Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
Teror



Isi paketnya adalah foto-foto Ratu yang ditutupi dengan darah burung yang sudah ditusuk mati didalam kotak itu. Ratu yang masih histeris sekaligus kaget membuat bi Ina bergegas masuk kedalam kamar untuk mengecek langsung. Bi Ina terus-menerus mengetok pintu kamarnya tapi tidak  ada jawaban.


"Ada apa non? boleh bibi masuk kedalam?" Ucap bi Ina terus-menerus.


"Bibi langsung masuk aja kedalam ya non?" Ucap bi Ina lagi.


Karena sangat khawatir bi Ina langsung masuk saja untuk melihat apa yang terjadi kepada majikannya itu. Bi Ina melihat Ratu terduduk sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Ada apa non Ratu? kenapa sampai nangis begini? ada yang bisa bibi bantu? tolong kasih tahu bibi non..." Ucap bi Ina.


Ratu menunjuk kotak paket yang terjatuh dan masih dalam kondisi tertutup lagi. Bi Ina segera mengambil kotak tersebut dan langsung segera melihatnya...


Bi Ina juga terkejut saat melihat isi kotak tersebut. Bi Ina berusaha menenangkan majikannya dan menjauhkan kotak itu dari dalam kamar.


"Lebih baik non istirahat dulu. Nanti kita ceritain sama den Kavin biar den Kavin yang mengurusnya." Ucap Bi Ina.


Bi Ina membantu Ratu untuk memapah tubuhnya dan perlahan membaringkannya diatas tempat tidur. Ratu yang masih dalam kondisi shock hanya bisa terdiam sekaligus menangis saja. Ntah apa yang dia pikirkan hingga menangis tanpa henti sehingga membuat bi Ina bingung harus melakukan apa.


"Non Ratu sekarang istirahat ya. Bibi keluar dulu..." Ucap Bi Ina.


"Bi?" Ucap Ratu.


"Ada apa non?" Tanya bi Ina.


"Bibi disini dulu ya temani saya sebentar." Ucap Ratu.


"Baik non. Oh iya bentar bibi ambilkan air hangat dulu untuk non minum." Ucap bi Ina.


"Iya bi jangan lama-lama." Ucap Ratu.


"Iya non..." Ucap Bi Ina.


Bi Ina langsung secepat mungkin turun kebawah untuk mengambil air minum dan tak lupa membawakan vitamin untuk diminum. Didalam kamar, bi Ina membantu majikannya untuk minum air hangat dan vitamin. Setelah itu Ratu berbaring lagi dan bi Ina merapikan selimut yang dipakai oleh majikannya itu. Ratu menyuruh bi Ina menyalakan aroma infus water lavender dan lemon kesukaannya. Setelah itu bi Ina duduk di sofa yang ada didalam kamar sekalian menemani majikannya sampai lebih tenang dan tertidur. Tidak perlu waktu lama, Ratu yang sedaritadi nangis akhirnya kelelahan dan akhirnya tertidur pulas sambil memeluk guling. Bi Ina masih menemani sampai setengah jam. Saat melihat majikannya tertidur pulas, perlahan bi Ina keluar dari dalam kamar dan menutup pintu dengan sangat pelan agar tidak membangunkan Ratu.


Bi Ina turun kebawah dan bingung harus melakukan apa. Bi Ina ingi segera menghubungi suami majikannya untuk memberitahu apa yang baru saja terjadi. Tapi bi Ina mulai ragu kalau akan mengganggu pekerjaan majikannya itu. Jadi bi Ina mengurungkan niatnya untuk menghubungi Kavin.


Di lain sisi,


Raya baru saja dihubungi oleh orang suruhannya...


"Bagaimana sudah kamu selesaikan tugas dari saya ?" Tanya Raya.


"Sudah beres bos." Ucap seeseorang tersebut. Raya menyewa seseorang untuk melancarkan aksinya itu. Orang itu adalah Ferry. Seseorang yang rela melakukan apa saja asal dibayar mahal. Ferry adalah orang yang gila berjudi. Jadi apapaun pekerjaan yang berbahaya asal dibayar mahal. Dia akan melakukannya.


"Bagus. Tunggu kabar dari saya selanjutnya." Ucap Raya.


