Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
FINALLY...........!!



Satu hari sebelumnya....


ratu begitu sampai dikamarnya, lalu dengan lelahnya dia mulai berbaring dikasur kesayangannya. ratu berusaha untuk memejamkan matanya supaya dapat tertidur, jujur ratu cukup lelah berhadapan dengan raya dan rama, sepertinya mereka berdua tidak ingin melihat ratu hidup dengan tenang dan bahagia.


entah mengapa ratu sangat sulit untuk tertidur walaupun dia sudah berusaha untuk memejamkan matanya, ratu tiba tiba teringat ucapan kavin tentang sesuatu yang hampir saja terlupakan olehnya, ratu kemudian segera bergegas untuk mengambil tas nya lalu mulai mencari sebuah flashdisk pemberian kavin yang katanya kalau ratu melihatnya pasti akan syok dan kaget secara bersamaan, ratu begitu penasarannya, 'emangnya apaan sih isinya sampai bisa buat gue kaget? awas aja kalau kavin ngerjain gue ya? video apaan sih?' batin ratu.


kemudian ratu mulai menyalakan laptopnya lalu memutat sebuah video, betapa kagetnya ratu melihat percakapan antara dua cewek yang sangat dikenalnya, siapa lagi kalau bukan raya dan vika, mereka berdua bahkan tidak pernah mengobrol atau bahkan akrab sama sekali.


dan betapa kagetnya ratu sampai sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya\, dengan ekspresi yang sulit untuk dijelaskan\, syok pasti sangat syok. apalagi dengan apa yang mereka bicarakan tentang diri ratu\, untuk menghancurkan kehidupan ratu*\,'mereka berduaaa bekerja sama? sejak kapan merak kenal?bagaimana bisa dah bagaimana mungkin? lalu tentang yang dibali? mereka berdua yang telah mengatur dan merencanakannya? kenapa mereka berdua sampai sebegitu bencinya dengan gue? apa salah gue? gue bahkan tidak pernah mengusik kehidupan mereka!'* batin ratu tidak percaya dengan apa yang dilihat dan didengarnya.


Pantes kavin bilang gue bakalan syok dan kaget melihat video ini, apa yang sebenarnya sedang mereka rencanakan untuk gue? kenapa mereka ingin menghancurkan hidup gue? tapi darimana kavin tau tentang pertemuan mereka? sampai ada kepikiran untuk merekam semua ini lagi. ucap ratu kepada dirinya sendiri berusaha untuk mencerna setiap ucapan raya dan vika.


kemudian ratu menelepon kavin, ketika teleponnya mulai tersambung tanpa menunggu lagi ratu mulai berbicara "haloo vin, sumpah guee syok dan kaget banget melihat video yang lo kasih ke gue! mereka berdua sampai sejahat itu ke gue? apa sebenarnya salah gue ke mereka? gue gak nyangka vika yang selama ini gue tau cewek baik baik sampai melakukan semua itu ke gue!" lalu kemudian ketika ratu berusaha untuk melanjutkan kata katanya, tapi mulai terhenti karena ratu mulai terisak menangis dan merasakan sakit yang sungguh luar biasa.


"guee aja syok mendengar dan melihat semua itu tu, bagaimana mungkin seorang vika yang selama ini gue kenal cewek baik, imut, bisa tega melakukan semua itu, gue gak mengerti kenapa dia sekarang berubah, gue bahkan tidak mengenal vika yang sekarang, kalau soal raya dan vika gue juga gak tau mereka ketemuan ditaman belakang sekolah, gue hanya ketiduran disana sampai pulang sekolah, gue gak nyangka mereka bakalan ketemuan disana, ya mau tidak mau gue menyaksikan semuanya tepat didepan mata gue, lo harus hati hati mulai sekarang tu, maka dari itu tadi gue menawarkan diri untuk menjaga lo, gue gak ada maksud untuk cari cari kesempatan, enggak sama sekali, tapi kalau kesempatan ada didepan mata boleh juga!" ucap kavin sambil tertawa dan mulai menggoda ratu.


"guee lagi serius vin, lo nya malah bercanda terus, bisa gak sih lo serius dikit vin?!" ucap ratu yang mulai kesal dengan kavin.


"maaf deh, biar lo nya jangan terlalu kepikiran atas apa yang mereka ucapkan di video itu, gue gak ada maksud untuk bercanda deh, tapi atas ucapan gue yang bilang bakalan jagain lo itu serius lo tu, bisa gak lo pertimbangkan lagi? gue gak mau menyesal dan melihat cewek yang gue sayang dan cinta menderita, gue takut lo kenapa kenapa tu, waktu dibali itu gue gak nyangka mendengar ucapan lo tu, disitu gue sadar sesadar sadarnya kalau gue emang cowok paling brengsek, tapi lo tau gak gue cemburu banget waktu melihat lo dekat terus dengan rama, gue sempat berpikir untuk mengajak lo lari dari sana. lo mau jadi pacar gue tu? gue janji gue gak akan pernah ngecewain lo seumur hidup gue, baru kali ini gue jatuh cinta dan gue takut untuk kehilangan lo tu." ucap kavin dengan ketulusan dan kesungguhan.


ucapan kavin sangat menusuk didalam hati ratu, tapi bukannya menjawab ratu malah menagis terus menerus, sampai sesekali terisak,


"gue mohon jangan nangis tu, gue nyamperin lo ya? kali ini gue mohon jangan tolak gue tu, gue sedih banget melihat lo seperti ini." ucap kavin.


"ja-jangan vin, lo gak perlu nyamperin gue...." ucap ratu.


"kenapa tu? gue gak mau lihat lo terus terusan nangis seperti itu, pokoknya gue akan nyamperin lo, tunggu gue."


