
Masa dimana orintasi siswa/siswi baru disluruh sekolah yang ada di Jakarta salah satunya di SMA Chandra Kesuma.
Nisa adalah salah satu siswi baru yang bersekolah disana. Ini adalah hari ke 2 dia melakukan kegiatan MOS (Masa orintasi siswa). Karena disekolah ini mos berlangsung selama empat hari.
Sebelum dilakukan kegiatan, siswa/siswi baru dibagi menjadi beberapa kelompok. Karena 1 hari sebelumnya hanya masa pengenalan dan pengarahan saja. Disaat pengarahan dijelaskan secara rinci berbagai kegiatan apa yang akan dilakukan untuk beberapa hari kedepan.
Pembagian kelompok juga dilakukan oleh para kakak senior. Tiap kelompok terdiri dari 15 orang. Masa-masa inilah Nisa pertama kali bertemu dengan Adrian. Tetapi mereka hanya kompak untuk melakukan kegiatan saja untuk satu tim.
Arahan dari kakak senior untuk mengenal teman 1 kelompok. Dan mereka semua mengikutinya untuk saling mengenal satu sama lain. Mereka semua tergabung dalam nama kelompok Anggrek.
Kegiatan hari ini adalah bermain game cerdas cermat. Kelompok yang nilah paling rendah akan mendapatkan hukuman. Udah pasti hukumannya dibuat oleh kakak senior dan tidak boleh dibantah sama sekali. Dan perwakilan setiap kelompok hanya 2 orang saja yang akan maju. Kelompok mereka menyuruh Adryan dan Nisa yang maju untuk mewakilkan kelompok anggrek.
"Jangan gue dong, gue gak bisa karena gak terlalu pintar untuk game beginian." Tolak Nisa.
"Gue juga, tapi kalau permainan olahraga gue bisa atau nyanyi. Coba cari orang lain aja." Ucap Adryan kepada anggota kelompok anggrek.
"Sama...kita semua mana ada yang bisa." Ucap salah satu teman mereka di kelompok yang sama.
"Jadi siapa dong? ntar kalau gue yang maju. Bisa-bisa kelompok kita yang kalah. Dan kasihan kan selain yang maju yang bakal dihukum. Kalian semua juga akan disuruh nulis dikertas double folio sebanyak 5 lembar tentang HAM (Hak azasi manusia)." Ucap Nisa.
"Gue juga gak mau jadi merasa bersalah sama kelompok kita. Sumpah gue gak bisa ikut cerdas cermat kayak begini." Ucap Adryan.
"Gpp kok. Yang penting kelompok kita ada perwakilan. Kalah dan menang gak masalah. Kita semua gak PD kalau tampil didepan." Ucap yang lain.
"Bener itu." Ucap yang lain serentak.
"Kalau gitu jangan salahin kita kalau bakalan kalah ya. Karena gue udah omongin dari awal." Ucap Adryan.
"Gak bakalan kok." Ucap salah satu dari mereka.
"Mana ini perwakilan dari kelompok anggrek, diharapkan segera maju." Teriak kakak senior dari depan.
Nisa masih belum yakin untuk maju kedepan.
"Pliss,,,jangan gue." Ucap Nisa.
"Dalam hitungan ketiga kalau kelompok anggrek gak ada juga yang maju akan diberikan hukuman yang berat ya." Ucap kakak senior lagi untuk memperingati..
"Udah mendingan kita maju aja Nis, gue gak mau kalah sebelum bertanding." Ucap Adryan menjulurkan tangannya kearah Nisa. Nisa yang terlihat sangat gelisah akhirnya memutuskan menerima tangan Adryan.
"Kita hitung sama-sama ya. 3...2.." Ucap kakak senir lagi.
"Perwakilannya ada disini kak.." Ucap Adryan sambil mengangkat tangannya.
"Oke segera maju." Ucap kakak senir lagi.
Saat berjalan kedepan, tangan Nisa digenggam erat oleh Adryan...
"Jangan modus ya lo... malah megangin tangan gue." Ucap Nisa sedikit berbisik.
"Jangan GR. Gue begini karena lo yang terlihat gugup banget." Ucap Adryan.
"Dasar !!! lo pasti cari kesempatan saat-saat seperti ini."Ucap Nisa.
"Lo lihat sendiri tangan lo dingin banget Nis, jangan mikir yang aneh-aneh deh. Gue bantu lo dengan tulus kok." Ucap Adryan.
