Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
Rencana Ratu-Adel



Kavin dan Ratu sedang dalam perjalanan menuju bandara. Hari ini Kavin akan pergi ke Bali untuk pertemuan penting. Ratu sedikit telat masuk ke kantor karena ingin mengantar suaminya langsung.


Kavin memerintahkan Pak Budi untuk mengantar Ratu kemanapun. Ratu tidak diizinkan untuk membawa mobil sendiri selama Kavin pergi. Ratu hanya mengikuti keinginan suaminya.


Selama diperjalanan, Ratu menyenderkan kepalanya pada bahu suaminya dengan manja. Kavin dengan senang hati meladeni istrinya yang mendadak manja seperti itu. Sesekali Kavin mengelus rambut Ratu dengan penuh kasih sayang.


Sampainya di bandara, Putri sudah menunggu Kavin tepat didepan bandara. Kavin mendorong koper berjalan beriringan dengan Ratu. Satu tangan ia dipakai menggengam erat tangan istrinya sebelah tangan lagi ia pakai untuk mendorong koper.


Dari jauh Ratu melihat sosok Putri.


"Kamu kok gak bilang sama aku kalau akan pergi keluar kota bareng Putri?" Bisik Ratu.


"Kan Putri itu sekretaris aku sayang, jadi dia harus ikut. Dia juga yang akan bantu aku mempersiapkan seluruh data..." Jelas Kavin.


"Iya tapi kenapa kamu gak bilang aja ke aku." Protes Ratu.


"Maaf sayang. kemarin malam aku beneran lupa bilang ke kamu. Karena udah terlanjur gugup takut kamu marah." Ucap Kavin.


"Hmm...Jadi kalian pergi berdua bareng?" Tanya Ratu memastikan.


"Iya bareng sayang. Jangan bilang kalau kamu lagi cemburu sekarang?" Kavin sudah dapat menebak dari ekspresi wajah istrinya.


"Gak kok. Cuman aku kaget aja kalau Putri juga bakalan ikut." Ucap Ratu bohong.


"Tapi kamu jangan mikir yang aneh-aneh ya sayang. Aku pergi bareng Putri hanya untuk bekerja aja. Lagian aku juga pesan 2 kamar kok. Jadi kamu jangan cemburu begitu dong sayang." Jelas Kavin.


"Kan aku udah bilang kalau aku gak cemburu." Ucap Ratu.


"Tapi ekspresi kamu kelihatan banget sayang. Kamu kan tahu kalau aku itu sayang banget sama kamu...Pliss kamu percaya sama aku!" Kavin meletakkan koper dan memegang kedua pipi sambil menatap mata Ratu dengan tujuan meyakinkan istrinya tersebut.


Ratu memegang tangan Kavin yang memegang pipinya. "Iya aku percaya sama kamu. Aku sayang kamu juga sayang."


Kavin dan Ratu berjalan menghampiri Putri.


"Kamu udah lama menunggu ?" Tanya Kavin.


"Gak kok pak. Saya juga baru saja sampai disini. Oh iya, penerbangan kita 30 menit lagi pak." Ucap Putri sambil menatap jam tangannya.


"Oke..." Ucap Kavin.


Kavin berpamitan langsung kepada Ratu.


"Sayang, aku masuk sekarang ya. Selama aku tinggal kamu baik-baik ya disini."Ucap Kavin sambil memeluk erat istrinya.


Putri yang melihat kemesraan bosnya secara langsung merasa sangat iri. 'Kelihatan banget pak Kavin sangat mencintai istrinya. Kapan ya gue bisa kayak begitu.' Batin Putri.


Ratu menahan air matanya agar tidak jatuh. Ia pun membalas pelukan suaminya dengan erat. "Kamu hati-hati ya sayang. Jangan lupa kabarin aku kalau udah sampai disana. terus kamu jangan sampai telat makan, selalu jaga kesehatan selama disana."Ucap Ratu.


"Iya sayang pasti. Kamu juga harus jaga kesehatan." Ucap Kavin.


"Ya udah gih kamu masuk sana. Aku juga mau langsung pergi ke kantor. Maaf aku gak bisa temenin kamu masuk."Ratu melepas pelukan Kavin.


"Iya gpp kok sayang. Aku ngerti... Aku pasti bakalan kangen banget sama kamu." Kavin mencium mesra kening istrinya.


