Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
Saling Rindu



Satu minggu kemudian...


Ratu dan Kavin semakin hari semakin mesra saja. Sore ini mereka janjian untuk membeli cincin pernikahannya. Kavin berjanji kalau ia akan menjemput Ratu dan pergi bareng ke toko perhiasan.


Saat diperjalanan, Kavin malah kejebak macetnya Jakarta padahal ia sudah sengaja pulang kerja dengan cepat. Hp Kavin pun mati total sehingga ia sama sekali tidak bisa menghubungi Ratu.


'Aduh gawat nih, Ratu pasti bakalan ngambek lagi kalau begini! karena gue gak bisa dihubungi. Gimana dong carger gue juga ketinggalan di kantor karena gue tadi buru-buru. Apes banget gue, kalau lagi menyiapkan atau membahas tentang pernikahan pasti ada aja masalah. Ribet banget sih!' Batin Kavin yang lagi kesal karena tidak bisa menghubungi Ratu.


Ratu yang sudah siap sedaritadi, malah merasa sangat kesal karena Kavin belum muncul - muncul juga. Akhirnya Ratu mencoba untuk menghubungi Kavin tapi nomornya tidak aktif.


'Kavinnnn! Kenapa sih selalu saja begini? Kenapa disaat mau pergi seperti ini malah tidak bisa dihubungi! Kemana sih kamu vin.' Batin Ratu yang kesal.


Udah 1 jam lebih tapi Kavin belum muncul juga. Ratu pun semakin merasa gelisah, Ratu sedaritadi berjalan mondar mandir tidak jelas. Ratu tidak bisa tenang sama sekali. Mood Ratu seketika berubah. "Tau seperti ini mendingan gue tadi siap - siapnya gak usah buru - buru. Kenapa si kamu Vin gak pernah ontime! Sekali aja kamu gak buat gue emosi." Ucap Ratu dengan kesalnya.


Kemudian Ratu berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri dengan cara menarik nafasnya dengan perlahan kemudian langsung menghembuskannya begitu saja. Setelah menjadi jauh lebih tenang lagi akhirnya Ratu duduk sambil terus berpikir hal - hal positif.


'Sabar Ratu....lo harus sabar-sabar menghadapi Kavin mulai sekarang. Dan anggap aja ini ujian pernikahan.' Batin Ratu.


Karena merasa telah bosan menunggu, akhirnya Ratu memutuskan untuk bermain game di hp nya. Gak berapa lama kemudian Kavin datang dan menghampirinya.


Kavin berlutut dihadapan Ratu sambil membawakan seikat bunga mawar putih kesukaan Ratu. "Sayang....maafin aku ya." Ucap Kavin dengan muka bersalahnya.


"Hmmm....." Ucap Ratu tanpa menoleh kearah Kavin.


"Tuh kan kamu masih marah sama aku, aku tau kok kalau aku ini menyebalkan. Kamu mendingan marahin aku terus deh daripada kamu diemin aku kayak begini." Bujuk Kavin.


Tapi Ratu malah nyuekin Kavin habis - habisan.


"Sayang...maaf dong, tadi macet sayang, lalu hp aku mati dan aku lupa bawa carger karena udah buru - buru tadi." Kavin berusaha untuk menjelaskan kepada Ratu.


"Kamu tau gak Vin kalau alasan kamu itu sudah terlalu sering banget kamu katakan? Sampai - sampai aku hapal semuanya tau gak, aku gak marah Vin, aku cuma kesal aja karena kamu sama sekali tidak bisa menghargai waktu. Kamu itu selalu saja menganggap semuanya mudah! Karena apa? Karena kamu selalu berpikiran kalau semua cewek bisa dengan mudah memaafkan kamu. Kamu itu egois Vin." Ujar Ratu yang meluapkan semua isi hatinya.