"Sumpah gue gak bisa." Ucap Nisa.
"Gue juga."
"Permainan akan dimulai...beri tepuk tangan serta dukungan kelompok masing-masing." Ucap kakak senior melalui microfon.
Terdengar suara tepuk tangan serta banyak teriakan dari masing-masing kelompok....
Dan benar aja dari 15 pertanyaan kelompok anggrek hanya bisa menjawab 1 soal aja. Bisa dibilang memalukan banget sih secara Nisa dan Adrian termasuk deretan cowok tampan dan juga cewek cantik. Kelompok anggrek beneran kalah dan harus menerima hukuman apapun dari kakak senior.
"Kan gue bilang juga apa. Gue gak pintar untukurusan begini." Ucap Nisa.
"Jangan bawel deh, lagian udah terjadi tinggal menjalankan hukuman yang dikasih aja." Ucap Adrian.
"Untuk perwakilan kelompok yang nilainya paling rendah dan kalah akan mendapat hukuman. Ada 3 kelompok dengan nilai paling rendah yaitu kelompok anggrek, tulip, dan matahari. Segera berdiri disamping saya." Ucap kakak senior.
Mereka semu mengikuti arahan yang diberikan. untuk kelompok tulip akan mendapat hukuman untuk bernyayi dan menari, kelompok matahari mendapat hukuman membaca puisi dan pantun. Sedangkan untuk kelompok anggrek....berhubung perwakilannya cowok cewek maka akan mendapat hukuman untuk menyatakan cinta seromantis mungkin.
"Apa !" Ucap Nisa dan Adryan barengan. Mereka saling pandang kemudian melihat kedepan kembali. Saat ini mereka berdua hanya bisa sepasrah mungkin untuk menerima hukuman tersebut.
"Gue harus bilang apa nanti? sumpah gue aja belum pernah sama sekali untuk menembak cewek. Ini malah disuruh didepan umum." Ucap Adryan setengah berbisik ke telinga Nisa.
"Gue juga gak tahu. Jadi gimana dong?" Ucap Nisa sedikit khawatir.
"Aduh ! pusing nih gue dapat hukuman kayak gini." Ucap Adryan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Dua kelompok sudah menerima hukuman yang diberikan. Sekarang giliran Adryan dan Nisa. Adryan lagi berfikir untuk merangkai kata yang tepat. Tapi tetap aja masih tidak ada hasil sama sekali dipemikirannya.
"Ayo buruan nyatain..." Desak kakak seniornya.
"Kalau kamu susah merangkai kata bisa lewat nyanyian juga boleh. Yang penting seromantis mungkin." Ucap kakak senior lagi.
"Melalui nyanyian aja deh kak." Ucap Adryan.
Adryan mengambil microfon yang diberikan oleh kakak senior tersebut...
"Ini adalah sebuah lagu yang dalam banget maknanya, lagu yang akan saya nyanyikan adalah Hanya ingin kau Tahu dari Republik..." Ucap Adryan sebelum mulai menyanyikannya.
Republik - Hanya Ingin Kau Tau
Ku telah miliki
Rasa indahnya perihku
Rasa hancurnya harapku
Kau lepas cintaku
Rasakan abadi
Sekalipun kau mengerti
Sekalipun kau pahami
Ku pikir ku salah mengertimu
Reff :
Aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku
Tingginya khayalku bersamamu
Tuk lalui waktu yang tersisa kini
Di setiap hariku
Di sisa akhir nafas hidupku
Ow wooo wo wo wooo
Walaupun semua hanya ada dalam mimpiku
Hanya ada dalam anganku
Melewati hidup
Rasakan abadi
Sekalipun kau mengerti
Sekalipun kau pahami
Ku pikir ku salah mengertimu
Aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku
Tingginya khayalku bersamamu
Tuk lalui waktu yang tersisa kini
Di setiap hariku
Di sisa akhir nafas hidupku
Aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku
Tingginya khayalku bersamamu
Tuk lalui waktu yang tersisa kini
Di setiap hariku
Di sisa akhir nafas hidupku
Ow wooo wo wo wooo
Saat bernyanyi, Adryan seperti beneran mengungkapkan isi hatinya melalui sebuah lagu. Kata demi kata yang dia ucapkan bisa membuat orang yang mendengarkan menjadi luluh. Lagu ini sangat dalam artinya untuk orang yang sedang jatuh cinta. Tapi dia sangat mampu menyampaikan pesan dari lagu tersebut. Semua orang yang menyaksikan sangat baper melihatnya. Apalagi saat bernyanyi Adryan memegang tangan serta menatap mata Nisa tanpa henti. Nisa yang awalnya biasa aja menjadi salah tingkah saat ditatap terus-menerus oleh Adryan.