"Baik bos. Jangan lupa uang yang dijanjikan, saya akan tunggu transferannya." Ucap Ferry.


"Itu soal gampang. Kamu harus pastikan kalau kamu gak berbuat kesalahan. Jangan sampai ada yang tahu kalau paket itu kamu yang kirim. Jangan membuat jejak apapun yang membuat pemilik rumah curiga. Saya sudah bayar mahal untuk tugas ini...jadi kamu ingat baik-baik pesan saya. Kalau sampai ada kecurigaan, saya gak akan pakai jasa kamu lagi untuk melakukan tugas." Ancam Raya.


"Tenang aja bos. Semuanya sudah aman terkendali. Tidak akan ada yang curiga. Pemilik rumah akan menganggap itu sebagai paket yang dikirim oleh jasa paket seperti biasanya. Tapi saya tidak meletakkan nama dan alamat pengirim paket. Mungkin saat ini paket itu sudah ditangan pmiliknya." Jelas Ferry berusaha meyakinkan.


"Oke kalau gitu. saya percaya sama apa yang kamu bilang. Saya akan transfer uang ke kamu dengan segera." Raya berfikir kalau dengan mengirim uang lewat via transfer akan dicurigai. Dia memutuskan untuk memberi secara langsung kepada Ferry.


"Saya akan bertemu kamu langsung malam ini untuk memberikan uang secara langsung. Saya tidak mau ada orang yang curiga kalau saya mengirim via transfer." Ucap Raya.


"Oke bos. Saya tunggu nanti malam." Ucap Ferry.


"Saya akan kabari kamu lagi via telepon. Saya tutup dulu teleponnya." Ucap Raya.


"Baik bos. Ditunggu kabarnya..." Ucap Ferry.


Setelah selesai teleponan, Raya tersenyum puas dan merasa sangat senang. Ntah apa yang ada dipikirannya saat ini sehingga membuatnya sesenang ini. Dia yang masih berada di kantor tepat didepan laptop. Dia melipat kedua tangannya sambil tersenyum senang.


"Itu hanya sebagian hadiah kecil yang gue berikan untuk lo. Anggap aja itu sebagai salam pertemuannya kita lagi." Ucap Raya.


*****


Adel yang ingin bertemu dengan atasannya mau tidak mau harus berpapasan muka dan bertemu langsung dengan Raya. Adel sudah membawa beberapa dokumen yang akan ditanda tangani oleh atasannya. Dia melihat Raya yang tersenyum sendirian seperti orang aneh menurutnya. Sebelum masuk kedalam ruangan atasannya, Adel mencoba bertaya dan meminta persetujuan Raya dahulu. Bagaimanapun Adel harus bersikap profesional saat dikantor. Dia tidak ingin dengan aksinya akan membuat keributan didalam kantor. Paling tidak, dia bisa membedakan urusan kantor dengan urusan pribadi.


"Maaf apa saya bisa masuk kedalam untuk meminta tanda tangan?" Tanya Adel.


"Eh kenapa?" Tanya Raya yang sadar akan kehadiran seseorang.


Adel menghela nafas panjang sebelum berbicara kembali kepada Raya.


"Saya ingin ketemu sama pak direktur untuk meminta tanda tangan beberapa dokumen." Ucap Adel.


"Letak disini saja dokumennya, nanti akan saya sampaikan." Ucap Raya.


"Tidak bisa, ini dokumen penting dan saya ingin menyampaikan secara langsung saja." Ucap Adel.


"Tapi didalam masih ada tamu. Kalau kamu mau menunggu sampai tamunya keluar, ya silahkan saja..." Ucap Raya.


"Kalau gitu saya tunggu saja disini." Ucap Adel.


"Saya rasa kamu bisa balik lagi nanti kesini, biasanya tamunya bakal lama keluar. Karena ini tamu penting bagi direktur kita." Ucap Raya.


"Emangnya siapa tamunya?" Tanya Adel.


"Salah satu saudara atasan kita. katanya masih ada hubungan keluarga. Saya juga kurang jelas siapa orang yang datang ini." Ucap Raya.


"Kalau begitu saya akan balik lagi nanti. Makasih infonya..." Ucap Adel.