Kavin hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya saja, Kavin sadar betul semua yang dikatakan sama Ratu itu benar adanya. Jadinya Kavin sama sekali tidak membantah ucapan Ratu.


"Iya aku janji Tu, aku akan berusaha untuk merubahnya." Ucap Kavin sambil memegang kedua tangan Ratu.


Ratu tersenyum, "Ini kata - kata kamu yang sudah sering banget kamu ucapkan Vin. Hmmm...ya udah deh aku capek bahas ini terus sama kamu. mendingan kita pergi sekarang." Ucap Ratu sambil melepaskan tangannya dari Kavin.


Ratu sudah beranjak berdiri dari posisi duduknya saat ini. "Ayo Vin..." Ucap Ratu sambil berjalan meninggalkan Kavin yang masih merasa bersalah kepada Ratu.


Kemudian Kavin membukakan pintu mobil untuk Ratu lalu Ratu pun masuk dengan cepat dan kemudian memakai seatbelt nya. Tanpa ingin berlama - lama lagi Kavin pun masuk kedalam mobil dan segera mengemudikan mobilnya dengan cepat.


Sepanjang perjalanan, Kavin sesekali mengamati Ratu hanya diam dan masih ngambek terhadap Kavin. Kavin tahu dan sadar kalau Ratu masih kesal terhadapnya. Tapi bukan Kavin namanya kalau langsung menyerah dengan sikap Ratu, Kavin punya sejuta cara untuk membuat Ratu benar - benar ceria lagi dan memaafkan dirinya.


Kavin malah semakin sengaja memutar musik dengan volume yang sangat keras. Sehingga membuat Ratu menatap dirinya, dia malah berlagak tidak tau apa - apa.


Ratu merasa bahwa Kavin tidak menyadari kesalahannya dan malah membuat Ratu semakin kesal, akan tetapi Ratu berusaha untuk tidak terpancing lagi dengan Kavin. Kemudian Ratu menghela nafas panjang melihat Kavin yang tidak peka terhadap dirinya.


'Ngeselin banget nih lo Vin...memang sih udah minta maaf tapikan gue masih kesal sama kamu Vin, kamu kira enak ya nungguin kamu satu jam an gitu.' Batin Ratu.


“Kamu kok diam aja daritadi sayang?” Ucap Kavin Sambil memegang tangan Ratu.


'Sadar juga kamu Vin kalau aku diam saja.' Batin Ratu.


"Gak papa kok...kamu fokus nyetir aja vin." Sambil Menarik kembali tangannya yang dipegang Kavin.


“Kamu masih marah ya sama aku? Aku beneran minta maaf tadi tu beneran macet banget sayang."


“Habisnya kamu itu ngeselin banget tau gak! Apalagi kamu gak bisa dihubungi seperti itu. Hobby kamu itu selalu saja membuat aku marah dan kesal terus sama kamu ya Vin." Ucap Ratu dengan ketus sambil menatap tajam Kavin.


“Iya sayang aku juga gak tau kalau hp aku lowbat dan cargernya ketinggalan di kantor karena buru-buru tadi. Jangan ngambek lagi ya ratuku....” Rayu Kavin sambil memasang muka memelas.


"Hmmmmm......"


"Tuh kan....ayolah sayang senyum ntar cantiknya hilang lho kalau cemberut begitu terus." Rayu Kavin.


“Ih apaan sih! Itu karena kamu tau gak, Ya udah deh aku maafin kamu, aku capek dan malas ribut sama kamu terus - menerus." Ucap Ratu jujur.


“Nah gitu dong sayang, Kalau senyum gitukan cantik sayang. Tapi senyumnya harus di depan aku aja...aku gak mau nanti banyak yang suka sama kamu." Ucap Kavin Sambil mengelus pipi Ratu dengan lembut.


“Aku malah sengaja senyum didepan cowok lain biar banyak yang suka sama aku trus kamu marah." Ucap Ratu dengan sengaja membuat Kavin menatapnya tajam.