"Aku juga pasti kangen sama kamu." Ucap Ratu.


"Aku masuk sekarang ya sayang. Bye..."


"Bye sayang..." Ucap Ratu yang masih tidak bisa merelakan kepergian sang Suami.


Mereka saling melambai tangan. Kemudian, Kavin dan Putri masuk kedalam untuk check in. Saat Kavin masuk, Ratu menteskan air mata yang sudah ia tahan daritadi. Sesekali ia sesegukan dan menghapus air matanya kembali lalu ia langsung  masuk kedalam mobil. Pak Budi mengantar Ratu sampai ke kantor.


*****


Setelah Check in. Kavin dan Putri menunggu diruang tunggu. Tidak banyak bicara mereka hanya sibuk dengan hp masing-masing. Kavin melihat foto Ratu di galeri hp nya sambil tersenyum sedangkan Putri hanya sibuk mendengarkan lagu memakai earphone.


Selang 15 menit kemudian, pemberitahuan keberangkatan mereka diumumkan dan mereka masing-masing mendorong koper kemudian mereka bersiap untuk memasuki pesawat.


Perjalanan mereka memakan waktu 1 jam 55 menit. Didalam pesawat, Kavin memakai kaca mata hitam kemudian tertidur pulas. Sedangkan Putri masih mendengarkan lagu memakai earphone. Selang 20 menit Puteri sudah tertidur pulas tanpa sadar.


Sesampainya di Bali, mereka langsung beristirahat di kamar masing-masing. Kavin meletakkan koper kemudian merebahkan tubuh ditempat tidur. Dia memejamkan matanya sebentar.


'Hampir aja gue lupa. Gue kan mau ngabari Ratu...'Batin Kavin.


Kavin mengambil hp didalam kantong celananya. Ia langsung memvidio call istrinya ...


"Haii sayang..."Sapa Kavin antusias sambil melambai


"Hai juga sayang. Kamu baru sampek?"Sapa balik Ratu.


"Iya nih sayang. Capek banget jadi aku rebahan dulu. Terus langsung teringat untuk hubungi kamu."


"Ya udah kamu buat istirahat dulu sayang."


"Bentar lagi dong sayang, aku masih pengen lihat wajah istri aku."


"Apaan sih sayang. ! Oh iya mulai malam ini Adel dan Nisa akan menginap dirumah."


"Enak dong kamu ada yang nemeni. Aku disini malah sendirian sayang."


"Kamu jangan gitu dong, Kamu gak anggap Putri. Kok bilangnya sendirian.HUh !!!"


"Iya kan beda sayang. Kalau kamu yang ikut aku gak akan merasa sepi."


"Mau bagaimana lagi sayang. Lagian kan cuman 2 minggu aja. Jadi kamu sabar aja ya."


"Bagi kamu cuman 2 minggu tapi bagi aku itu lama banget tau gak?"Ucap Kavin manja.


"Iya sayang aku ngerti. Cuman kan keadaannya yang membuat kita jauh."


"Aku janji lain kali kalau kerja keluar kota begini, aku mau ngajak kamu."


Iya sayang..Udah ya aku mau lanjut kerja dulu."


"Ok. kalau gitu kamu selamat bekerja ya sayang."


"Iya sayang."


Kavin mengakhiri panggilan telepon dan kembali mmejamkan matanya...


*****


Pada malam harinya, Ratu sudah mempersiapkan makan malam serta cemilan untuk meyambut kehadiran kedua sahabatnya itu. Ia tidak sabar menikmati moment kebersamaan mereka nantinya. Terus-menerus ia melirik kearah jam yang ada di dinding. Bi Ina juga sudah merapikan tempat tidur untuk mereka menginap. Ratu ingin tidur bersama dengan keduanya. Segala sesuatunya sudah ia sediakan serta siapkan dengan baik.


30 menit kemudian, Adel yang datang pertama langsung disambut baik oleh Ratu...


Bi Ina membawa koper milik Adel kedalam kamar. Adel langsung duduk di sofa yang ada di ruang tamu milik Ratu.


"Kok lama banget lo datang Del? Nisa juga kemana gak ada kabar sampek jam segini belum datang juga?"Tanya Ratu kesal.