Disaat Adel mau pergi, tamu yang ada didalam ruangan itu sudah keluar dengan membanting pintu yang membuatnya terkejut dan kaget bersama dengan Raya. Raya juga cukup kaget melihat kejadian itu. Tapi sebisa mungkin mereka mencoba tenang dan tidak terlihat kaget dihadapan tamu tersebut. Seorang cewek keluar dari dalam ruangan dengan muka kesal. Adel melihatnya sekilas dan saat perempuan itu melihatnya, dia langsung merubah arah pandangannya kedepan. Tamu yang sudah keluar itu langsung berlari keluar, sedangkan Adel langsung mengetok pintu atasannya...


Tok....Tok...Tok...


"Masuk."


Raya perlahan membuka pintu dan masuk kedalam ruangan tersebut.


"Maaf saya ganggu waktunya sebentar pak." Ucap Adel.


Tanpa melihat siapa yang datang tapiatasannya sangat mengenali suara barusan. Atasannya itu langsung melihat kearahnya...


"Saya gak merasa terganggu. Bisa gak kamu jangan panggil saya bapak? kan kamu sebelumnya udah janji gak akan bersikap formal didepan saya." Ucap Harry.


Harry adalah pimpinan perusahaan tempat Adel bekerja. Dia juga sudah sering jalan bareng dan melakukan pendekatan selama 6 bulan kepada Adel. Tapi Adel tidak memutuskan untuk menerimanya, karena Adel hanya menganggapnya sebagai atasan dan teman saja. Tapi tidak bisa dipungkiri semua perhatian dan perasaan tulus yang diberikan oleh Harry, membuatnya merasa dipedulikan. Karena jujur saja kedua orangtuanya tidak bisa memberikan rasa perhatian seperti itu kepadanya.


Disatu sisi, dia tidak ingin memberikan harapan tapi disisi lain dia juga tidak ingin kalau Harry menjauh darinya. Jadi Adel hanya menarik ulur perasaan atasannya itu. Untungnya atasannya ini adalah orang yang sabar dan tidak terlalu memusingkan sikap Adel tersebut. Sehingga Adel merasa lebih nyaman bertemu dengannya di kantor.


Tidak ada yang tahu kalau atasannya itu diam-diam sering mengajak Adel jalan, karena ADel meminta untuk merahasiakannya. Adel tidak ingin merusak citra atasannya diadapan karyawan atau bawahannya di kantor. Adel juga sellau mencertikan tentang atasanya ini kepada Ratu saja. Nisa yang tidak sengaja bertemu dengan Adel saat makan malam, menarik paksa dan meminta Adel menceritakannya.


Nisa sedikit merasa marah kepada Adel karena tidak pernah cerita tentang appaun kepadanya. Dia merasa tidak dianggap teman yang dipercaya oleh temannya. Tapi setelah Adel menceritakan alasannya, Nisa menjadi luluh dan tidak marah lagi kepadanya. Dia merasa Adel juga butuh privasi utuk dirinya sendiri. Apalagi Adel tidak pernah terlihat seperti ini sebelumnya. Banyak hal yang menjadi pertimbangan Nisa untuk menerima keputusan temannya itu.


Harry adalah seorang atasan yang sangat bertanggung jawab, manis, baik, sabar, dan saat tersenyum meperlihatkan lesung pipi. Hal itu yang membuatnya menarik dimata bawahannya. Kepada orang yang dia sukai, harry terlihat sangat perhatian dan peduli.


Dia sangat tulus melakukan apa saja asal orang tersebut bahagia saat bersama dengan dirinya. Baru pertama kalinya dia menyukai seorang perempuan seperti Adel. Dia merasa Adel adalah cewek yang sangat berbeda dengan cewek manapun yang pernah dia temui sebelumnya.


Menurutnya Adel adalah orang yang sagat mandiri, pekerja keras dan bertanggung jawab. Pertama kalinya dia menjatuh hati kepada Adel disaat Adel membantu orang lain yang sedang butuh bantuan disaat dijalan raya. Dia satu-satuny orang yang tidak kenal rasa takut menurutnya. Seorang nenek yang sedang menyebrang dan hampir saja ketabrak oleh mobil. Dia membantunya dengan menuntun nenek itu dengan perlahan walaupun banyak kendaraan yang mengkleksonin karena nenek itu berjalan dengan sangat lama saat itu. Sehingga membuat kemacetan di jalan raya. Dia menerima konsekuensinya apapun untuk menolong nenek tersebut. Perlahan rasa kagum menjadi rasa suka dia rasakan kepada Adel. Dan sudah berjalan 6 bulan ini.