Sebenarnya Adryan tidak pernah bernyanyi untuk seseorang apalagi menyatakan perasaan, tapi melalui nyanyiannya tadi seperti orang yang sudah sangat mahir dalam hal merayu. Di akhir lagu,ntah kenapa air mata Nisa netes begitu saja. Terlalu mendalami sebuah lagu sampai membuatnya hanyut di lagu tersebut.
"Wow romantis sekali ya..." Ucap kakak senior yang menyadarkan keduanya. Adryan dan Nisa reflek melepaskan tangan mereka.
Semua orang yang menyaksikan berteriak histeris sampai bertepuk tangan melihat pertunjukkan barusan.
"Oke terima kasih semuanya yang sudah menjalani hukuman yang diberikan. Hari ini cukup sampai disini saja. Saya juga mengingatkan untuk kelompok yang kalah, jangan lupa untuk menyelesaikan menulis sebanyak 5 lembar di double folio. Besok siang dikumpul, bagi yang tidak mengerjakan akan diberikan hukumn tambahan." Ucap kakak senior.
Adryan dan Nisa langsung turun dari panggung dan bergabung kembali dengan kelompoknya.
"Ternyata suara lo bagus banget ya Adyan." Puji teman sekelompoknya.
"Baper banget lihat kalian berdua tadi. Kenapa gak jadian aja? Cocok banget tau?" Ucap yang lainnya.
"Ihh apaan sih kalian, kita cuman menjalani hukuman aja tadi." Protes Nisa.
"Besok-besok gue gak mau lagi mewakili kelompok kita." Ucap Adryan.
"Jadi lo nyesal tadi didepan?" Ucap Nisa.
"Bukan... jujur ini moment pertama banget bagi gue." Ucap Adryan.
"Kayaknya kalian perlu membahasnya deh. Lebih baik kita pergi aja jangan ganggu mereka berdua." Ucap yang lain. Semua anggota kelompok meninggalkan mereka. Nisa yang sudah membereskan barang-barangnya dan memasukkannya kedalam tas miliknya.
"Gue juga pergi." Ucap Nisa tapi malah ditahan tangannya oleh Adryan.
"Apaan sih Adryan? gue mau pulang. Capek banget gue hari ini." Ucap Nisa lagi.
"Jadi lo gak percaya kalau gue nyanyi seperti tadi didepan cewek baru pertama kalinya ?" Ucap Adryan.
"Gue gak percaya ! Jelas-jelas lo itu kayak orang yang udah mahir banget ngelakuin kayak tadi." Protes Nisa.
"Tatap mata gue. Kalau gue bohong pasti lo bakalan tahu." Ucap Adryan berusaha meyakinkan Nisa.
"Oke..." Nisa menatap matanya Adryan. Terjadi adegan salaing menatap satu sama lain yang mendadak membuat hati keduanya menjadi berdebar tak menentu.
Kakak senior yang melihat tingkah mereka malah meledekin mereka berdua yang masih saling pandang itu...
"Ciye...ciye... kayaknya bentar lagi ada yang bakal jadian nih." Goda kakak senior itu.
Nisa dan Adryan reflek seperti orang yang salah tingkah dan memandang kearah yang lain.
'Kenapa gue jadi begini ya. Ini karena baru pertama kalinya gue ditatap sama cowok selama ini.' Batin Nisa.
"Gimana ? udah percayakan sama gue ?" Tanya Adryan lagi.
"Oke gue percaya. Kalau gitu jangan halangi lagi. Sekarang gue mau pulang." Ucap Nisa.
"Tapi tunggu dulu. Gue penasaran kenapa tadi lo malah nangis diatas panggung?" Tanya Adryan.
"Gu--e tadi ha--nya mendalami lagu yang lo nyanyikan aja. Iya seperti itu." Ucap Nisa agak terbata.
"Kan gue udah jawab. Udah ya sekarang gue mau pulag. Bye..."Ucap Nisa yang langsung kabur dari Adryan.
