Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
KEDEKATAN KAVIN-RATU



"Tu kasih gue kesempatan untuk jagain lo, gue mohon! kita sudah saling salah paham selama ini." ucap kavin sambil menatap dengan serius terhadap ratu.


"lo kan udah sama vika, vin? gue gak mau ngerusak hubungan oranglain, karena gue pernah mengalaminya dan rasanya sakit sekali. gue-gu e gak bisa dengan lo vin, gue harap lo ngerti, kita terlalu sama." ucap ratu sambil menangis.


"gue hanya pura pura pacaran sama vika buat manas manasin lo tu, masa lo gak sadar sadar juga? gue itu cintanya sama lo, tapi gue janji gue gak akan maksain lo buat jadi pacar gue, tapi gue mohon kasih gue kesempatan supaya bisa tetap berada disamping lo, buat jagain lo. kalau lo lihat video ini pasti lo akan berubah pikiran, gue harap lo mikirin semuanya baik baik ya. lo lihat ini dirumah aja disaat lo udah tenang." kata kavin.


"lo kok jahat banget ke gue vin? sampai segitunya, lo mau nguji guee? berhasil banget lo vin. emangnya ini video apaan?" ucap ratu sambil memukul mukul kavin.


"lihat aja sendiri, ntar kabarin gue kalau udah lihat ya, gue yakin lo pasti bakalan syok berat." ucap kavin.


ratu semakin penasaran tentang video tersebut, lalu ratu memutuskan untuk turun dari mobil kavin, ya kavin ngantarin ratu pulang sekolah karena tau pasti ratu masih trauma dan syok atas kejadian yang baru saja dialaminya.


awalnya kavin ingin bilang ke vika kalau dia lagi ada urusan, berhubung vika sudah tidak ada dikelas ya kavin langsung cabut aja. tanpa persetujuan vika pun kavin bakalan tetap mengantar ratu pulang kerumah.


lalu ratu berbegas turun, tapi kavin membukakan pintu mobil lalu membantu ratu untuk turun. mereka berdua saling menatap lalu kemudian tersenyum.


"sekali lagi makasih ya vin. gue masuk ya." kata ratu.


"iya sama sama, ya udah masuk gih, langsung istirahat ya. ingat jangan terlalu banyak mikir." teriak kavin.


ratu hanya menatap sekilas lalu kemudian berjalan masuk kedalam rumah.


sementara itu vika selalu mengikuti kemanapun kavin dan ratu pergi, ya tentunya secara diam diam.


"brengsek banget lo vin! bisa bisanya gue percaya gitu aja sama lo, lalu dengan mudahnya lo tusuk gue dari belakang, gue gak akan diam aja. gue akan ikutin permainan lo, gue akan tetap jadi pacar lo, gue gak akan putus dari lo." ucap vika


vika kemudian mengambil ponselnya lalu mencari kontak raya, kemudian langsung meneleponnya.


"lo dimana ray? kok gak masuk? lo tau gak gue ada berita besar ini buat lo, bisa kita ketemu. gue kerumah lo ya." kata vika ketika sambungan teleponnya baru terhubung.


"besar banget bertianya ya? y udah ntar gue kirim alamat gue ya. lo langsung datang aja." kata raya yang sangat penasaran.


"oke gue langsung kesana ya." kata vika langsung bergegas pergi dengan sangat cepat menuju kerumah raya.


sesampainya dirumah raya, vika langsung memarkirkan mobilnya lalu vika menghubungi raya lagi.


"oke udah sampai nih, lo turun gih, kita bicara didalam mobil aja." kata vika.


"oke bentar ya.' kata raya.


"berita apaan si vik? bukannya lo udah jadian ya sama kavin, kan lo lagi happy happy nya, baru juga gue gak masuk dalam sehari, jangan buat gue semakin penasaran nih ya." ucap raya.


"gue dikerjain sama kavin, iya kita jadian tapi dia sebenarnya masih menyukai ratu. lagi lagi ratu! muak gue lama lama, gue mau balas mereka. oh iya lo tau gak tadi rama nyamperin ratu di taman, lalu rama mau cium bibir ratu nah disitulah kavin datang, akhirnya kavin dan rama berkelahi hanya untuk ratu, gimana gue gak kesal dan marah banget, gue nyaksikan semuanya didepan mata gue sendiri, tapi gue gak nyamperin mereka, gue melihat semuanya dari kejauhan. kemudian pulangnya kavin pake acara nganterin ratu segala lagi, gue udah benci sebenci bencinya melihat ratu, sok kecantikan banget, semua cowok ngejar ngejar dia, ya termasuk kavin gue! dan rama lo." kata vika dengan menjelaskan semua kejadian sewaktu disekolah.


"WHATT?!! EMANG BENAR BENAR GAK BISA DIBIARIN BANGET TU SI RATU, DIKASIH HATI MINTA JANTUNG. GUE GAK TERIMA, TAPI RAMA UDAH JANJI KE GUE GAK AKAN DEKAT DEKAT RATU, BERARTI DIA UDAH BOHONGIN GUE! Teriak raya dengan ekspresi sangat marah dan penuh dengan perasaan dendam.


"iya maka dari itu kita harus segera menjalankan rencana kita, gue udah gak bisa nunggu lama lama lagi. gue mau ratu hancur sehancur hancurnya. sampai kavin benar benar udah gak mau lagi sama dia." kata vika.


"lo tenang aja, kita gak bisa buru buru, kita kasih kavin dan ratu utnuk dekat dengan begitu kita akan lebih membuat perasaan mereka hancur secara bersamaan. lo harus relain kavin dan ratu dekat, ingat vik ini demi tujuan kita." kata raya menjelaskan.


"okee gue akan menjauhi kavin untuk sementara waktu, tapi jangan kelamaan juga ya. gue gak bisa melihat mereka terus terusan dekat. lo ngerti kan ray, gue percaya sama lo. kita jalankan rencana kita." kata vika.


"kalau gitu gue balik ya." kata vika.


"iya vik sampai ketemu besok di sekolah. "kemudian raya langsung turun dari mobilnya vika.


 


 


****


 


Disekolah, ratu duduk tepat disebelah kavin, sekarang ratu menjadi teman semejanya kavin, mulai dari pagi ini ratu telah memutuskan untuk berada dikubu yang sama dengan kavin.


vika masuk, lalu tidak menyangka kalau ratu benar benar berada tepat disebelah kavin, vika berusaha untuk menahan amarahnya lalu duduk tanpa melihat kavin dan ratu yang sedang asik bercanda gurau.


'sejak kapan mereka bisa sedekat dan seakrab ini?' batin vika yang tidak terima dengan kenyataan.


vika ngechat raya, "lo liat mereka kan ray? gue masih bingung kenapa mereka bisa sedekat itu sekarang?"


"gue juga gak tau, padahal setau gue lo bareng terus kan sama kavin? ini aneh, ada sesuatu yang janggal." balas raya.


"gue juga berpikir begitu. makin lama makin bertingkah aja nih cewek." balas vika.


"lo baru tau, kalau dia itu memanfaatkan kecantikannya untuk menggaet semua cowok cowok. sabar jangan kelihatan banget lo emosinya." balas raya.


"ini gue udah sabar sabar. tapi semakin lama gue semakin gak tahan dengan kedekatan mereka." balas vika.


"harus lo tahan tahan vik, ingat misi kita!" balas raya.


"oke gue akan usaha, ya walaupun berat." balas vika