"gue gak mau lo lihat gue kalau lagi nangis begini, karena gue jelek banget kalau sedang sedih dan nangis, apalagi mata gue udah sangat bengkak begini." ucap ratu jujur.


ratu malu kavin melihat keadaanya yang sedang menangis, tapi kavin malah maksa dan nekat untuk nyamperin ratu dirumahnya.


tidak butuh waktu lama kavin telah tiba dirumah ratu, ratu awalnya tidak ingin keluar, tapi ratu tau kalau dirinya tidak keluar pasti kavin akan nekat untuk jumpain ratu didalam kamarnya. apalagi dengan keadaan rumah ratu yang sangat sepi, hanya ada seorang pembantu yang tinggal disini.


kavin sudah berada diruang tamu, kavin sangat gelisah ingin segera memeluk ratu untuk saat ini, pikiran kavin menjadi bercabang cabang, pada saat kavin sedang melamun, ratu turun lalu sekarang berada dihadapan kavin.


"kan udah gue bilang lo gak perlu datang vin? lo kok maksa banget ya? lo itu egois vin, lo gak pernah dengerin gue!" ucap ratu, lalu tiba tiba kavin langsung segera memeluk ratu tanpa meminta persetujuan, ratu hanya terdiam sebentar kemudian membalas pelukan hangat kavin.


"lo kalau mau nangis, nangis aja tu, gue janji gue akan tetap berada disamping lo." ucap kavin sambil tetap memeluk ratu semakin erat.


ratu hanya menangis dalam pelukan kavin, ada sekitar setengah jam ratu menangis, kemudian ratu berhenti menangis, "gue lupa vin, lo mau minum apa?" tanya ratu sambil menghapus sisa sisa air matanya.


kavin hanya tertawa mendengar ucapan ratu, "gue gak haus, lo lucu deh hal pertama yang lo bilang ke gue setelah nangis adalah mau minum apa?" tawa kavin semakin menjadi, sontak aja langsung mendapatkan tatapan tidak senang dari ratu.


"kalau gak mau ya udah bagus! gue jadinya gak perlu repot repot." ucap ratu sewot.


kavin malah asik menggoda ratu hingga ratu tersipu malu.


"lihat tu mata lo udah bengkak semua, kalau nangis jadi makin cantik ya? jadi seperti cewek china yang matanya cipit. jadi gemes deh gue. "ucap kavin sambil mencubit kedua pipi ratu.


"KAVINNNN!!" Ucap ratu sedikit keras.


kavin hanya tertawa, dan kali ini ratu sudah tidak sedih lagi. "gimana tu sama yang gue omongin tadi ditelepon? mau kan? yaa kan?" ucap kavin.


"tuh kan dilupa lupain deh, lo mau gak jadi pacar gue? gue serius tu, gue cinta sama lo, ya walaupun lo udah bolak balik nolak gue, gue gak akan mundur, gue akan usaha terus."


"kavin, lo tau kan gue gak mau ngerebut lo dari vika, lo sadar gak sih kenapa vika seperti itu? vika itu cinta banget sama lo vin, gue juga cewek, gue tau dan paham betul atas perasaan dia." ucap ratu dengan tatapan yang serius ke kavin.


"gue tau tu, tapi cinta kan gak bisa dipaksa, kalau gue sukanya sama lo? apa itu mau gue, hati dan perasaan gue tu yang telah menuntun gue ke lo, gue mau nanya gimana sebenarnya perasaan lo ke gue? lo cinta gak sama gue?" ucap kavin.


"iya gue tauu vin, lo gak ngerti gimana rasanya jadi gue? ini bukan masalah cinta sama tidak cinta, gue jelasin juga lo bakalan gak ngerti ngerti vin." ucap ratu.


lo belum jawab pertanyaan gue tu, lo cinta sama gue? lo rela melihat gue sama vika? gue mohon tu lo tatap mata gue, dan jawab pertanyaan gue dengan jujur." ucap kavin serius.


kavin belum pernah seserius ini dalam hidupnya, sampai suatu ketika dia ketemu ratu, kavin mulai tidak bisa mengendalikan perasaannya lagi.


ratu tidak berani menatap mata kavin, tapi kavin memegang muka ratu dengan kedua tangannya, mau gak mau ratu harus melihat kavin, "gue mohon lo jawab gue!" ucap kavin dengan tulus.


"gue-gu-eeee gak tau vin, gue bingung sama perasaan gue belakangan ini, gue gak suka lihat lo mesra mesraan dengan vika apalagi dengan cewek cewek lain. guee nyaman berada didekat lo, gue kangen kalau kita sedang berjauhan. gue trauma vin! gue takut kembali disakiti lagi............" mata ratu mulai berkaca kaca.


"cewek bodoh!" ucap kavin lalu tersenyum senang mendengar jawaban ratu barusan.


"lo bilang apa?" ucap ratu kesal.


"cewek bodoh!" kavin kembali mengulangi kata katanya lagi untuk membuat ratu marah, dan kavin berhasil.


"KANVINNNNNNNNNN!" Ratu berteriak.


 


****


gimana nih pasti sekarang lagi senyam senyum sendiri kan bacanya? kok kalian yang senang ya?


kok kalian yang baper ya? hehee..


tenang tenang ini baru awal kok, selanjutnya lebih seru lagi...


**penasaran? jangan lupa ikutin terus yaa! **


mohon maaf untuk beberapa hari kedepan author gak bisa up..


dukungan, masukkan kalian sangat membantu autohr jauh lebih semangat lagii...


main tebak tebakkan yok!


"TAK KENAL MAKAAA..................!


mohon diisi yaa..


saya janji kalau ada yang bener jawabannya, ntar up episodenya jadi double!


like, comment and rating! pleaseee............


thankyouu.