"Awas aja kalau kamu berani." Ucap Kavin.


"Emangnya kenapa?" Tanya Ratu berlagak tidak tau apa - apa.


"Coba aja kalau kamu berani, aku akan cium kamu didepan cowok yang kamu senyumin itu." Ancam Kavin.


"Posesif banget sih pacar aku ini...” Ucap Ratu sambil mencubit gemas pipi Kavin.


“Karena aku sayang sama kamu...”. Ucap Kavin Sambil mencium tangan Ratu.


30 menit kemudian mereka pun sampai di Toko perhiasan yang ada di salah 1 Mall di Jakarta. Kavin dan Ratu turun dari mobil dan masuk ke Mall tersebut.


Toko tersebut ada di lantai 3. Kavin dan Ratu naik lift...setelah keluar dari lift. Mereka langsung mencari toko tersebut. Mereka melihat-lihat design cincin pernikahan yang ada disana. Setelah menemukan yang sesuai dengan keinginan mereka kemudian mencobanya. Kavin memilih cincin yang polos sedangkan Ratu memilih cincin yang ditengahnya ada permata berliannya.


Awalnya mereka berdua sempat beradu mulut karena perbedaan pendapat, tapi pada akhirnya Kavin mengalah untuk Ratu. Kavin tidak ingin karena hal ini akhirnya mereka berdua ribut kembali.


Setelah sepakat, mereka berdua membayar dan sempatin makan di dalam Mall tersebut kemudian merekapun pulang. Setelah mengantar Ratu pulang, Kavin pun balik ke kantor sebentar untuk mengambil cargernya yang tertinggal dan setelah itu ia pun pulang kerumah.


*****


Karena kesibukan pekerjaan mereka masing-masing, Kavin dan Ratu sudah 3 minggu tidak bertemu. Jadi, sepulang kerja Kavin berencana untuk menjemput Ratu di kantor tapi ia tidak memberitahunya.


Terpisah selama 3 minggu membuat Kavin sangat merindukan Ratu. Saat Ratu keluar dari kantor, Kavin langsung menghampiri dan langsung memeluknya. Ratu yang juga kangen langsung membalas pelukan Kavin.


“Kangen banget sama kamu sayang...” Ucap Ratu Sambil mengelus punggung Kavin.


“Sama aku juga lebih kangen sama kamu sayang... makanya aku sengaja gak ngabari kamu


dan langsung menemui kamu sekarang."


“Aku pikir karena kamu sibuk jadi seharian gak ada telepon dan balas pesan aku."


“Aku mau kasih kamu kejutan dengan kehadiran aku disini sekarang”. Makin memper


erat pelukannya.


“Memang hadirnya kamu disini kejutan banget sih buat aku sayang...gak nyangka sih karena


aku tau kamu sibuk banget..”.


“Gak ketemu kamu 3 minggu itu rasanya kayak gak ketemu 3 tahun aja....” Ucap


Kavin dengan jujur.


“Kamu itu paling bisa ngegombal ya. Dasar PLAYBOY!"


“Tapi kamu suka kan?” Tebak Kavin


“Iya mau gimana lagi? Kan sudah terlanjur?” Goda Ratu.


“Maksud kamu apaan? Kamu nyesal ya pacaran sama aku." Ketus Kavin.


“Udah terlanjur cinta maksudnya sayang. Makanya didengarin dulu kalau aku lagi ngomong, ini masih setengah kamu sudah membuat kesimpulan sendiri saja."


"Habisnya kamu bilangnya udah terlanjut begitu, aku aku jadi berpikir kalau kamu terpaksa aja nerima cinta aku sayang." Ujar Kavin sambil cemberut.


"Gak kok, kamu tau kan kalau aku suka kamu, kamu pernah gak nanyain sama aku apa alasan aku suka sama kamu padahal ya kamu itu menyebalkan begini." Ucap Ratu sambil menatap Kavin.


