Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
PERASAAN TAKUT?!



Hari ini ratu dan tommy sudah tiba di indonesia, ratu akan kembali kerumahnya dulu, tempat dia tinggal yang sangat dirindukannya. terutama kepada bibi yang bekerja dirumahnya. rumah ratu sudah sangat lama kosong, tapi bibi selalu bekerja disana. ratu selalu mengirimkan uang kepada bibinya itu.


ratu turun dari mobil kemudian berjalan ke depan rumahnya, sambil mengamati rumahnya yang begitu banyak kenangan di sana. ratu sempat terdiam beberapa saat, sampai akhirnya ditepuk bahunya dari belakang oleh tommy untuk kembali menyadarkannya dari lamunannya.


"kamu lagi mikirin apa?" kata tommy.


"gak ada! terlalu banyak kenangan disini." ucap ratu seraya tersenyum.


"kamu yakin bakalan baik baik saja kalo kamu kembali lagi dirumah ini? aku bisa menyarikan kamu rumah yang lain kalo kamu mau." tanya tommy yang sangat khawatir.


"beneran gapapa! aku mau disini saja. aku sangat merindukan berada disini." kata ratu dengan cepat untuk meyakinkan tommy.


ya sudah kalo begitu. aku percaya sama kamu!" kemudian tommy mengeluarkan koper koper ratu dan mengangkatnya memasuki rumah ratu.


sesampainya didalam, ratu langsung tersenyum haru sekalian memperhatikan sekeliling rumahnya dengan langkah pelan.


"NON RATU...!" teriak bibi.


"BI APA KABAR?" kemudian ratu menghampiri bibinya lalu memeluknya erat.


"bibi kangen sekali dengan non. akhirnya non balik juga!" kata bibinya dengan menitikkan air mana sangkin terharunya kembali melihat ratu kembali.


"duh kok jadi nangis sih bi. ratu juga kangen banget sama bibi!" kata ratu sambil kembali memeluk bibinya.


"non semakin cantik saja! oh iya non, dulu ketika non sudah pergi ke bandara, den kavin datang kesini mencari non. dia kelihatan sangat buru buru begitu, apalagi ketika bibi bilang non sudah pergi. dia sangat penasaran dengan keberadan non. apa dia pernah menghubungi non? sepertinya keadaannya saat itu sangat kusut dan sangat frustasi begitu." kata bibi menjelaskan.


begitu nama kavin disebut, tommy langsung datang menghampiri bibinya dengan menatap tajam. "bi jangan bahas orang itu lagi!" ancam tommy dengan ketus.


'kavin nyariin gue! kenapa gue gak tau? tapi buat apa dia kesini untuk nyariin gue lagi? setelah dia nyakitin gue? kenapa gue jadi mikirin dia begini sih? baru juga gue balik! sadar ratu sadar, lo sebentar lagi akan menikah dengan tommy! tommy itu cowok yang terbaik untuk lo! lupain semua hal tentang kavin, dia hanya masa lalu yang hanya datang untuk menyakiti lo aja.' umpat ratu dalam hati.


"tommy benar bi, jangan ungkit tentang dia lagi! kita berdua udah gak mau mendengar tentang dia lagi." ucap ratu dengan sangat tegas.


bibi hanya mengangguk mendengar perkataan dari majikannya ini. "baik non, maafkan saya sudah lancang." ucap bibinya dengan perasaan bersalah.


"gapapa kok bi. bukan salah bibi." ucap ratu sambil menepuk bahu bibinya dengan lembut.


"tom aku capek deh. sepertinya aku mau langsung istirahat aja dikamar. kamu mendingan pulang dulu ya." ucap ratu kemudian beralih menatap tommy.


"baik sayang! nanti malam aku kesini ya? kita makan diluar, oke?" kata tommy lalu setelah mendapatkan anggukan dan senyuman dari ratu. tommy berjalan keluar rumah ratu.


ratu perlahan memasuki kamarnya, disana masih terasa sama. bahkan didalam kamarnya masih ada foto dirinya bersama dengan kavin. ratu lalu mengambil foto itu dan melihatnya sambil mengusap usap foto itu. "semoga lo baik baik aja ya vin! dan lo akan selalu bahagia dimanapun itu, pasti sekarang lo udah manjadi cowok yang sukses, dengan adanya vika disamping lo! mungkin juga kalian sudah menikah dan bahagia." ucap ratu lalu mendadak sedih.


