Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
EMOSI MELEDAK LEDAK



“Jadi begitu ceritanya sayang, kenapa kamu kok penasaran banget sih? Hayooo! Pasti kamu cemburu yang tak terkatakan kan? Hayoo ngaku?”



Kata kavin sambil menggoda ratu. Tentu saja kavin sangat mengerti atas sikap ratu, dan bisa dibilang super diper kepedean juga sih lebih tepatnya.



Ratu hanya geleng geleng kepala melihat pacarnya yang sangat narsis.


‘Kok bisa lah gue pacaran sama nih cowok! Mimpi aja gak pernah punya cowok super kepedean begini.’ Batin ratu.



“Kok malah geleng geleng kepala sih sayang? Aku bener kan?”



Kata kavin, dengan penuh percaya diri.



“Aku gak habis pikir aja bisa punya pacar yang sangat kepedean kayak kamu!


Aku masih bertanya tanya dengan diriku sendiri kenapa ya kok mau jadi pacar kamu, kayaknya aku khilaf deh.”



Kata ratu sambil menunjukkan sikap yang sangat menyesal, tapi tentu saja ratu hanya berakting bersikap seperti itu, ratu tau pasti kavin akan sangat kesel mendengar dirinya berkata begitu.



“Hah? Maksud kamu gimana nih? Kamu nyesel ya udah terima aku untuk jadi pacar kamu?”



Kata kavin tidak percaya, sambil membelalakkan kedua matanya melihat tajam sang kekasihnya ini.




“Iya bisa dibilang begitu lah.”



Jawab ratu datar, seadanya aja sambil menganggkat kedua bahunya.



Kavin semakin membelalakkan matanya, melihat sikap ratu apakah sedang bercanda atau malah serius, tapi tidak bisa menyimpulkan apa yang sedang dipikirkan oleh pacarnya ini.



“Jadi kamu menyesal ya pacaran sama aku?”



Tanya kavin kembali untuk kembali memastikan apa yang sedang terjadi, apa emang benar kalau ratu menerimanya hanya sebuah kesalahan aja? Sama seperti yang telah di ucapkan ratu barusan.



Ratu berusaha untuk menahan tawanya, kemudian mendekat dengan kavin lalu berbisik, “kamu lucu kalau sedang serius, aku suka!” Kata ratu sambil tertawa lepas.



Kavin hanya menyipitkan kedua matanya, “kamu ngerjain aku ya! Awas ya ntar aku balas, tunggu aja.”



Kata kavin ketus dengan muka yang sedikit ditekuk.



“Ampunnn sayang, ternyata kamu orangnya pendendam ya? Kan aku cuma bercanda doang, kamu bisa jailin dan menggoda aku terus, lah tiba aku begini kamu baper, langsung serius aja. Udah deh aku minta maaf ya sayang.”



Kata ratu sambil menyentuh wajah kavin dengan kedua tangannya yang kecil.



“Aku gak dendam kok, cuma aku ingat aja. Katanya ini ya kalau kita dikerjain orang, kita gak boleh tinggal diam, kita harus balas dengan yang lebih dan lebih lagi. Siapa yang baper, oke aku maafin tapi ada syaratnya! Itu juga kalau kamu mau aku maafin ya.”



Kata kavin dengan muka serius.



“Ih kamu nanggepin ucapan aku tadi seriusan? Omg kavin. Aduh pake syarat lagi, apaan?” Kata ratu sangat tidak sabaran.



Lalu kavin menunjuk pipinya dengan menggunakan jari telunjuknya, “cium dulu pipi aku.” Ya walaupun kavin tidak berkata, tapi langsung ngasih kode keras untuk ratu.



Ratu kaget dan malu bercampur menjadi satu, sejak kapan kavin menjadi sangat mesum begini? Selalu cari cari kesempatan dengan ratu.



Ratu hanya menghela nafas panjang, ‘dasar anak kecil, badan aja yang gede!’ Batin ratu.




“Mau dimaafin apa enggak nih? Tapi aku gak rugi lo ini, aku gak maksa kamu ya.” Kata kavin kembali bertanya lagi.