Tanpa sadar Adryan menjadi senyum saat melihat tingkah Nisa barusan. 'Imut banget ya, baru kali ini gue ngerasain perasaan seperti ini.' Batin Adryan.
*****
Setelah selesainya kegiatan mos selama empat hari berturut-turut tersebut, semua siswa/siswi masuk kedalam kelas masing-masing. Didalam kelas tersebutlah Nisa mulai mengenal Adel dan Ratu. Karena mereka saat ini sekelas.
"Kenalin gue Ratu..." Sapa Ratu sambil mengulurkan tangan.
"Gue Adel...salam kenal ya." Ucap Adel.
"Dan lo siapa?" Tanya Ratu kepada cewek yang duduk dibelakangnya.
"Kenalin gue Nisa..." Ucap Nisa sambil bersalaman dengan keduanya.
Berhubung karena mereka bertiga yang datang barengan dan baru mereka juga yang datang lebih awal. Mereka sengaja datang lebih cepat untuk mencari kursi sesuai keinginan mereka masing-masing. Karena hal itu juga yang membuat mereka jadi saling mengobrol satu sama lain.
Ada satu persamaan kenapa mereka bertiga bisa menjadi akrab dan kompak salah satunya mereka memang hobi makan, dandan dan belanja. Jadi obrolan mereka bisa dibilang nyambung.
Selesainya mos, Nisa tidak pernah bertemu lagi dengan Adryan. Salah satunya karena berbeda kelas...
"Kemarin lo kan yang dihukum diatas panggung?" Tanya Ratu.
"Bener. itu gue... itu moment yang paling buat gue malu." Ucap Nisa.
"Kenapa mesti malu? Baper taulihat kalian berdua kemarin." Ucap Adel.
"Apaan sih. Itu juga hanya sebatas hukuman aja."Ucap Nisa.
"Jadi lo gak baper dinyanyiin cowok begitu?" Tanya Adel.
"Gak tahu sih !" Ucap Nisa.
"Lo gak ada perasaan gimana gitu sama cowok itu?" Tanya Adel lagi.
"Perasaan !!! gak ta-u juga." Ucap Nisa sambil memikirkan kejadian kemarin.
"Udah deh del, kok jadi introgasi Nisa kayak gitu sih." Ucap Ratu.
"Gue lihat kayaknya kalian saling suka deh. Dari tatapan kalian kemarin jelas banget tau?" Ucap Adel yang sok tahu.
"Emang kelihatannya gimana?kayaknya gue biasa aja deh." Ucap Nisa.
"Omongan Adel gak usah ditanggapi Nis, kayaknya dia sok tahu banget." Ucap Ratu.
"Ikhh Ratu !!!" Sewot Adel.
"Kayaknya kita bertiga cocok deh kalau berteman. Kayak seru aja gitu ngobrol bareng kalian." Ucap Nisa.
"Kalau gitu sekarang kita temenan ya." Ucapan Ratu yang dianggukkan oleh keduanya tanda menyetujui langsung.
Setelah itu, kemanapun mereka bertiga selalu barengan. Nisa dan Adel juga baru tahu kalau Ratu seorang playgirl karena ada alasannya. Jadi mereka berdua tidak ikut campur dalam hal percintaan Ratu tersebut. Sedangkan Adel dan Nisa sangat malas untuk menjalin sebuah hubungan atau pacaran. Mereka berdua hanya terlalu takut untuk memulai dan takut suatu saat akan terluka pada akhirnya.
*****
Selang 3 bulan kemudian,
Selama itu juga Nisa tidak pernah berpapasan lagi dengan Adryan. Dikarenakan Adryan yang sibuk mengikuti olahraga basket dan menjadi ketua saat ini. Jadi waktunya hanya tersita untuk latihan. Apalagi sebentar lagi akan ada pertandingan basket antar sekolah. Karena ditunjuk sebagai ketua, Adryan punya rasa tanggung jawab akan tim. Sebisa mungkin dia dan timnya melakukan yang terbaik yang mereka bisa.
"Ayoo... semuanya semangat mainnya. Kita harus buat sekolah kita menang dan bangga." Ucap Adryan.
"Udah pasti Ryan..." Ucap salah satu dari tim.
Pada saat pertandingan basket, Adel mengajak Nisa dan Ratu untuk menonton bareng...
