
Setelah kejadian itu, mereka bahkan belum pernah ketemu lagi sampai sekarang.
Ratu bingung dengan perasaannya, tapi dia tetap berbohong kepada dirinya sendiri. Dia berusaha melupakan apa yang telah terjadi dengan dirinya dan kavin.
'Kenapa kemarin jantung gue berdebar sampai sebegitunya? Gak mungkin..gak mungkin, debaran jantung gue pasti tidak berarti apapun juga!' Batin Ratu berusaha keras meyakinkan dirinya sendiri.
Ratu terus saja menggeleng - gelengkan kepalanya dengan cepat.
"Tidak mungkin lah gue jatuh cinta sama cowok seperti Kavin! Itu hal yang paling tidak akan mungkin terjadi didalam hidup gue." Ucap Ratu penuh keyakinan kepada dirinya sendiri.
****
Disisi lain Kavin yang udah berusaha juga selama ini membenci Ratu, ternyata memikirkan hal yang sama.
Kavin bahkan belakangan sering banget mimpiin Ratu. Tanpa sadar Kavin selalu saja memanggil nama Ratu ketika dia tertidur dengan pulasnya.
Tapi setelah sadar Kavin selalu menolak untuk memikirkan cewek seperti Ratu.
Bener kan kalo ada pepatah yang bilang, jauh dimata belum tentu jauh dihati. Buktinya mereka saling memikirkan satu sama lain tapi berusaha menolaknya juga.
Bahkan mereka yang tadinya sering ketemu ditempat biasanya mereka ketemu pun akhirnya memutuskan untuk saling menghindar satu sam lain agar tidak ketemu lagi, benar - benar tidak seperti mereka yang seperti biasanya.
Takut jatuh cinta?
Itu kata - kata yang paling gak ada lagi dalam kamus mereka yaitu cinta!
Tapi cinta itu kan datang dan tumbuh dengan sendirinya, bahkan biarpun mereka udah berusaha keras untuk menolaknya, tetap menghindar tapi hati kan tidak bisa berbohong.
****
Belakangan Kavin dan Ratu malah bolak balik pacaran lalu putus. Untuk menolak dan menguatkan hati mereka berdua supaya tidak saling memikirkan satu sama lain, lebih tepatnya biar cepat lupa apa yang selama ini membuat mereka kepikiran terus menerus.
Padahal sudah berbulan - bulan mereka tidak pernah ketemu lagi. Akan tetapi kenapa tetap belum bisa melupakan? Itulah yang hingga kini masih menjadi tanda tanya besar untuk keduanya.
Setiap kali Kavin ingin mencium pacar - pacarnya, dia selalu saja terbayang wajah Ratu sampai akhirnya dia memutuskan untuk tidak mencium pacarnya. Ada daya tarik sendiri yang membuat Kavin susah untuk mengungkapkannya, dia pun semakin tidak mengerti dengan dirinya sendiri.
Ratu juga merasa seperti itu saat pacar - pacarnya ingin mencium dirinya, Ratu dengan spontan langsung saja menghindarinya. Bahkan Ratu berusaha keras untuk menolaknya. Dia pun belum bisa merasakan hal yang dia rasakan ke Kavin saat mereka berada dijarak yang sangat dekat dan saling menatap dan memeluk seperti pasangan kekasih yang sedang dimabuk cinta.
****
Adel dan Nisa merasa kalo Ratu belakangan ini berubah, sudah tidak seperti Ratu yang mereka kenal dulu.
"Beb besok kita pergi pesta ya, kita mendapatkan undangan dari Tommy, dan katanya dia baru saja pulang dari luar negeri. Lo masih kenal kan?" Tanya Adel.
Tommy adalah cowok tampan, tinggi, putih, anak konglemerat, pengusaha muda, baru tamat sekolah dari sekolah terbaik di London. siapa yang gak kenal sama dia, banyak cewek yang udah ngantri untuk jadi pacarnya. Bahkan sampai ngaku - ngaku dan rebutan buat jadi kekasihnya. Tapi jangan ditanya dia terlalu dingin. Dan sampai saat ini belum ada satu cewek pun yang bisa buat dia jatuh cinta.
"Ah males, gue lagi males buat keluar - keluar nih, apalagi dengan yang katanya berpesta, gak banget deh. Mendingan kalian berdua saja deh." Jawab Ratu.
"Aduuuh beb lo kenapa sih belakangan ini jadi gak asik deh sejak kita pulang liburan dari pantai itu. Lo itu ya sekarang bedaaaa bangeeeet dari Ratu yang gue kenal." Ucap Adel geram.
"Perasaan kalian aja tuh. Guee biasa aja kok masih sama - sama dengan Ratu yang sebelumnya." Jawab Ratu.