Adel yang awalnya risih didekati oleh atasannya ini, tapi semakin mengenal kepribadian dan sikap atasannya membuat Adel tersentuh. Tapi alasan Adel tidak bisa menerima cinta atasannya karena dia tidak merasakan feeling apa-apa kepada atasannya ini. Begitu banyak hal yang sudah mereka jalani dan lewati tapi belummampu meluluhkan hatinya. Dia terus-menerus menolak pernyataan cinta yang dilontarkan oleh atasannya.


Banyak faktor yang dia pikirkan. Salah satunya adalah menjaga nama baik atasannya di kantor, dan dia belum merasakan gejolak cinta dari dalam dirinya untuk atasannya ini. Diatidak ingin atasannya terlalu berharap banyak padanya.


Bukan Harry namanya kalau menyerah begitu saja kepada Adel. Semakin dia ditolak semakin penasaran dia terhadap Adel. Semua informasi tentang Adel sudah dia kumpulkan. Termasuk keluarga, hobi, hal yang disukai dan tidak disukai, teman-temannya, aktifitasnya, banyak hal lain lagi. Walapun dia tidak pernah diperkenalkan oleh teman-teman dekat Adel, dia tidak pernah mempermasalahkannya.


Adel yang terlihat panik kalau ada orang kantor yang melihatnya berdua dengan atasannya. Sempat pernah ada kejadian, teman kantornya melakukan dinner ditempat dia makan malam dengan Harry, buru-buru dia pergi meninggalkan Harry dan mengirim sebuah pesan karena tidak bisa melanjutkan makan malam karena ada urusan mendadak padahal Harry sudah tahu jelas apa alasan sebenarnya. Tapi Harry hanya bisa menerima keinginan Adel. bagimanapun Adel punya alasan tersendiri.


Harry selalu membuat Adel nyaman saat berada didekatnya. Dia tidak ingin Adel meninggalkan dan menjauh darinya. Semua perasaannya hanya bisa dia pendam dan dia rasakan sendiri walaupun dia tahu jelas kalau cintanya bertepuk sebelah tangan, tapi tidak mematahkan semangatnya untuk mendekati Adel. Dia selalu ada disat Adel senang ataupun susah. Pernah sekali dia bertanya kenapa Adel tidak pernah bisa mempertimbangkan dan mencoba menjalain hubungan dengannya, tapi jawabannya selalu sama saja. Dia tidak ada perasaan apapun dan hanya menganggap Harry sebagai atasan dan teman baiknya saja.


Alasan terakhir yang membuatnya sempat down adalah Adel memberitahunya kalau dia menyukai seseorang dan sudah lama memendam perasaan kepada orang tersebut. Awalnya Harry ingin menjauhi Adel tapi semakin dia ingin menjauh, hatinya terus menolak tindakannya itu. Jadi dia hanya bisa mencintai sebelah tangan dan merasakan cinta yang tak terbalas sama sekali. Pengen rasanya Harry mengenal orang yang membuat Adel menyimpan perasaan mendalam ini, tapi sampai sekarang dia tidak pernah tahu siapa orang yang buat Adel seperti ini. Adel benar-benar menyimpan rapat informasi tentang orang tersebut. Hanya di buku diary nya dia menceritakan semua hal tetang orang itu. Dia menyimpan rapat dan tidak pernah menceritakannya kepada Nisa dan Ratu. Dia juga sangat berharap kalau keua sahabatnya itu tidak akan pernah tahu tentang orang yang dia sukai.


"Kamu kok diam aja? Emangnya permintaan saya terlalu berat untuk kamu lakukan ?" Tanya Harry.


"Eh maaf pak. Maksudnya Harry. Saya belum terbiasa kalau dikator memanggil dengan sebutan nama saja." Ucap Adel.


"Lama-lama kamu juga akan terbisa kok. Ada apa kamu kesini?" Tanya Harry.


Adel menyerahkan dokumen untuk ditanda tangani.


"Sebaiknya bapak periksa dan baca ulang, kabari saya kalau sudah ditanda tangani." Ucap Adel.