"Sepulang sekolah ada pertandingan basket,gimana kalau kita ikutan nonton?" Ucap Adel.
"Gue mau pulang aja deh. Mau istirahat..." Ucap Nisa.
"Ayoo dong, gak asik banget sih malah langsung pulang." Bujuk Adel.
"Ya udah deh gue ikut nonton demi lo." Ucap Ratu.
"Gitu dong, kayaknya bakal seru nih pertandingannya antar sekolah gitu. Kali aja kita bisa cuci mata lihat cowok tampan disana." Ucap Adel.
"Bener juga lo Del...gue penasaran pengen lihat cowok dari sekolah lain. Siapa tau ada yang menarik." Ucap Ratu.
"Dasar playgirl." Ucap Nisa dan Adel barengan.
"Jadi gimana Nis? Lo ikut kita juga kan ? kalau berdua aja kurang seru dong." Ucap Adel lagi.
"Gimana ya...padahl gue pengen cepat-cepat pulang hari ini untuk istirahat. Tapi ya udah deh gue ikut kalian juga." Ucap Nisa.
"Gitu dong." Ucap Adel.
Mereka menonton pertandingan basket begitu antuasias, apalagi baru pertama kali menyaksikan langsung. Dari kejauhan, Nisa melihat seseorang yang tidak asing baginya. Yang selama ini tidak pernah dilihatnya lagi dan orang itu sekarang sedang ada dihadapannya sekarang sedang mendribbling bola dan memasukkan bola basket kedalam ring. Semua siswa berteriak sangat antusias saat sekolahnya mencetak angka demi angka. Dan ada juga yang mmberikan nyanyianberupa yel-yel untuk menyemangati para pemain.
"Nis...cowok itukan cowok yang nyanyi saat dipanggung sama lo." Tunjuk Adel.
"Gue udah lihat kok Del. Cowok itu namanya Adryan." Ucap Nisa.
"Ciyee... masih ingat aja ya." Ledek Ratu.
"Ternyata selain jago nyanyi, dia juga pintar banget main basketnya." Puji Adel.
"Ehem...ehem...kok senyum-senyum gitu lihatin Adryan ?" Goda Ratu lagi.
"Gue bilang juga apa Tu, gue yakin kalau mereka saling suka." Ucap Adel.
"Gue senyum karena dia mainnya bagus banget..." Ucap Nisa yang menjadi salah tingkah karena dilihatin kedua temannya.
"Terus apa hubungannya ?" Tanya Adel.
"Gak ada hubungannya. Gue senang aja lihat cowok bisa main basket gitu. Keren aja..." Ucap Nisa.
"Iya...iya kita ngerti kok." Ucap Ratu.
"Apaan sih kalian, udah ah kalau gitu gue mendingan pulang aja deh." Ucap Nisa.
"Jangan ngambek gitu dong beb, kita kan cuman bercanda aja." Ucap Adel.
"Habisnya kalian ledekin gue mulu." Ucap Nisa.
"Bercanda aja beb, habisnya lo serius amat ngelihatinnya." Ucap Ratu.
Saat pergantian pemain, Adryan sempat melihat kearah penonton. Dia melihat kearah Nisa yang sedang melihat kearahnya juga. Kemudian dia tersenyum dan melambaikan tangan kearah Nisa.
"Beb... kayaknya itu Adryan melambai dan tersenyum kearah lo deh.Lo kok malah diam aja." Ucap Adel.
"Emang iya ya. Kan disini banyak penonton. Gue gak mau GR deh." Ucap Nisa.
"Udah jelas itu arahnya ke elo beb." Ucap Adel lagi.
"Dibalas dong lambaian tangannya." Ucap Ratu.
Nisapun membalas melambaikan tangan sambil tersenyum kearah Adryan.
Pihak sekolah sangat bangga karena permainan basket tersebut sangat baik. Dan kemenangan pun diraih oleh sekolah Chandra Kesuma untuk ketiga kalinya. Nisa dan kedua temannya pun meninggalkan lapangan dan berjalan ke kantin untuk membeli minuman dan beberapa cemilan sebentar. Nisa yang lagi memesan minuman dikagetkan dengan kehadiran Adryan yang tepat disebelahnya.
"Hai.." Sapa Adryan.
"Haii juga. Selamat ya udah menang tadi." Ucap Nisa sambil menjulurkan tangannya.