"Sorry banget beb, tadi di kantor lagi banyak banget kerjaan yang gak bisa gue tinggal. Setelah siap gue langsung buru-buru kemari. Lagian kalau tamu datang itu dikasih minum kek jangan kesal begini beb. "Ucap Adel.


"Habisnya gue udah laper banget nungguin kalian daritadi tau gak?"


"Ya mau gimana lagi beb. Yang penting sekarang gue udah sampai sini.Jadi gak usah bawel lagi."


"Iya iya...Kenapa lo gak bareng Nisa kesini ?"


"Katanya Nisa mau bawa mobil sendiri aja beb biar gak repot nebeng pergi kerjan katanya."


"Terus kenapa Nisa belum datang juga ya."


"Kalau itu mending lo tanya sendiri aja nanti beb. Gue juga gak tahu kenapa !"


Bi Ina datang meletakkan cemilan serta jus jeruk diatas meja.


"Makasih bi,  Bibi emang paling mengerti dan paling baik."Ucap Adel.


"Sama-sama Non Adel."Ucap Bi Ina.


Berhubung Nisa terlambat datang, Ratu memberitahu Adel rencana yang akan dia lakukan untuk Nisa...


"Del, gue punya rencana buat Nisa minggu depan."Ucap Ratu.


"Rencana apa beb?" tanya Adel dengan sangat bersemangat.


"Lo gak lupa kan kalau Nisa minggu depan ulang tahun?" Jawab Ratu.


Adel menepuk keningnya, "Astaga!  Untung lo ingatin beb, gue beneran lupa. "


"Gimana sih lo, Ultah sahabat sendiri bisa lupa."Sewot Ratu.


"Emang lo punya rencana apa beb?"


"Gue pengen buat ultah Nisa kali ini berkesan, Rencananya gue akan hadirkan Dimas juga. Gimana menurut lo beb?"


"Gue setuju banget beb, Gue juga pengen banget lihat Nisa bahagia. Emang lo bakal suruh Dimas nembak Nisa gitu beb ?"


"Gak beb. Kalau masalah perasaan gue gak mau maksakan seseorang untuk menyatakan perasaan. Gue pengen mereka menjalani dulu. Saling mengenal dulu. Kalau jodoh kan gak kemana. Jadi gue hanya akan minta bantuan ke Dimas untuk mendekorasi ruang karaoke gue sekaligus minta toong ke dia buat belikan cake ultah. Kalau kita yang beli nanti Nisa akan curiga. Kita akan merayakan bertiga disana. Menurut lo gimana ?"


"Menurut gue sih...Saat kita diruang karaoke lampunya diburamkan aja, Mata Nisa kan sedikit minus. Jadi dia gak bakalan sadar kalau ruangan itu udah didekor. Trus saran gue...Bisa gak kalau Dimas yang masuk keruang karaoke sambil bawa cake. Pasti Nisa gak bakal nyangka. Gimana beb ?"


"Boleh juga sih ide lo. Tapi apa Dimas mau bantuin kita ya. Gue kok jadi ragu gini ya."


"Coba aja nanti kita minta tolong langsung beb. Ya kalau dia gak bisa...kita aja yang bakal ngerayain ultah Nisa."


"Oke besok lo temanin gue kesana ya beb. Kalau bisa pagi-pagi saat Dimas belum berangkat kerja."


"Oke.."


Nisa secara diam-diam berjalan mengangetkan Adel dan Ratu yang lagi serius mengobrol...


Adel dan Ratu saling memandang. Adel mengangkat bahunya seperti tahu tatapan Ratu.


'Semoga Nisa gak dengar apa yang gue bicarain dengan Adel.'Batin Ratu.


"Apaan sih lo datang-datang ngagetin aja." Sewot Adel.


"Buat orang jantungan aja tau gak?" Timbrung Ratu.


"Habisnya kalian ngobrol serius banget tau gak. Gue udah ketok pintu daritadi tapi gak ada yang buka, jadi gue nerobos langsung masuk aja." Jelas Nisa.


"Lo norak banget tau... Rumah gue kan ada bel nya kenapa lo malah ketok. Ya mana kita dengar dengan keadaan tv menyala begini."


Nisa menepuk keningnya berkli-kali, "Ya ampun gue kok gak kepikiran tadi ya beb. pantasan aja gak ada yang dengar daritadi. Lagian kalian habis ngobrolin apa sih ? Kayak serius banget gitu."Ucap Nisa.