Kavin menggeleng, "Aku gak perlu tau alasannya sayang, karena cinta itu datang dengan sendirinya tanpa kita minta." Ucap Kavin.


"Tapi menurut aku kamu harus tau alasannya kenapa aku kok bisa jatuh cinta sama cowok playboy seperti kamu ini." Ucap Ratu.


"Ya udah....ya udah, apa alasan kamu kok bisa jatuh cinta sama aku?" Tanya Kavin.


"Karena aku bisa mendapatkan kenyamanan yang aku tidak temukan di cowok manapun. Itu hanya ada di kamu Vin. Seberusaha apapun aku untuk menolak kamu, tapi hati aku terus saja menuntun aku untuk terus menuju ke kamu." Ujar Ratu dengan jujur.


“Ah sayang kamu bisa aja! Makasih ya, aku benar - benar semakin sayang aja nih sama kamu. Selamat karena kamu sudah berhasil merubah cowok brengsek seperti aku ini berubah menjadi Kavin yang baru. Yang percaya dengan yang namanya cinta sejati itu ada." Ucap Kavin.


Perlahan Kavin melepaskan pelukannya dan mengambil bucket bunga mawar yang ada di dalam mobilnya kemudian langsung memberikannya kepada Ratu.


"ini untuk cewek paling spesial dihidup aku yang selalu saja mewarnai hari - hariku." Ucap Kavin sambil memberikan bunga mawar putihnya.


“Makasih sayang...cantik banget nih bunga mawarnya. Kamu manis banget sayang. Tambah sayang deh sama kamu?” Sambil mencium bunga yang dipegangnya.


“Iya dong sayang...kamu suka kan? Oh jadi gitu ya? Yang dicium Cuma bunganya aja akunya gak. Hmmmm." Ucap Kavin Sambil ngambek ke Ratu.


“Kamu tuh ya, modus banget emang. Tapi aku lebih menyukai kamu kok daripada bunganya." Ucap Ratu dan langsung mencium pipi Kavin.


“Gitu dong sayang. Kan jadi tambah semangat kalau kamu cium begitu."


“Ih... apaan sih vin. Itu sih maunya kamu ajakan."


'Beruntung banget nih aku...Kavin benar-benar manis banget sekarang. Disela-sela kesibukannya masih bisa memberi kejutan begini' .Batin Ratu sambil senyum - senyum sendiri di dalam mobil Kavin.


Kavin membawa Ratu untuk makan malam bersama dengan dirinya. Mereka berdua benar - benar menghabiskan waktu yang sangat lama dan saling melepaskan rindu satu sama lainnya. Sebenarnya Kavin masih tidak rela untuk berpisah dengan Ratu, akan tetapi Kavin juga tidak bisa egois untuk membiarkan Ratu yang sudah sangat kelelahan seperti itu. Akhirnya dengan berat hati Kavin mengantar Ratu pulang kerumahnya. Kemudina setelahnya Kavin pun langsung pamit pulang.


*****


Di dalam kamar, Ratu menyimpan bunga mawar yang dikasih Kavin tadi ke dalam vas bunga yang kosong. Dengan perasaan yang masih berbunga - bunga juga tentunya, Ratu terus saha tersenyum - senyum sendirian sambil membayangkan wajah Kavin terus menerus.


Setelah selesai dengan lamunannya, Ratu pun akhirnya memutuskan untuk mandi mandi air hangat. Lalu selesai mandi Ratu pun langsung mengenakan pakaian tidurnya.


'Gak terasa 2 bulan lagi gue nikah sama Kavin. Semoga semuanya lancar sesuai dengan rencana. Aminn....' Batin Ratu yang memikirkan hari pernikahannya yang semakin dekat saja.


Akhirnya pun Ratu tertidur dengan lelapnya..karena belakangan ini ia sangat sibuk sehingga badannya terasa sangat lelah.