"Ya udah berarti oke ya kita pergi pesta, aduh beb kapan lagi kita bisa ketemu Tommy. "
Kata Adel sambil membayangkan untuk ketemu Tommy sambil senyum - senyum gak jelas.
Setelah berpikir sebentat akhirnya Ratu menerima ajakan dari kedua sahabatnya itu. "Ya udah deh Iya.....iya gue ikut. " Jawab ratu pasrah.
"Naaaahhh gituuu dong, itu baru Ratu yang guee kenal. kalau begitu kita shopping dulu ya beb. Gue bingung nih mau pake pakaian apa." Kata Adel dengan sangar antusiasnya.
"Aduh deh ampun deh liat lo, ya udah deh terserah lo aja. Gue sih ikut - ikut aja." Kata Ratu.
"Asikkkk, kalau begitu ayok jalan sekarang." Kata Adel.
"Hmmp, iya. " Jawab Ratu ngikut aja.
****
habis guee bingung beb. jadinya beli aja deh semuanya. hehehe, sabar ya beb bentar lagi selesai kok. jawab adel.
lo macam baru kenal dia aja tuh. ribet banget kalo mau pergi pergi emang. kata nisa kesal karena udah 2 jam nungguin adel belanja.
iri banget deh lo nis! ini kan persiapan mana tau Tommy ngelirik gue kan! jawab adel centil.
iya udah terserah lo deh del. yang penting cepetan deh. kita tinggal ntar lo ya! lamaa amat, bosen guee. jawab nisa.
okeee siap boss! kalian emang sahaabt gue yang terbaik. kata adel.
secara serentak ratu dan nisa menjawab, iya terbaik buat nungguin lo shopping kan? yeeeee dasarrrrr!
lalu mereka pun tertawa bersama sama.
****
Ratu dandan sekedarnya aja karena pada dasarnya dia lagi males buat keluar apalagi pergi pesta. Tapi karena dipaksa sama Adel dan Nisa mau gimana lagi kan. Akhirnya ratu hanya pasrah untuk mengikut saja.
Ratu baru tiba untuk memarkirkan mobilnya lalu membuka hp melihat chat teman - temannya.
'Mereka udah sampai aja, emang niat banget ya mereka pergi pesta.' Batin Ratu.
"Haiii bebb sapa Adel dan Nisa bersamaan.
"Hai juga, kalian udah lama sampai?" Tanya Ratu.
"udah dong beb, lo aja yang kelamaan datang." Jawab Adel.
"Heheh, biasa beb macet." Jawab Ratu sekedarnya.
"Udah ah yuk buruan masuk." Kata Adel dan Nisa.
"Yuk." Jawab Ratu penuh dengan rasa males.
Hari ini rlRatu memakai gaun berwarna putih yang sesuai dengan kulitnya yang putih jadinya makin memancarkan cantiknya Ratu dengan polesan make up tipis yang makin membuat hati yang melihatnya langsung jatuh hati, dengan rambut dibiarkan terurai saja.
Adel hari ini dandan habis - habisan dengan menggunakan gaun warna merah yang menampilkan ke seksian Adel.
Berbeda dengan Adel, Nisa yang hanya dandan biasa aja dengan gaun berwarna hitam yang menampilkan kesan elegan dan natural.
Saat mereka bertiga baru memasuki ruangan, semua mata tertuju pada mereka bertiga.
Ada mata yang tidak asing yang terus menatap Ratu dan ternyata dan tidak lain adalah Kavin.
Mendadak Ratu membeku seketika dan diam seribu bahasa.
Ratu langsung menarik tangan kedua sahabatnya untuk jalan dengan cepat dan langsung berjauhan dengan Kavin.
Tapi sesekali mereka saling curi - curi pandang lalu saling membuang muka.
Tiba - tiba semua cewek berteriak memanggil nama Tommy dengan keras.
"Tommy...." Teriak para cewek - cewek yang sangat takjub dengan ketampanan dirinya.
Tommy baru berjalan masuk menggunakan jas hitam dengan gaya modern jaman sekarang. Simple tapi mewah. Sambil tersenyum dan melangkah masuk menyambut tamu - tamu undangannya.
Ratu tidak menyapa Tommy, hanya berdiri ditempat aja.
Tommy bertanya - tanya dalam hati, 'siapa cewek ini? kok dia gak menyapaku, cantik juga ini cewek berbeda dengan yang lainnya.' Batinnya.
Rasa ingin tau Tommy dengan terus - terusan saja menatap ke arah Ratu. Ratu bahkan tidak menatap Tommy sama sekali.
Tiba - tiba saja Tommy menghampiri Ratu, sekarang semua mata tertuju kepada Ratu dan Tommy.
*****