"Bahas tentang kerjaan aja kok." Ucap Adel bohong.


"Emang kerjaan lo kenapa Del?" Tanya Nisa.


Adel terlihat berfikir saat Nisa bertanya, "Ada masalah sedikit aja kok, Gue cuman nanyak tentang masalah laporan aja ke Ratu. Siapa tahu dia bisa bantu gue. Iya kan beb ?"Adel meminta bantuan kepada Ratu.


"Iya bener. Oh iya !!! kenapa lo lama banget samapi seini ? Udah dingin tuh masakan gue daritadi. Gue juga udah laper banget nih. "Ucap Ratu mengalihkan pembicaraan.


"Maaf banget ya beb, Tadi itu gue kejebak macet panjang karena ada kecelakaan."Ucap Nisa.


"Terus kenapa gak kasih kabar ke kita? Kebiasaan lo emang dari dulu gak pernah berubah ya. Pantasan aja bunda lo selalu aja khawatir."Ucap Adel.


"Kan gue udah minta maaf juga. Udah deh bawel banget kalian berdua. Gue juga gak mau kejebak macet kayak tadi tau gak? Sekarang gue kan udah disini, bisa gak kita langsung makan aja. Gue udah laper banget."Ucap Nisa.


"Sebaiknya lo duduk aja di sofa dulu. Makan cemilan itu dulu."Ucap Ratu.


"Ikhh kenapa sih beb!!! Gue gak mau ngemil sekarang. Gue mau makan aja."Protes Nisa.


"Iya bawel banget sih lo baru datang. Tunggu gue suruh Bi Ina panasin makanannya dulu. Udah keburu dingin karena kalian terlalu lama datang."Jelas Ratu.


"Ok beb. Oh iya beb ! Sekalian minta tolong Bi Ina ambil koper gue di mobil ya. Gue belum keluarin tadi."Nisa memberikan kuci mobilnya kepada Ratu.


"Oke."Ucap Ratu.


Nisa duduk di sofa dan menguyah cemilan serta jus jeruk yang ada diatas meja. Seenggaknya bisa mengganjal sedikit rasa laparnya.


Lima menit kemudian, mereka duduk di kursi makan dan melahap semua makanan tanpa tersisa sanking laparnya..


Ratu menunjukkan kamar tidur. Secara bergantian Adel dan Nisa membersihkan diri serta mengganti pakaian tidur. Ratu masuk kedalam kamarr membawa guling. Ratu menghampiri keduanya dan memberikan beberapa oleh-oleh buat keduanya. Gelang persahabatan langsung mereka pakai dan baju atau aksesoris yang lainnya mereka simpan didalam koper masing-masing.


"Lo tidur bareng kita disini beb ?' tanya Nisa.


"Iya dong, Kan tujuan gue suruh kalian menginap itu untuk temani gue tidur. Lagian udah lama banget kita gak tidur bertiga begini." Ucap Ratu.


"Lo bener beb, terakhir kali pas kita masih SMA dulu kan." Ucap Adel.


"Kangen banget moment itu. Akhirnya kita sekarang bisa merasakannya lagi.. Jadi malam ini kita ngapaiin enaknya?" Tanya Ratu.


"Tidur aja beb lagian udah malam juga. Besok malam aja gih kita saling curhat, nonton, dll. Gue udah ngantuk banget." Ucap Nisa sambil menarik selimut.


"Dasar lo ya. Udah datang paling lama paling cepat juga mau tidur." Ketus Adel.


"Nisa ada benernya juga sih, Ini udah malam banget. Takutnya besok malah gak kebangun lagi. Besok malam kan malam minggu jadi kita bisa bebas bisa begadang." Ucap Ratu.


"Bener banget itu yang dibilang Ratu. Ya udah gue tidur duluan ya. Good night beb..." Ucap Nisa yang tidak bisa menahan rasa kantuknya lagi.


"Kalau gitu kita tidur aja beb. Gue juga udah mulai nagntuk.." Ucap Adel sambil beberapa kali menguap.


"Oh ya udah deh kalau gitu."


Adel dan Nisa sudah terlelap daritadi. Sedangkan Ratu masih terjaga. Berulang kali ia memejamkan mata tetapi tetap tidak bisa.