Flashback on


Karyawan toko bunga tersebut memberitahukan makna bunga mawar putih ini yaitu Selain simbol  ketulusan cinta, kesucian, dan kemurnian. Pemberian bunga mawar putih ini bisa jadi momen pernyataan kesetiaan.


Setelah karyawan toko tersebut memberitahukan artinya Kavin pun tertarik membeli bunga itu untuk diberikan kepada Ratu. Karena Setau Kavin Ratu memang menyukai mawar putih.


'Cantik banget ini bunga mawarnya...semoga Ratu senang saat menerimanya.' Batin Kavin.


Flashback Off


*****


Sedangkan Kavin yang baru sampai rumahnya langsung membersihkan diri kemudian tiduran dikamarnya. Saat dia baru memejamkan mata, hpnya berdering dengan sangat kerasnya. Akhirnya Kavin memutuskan untuk membuka matanya kembali.


'Siapa sih malam - malam gini ganggu istirahat gue istirahat aja!' Batin Kavin yang masih menahan ngantuk.


Tanpa melihat siapa yang menghubungi, Kavin langsung mengangkatnya.


“Haloo, Siapa nih?” Ketus Kavin.


“Halo Kavin maaf tante ganggu malam - malam begini ya. Tadi tante menghubungi Ratu tapi tidak diangkat, apa mungkin Ratu udah tidur dia ya?" Tanya Mamanya Ratu.


'Aduh mati gue...bisa - bisanya gue angkat telepon dengan ketus seperti tadi.' Batin Kavin.


“Maaf Tante tadi Kavin gak lihat siapa yang menelpon. Emangnya ada apa tante?"


“Rencananya besok Tante sama Om mau datang ke Jakarta mengunjungi Ratu. Bisa tolong kamu sampaikan ke Ratu ya Vin."


“Oke tante besok Kavin sampaikan ya..”


“Thankyou Kavin...”


“Sama - sama Tante."


Kavin terus saja merutuki dirinya sendiri. "Bodoh banget si lo Vin! Bisa - bisanya seperti itu."


Setelah teleponnya berakhir Kavin akhirnya tertidur lelap.


*****


Besok paginya Kavin mengirim pesan kepada Ratu.


Kavin :


Pagi sayang. Gimana tidur kamu? Nyenyak kan? Oh iya, tadi malam Mama kamu ngubungi aku, katanya Mama dan Papa kamu mau ke Jakarta hari ini.


Ratu yang lagi bersiap untuk pergi bekerja pun membuka pesan dari Kavin kemudian membalasnya.


Ratu :


Pagi juga sayang. Nyenyak kok, kalau kamu gimana? Oh iya? Pantesan banyak panggilan masuk dari Mama tadi malam. Makasih infonya ya sayang.


Kavin :


Sama dong kalau gitu, tidur aku juga nyenyak banget nih. Iya sama - sama sayang.


Ratu :


Ya udah kalau begitu kamu semangat ya kerjanya hari ini. Love you!


Kavin :


Pastinya sayang! Kamu juga ya, love you too!


Ratu yang melihat pesan dari Kavin hanya senyum - senyum sendiri saja, kemudian Ratu meletakkan hp nya di dalam tasnya. Ratu pun berniat bekerja setengah hari saja, karena ia ingin menyambut kedatangan Papa Mamanya secara langsung.


Kedatangan Mama dan Papanya Ratu adalah untuk membantu persiapan pernikahan Putri mereka. Pukul satu siang mereka sudah berada diperjalanan.


“Mama sudah ngabari Ratu kalau hari ini kita akan ke Jakarta kan?” Tanya Papanya sambil menyetir mobil.


“Udah Pa. tapi melalui Kavin karena Ratu tidak mengangkat telepon Mama tadi malam."


“Baguslah kalau begitu Ma."


Diperjalanan Papa Ratu fokus menyetir sedangkan Mamanya tertidur pulas sampai Jakarta. Setibanya di rumah Ratu, Papa Ratu membangunkan Istrinya.