'gue sebenarnya kenapa sih? baru juga gue balik kesini. udah kembali memikirkan kavin lagi. please, tu! lo gak  boleh seperti ini lagi. sekarang udah ada tommy dihidup lo!' umpat ratu dalam hati sambil merasa gelisah dengan pikirannya barusan.


ratu akhirnya memutuskan untuk berbaring di kasur yang sangat dirindukannya selama beberapa tahun ini. karena lelah akhirnya ratu tertidur sangat pulas.


untungnya sebelum tidur ratu sudah membuat alarm. tepat jam 5 sore ratu terbangun lalu menuju kamar mandi untuk mandi dan segera bersiap karena nanti malam akan makan malam bersama dengan tommy.


ratu berjalan kebawah lalu dudkuk di sofa sambil menunggu kedatangan tommy untuk segera menjemputnya. tapi disela sela ratu menunggu, dia kembali teringat akan kenangannya duduk di sofa itu bersama dengan kavin, pada saat disitulah kavin menyatakan cintanya lalu ratu menerimanya kemudian kavin mencium ratu.


sampai ratu asik dengan lamunannya sesekali ratu tersenyum geli ketika mengingat itu semua. tanpa sadar tommy sudah berulang kali memanggil namanya berkali kali. tapi ratu tidak mendengarnya.


akhirnya tommy menepuk bahu ratu dengan pelan. "hai sayang? sejak kapan kamu datang." ucap ratu.


"kamu daritadi melamun terus deh. aku gak suka kamu begini terus, mendingan kmita balik lgi aja ke london." ucap tommy yang kesal dengan sikap ratu mulai dari siang hingga sekarang.


"aku gak melamun kok. ih kamu apaan sih, akunya gapapa sayang. yuk jalan." rengek ratu dengan manja sambil merangkul mesra lengan tommny.


tommy lalu menghela nafas dengan berat. "oke! tapi kamu janji tidak akan seperti ini lagi ya?"ancam tommy.


"siap! ih kamu cembuuan terus deh! aku kan sudah punya kamu sih sayang. kamu lupa ya beberapa bulan lagi kita akan menikah? aku cinta kamu tommy! hanya kamu." ucap ratu dengan meyakinkan tommy.


"iya sayang! maafin aku ya, aku terlalu takut dan khawatir berlebihan kalo itu semua berhubungan sama kamu." ucap tommy jujur.


"kamu gak perlu khawatir sayang! aku hanya mau menjadi nyonya tommy! bukan jadi milik cowok lain. kamu mengerti tunanganku ya posesif." ucap ratu dengan terus menggoda tommy.


"kamu gak ngerti sih jadi aku! kamu sih jangan cantik terus! aku gak suka jadinya, aku gak tenang tau." ucap tommy dengan muka cemberut.


"duh duh, tunanganku ini selain posesif, baperan juga ya!"


tommy hanya tertawa geli mendengar kata kata ratu barusan. "kamu bisa aja! dasar nakal!" ucap tommy lalu memeluk erat ratu.


'gimana aku gak takut tu? kalo aku tau perasaan kamu itu masih belum sepenuhnya milik aku!' batin tommy.


lalu mereka berdua pergi untuk makan malam. malam ini berlalu begitu cepat, tanpa sadar mereka sudah diluar hingga jam 11 malam. lalu tommy mengantar ratu kembali kerumah lagi.


*****


hari ini rencananya ratu ingin bertemu dari pemimpin dari perusahaan tempat dia akan bekerjasama. ratu sudah berada di sebuah restoran bersama wakil direkturnya yang telah ditunjuk ratu untuk mengurus semua keperluannya selama dia berada di london.


ratu asik menatap layar hapenya seraya menunggu kedatangan dari rekan bisnisnya yang baru. dari belakang tiba tiba mereka sudah datang dan disambut oleh wakil direktur ratu. posisinya ratu sedang membelakangi mereka.


"akhirnya bapak datang juga! selamat datang, dan perkenalkan ini direktur dari perusahana Glowratu, bu ini perkenalkan dari perusahaan Star In."


kemudian ratu mengulurkan tangannya dan berkata, "halo saya direktur dari glowratu." ucap ratu lalu menatap dengan tatapan kaget dan tidak percaya.


'KAVINNN!' Batin ratu.


"RATU..!" Teriak kavin lalu langsung memeluknya dengan sangat erat.


ratu masih sangat syok, ratu hanya mematung tidak membalas pelukan dari kavin. ratu masih berharap kalo ini semua hanya sebuah mimpi. mimpi indah.....