"Saya akan baca ini sebentar, kamu tidak perlu keluar ruangan. Kamu tunggu saya slesai baca dokumen ini. Kamu bisa duduk dulu di sofa." Ucap Harry.


"Tidak perlu pak, saya akan menunggu kabar dari bapak saja. Saya permisi dulu..." Ucap Adel yang ingin buru-buru mau meninggalkan ruangan.


"Kamu tidak dengar saya bilang apa tadi. kamu duduk di sofa !" UcapHarry menekankan kata agar Adel mengerti dan mengikuti kemauannya.


"Mmm...baik pak. Maksud saya Harry." Ucap Adel sedikit gugup.


Adel duduk di sofasambil menunggu atasannya membaca ulang berkas dan beberapa dokumen yang dia bawakan tadi. Sebenarya Harry sengaja melakukan itu kepadanya, karena sudah 2 hari ini Adel sangat cuek kepadanya. Dia ingin menatap Adel lebih lama lagi diruangan kerjanya. Padahal sebenarnya dia tidak perlu membaca ulang berkas atau dokumen yang dibawakan oleh Adel. dia sudah sangat percaya kalau kinerja Adel sangat baik di kantor. Sesekali dia memandang kearah Adel yang sedang duduk...


"Kalau kamu bosan menunggu, kamu bisa membaca majalah yang ada diatas meja atau mengambil minumn didalam kulkas." Tunjuk Harry.


"Tidak perlu pak. Saya akan menunggu saja." Ucap Adel.


Buru-buru ditepis ucapan atasannya itu, dia tidak ingin betingkah tidak sopan saat didepan atasannya. Bagaimanapun didalam kantor dia sangat menghormati atasannya itu. Kecuali disaat jam kerja sudah selesai, dia bisa saja sangat akrab atau mendiami, menyueki, seseuai dengan moodnya saja.


Harry sengaja memperlama dan menahan Adel diruangan. Adel yang sudah mulai bosan terlihat sangat kesal karena berdiam diri saja diruangan. Dia seharusnya bisa menyelesaikan pekerjaannya yang lain. Tapi dengan begini, dia melewatkan begitu banyak yang terbuang percuma saat ini. Harry mulai sadar kalau Adel sudah sangat tidak betah duduk. Akhirnya Harry segera menandatangani beberapa dokumen dan berkas tadi dan segera memberikannya kepada Adel.


"Maaf membuat kamu menunggu lama..." Ucap Harry.


"Sudah tugas saya pak. Jangan terllau sungkan.." Adel mengambil dokumen dan berkas dan segera pamit keluar dari ruangan tersebut.


'Atasan sama sekretarisnya sama-sama aneh banget. Pantasan aja mereka cocok bekerja sama. Tapi Raya beneran gak ngenalin gue sama sekali. Aneh banget sih padahal seharusnya dia tahu jelas kalau gue teman baiknya Ratu. Ah daripada pusing mending gue keruangan aja.' Batin Adel.


Adel melihat dengan pandangan aneh kearah Raya kemudian dia segera pergi keruangan kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya.


*****


Saat Kavin sampai dirumah, Bi Ina buru-buru menghampiri untuk menjelaskan kejadian hari ini...


"Den Kavin?" Ucap bi Ina.


"Ada apa bi ? Ratu dimana? dia gak kenapa-napa kan? apa dia sakit kok tumben gak nyapa aku pulang kerja bi?" Tanya Kavin.


"Anu den..." Ucap bi Ina yang masih bingung menceritakan kejadian tadi.


"Tadi kan non Ratu dapat banyak paket, tapi 1 kotak paket itu isinya ini..." Bi Ina menunjukkan kotak tersebut kepada Kavin.


Saat melihat isi kotak tersebut, Kavin sedikit kaget dan memeriksa nama dan alamat pengirim tapi tidak dia temukan sama sekali.


"Jadi Ratu dimana sekarang bi?" Tanya Kavin.


"Non Ratu masih kaget jadi seharian ini dia hanya tetidur saja di kamar. Dia tadi sempat histeris dan nangis juga den. Bibi juga sempat menemani non Ratu sampai tertidur." Jelas bi Ina.


"Makasih bi infonya, jangan lupa selalu hubungi saya kalau terjadi apa-apa. Bibi bisa hubungi saya kapan saja." Ucap Kavin.