Ratu yang melihat kehadiran Papa Mamanya pun langsung keluar rumah dan menyambut kehadiran mereka. Ratu begitu antusias menyambut kedatangan Papa Mama yang sangat dirindukannya itu.


"Papa! Mama!" Teriak Ratu sambil berlari menghampiri kedua orangtuanya itu.


“Hai sayang...” Ucap Mama Ratu sambil cipika cipiki dengan Ratu.


“Hai sayang... baru sebulan gak ketemu kamu udah makin gendut aja nih...”  Goda Papanya sambil cipika


cipiki dengan Ratu.


"Ih Papa apaan sih! Baru juga datang udah ngeledek Ratu terus." Ucap Ratu sambil cemberut.


Ma....bilangin Papa dong biar gak mengejek Putrinya terus menerus." Rengek Ratu kepada Mamanya.


“Gapapa dong sayang, itu berarti kamu bahagia sama Kavin." Ucap Mama Ratu Sambil memgelus rambut Ratu.


“Ih Mama sama aja nih kayak Papa! Udahan dong ngeledeknya." Ratu semakin cemberut kepada Papa


Mamanya.


Papa dan Mama Ratu hanya semakin gemas sendiri melihat tingkah laku Ratu.


“Kamu itu udah mau nikah masih aja ngambekan sayang...”


“Habisnya Papa sama Mama ngeselin deh..."


“Kan biar kamu semangat olahraga bareng Mama...jadi nikah nanti badan kamu ideal sayang....” Bujuk Mamanya.


“Udah daripada kamu terus ngambek begitu, mendingan sini bantuin Papa aja."


Kemudian Ratu membantu Papa Mamanya mengeluarkan barang dari bagasi dan membawanya masuk kedalam rumah. Ia juga sudah membelikan makanan untuk mereka makan bersama.


Ratu dan Mamanya membahas tentang konsep pernikahan. Ratu memilih konsep semi outdoor. Ia ingin pernikahannya diadakan di Chakra yang berlokasi di The Breeze, BSD City. Suasana yang ditawarkan di sana benar-benar manis dan romantis. Ia dan Kavin bisa berdiri di atas lounge yang dikelilingi danau yang indah. Kapasitas undangan di sana adalah 1.500 orang. Cocok untuk dia yang memang ingin mengundang banyak tamu. Mama Ratu setuju dan sependapat atas konsep yang dipilih Ratu.


Ratu juga meminta saran kepada Mamanya tentang gaun pernikahan yang akan ia kenakan. Karena terakhir kali ia bertemu dengan WO, dia masih bingung memilih gaun pengantinnya. Rencananya ia akan memakai adat sunda saat akad dan memakai konsep internasional saat resepsinya. Mamanya hanya mendukung apapun yang Ratu inginkan.


Dekorasi bunga yang dipilih Ratu adalah bunga mawar putih yang dipadukan dengan mawar merah. Dan tamu undangan yang hadir harus memakai baju bewarna putih. Ia ingin nuansa dekorasi sama gaun yang dipilihnya senada warnanya. Konsep dekorasi pilihannya adalah “White Princess"


Mama Ratupun mengerti pilihan anaknya. Karena warna favourite anaknya adalah warna putih. Dan tidak lupa Ratu juga menunjukkan cincin pernikahan yang ia beli kepada Mamanya.


“Gimana menurut Mama cincinya? Bagus kan Ma?” Tanya Ratu sambil memamerkan dan mengunakan cincinnya itu Mamanya.


“Cantik sekali sayang! Pilihan kamu memang tidak bisa dianggap remeh sayang. Cincin yang kamu pilih simpel dan elegan kalau dipakai. Mama suka pilihan kamu...”


“Beneran Ma? Duh senangnya. Berarti kita punya selera yang sama Ma..”