'Kenapa sih gue gak bisa tidur? Gue kepikiran Kavin pergi berdua sama Putri selama 2 minggu. Kan semua hal bisa aja terjadi kan. Apa gue salah jadi secemas ini. Gak! Gak! Gak! Gue harus percaya sama suami gue sendiri. Gue harus buang jauh-jauh pikiran aneh ini. Kavin itu sayang banget sama gue, jadi gue gak boleh mikir begini lagi. Kok gue kayak orang yang cemburuan begini sih sekarang. Sumpah !! gue masih gak tenang banget...' Batin Ratu yang gelisah.


Ratu memutuskan menghubungi Kavin untuk memastikan sesuatu. 3 kali panggilan telepon tidak ada jawaban membuat Ratu menjadi khawatir kembali.


'Apa Kavin udah tidur ya ? Sebenarnya gue gak mau ganggu sih tapi gue cuman mau mendengar suara Kavin aja. Setidaknya bisa membuat gue gak khawatir lagi. gue coba hubungi seklai lagi aja deh.' Batin Ratu.


Kavin yang merasa terganggu dengar suara hp nya yang berdering terus-menerus. Perlahan mulai membuka mata dan melihat siapa yang menghubunginya tengah malam begini. Terlihat jelas nama yang tertera pada hpnya "Ratuku."


Kavin menggeser layar hp dan mengaktifkan tanda video call "Hai sayang."Sapa Kavin.


Ratu melihat Kavin dengan keadaan ngantuk berat di tepat tidur membuatnya merasa sangat bersalah karena sudah menganggu tidur suaminya.


"Hai juga sayang, maaf aku ganggu tidur kamu."Ucap Ratu.


"Kenapa sayang? Kok masih belum tidur udah tengah malam gini."Ucap Kavin.


"Gak tahu nih sayang, aku gak bisa tidur sama sekali. Maaf aku malah telepon kamu begini, ya udah deh kamu lanjut tidur aja sayang."Ucap Ratu merasa bersalah.


"Gak kok sayang. Aku malah senang kamu hubungi. Berarti kamu ingat sama aku."Ucap Kavin.


"Gimana disana ?Kamu seharian ngapain aja ?Udah mulai meetingnya ?"Tanya Ratu penasaran.


"Disini aku malah daritadi di hotel aja sayang. Masih capek juga. Aku makan juga didalam kamar sekalian nonton tv. Kalau meetingnya besok siang. Kamu gimana disana ?"


"Ini aku tidur bertiga sama Adel dan Nisa."Ratu memperlihatkan lewat vidio call nya.


"Kenapa malah tidur bertiga begitu sayang?"


"Iya gpp pengen aja. Udahan ya teleponannya sayang...aku mulai ngantuk nih. Kamu lanjut gih tidurnya. Malam sayang..."


"Jangan lupa mimpiin aku ya. Selamat tidur sayang..."


"Iya sayang kamu juga.."


Setelah vidio call an, perasaan Ratu menjadi sangat lega. Semua kecemasan serta kekhawatiran yang ia rasakan mendadak hilang seketika.


'Ternyata gue aja yang terlalu banyak mikir yang aneh-aneh. Mulai sekarang gue harus percaya sama suami sendiri.'Batin Ratu.


Kemudian Ratu memcoba memejamkan mata kembali sampai pada akhirnya dirinya benar - benar tertidur dengan lelapnya.


*****


Keesokan harinya,


Ratu menebeng mobil Adel berangkat ke kantor. Nisa tidak ada rasa curiga sama sekali. Sebelum berangkat, tak lupa mereka cipika-cipiki seperti biasa lalu mereka masuk kedalam mobil. Saat melihat mobil Nisa sudah jauh, Adel memutar balik mobilnya menuju ke rumah Dimas. Telat sedikit saja mungkin mereka tidak akan bertemu dengan Dimas karena Dimas sudah menyalakan mobil saat mereka sampai disana.


Ratu dan Adel keluar dari mobil. Dimas turun menghampiri keduanya.


"Hai Dim.."Sapa Adel.


"Hai juga, ada apa nih kalian pagi-pagi udah main kesini?"Tanya Dimas penasaran.


"Gini Dim..kita mau minta bantuan lo. Kira-kira lo ada waktu gak untu bantuin kita ?"Tanya Ratu.


"Bantuan ? Maksudnya gimana ?"Tanya Dimas lagi.