“Aku hitung sampai 3 yaa... satu, dua, ti-ti...” belum selesai kavin melanjutkan perkataannya, lalu ratu dengan pergerakan cepat langsung mencium pipi kavin.



“Udah kan, dasar ambekan kamu.” Kata ratu sambil tersenyum melihat kavin.



Kavin masih kaget tapi senang atas sikap spontan yang telah dilakukan oleh ratu, pacarnya.




‘Dasar cewek murahan, berani banget lo cium kavin gue! Awas aja lo ya. Lo akan ngerasain berkali kali lipat dari ini.’ batin vika sangat emosi sambil mengepalkan kedua tangannya.



****



Vika dan raya sekarang sedang bertemu di rumah raya, mereka berdua sama sama galau, saling memikirkan cowok yang mereka suka, cinta dan sayang.



Saling diam, mereka berdua tidak habis pikir kenapa semua cowok tergila gila dengan ratu? Apa lebihnya si ratu ini! Kenapa harus cowok yang mereka suka?



Dengan amarah yang sangat membara dipelupuk mata mereka, mereka hanya ingin segera menghancurkan ratu!



Prinsip mereka sekarang, ‘kalau mereka gak bisa mendapatkan cinta dari cowok yang mereka suka, bahkan ratu sekalipun tidak akan mendapatkannya.’



Sebegitu dendam,kesal, emosi, penuh amarah vika dan raya bercampur menjadi satu.



“Ray kita harus cepat bertindak dong! Gue udah muak dan gak tahan melihat kavin dan ratu selalu bermesraan begitu.”



Kata vika dengan penuh penegasan.



“Iyaa vik, gue ngerti perasaan lo, cuma tindakan yang terburu buru itu gak baik, semuanya harus ada persiapan yang baik dan matang juga, lo gak mau rencana kita sia sia kan? Lo hanya perlu sabar sebentar lagi aja.”



Jawab raya dengan tatapan licik, bukan raya kalau tidak merencanakan segala sesuatu dengan baik, semua sudah diperhitungkan secara baik dan matang, persiapan yang cukup baik dan sempurna.



“Gimana gue bisa sabar, ray? Lo cuma bisa bilang sabar sabar, Gue udah gak tahan lagi, gue marah sama diri gue sendiri, gue semakin gila mikirin ini semua! Gue.....”



Kata vika yang emosinya cukup meledak ledak.



Raya langsung mengelus punggung vika, supaya meredakan emosinya sedikit. Lalu berbisik ditelinga vika.



“Vika sayang kalau lo semakin meledak ledak begini, mereka pasti akan sangat senang melihat lo seperti ini. Lo itu harus tenang, bersikap semuanya baik baik saja, lo kira gue gak pengen secepatnya untuk membalas ratu? Cuma semuanya butuh proses sayang, kalau bisa dibilang gue sangat ingin ratu menderita!”



Dan berhasil, vika yang emosinya meledak ledak, akhirnya berhasil sedikit lebih tenang.



Vika dengan berat hati menghembuskan nafas sangat berat.



“Oke ray gue akan berusaha lebih tenang, ini semua demi rencana kita untuk menghancurkan ratu!”



Kata vika dengan tatapan yang tidak bisa diprediksi, tatapan ngeri sampai raya sendiri pun sangat ngeri melihatnya.



‘Gila ni cewek, benar benar secinta mati begitu sama tuh cowok atau ini bukan cinta? Hanya sebuah obsesi yang berlebihan?’ Batin raya.



“Kali ini ratu benar benar mampus dan berakhir!” Kata raya dengan sangat yakin.




*****



Pasti pada penasaran kan dengan rencana raya dan vika?



Coba tebak deh?! Aku sengaja buat kalian sangat penasaran, tapi ini semua belum berakhir, malahan semakin menarik dan seru! Semuanya bakalan terungkap...




>>Bantu di like, komentar dan kasih rating ya!<<



Biar aku bisa lebih semangat nulisnya, akhir akhir ini aku kurang semangat buat nulis..



Ayo dong semua pembaca yang baik, buat aku lebih semangat dong buat ngelanjutin novel ini..



Thankyouu all