Kemudian Ratu menyimpan kembali cincinnya di dalam kamar. Banyak hal yang Ratu bahas dengan Mamanya seputaran pernikahannya. Sedangkan Papanya yang cuek hanya menonton tv dan sesekali mendengarkan pembicaraan Ratu dan Mamanya yang tanpa henti sama sekali. Papanya tidak ingin memusingkan hal - hal yang seperti itu, Papanya Ratu hanya ingin menerima hasil saja tanpa ingin berkomentar sama sekali.


*****


Sepulang dari kantor, Kavin sempetin pulang kerumah untuk mengajak Papa dan Mamanya ke rumah Ratu untuk bertemu calon besannya yang baru sampai Jakarta. Tidak lupa Papa dan Mama Kavin pun membelikan cake dan buah untuk diberikan kepada calon besan dan calon menantunya itu.


Sampai dirumah Ratu, mereka saling menyapa dan bercerita satu sama lain tanpa henti - hentinya tentang pernikahan kedua Anak mereka. Sedangkan Ratu dan Kavin sedang berduaan di taman rumah Ratu untuk saling melepaskan rindu satu sama lain karena sudah membatasi diri untuk terus menerus bertemu. Mereka berdua tidak ingin terlibat dengan percakapan kedua Orangtua mereka.


“Sayang tadi aku udah bahas konsep pernikahan kita ke Mama. Jadi aku ingin menggunakan konsep semi outdoor. Menurut kamu gimana?" Tanya Ratu kepada Kavin sambil menatap Kavin dengan seksama.


“Aku si terserah kamu aja, lagian aku yakin dengan piliham kamu pasti bagus kok sayang. Aku ikutin mau kamu aja gimana." Jawab Kavin.


“Kamu seriusan deh, jangan semuanya terserah aku, ntar kamu nyalah - nyalahin aku lagi." Tegas Ratu.


"Iya sayang, lagian aku gak pernah ribet deh kalau urusan yang begituan." Balas Kavin.


"Berarti kita berdua udah deal ya sayang. Makasih kamu udah ikutin kemauan aku sayang.”  Ucap Ratu sambil Menyenderkan kepalanya ke bahu Kavin.


“Iya sayang...” Ucap Kavin sambil mencium kening Ratu.


“Ternyata mengurus pernikahan itu seribet dan secapek ini ya sayang...benar - benar


menguras tenaga dan pikiran." Keluh Ratu.


“Sabar ya ratuku, hanya tinggal 2 bulan lagi kita bakalan hidup berdua selamanya."


“Iya sayang...kamunya enak aku yang mikirin semuanya sendiri." Protes Ratu.


“Bukan aku tidak mau memikirkannya sayang, kamu tau sendiri kan kalau pekerjaan aku terlalu banyak di kantor. Jadi maaf ya sayang...”


“Iya sayang aku ngerti kok...untungnya sekarang ada Mama yang datang untuk bantuin aku. Jadi gak stres sendirian deh aku."


“Iya ya sayang...” Ucap Kavin sambil mengelus kepala Ratu.


Ratu dan Kavin masih bermesraan di taman. Mama Ratu menyuruh mereka untuk gabung kedalam rumah. Dan Ratu membahas konsep, dekorasi, dan baju yang akan dia kenakan di pernikahan nantinya bersama calon mertuanya. Dan mereka juga sepakat dengan keinginan Ratu.


Dua jam kemudian, Kavin dan Papa Mamanya pun pamit pulang. Mereka pun cipika cipiki sebelum masuk kedalam mobil. Lalu kemudian Supir Kavin sudah melajukan mobilnya dengan sangat cepat.


*****


Gimana nih pada baper gak ??? Ada yang udah ngalami kalau ngurus pernikahan itu ribet dan capek gak ???


Jangan lupa dukung terus novel ini ya. Selalu kasih ♡ ...like dan Comment dibawah ini ya!


Happy Reading Gyus