotel, Kavin melepaskan tangan Ratu.
"Vin...kamu kenapa sih? Aku kan cuman."Ucap Ratu lagi.
Kavin langsung memotong ucapan Ratu..."Aku gak mau bahas masalah ini disini."Ketus Kavin.
Kavin memasang sealtbelt milik Ratu lalu segera melajukan mobilnya dengan sangat cepat.
Di sepanjang perjalanan, Kavin hanya diam saja dan Ratu berusaha menjelaskan semuanya...
"Kamu kenapa sih Vin? Kamu dibutakan rasa cemburu tau gak? Kamu tahu sendiri kalau tadi aku cuman ngobrol aja sama Tommy."
"Kamu masih tanya aku kenapa sekarang Tu ? Kamu tahu gak kalau aku tadi mondar-mqndir nyariin kamu di pesta? Kenapa kamu pergi begitu aja? Sepalanya ketemu kamu malah asik ngobrol sama Tommy?"
Tanpa menjawab pertanyaan Kavin, Ratu hanya menagis sejadi jadinya sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya. Isakan tangisan Ratu membuatnya menjadi tidak konsentrasi saat menyetir mobil. Kavin memutuskan memberhentikan mobilnya kesebelah kiri.
"Aku beneran cemas saat kamu gak ada tadi. Maaf aku gak bermaksud kasar ke kamu."
"Bisa gak kalau kamu gak marah-marah gak jelas kayak sekarang Vin ? Sebenarnya apa yang kamu takutin sih ? Aku udah jadi milik kamu. Aku sama Tommy cuman ngobrol sebagai teman aja."
"Aku gak suka lihat kamu senyum dan tertawa didepan Tommy kayak tadi."
"Kamu itu terlalu berlebihan Vin. Aku gak ngerti lagi harus jelasin apa ke kamu.
"Aku seperti ini karena aku sayang sama kamu."
"Aku tahu. Tapi gak seperti itu juga Vin. Rasa sayang dilandasi perasaan dan hati. Kalau kamu beneran sayang sama aku. Seharusnya kamu percaya sama aku kan."
"Aku percaya sama kamu tapi aku gak bisa percaya sama Tommy. Aku tahu kalau Tommy masih sayang banget dan gak bisa lupain kamu. Cara dia memandang dan melihat kamu itu sangat berbeda.Seharusnya kamu mengerti kenapa aku seperti ini sekarang.
"Aku gak mengerti kamu sama sekali Vin. Jalan pikiran kamu terlalu dangkal."
"Kamu gak mengerti bagiamana perasaan aku. Aku kecewa sama kamu."
"Aku yang kecewa sama kamu Vin. Kamu gak pernah bisa berubah. Kamu terlalu egois. Lebih baik sekarang kita pulang aja. Aku capek berantam sama kamu terus karena masalah yang sama."
"Terserah kamu lah Tu. Aku juga capek."
Ratu menghapus air matanya.
'Lo gak boleh nangis didepan Kavin. Jangan terlihat lemah. Gue benci sama sifat Kavin yang seperti anak-anak.'Terak Ratu dalam hati.
Kavin mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi untuk pulang kerumah. Sampainya didepan rumah, Ratu menutup pintu mobil dengan keras dan langsung masuk kedalam rumah.
Didalam kamar, Kavin dan Ratu tidur dengan keadaan saling membelakangi. Mereka masih terlihat emosi satu sama lain. Sebenarnya Ratu dan kavin sama-sama salah dan sama-sama benar.
Cemburu boleh tetapi gak harus berlebihan juga kan. Tetapi disisi lain, Kavin ada benarnya juga. Didunia ini kita tidak bisa berteman dengan mantan. Apalagi mantan pacar yang masih sayang banget sama kita. Setiap rumah tangga punya cobaan masing-masing, tinggal kitanya aja memaknai serta menjalaninya seperti apa.
*****
Gimana pada suka gak? mohon berikan komentarnya yaa...
Thor sangat mengharapkan para readers untuk memberikan komentar yang membangun untuk author agar author dapat memperbaikinya lagi kedepannya..
jangan lupa di like yaa! Saran dan dukungan kalian semua bisa membuat author agar lebih semangat lagi dalam melanjutkan cerita ini kedepannya, jadi mohon kritikan berserta sarannya ya semuanya.
Terimakasih masih setia membaca novel ini.
Happy Reading guys!