"Bibi takut malah ganggu den Kavin, jadi bibi baru bilang sekarang." Ucap bi Ina.


"Lain kali bibi langsung telepon saya saja. Saya gak merasa terganggu kok." Ucap Kavin.


"Baik den Kavin." Ucap bi Ina.


"Kalau gitu saya samperin Ratu dulu bi. Saya mau lihat kondisi dia dulu. Oh iya bi? didalam mobi saya ada belikan beberapa makanan, bibi bisa tolong ambilkan..." Ucap Kavin.


"Baik den Kavin.."Bi Ina pergi mengambil beberapa bungkus makanan yang ada didalam mobil sedangkan pak Budi masih duduk diluar.


"Bi Ina? saya minta buatkan kopi ya." Ucap pak Budi.


"Oke. Ditunggu ya.." Ucap Bi Ina.


Bi Ina kembali kedalam rumah untuk mmbuatkan kopi untuk pak Budi supirnya Kavin. Pak Budi sudah ikut Kavin sudah lumayan lama, dia sangat setia dan tidak pernah melakukan hal yang merugikan. Dia selalu menjalankan tugas yang diberikan dengan baik oleh Kavi. Pak Budi juga tinggal dirumah Kavin dan Ratu untuk mempermudah kalau Kavin membutuhkannya. Bi Ina memberikan kopi kepada pak Budi...


"Kayaknya Pak Budi harus lebih ekstra lagi jaga rumah." Ucap bi Ina.


"Kenapa gitu bi?" Tanya pak Budi heran.


"Ada orang yang neror non Ratu, jadi mulai sekarang kita harus lebih waspada lagi. Kasihan kan non Ratu lagi hamil begini." Ucap bi Ina.


"Neror gimana bi?" Tanya pak Budi.


"Ada orang yang kirim paket isinya foto non Ratu sama darah yang mengalir dari burung yang mati didalam kotak." Jelas bi Ina.


"Serius bi ?" Tanya pak Budi.


Bi Ina memperlihatkan kotak tadi kepada pak Budi untuk lebih meyakinkan lagi.


"Iya bibi benar... kasihan non Ratu. Kok ada aja orang jahat didunia ini ya bi." Ucap pak Budi.


"Ya itu..bibi juga heran sama orang seperti itu. Kayak gak ada kerjaan aja." Ucap Bi Ina.


"Kita harus lebih hati-hati mulai dari sekarang bi. Kita harus menjaga non Ratu sebaik mungkin..." Ucap pak Budi.


"Udah pasti, bibi juga akan lebih ektra hati-hati lagi sekarang." Ucap bi Ina.


Kavin perlahan membuka pintu kamar, dia mlihat Ratu masih tertidur. Dia tidak ingin mengganggu istrinya saat ini. Kavin segera mandi dan turun kebawah untuk makan malam. Setelah itu dia naik lagi keatas. Dia melihat Ratu tidak ada ditempat tidur dan dia mendengar suara muntah dari luar pintu kamar mandi. Kavin segera masuk sekalian memeriksa keadaan Ratu.


"Kamu gpp sayang?"Kavin menepuk-nepuk punggung istrinya dengan lembut.


"Gak tahu nih Vin, daritadi aku mual dan muntah terus." Ucap Ratu.


"Kamu udah minum vitamin dan obat sayang?" Tanya Kavin cemas.


Ratu menggeleng dan lansung memeluk Kavin...


"Aku takut Vin. Aku juga gak tahu kenapa aku bisa setakut ini. Kotak tadi yang isinya darah dari burung membuat aku terus-menerus muntah seperti ini..." Ucap Ratu.


"Kamu gak usah khawatir, aku akan cari tahu siapa yang mengirimin kamu teror itu. Kamu cuman perlu tenangkan fikiran aja sayang. Sekarang kamu makan terus minum vitamin ya." Bujuk Kavin.


"Aku gak selera makan Vin. Aku masih terbayang-bayang isi kotak tadi." Ucap Ratu.


"Aku akan suruh bi Ina untuk buatin kamu bubur sayang. Kamu harus isi perut kamu. Kamu gak kasihan sama bayi kita yang ada didalam perut kamu." Ucap Kavin.