"Jadi gini, 1 minggu lagi kan Nisa ulang tahun. Jadi kita mau lo dekor ruangan karaoke yang ada dirumah. Terus lo yang beliin cakenya. Karena Nisa dan Adel tidur dirumah gue sekarang. Gue gak mau Nisa curiga sama kita. Makanya kita minta bantuan lo. Kan lo juga udah dekat sama Nisa...apa salahnya bantuin kita-kita."


"Emangnya Kavin kemana ? Dia gak bisa bantuin kalian ?"Ucap Dimas.


"Kavin lagi kerja keluar kota selama 2 minggu. Gimana lo bisa bantu gak?"Ucap Ratu.


"Iya Dim...Bantuin kita dong. Kita gak tahu lagi mauminta tolong kesiapa. Kita cuman mau membuat Nisa senang dihari yang spesial buat dia. Habis nyerahin kue ke Nisa  terserah lo deh kalau lo mau langsung pulang."Ucap Adel.


Dimas menimbang-nimbang apakah ia akan membantu Ratu dan Adel atau tidak.


'Gue bantu apa gak ya ? Selama ini Nisa juga baik banget sih sama gue. Gue malah banyak belajar sama dia tentang bisnis. Sampai-sampai dia mau bantuin gue buka bisnis kuliner. Anggap aja ini sebagai hadiah ucapan terima kasih gue ke dia ya...jadi gue gak merasa hutang budi ke Nisa lagi.'Batin Dimas.


"Mmmm...ok gue bantuin kalian. Gue aan coba atur jadwal gue untuk mendekor ruang karaoke lo ntar. Terus Nisa suka cake rasa apa ? Biar gue gak salah pilih nantinya."Ucap Dimas.


"Makasih Dim. Lo baik banget mau bantuin kita."Ucap Adel.


"Nisa suka cake rasa vanila sama lemon. Berarti lo udah bisa pikirin konsep dekorasi nya mulai sekarang Dim."Ucap Ratu.


"Iya gampang kalau itu. Gue akan dekor saat kalian semua sibuk kerja. lo jug bilangin ke bibi lo kalau dalam 3 hari lagi gue akan kerumah. Ntar gue datang malah gak dibukain pintu lagi."Ucap Dimas.


"Ntar gue bilangin kok. Berarti lo udah sepakat kan mau bantuin kita."Ucap Ratu.


"Gue juga bantuin karena Nisa baik banget sama gue bukan karena kalian minta. Gue hanya mau balas kebaikan dia aja."Jelas Dimas.


"Ya apapun itu alasannya terserah lo Dim. Yang penting lo udah mau bantuin itu yang paling penting."Ucap Ratu.


"Iya bener banget. Sekali lagi makasih ya Dim."Ucap Adel.


"Iya sama-sama."Ucap Dimas


"Oh iya !! tentang biayanya ntar gue transfer sama lo."Ucap Ratu.


"Itu urusan belakang aja, Kalau gitu gue berangkat kerja dulu ya."Ucap Dimas.


"Ok. Hati-hati ya Dim."Ucap keduanya barengan.


"Ok."Ucap Dimas.


Ratu dan Adel merasa sangat senang karena Dimas mau bantuin mereka. Mereka sangat berharap rencana akan berjalan dengan sukses dan lancar tanpa kendala apapun. Semua ini mereka lakukan untuk kebahagiaan sahabatnya, karena mereka sangat tahu jelas kalau Nisa menyimpan begitu banyak luka dihatinya. Semenjak papanya meninggal dunia, kemudian ditinggal pasangan tanpa alasan.


Semenjak itu Nisa selalu menutup diri untuk dekat dengan seorang cowok. Banyak cowok yang mendekatinya tapi ia hanya menganggap mereka sebagai seorang teman. Hanya dengan Dimas, Nisa bisa membuka hatinya kembali. Adel dan Ratu juga tidak tahu alasannya kenapa bisa Nisa sampai begitu menyukai Dimas. Setelah kepergian Dimas, Adel dan Ratu masuk kedalam mobil kembali. Adel mengantar Ratu ke kantor kemudian ia pergi ke kantornya. Sebelumnya Adel sudah meminta izin karena agak telat masuk kantor hari ini. Jadi dia tidak terlalu terburu-buru menuju ke kantornya.


*****


Apakah rencananya akan membuat Nisa terharu atau sebaliknya ???