"Makasih udah nonton. Udah lama banget ya kita gak pernah ketemu." Ucap Adryan.
"Lumayan lama sih, gue gak pernah lihat lo." Ucap Nisa.
"Gue sibuk latihan basket karena pertandingan ini." Jelas Adryan.
"Oh gitu ! Btw, gue kesana dulu ya gabung sama teman-teman yang lain." Tunjuk Nisa.
"Mau gue bantu gak bawain makanan sama minumannya." Tawar Adryan.
"Gak usah deh, gue gak mau ngerepotin." Ucap Nisa.
Adryan langsung mengambil makanan dan minuman dan membatu Nisa membawanya kepada teman-temannya.
"Makasih ya.." Ucap Nisa.
"Ehemm.. ehem..." Ucap Adel.
"Oh iya? kenalin ini teman-teman gue" Ucap Nisa
Adryan menjulurkan tangannya dan berkenalan dengan keduanya.
"Salam kenal gue Adryan." Sapa Adryan.
"Kenalin gue Adel..."
"Gue Ratu. oh iya? Selamat ya udah menang tadi."
"Iya makasih ya." Ucap Adryan.
Adryan menarik tangan Nisa untuk menjauh dari Adel dan Ratu sebentar,
"Kenapa tiba-tiba narik tangan gue sih?" Tanya Nisa heran.
"Gue boleh minta nomor hp lo ?" Ucap Adryan to the point.
"Oh kirain apaan." Nisa memberikan nomor hp nya kepada Adryan.
"Thanks Nis, kalau gitu gue kesana dulu ya." Ucap Adryan.
"Oh oke..." Ucap Nisa.
"ciye...ciye.... ada apa lo sama Adryan ? Sampai ditarik gitu tangannya?" Tanya Adel yang super kepo.
"Gak ada kok. Dia cuman minta nomor hp gue aja ." Ucap Nisa.
"Kayaknya ada yang bentar lagi jadian nih." Ucap Ratu.
"Gue gak yakin sih kalau Adryan suka sama gue." Ucap Nisa.
"Ya ampun Nisa... masak lo gak bisa lihat dan gak bisa peka sih. Kalau cowok itu sampai minta nomor hp lo berarti dia niat untuk lebih dekat sama lo." Ucap Ratu.
"Tuh dengar sendiri kalau palygirl udah ngomong, kan dia lebih bepengalaman untuk hal seperti ini." Ucap Adel.
"Resek lo Del.Tujuan gue kan baik biar Nisa lebih peka aja." Ucap Ratu.
"Masak lo gak merasa apa-apa gitu Nis?" Tanya Adel.
"Gak tahu ah. Gak usah dibahas lagi. Lebih baik kita makan aja habis itu pulang." Ucap Nisa.
"Udah biarin Nisa mikir sendiri bagaimana perasaannya." Ucap Ratu.
"Coba lo pikirin deh Nis apa yang kita omongin ke elo. Semua orang yang lihat juga tahu kali kalau Adryan itu suka sama lo." Jelas Adel.
"Iya iya ntar gue pikirin deh." Ucap Nisa.
'Apa iya ya kalau Adryan itu suka sama gue. Tapi dari yang gue lihat dia biasa aja deh ke gue. Gak tahu ah bingung gue... Gue juga masih bingung sama perasaan gue sendiri. Tapi gue masih ingat dengan jelas saat Adryan nyanyi didepan gue. Romantis banget sampai buat gue benar-benar tersentuh saat itu. Jujur setelah kejadia n itu gue selalu mikirin Adryan. Apa itu artinya gue su--ka sama dia.! GAK ! GAk ! Gue gak boleh mikir begini. Bisa aja Adel dan Ratu salah...'Batin Nisa.
Setelah makan, mereka bertiga memutuskan untuk segera pulang. Adel mengantar Ratu dan Nisa kerumahnya masing-masing.
*****
Gimana pada suka gak? mohon berikan komentarnya yaa...
Thor sangat mengharapkan para readers untuk memberikan komentar yang membangun untuk author agar author dapat memperbaikinya lagi kedepannya..
jangan lupa di like yaa! Saran dan dukungan kalian semua bisa membuat author agar lebih semangat lagi dalam melanjutkan cerita ini kedepannya, jadi mohon kritikan berserta sarannya ya semuanya.
Terimakasih masih setia membaca novel ini.
**Happy Reading guys!
**