Ucapan Kavin ada benarnya juga, Ratupun segera menyetujui keinginan Kavin tersebut.


"Aku bantu kamu rebahan lagi ya sayang.Nanti kalau buburnya udah mateng, aku akan banguni kamu. Gimana ?" Tanya Kavin.


"Aku gak akan tidur lagi kok Vin. Udah seharian ini aku tiduran terus." Ucap Ratu.


"Kalau gitu kamu tunggu sebentar ya." Ucap Kavin.


"Iya Vin..." Ucap Ratu.


Kavin buru-buru turun kebawah dan menyuruh bi Ina untuk memaak bubur ayam dan memotong beberapa buah serta air hangat untuk Ratu. Sambil menunggu bi Ina masak, Kavin menghubungi seseorang untuk membantunya mencari tahu tentang paket tadi.


"Halo?" UcapKavin.


"Tumben lo telepon gue, ada apa?" Tanya Dimas.


"Gue butuh bantuan lo." UcapKavin.


Kavinpun menceritakan semua kejadian hari ini kepada Dimas. Dia sangat berharap Dimas bersediauntuk membantunya untuk mencari tahu hal tersebut.


"Gue akan usahain, tapi akhir-akhir ii gue sibuk. Gpp ya kalau gue perlahan aja cari tahunya. Gimana ? Atau lo minta bantuan sama orang lain aja kalau gak bisa menunggu kabar dari gue." Ucap Dimas.


"Gpp. Gue tunggu kabar dari lo aja. Cuman lo aja orang yang gue percaya untuk tugas ini." UcapKavin.


"Sebelumnya gue punya saran, sebaiknya rumah lo ditaruh cctv dibagian mana aja. Jadi kita bisa tahu apa yang terjadi dan bisa kita pantau juga." Ucap Dimas.


"Benar juga lo Dim. Tapi bukannya malah ketahuan nanti sama orang yang neror ya..." Ucap Kavin.


"Jangan terlalu mencolok cctv nya, uahakan tidak kelihatan dari luar." Ucap Dimas.


"Oke, nanti gue pikirkan gimana baiknya.Makasih saran dari lo. Sangat berguna buat gue sama Ratu. Jangan lupa kalau ada waktu, lo langsung cari tahu ya." Ucap Kavin.


"Tapi gak gratis kan?" Ucap Dimas.


"Yee dasar punya teman kok matre ya. Emang lo mau dibayar berapa? Bukannya lo lebih kaya dari gue." Ucap Kavin.


"Gue gak minta uang, gue minta saran dari lo aja. Bagaimana jadi cowok yang romantis..." Ucap Dimas.


"Hahahha...Kalau cuman itu tenang aja. Gue akan kasih saran dan tips secara gratis sama lo." Kavin sambil terkekeh menjawab Dimas.


"Dasar lo ya. Senang banget lo ya ngetawain gue. Awas aja lo. Ntar gue ceritaian sama Ratu tentang lo yang dulu. Pati Ratu ilfeel sama lo." Ancam Dimas.


"Jangan gitu dong Dim. Iya gue minta maaf karena udah ngetawain lo." Ucap Kavin.


"Oke gue maafin. Udah ya gue sibuk..." Ucap Dimas.


"Sibuk ngapain sih jam segini?" Tanya Kavin.


"Sibuk pacaran lah. jadi gue harap lo gak ganggu gue." Ucap Dimas.


"Oh oke...silahkan lanjutkan. Bye..." Kavin mengakhiri panggilan teleponnya.


Kavin melihat bi Ina yang sudah selesai memasak, dia bubur ayam, buah-buahan dan air hangat disatu nampan. Perlahan dia bawa sampai kedalam kamar. Dia menyuapi Ratu dengan perlahan. Ratu hanya bisa makan bubur 4 suapan saja. Kemudian langsung memuntahkan bubur tersebut.


"Kalau kamu gak seleramakn, kamu makan buah aja sayang." Ucap Kavin.


Ratu perlahan memakan potongan buah dan menghabiskannya. Sejujurnya dia sangat lapar tapi ntah apapun yang dia makan dia masih terbayang sama isi kotak tadi. Hal itu yang membuatnya sampai muntah berkali-kali. Setiap ingat isi kotak tadi membuatnya mual dan muntah. Kavin merasa sangat kasihan kepada istrinya.


"Kamu mau makan apa sayang? kamu makan vitamin aja ya ? biar bayinya kuat juga sayang." Ucap Kavin.


"Maaf udah buat kamu khawatir sayang." Ucap Ratu.


Kavin memberikan beberapa butir vitamin dan obat yang harus rajin dikonsumsi oleh ibu hamil. Kavin juga membawakan susu hamil untuk Ratu.


"Habis minum susu, kamu buat istirahat aja ya sayang. Kamu pucat banget soalnya. Gak tega aku ngelihatnya." Ucap Kavin.


Ratu meminum susu dan memeluk Kavin dengan hangatnya...


"Kamu jangan tinggalin aku sendiri, aku takut..." Ucap Ratu.


"Aku akan jagain dan temani kamu sayang, jadi kamu sekarang istirahat ya..." Ucap Kavin.


Ratu hanya mengangguk saja ...


Kavin mengelus lembut rambut Ratu dan membiarkan Ratu tertidur dalam pelukannya. Perlahan rasa takutnya mulai memudar dan dia bisa dengan tenang tidur dipelukan Kavin.


Kavin bersupah akan menghukum orang yang sudah membuat istrinya seperti ini. Seperti merasa tertekan, takut dan cemas.


'Kamu tenang aja sayang, kamu gak perlu khawatir, aku akan ngelindungi kamu dan bayi kita bagaimanapun caranya. Aku cuman butuh waktu untuk mencari tahu semuanya. Sebaiknya rumah harus lebih diperketat lagi penjagaannya, jangan sampai orang lain bisa masuk dan mengirim barang yang tidak jelas lagi.' Batin Kavin.


Kavin mencium sekilas kening Ratu dan mengubah posisi tidur mereka agar lebih nyaman untuk Ratu dan bayi yang ada didalam perutnya. Kavin merapikan selimut dan berbaring kembali disebelah Ratu sambil memeluknya.


*****


Sejak kejadin itu, penjagaan dirumah pun semakin diperketat oleh Kavin. Dia memperkerjakan 2 satpam yang bisa bela diri untuk melindungi keluarganya. Kavin juga mendengarkan saran dari Dimas untuk memasang cctv dari arah manapun agar bisa memantau lebih. Dia berpesan kepada kedua satpam itu untuk memperhatikan kiriman barang yang diterima. Jangan menerima barang yang tidak jelas nama pengirimnya. Itu pesannya yang harus dipatuhi. Bi Ina sama pak Budi juga lebih ekstra berhati-hati dari sekarang, bagaimanapun mereka tidak ingin majikannya kenapa-napa. Banyak hal yang berubah, Kavin menjadi lebih waspada dan lebih perhatian lagi kepada Ratu.


2 minggu selang kejadian itu, tidak pernah ada kejadian aneh lagi. Itu membuat Kavin bingung. Karena dia sudah sengaja memancing dan sangat berharap ada orang yang aneh dan terekam cctv. Tapi tidak dia temukan lagi. Sekarang Kavin fokus untuk menjaga dan merawat Ratu. Apalagi Ratu hari ini harus mengecek dan memeriksa kandungannya. Kavin selalu menemani kemanapun Ratu pergi. Tidak ada satu haripun dia lewatkan untuk memastikan kondii istrinya.


Sampainya di rumah sakit, Ratu diperiksa tensi dan berat badan setelah itu disuruh rebahan diatas tempat tidur untuk mengecek perkembangan bayi yang ada diperut. Saat di USG, dokter mendengarkan detak jantung bayi yang berdetak sangat kencang dan memprlihatkan jenis kelaminnya. Ratu dan Kavin sangat penasaran untuk mengetahui jenis kelamin bayi mereka. Jenis kelamin bayinya adalah....


*****


**Gimana pada suka gak? mohon berikan komentarnya yaa...


**


**Thor sangat mengharapkan para readers untuk memberikan komentar yang membangun untuk author agar author dapat memperbaikinya lagi kedepannya.


**


**jangan lupa di like yaa! Saran dan dukungan kalian semua bisa membuat author agar lebih semangat lagi dalam melanjutkan cerita ini kedepannya, jadi mohon kritikan berserta sarannya ya semuanya.


**


**Terimakasih masih setia membaca novel ini.


**


Happy Reading Guys!